Menjadi Pengganti

Waktu menunjukkan jika saat ini adalah sudah tepat tengah malam, Jeslyn meraih ponselnya dan menyelinap keluar kamar menuju  sebuah balkon luas yang langsung disambut udara dingin tak bersahabat. "Halo kak," ucap Jeslyn saat tiba di ujung balkon, menikmati pemandangan taman yang tampak sunyi dan langit yang bertabur bintang. Hanya malam seperti ini saja Jeslyn mendapatkan ketenangan untuk dirinya, tak ada yang harus ia takuti dan apapun yang ia inginkan bisa dilakukan tanpa satupun pengawas Rachel yang selalu memata-matai setiap gerakan Jeslyn.

"Halo sayang, bagaimana kabarmu? ini sudah larut aku kira kau sudah tidur," kekeh Robert tampak tersenyum dari tampilan layar ponsel Jeslyn. Yups, mereka sedang Vidio call dan memang cukup jarang akhir-akhir ini Robert meneleponnya, kakaknya mengatakan jika ia sedang sibuk dan ingin lebih fokus lagi agar tidak melakukan kesalahan sedikitpun.

"Kabarku baik, tapi aku ingin bersamamu kak, kapan kau pulang?" tanya Jeslyn begitu pelan, namun ia yakin jika Robert bisa mendengar ucapannya. Bibir Jeslyn yang terus menunjukkan cemberut pasti membuat Robert mengerti betapa tidak nyamannya ia di sini.

Layar ponsel sedikit bergerak, tak lagi menunjukkan wajah Robert yang sedang berbaring di atas ranjang. Tak lama, sebuah pemandangan kota yang sangat indah ditunjukkan Robert berhasil membuat mata Jeslyn berbinar. Banyak kehidupan di kota itu, tak ada kata sunyi yang setiap kali Jeslyn rasakan. "Bersabarlah sayangku, jika aku sudah mencapai misi yang diberikan Daddy aku akan membujuknya untuk membawa mu kemari. Apa kau sangat bosan disana?" tanya Robert.

Jeslyn terdiam sejenak, jika Jeslyn berbohong pun Robert pasti akan mengetahui nya. Tak lama kemudian, Jeslyn pun menganggukkan kepalanya dengan perlahan. "Dia mengamuk lagi, Jema kabur dari rumah."

Terdengar tawa kecil yang begitu pelan, lebih kearah terkekeh ringan. "Baguslah jika anak manja itu tidak ada dirumah. Apa kau sudah mencoba untuk menenangkan Daddy? dia memang mudah terpancing emosi namun mudah juga untuk meluluhkan nya."

Dengan cepat Jeslyn menggelengkan kepalanya. "Aku tidak berani kak," jawab Jeslyn seperti bisikan kecil namun berhasil Robert dengar dan membuat pria itu tertawa kencang. Jeslyn yang panik jika Rachel akan mendengar langsung mengecilkan volume ponsel yang sebenarnya tidak terlalu kencang sejak awal. Tapi apakah mungkin Rachel dapat mendengarnya? Rumah ini terlalu besar dan letak kamar begitu jauh dari balkon, semua tekanan yang diberikan Rachel sepertinya berhasil membuat Jeslyn selalu ketakutan jika melakukan kesalahan sekecil apapun itu.

"Sayang dengar, jangan terus menutup dirimu untuk Daddy, dia selalu bercerita jika kau sulit diajak berbincang, kau selalu kabur ke kamarmu setiap kali Daddy sedang bersantai dirumah. Apa yang kau takuti dari Daddy sayang? dia Ayah kita, kau tidak perlu takut jika tidak membuatnya kecewa," kekeh Robert, ia merasa gemas karena adiknya hanya mau berbicara banyak pada dirinya. Terlihat dari layar, Robert menampilkan kembali wajahnya dengan penuh senyuman. "Baiklah, jika aku pulang bulan depan namun hanya 2 hari, kau ingin hadiah apa?" tanya Robert. Bagaimana pun ia tak tega melihat adiknya merasa tertekan dirumah itu.

"Apapun, yang aku hanya inginkan adalah bertemu denganmu kak, aku tidak ingin ada dirumah ini lebih lama lagi," gumam Jeslyn yang entah bisa terdengar oleh Robert atau tidak. Yang Robert ketahui jika Jeslyn hanya merasa bosan dan tak nyaman dengan sikap ibu dan adik tirinya, namun pada kenyataannya Robert tidak mengetahui jika Rachel sudah berani memberikan hukuman untuk Jeslyn dan memperlakukan Jeslyn layaknya seorang pelayan. Lalu mengapa Jeslyn tak bercerita? Entahlah, ia hanya tidak ingin menambah masalah baru dan membuat kakaknya terbebani memikirkan keadaan Jeslyn, belum lagi kemungkinan besar Robert akan mengadu pada John dan keributan seperti hari ini kembali terjadi.

Tak terasa hampir 1 jam mereka berbincang panjang lebar akhirnya Robert memutuskan untuk menghentikan obrolan mereka, ia meminta Jeslyn untuk tidur dan berjanji akan menelfon Jeslyn kembali ketika ada waktu luang.

**

Keesokan harinya, keributan mulai kembali terdengar di telinga Jeslyn, beberapa pengawal terlihat dimarahi oleh Rachel.

Jeslyn yang hendak berjalan menuju taman belakang berusaha semaksimal mungkin tidak memperhatikan orang-orang yang ada di ruang tengah. Tampaknya Jema belum berhasil di temukan hingga saat ini, sedangkan acara makan malam bersama tamu Daddy-nya tidak mungkin untuk dibatalkan secara mendadak seperti ini, apalagi dengan alasan Jema yang melarikan diri karena menolak keras perjodohan ini.

Saat sudah berhasil sampai di taman belakang rumah, Jeslyn mengeluarkan buku yang diam-diam ia bawa dari balik bajunya, buku ini adalah pemberian Robert, buku tentang indahnya sebuah cinta pada sepasang remaja yang mampu membuat Jeslyn tersenyum. Kapan ia bisa merasakan hal seperti itu? semenjak ia pindah ke rumah ini, Jeslyn belum pernah keluar rumah untuk bermain, ia tidak memiliki teman bahkan di sosial media pun ia tidak berani menunjukkan wajahnya. John melarang semua keluarga untuk aktif di sosial media, ia lebih mengkhawatirkan keselamatan keluarganya karena menurut John ada beberapa orang yang membenci John dan takutnya melakukan hal tidak baik seperti menculik atau mencelakai keluarga John, itu sebabnya John sangat merahasiakan keluarganya apalagi anak-anaknya.

Jeslyn hanya boleh keluar jika memiliki beberapa jadwal seperti kontrol gigi, mengukur tubuh untuk pembuatan baju baru dll. Selama ini pun Jeslyn home schooling dan hanya Jema yang dibiarkan sekolah di luar saat menempuh sekolah tinggi karena rengekannya yang tak pernah berhenti, sedangkan Jeslyn mana mungkin melakukan hal itu. Mendapatkan hak untuk belajar saja ia sudah sangat bersyukur karena mengurangi kejenuhannya di dalam rumah.

Saat Jeslyn akan membuka buku novel, ia mendengar pintu rumah belakang terbuka dan melihat Rachel yang tampaknya mencari Jeslyn. "Ish," desis Jeslyn yang langsung panik dan menyembunyikan kembali novel tersebut. Ia bosan membacanya di dalam kamar dan lebih memilih untuk mencari pemandangan yang sejuk, namun selalu saja ada yang mengganggunya seperti ini.

"Jeslyn, rupanya kau disana sayang," panggil Rachel membuat Jeslyn langsung menatapnya penuh kebingungan. Apa pendengarannya sedang rusak? apa Rachel baru saja mengatakannya sayang bahkan nada suara wanita itu terdengar sangat lembut.

Rachel tampak tersenyum dan berjalan dengan tangan yang saling bertaut menandakan ada sesuatu yang membuatnya gugup dan hal itu membuat Jeslyn merasakan ada sesuatu yang tidak baik akan terjadi.

Rachel duduk disamping Jeslyn dan menggenggam kedua tangannya dengan erat, sontak saja hal itu membuat Jeslyn langsung menegang dan hampir mundur dari duduknya. "Jema belum ditemukan sampai saat ini, kau mau kan menggantikannya untuk makan malam ini saja sayang?" tanya Rachel dengan lembut dan sorot mata memohon.

Terpopuler

Comments

Aditya HP/bunda lia

Aditya HP/bunda lia

Nah kan dan pastinya akan berlanjut akhirnya yang nikah sama Nick adalah Jeslyn .... 🤭🤭Iya gak Thor ?

2023-09-26

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!