Sangat Cantik

Nick yang baru saja keluar dari ruangan itu langsung disambut oleh pelayan pria yang masih cukup muda, bahkan sepertinya usia pria itu jauh dibawah Nick. "Um, aku ingin ke ruang musik," ucap Nick yang langsung di jawab anggukan oleh pria itu.

"Mari, lewat sini Tuan," jawabnya sopan.

Rumah yang cukup besar ini terbilang sangat sepi menurut Nick, walaupun cukup menyenangkan dengan segala interior yang memanjakan mata namun tetap saja jika berada seorang diri hanya akan menyisakan kesunyian yang membosankan. "Apa kau baru disini?" tanya Nick mencoba untuk memecahkan keheningan. Selagi pikirannya sibuk mencari kata yang tepat untuk melontarkan pertanyaan pada Jema tadi, ia harus mencari cara terlebih dahulu agar bisa bertemu dengan Jema kembali.

Pelayan itu tampak menghentikan langkahnya sebentar dan menatap Nick dengan terkejut, lalu kembali melanjutkan langkah kecilnya sambil menunduk. "Ya Tuan, aku baru mulai bekerja 2 Minggu. A-apa aku melakukan kesalahan, Tuan?"

Pertanyaan itu membuat Nick mengerutkan keningnya, mengapa pelayan itu berpikir demikian? Memangnya ada yang salah jika Nick bertanya seperti itu? Seketika Nick mulai sadar, dari awal ia masuk tak ada satupun pelayan yang bersikap santai, mereka semua tampak patuh dan berhati-hati, tidak seperti pelayan di rumah Nick yang terlihat santai saat berbincang dan terkadang Nick merasa cukup terhibur dengan candaan mereka yang ringan. "Ah tidak, aku hanya bertanya saja." Nick menolah pelan dengan raut wajah ragu, ia sepertinya harus mulai berbicara jujur dengan keinginannya bertemu dengan Jema sebelum pria itu benar-benar membawanya ke dalam ruangan musik dan membuat Nick lebih bingung lagi kedepannya. Bayangkan saja jika nanti Nick diantar ke ruang musik dan tiba-tiba dia berjalan menuju kamar Jema, apa tidak akan membuat kegaduhan di dalam rumah besar ini? Seorang Tamu menyusup ke dalam kamar Nona besar mereka, sangat memalukan jika hal itu sampai terdengar oleh Marteen.

Belum sampai langkah kaki mereka menuju pintu ruangan musik, Nick terlebih dahulu menghentikan langkahnya dan membuat pelayan tadi ikut berhenti sambil menatap Nick dengan penuh tanya. "Apa ada masalah Tuan?" tanyanya dengan nada khawatir bercampur takut. Nick yakin, pria muda itu pasti merasa tertekan dengan pekerjaannya ini hingga mudah panik seperti itu.

Nick terdiam sebentar, ia menoleh pada sebuah pintu yang sempat Jema tunjuk tadi sebelum mereka berpisah. "Sebenarnya aku tidak ingin ke ruangannya musik."

"Lalu kemana Tuan? Biar aku mengantarmu sampai tempat yang kau inginkan," jawabnya dengan cepat. "Apa perpustakaan? Nyonya mengatakan kau mencari pemantik kesayanganmu."

Nick menjawab dengan gelengan kepala, lalu dengan samar keningnya mulai berkerut. Sejak kapan pria itu berbicara dengan Rachel? Bukankah tadi Rachel langsung kembali duduk dan hanya Nick yang keluar dari ruang santai dan langsung bertemu dengan pria ini? Saat mata Nick menangkap sebuah alat di telinga kanan pria itu, Nick mulai sadar jika mereka semua bisa saling berkomunikasi melalu alat tersebut. "Jangan katakan pada siapapun jika sebenarnya aku tidak kehilangan pematik," ucap Nick secara spontan membuat pria itu kembali terkejut. Nick pun berusaha menyusun kata yang tepat agar semuanya bisa berjalan dengan lancar, jika dipikirkan lagi mengapa ia harus mengikuti ucapan Juliet? melakukan hal seberani ini mengunjungi kamar seorang wanita di saat keluarganya masih berkumpul di dalam rumah. 'Agar tidak seperti Ayahmu, tidak romantis dan juga tidak peka' pikir Nick mengingat ucapan Juliet tadi. "Sebenarnya ada yang ingin aku sampaikan pada Jema, tidak masalah bukan jika aku masuk ke dalam kamarnya? hanya sebentar," ucap Nick.

Sial, sepertinya Nick salah menyusun kata, mengapa ia tidak mengatakan jika 'Ada sesuatu yang aku ingin katakan pada Jema, bisa panggilkan dia sebentar untuk menemui ku di ruang musik?' mengapa ia harus dengan frontal nya mengatakan ingin masuk ke dalam kamar Jema? ah benar-benar memalukan! ini pasti akan menjadi bahan gosip pelayan yang ada di sini atau bisa saja pria itu mengadu pada John dan Rachel.

Terlihat jelas raut wajah pelayan itu tampak kebingungan, oh ayolah Nick siapa yang tidak bingung dengan pertanyaan mu yang ingin masuk ke dalam kamar wanita yang jelas-jelas sangat dilindungi privasinya.

Ketika Nick ingin membuka mulutnya untuk mengganti keinginannya, pelayan itu terlihat menganggukkan kepalanya, seakan kebingungannya lenyap begitu saja. "Nona Jema? Kau calon suaminya kan, Tuan? mari aku antar," ujarnya sedikit bersemangat karena ingat jika Jema sudah digantikan oleh Jeslyn, anak Tuan besar yang sangat baik hati dan satu-satunya orang yang tidak semena-mena pada pelayan dirumah ini. Namun sayangnya ia lupa jika wajah Jeslyn tentu saja harus disembunyikan.

Seketika Nick membatalkan untuk membuka suara, ia pun berjalan menuju kamar Jema dan ditemani pelayan tersebut yang dengan sigap mengetuk terlebih dahulu pintu kamar Jema dengan ketukan yang halus. "Nona, Tuan Nick mencari anda," ucapnya penuh hormat seperti para pelayan lainnya. Karena tak ada jawaban apapun, ia membukakan pintu kamar dan melihat keadaan kamar yang kosong. "Sepertinya Nona sedang di kamar mandi, kau bisa menunggunya di kursi itu Tuan." Menurut para pelayan lain yang sering bergosip, sangat biasa jika pasangan yang belum menikah mengunjungi kamar kekasihnya bukan? "Aku akan menunggu di luar dan mengantar anda kembali ke ruang santai, Tuan."

Nick yang kini bingung karena begitu mudahnya masuk kedalam kamar Jema pun hanya mengangguk kecil, ia melangkah dan memperhatikan kamar bernuansa putih bersih yang cukup nyaman, ia bahkan merasa seperti awan memenuhi kamar ini. Nick berjalan menuju sebuah kursi dan duduk dengan santai, bantal besar dengan sebuah bulu halus berwarna putih menjadi pajangan cukup besar di dekat sofa yang sedang Nick duduki. Seketika Nick tertawa kecil, benar-benar seperti kepribadian Jema yang ia temui sekarang, bukan seperti Jema yang diinformasikan Brian. Sudah Nick tebak jika Brian hanya terburu-buru mencari informasi, lagi pula tidak semudah itu bukan mendapatkan informasi mengenai anak tunggal seorang John? "Apa dia ingin menjadi bidadari yang berada di atas awan?" ucap Nick pelan. Memang seperti kepribadian Jema, pikir Nick. Wanita itu sangat lembut, penyabar dan—.

Terdengar suara terbuka dari arah kamar mandi membuat Nick langsung duduk dengan baik yang berusaha terlihat se-sopan mungkin. Namun, saat Nick menoleh pada sosok wanita dengan jubah tidurnya yang indah, Nick tak bisa mengeluarkan suaranya, ia hanya bisa mengerjapkan matanya beberapa kali melihat kecantikan Jema yang benar-benar sangat berbeda dari foto yang diberikan Brian. Sangat cantik, batin Nick.

Terpopuler

Comments

Aditya HP/bunda lia

Aditya HP/bunda lia

terpesona aku terpesona ..... wikwiwwww 🤣🤣🤣

2023-09-30

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!