Lagi-lagi Nick tidak bisa memaksa Jema, ia tetap pada pendiriannya untuk bisa menunjukkan sisi baik dirinya tanpa ada sedikitpun pemaksaan yang akan dia lakukan. Perlahan, Nick pun mundur beberapa langkah dari tempatnya berdiri tadi, ia kembali melihat sekeliling ruangan musik dan matanya tertuju pada sebuah piano besar yang berada di dekat jendela raksasa.
"Kalau begitu kita main piano saja, aku akan menunjukkan terlebih dahulu kemampuanku," kekeh Nick yang tanpa sadar membuat Jeslyn dapat menghembuskan nafasnya lega karena Jeslyn tidak membuat pria itu tersinggung sama sekali. Untung saja Nick bukanlah sosok pria yang selalu memaksa agar setiap keinginannya dikabulkan, pria itu cukup sabar dan tak membesarkan setiap masalah yang ada.
Jeslyn pun menganggukkan kepalanya dengan cepat, ia berjalan terlebih dahulu menuju piano besar itu dan membuka bagian penutup yang mengkilap. "Silahkan," ujar Jeslyn.
Nick tertawa kecil melihat reaksi itu, ia berjalan dan duduk pada sebuah bangku khusus 1 orang yang ada di depan piano tersebut. "Kau menyukai lagu klasik?" tanya Nick sambil bersiap menekan piano dan memperbaiki duduknya dengan senyaman mungkin.
"Ya, aku sangat menyukainya," jawab Jeslyn dengan penuh semangat, karena jujur saja memang ketika ia bermain piano pastinya lagu klasik yang ia bawakan.
Nick mengangguk, ia merasa cukup senang dengan reaksi Jeslyn yang tulus. "Baiklah, jika kau sangat menyukai lagu klasik, kau pasti akan tahu judul lagu ini." Nick mulai memainkan piano dan Jeslyn pun merasa sangat senang karena lagu tersebut adalah salah satu favoritnya. Tanpa sadar dan juga terbawa suasana, Jeslyn mulai bernyanyi sampai Nick menyelesaikan permainan pianonya.
"Suaramu sangat indah, lembut seperti penyanyi aslinya," komentar Nick membuat Jeslyn seketika bersemu merah. Ini adalah pertama kalinya ia mendapatkan pujian selain dari Robert, ia merasa senang memiliki teman baru seperti Nick walau pun hari ini adalah pertama dan terakhir mereka bertemu. Sangat indah jika Jeslyn diperbolehkan muncul sebagai dirinya sendiri yang asli tanpa ada identitas palsu, berteman baik dengan Nick dan saling memainkan musik kesukaan mereka. Tapi semua itu pastinya hanya ada di dalam khayalan Jeslyn bukan?
Menjelang hari pernikahan Jema dan Nick, ia sangat yakin jika Rachel akan mengurungnya di dalam kamar dan tidak memperbolehkan Jeslyn keluar apalagi sampai bertemu dengan Nick kembali. "Terimakasih, permainan mu juga sangat indah, kau hebat," balas Jeslyn.
Karena keduanya memiliki hobby yang sama, tanpa terasa mereka pun menghabiskan 3 lagu yang berbeda, Jeslyn yang tak ingin mengakhiri semua ini dengan berat hati harus menghentikan kegiatan mereka. "Sepertinya kita sudah terlalu lama disini, kedua orangtua mu pasti sudah menunggu untuk minum-minum di sana, ada anggur terbaik yang kami punya untuk kalian," ucap Jeslyn ketika Nick akan memulai lagu baru untuk mereka nyanyikan.
Nick yang mendengar itu langsung menoleh, sedikit tidak menyangka jika di acara makan malam ini mereka akan meminum anggur dan entah sampai jam berapa pertemuan ini akan berlanjut. Tapi tak masalah, ia tak akan bosan karena sudah menemukan wanita yang memiliki hobi sama, pastinya tidak akan membosankan bukan? "Oh ya? kau menyukai anggur juga?" tanya Nick memastikan.
Jeslyn menggelengkan kepalanya dengan cepat. Waktu yang dijanjikan Rachel untuk menjadi pengganti Jema sudah habis sampai disini, rasa lega yang seharusnya Jeslyn rasakan malah berubah menjadi rasa tak rela harus berpisah kan kembali pada kegiatannya yang membosankan. "Tidak, sudah waktunya aku kembali ke kamarku, aku tidak terbiasa tidur terlalu larut," jelas Jeslyn yang tentu saja berbohong.
Jeslyn menghembuskan nafasnya pelan, andai saja John tidak mengajukan syarat agar Jeslyn tidak terlibat terlalu lama pada acara makan malam ini pada Rachel, mungkin ia akan bisa lebih lama bersama Nick. John sangat mengkhawatirkan Jeslyn yang tidak terbiasa minum anggur, sedangkan Rachel pun langsung menyanggupi jika tugas Jeslyn hanya sampai mengantar Nick menuju beberapa tempat di rumah mereka, Rachel rupanya berpikir jika Jeslyn yang tidak pernah meminum anggur dikhawatirkan bisa beresiko hilang kendali dan membuat kacau acara makan malam dengan membuka penutup wajah. Saat makan tadi saja Jeslyn cukup kesulitan membuka penutup wajahnya secara hati-hati setiap memasukkan sendok ke dalam mulut.
Tengah asik Jeslyn dengan pemikirannya sendiri, suara Nick yang tampak sedikit kecewa membuat lamunan Jeslyn terhenti.
"Hemm." Nick merasa berat mengatakan halnya, namun setelah ini pasti mereka akan sering bertemu juga. "Baiklah, lain waktu kita bermain piano lagi, maaf aku lupa mengajari mu cara bermain piano tadi, terlalu asik mendengarkan suaramu tadi," ucap Nick yang masih sempat menunjukkan senyuman lembut dan membuat Jeslyn sedikit merasa iri pada Jema. Bagaimana ia tidak iri? Jema akan mendapatkan calon suami sebaik Nick!
Dengan perasaan berat hari meninggalkan ruang musik, mereka berdua pun mulai berjalan bersama tanpa berbicara sedikit pun. Jeslyn menatap pintu besar ruangan yang ada dihadapan mereka, sedangkan Nick menatap rambut indah Jeslyn yang bergerak disetiap langkah kaki Jeslyn.
Ketika mereka keluar, seorang pelayan datang menghampiri dan kembali menutupkan pintu besar itu. Jeslyn berbalik menoleh pada Nick yang sedari tadi tak melepaskan pandangannya dari Jeslyn. "Kau akan diantarkan ke ruangan santai Ayahku," jelas Jeslyn pada Nick yang langsung berekspresi bingung.
Kedua alisnya bertaut seakan sedang sibuk mencerna ucapan Jeslyn. "Mengapa tidak kau yang mengantarku?" tanya Nick bingung. Dalam hari mulai timbul beberapa pertanyaan, apakah pertemuan mereka hari ini hanya sampai disini? Jika benar ia sangat menyesal terlalu asik bermain musik hingga lupa bertanya tentang informasi pribadi calon istrinya sendiri. Padahal rencana awal Nick adalah mendalami seperti apa kesehariannya? Hobi di luar rumah apakah berbelanja, jalan-jalannya keluar negeri atau mendaki gunung?
Jeslyn menunjukkan sebuah pintu berwarna putih di dekat tangga. Ia belum menyadari kesalahannya memberitahu letak dimana kamarnya berada. "Kamarku ada di sana, maafkan aku, aku sudah terlalu mengantuk," ucap Jeslyn yang entah mengapa di dalam dirinya mulai merasakan sedikit kesenangan saat menyadari Nick yang terlihat kecewa dengan perpisahan mereka, karena itu artinya bukan hanya Jeslyn saja yang merasakan kenyamanan ini.
'Astaga, apa yang aku pikirkan?' pikir Jeslyn dalam hati, ia menggelengkan kepalanya samar, tidak boleh ada perasaan lebih untuk pria dihadapannya ini, hanya Jeslyn yang akan merasakan rasa sakit nantinya, Nick tak akan mengingat sedikitpun tentang Jeslyn melainkan sosok Jema yang akan ia nikahi nanti.
Karena sudah kembali sadar dengan dunia nyatanya, Jeslyn mulai meminta seorang pelayan untuk mengantarkan Nick ke ruangan santai milik John dan bergabung bersama yang lainnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 25 Episodes
Comments