Dendam Dukun Santet part 1

Kyai Nawawi dan semua santri seniornya telah sampai di kampung Tutugan Neglasari. Mereka melihat aura kampung itu sungguh pekat.

Di Sana Pak Rt telah menyambut mereka dengan tubuh penuh luka koreng.

"Pak Kyai tolong.. Saya tak kuat sakit sekali" Pak RT itu menangis.

"Baiklah ayo" Kyai Nawawi masuk kedalam rumah Pak RT.

Di Sana sudah ramai warga dengan penyakit yang sama.

"Apa kalian berbuat sesuatu sehingga kalian di timpa penyakit ini?" tanya kyai Nawawi.

"Tempo hari kami mengusir si Sadeli dan keluarganya karena terbukti bahwa si Sadeli dan istrinya itu dukun santet. Kami tidak mau kampung ini menjadi tempat dosa" ucap Pak RT.

"Tahu dari mana kalian jika Sadeli dan Istrinya dukun?" tanya Kyai Nawawi.

"Kami pernah mengintip dia sedang melakukan ritual, lalu kami menggerebek nya dan terbukti di dalam rumah si Sadeli banyak keris, tengkorak manusia dan berbagai sesajen lengkap dengan poto korbannya" jawab salah satu warga.

Kyai Nawawi pun meminta satu ember besar air dan garam kasar. Pak RT pun langsung menyediakannya.

Kyai Nawawi membaca doa, lalu menaburkan garam kasar itu pada ember yang berisi air itu.

"Ahmad, siramkan satu gayung ke masing-masing sumur yang ada di rumah warga semua. Jangan sampai terlewat" perintah kyai Nawawi.

"Baiklah tuan guru" Ahmad dan santri lainnya berangkat ke rumah masing-masing untuk menyiramkan satu gayung air doa ke sumur warga.

"Dan kalian semua, pulanglah ke rumah masing-masing dan segeralah mandi. Sebelum mandi, kalian harus baca syahadat sebanyak tiga kali, ayat kursi tiga kali, surah-surah pendek masing-masing tiga kali" perintah kyai Nawawi.

Semua warga kampung itu pun pulang ke rumah masing-masing dan langsung mandi. Tak lupa membaca doa sesuai yang di perintahkan oleh kyai Nawawi.

Ajaibnya, kulit warga yang korengan itu berangsur-angsur sembuh. Dan hal ini tak luput dari pantauan si penabur penyakit.

Sesosok jenglot melayang pada Sadeli melaporkan bahwa warga kampung Tutugan Neglasari sudah terbebas dari bala penyakit.

"Keparat!! Siapa yang berani-berani menyembuhkan orang-orang itu? Dia sudah bermain-main denganku!" geram Sadeli sembari membakar menyan.

"Kyai Nawawi dan santri-santrinya yang membantu menyembuhkan para warga" ucap Jenglot itu yang bernama Jeger Pamaok.

"Jeger Pamaok, intai pesantren itu, laporkan padaku apa kelemahan kyai Nawawi" perintah Sadeli yang sebenarnya takut pada Kyai Nawawi, tapi dendamnya lebih besar.

Jenglot itu pun melayang kembali ke arah pesantren. Tujuannya ingin mengintai keadaan pesantren.

Malam itu, Kyai Nawawi sedang mengajar ngaji lalu berceramah tentang keagungan Allah dan sifat-sifat teladannya nabi agung Muhammad SAW.

Mereka yang mengaji bukan sebangsa manusia saja, tetapi para jin juga ikut memadati dalam maupun pelataran masjid.

Jenglot itu melayang-layang di atas masjid, dan tentu saja jin islam mengetahui ada sang pengintai.

"Penyusup!" teriak Gaol.

Semua orang yang bisa mendengar Gaol langsung berhamburan ke luar masjid.

"Sial, ku kira hanya bangsa manusia saja yang ada di sini, ternyata jin juga banyak" gerutu jenglot itu.

"Awas kau ya, ku kejar kau!" ucap Ki Jalaksa yang di ikuti oleh jin lainnya.

Jenglot itu terkepung, dan Maul berhasil menangkapnya.

"Kena kau boneka jelek!" ucap Maul sembari meremas jenglot itu.

Tentu sang jenglot merasa kesakitan. Ia mengaduh.

Gobi lalu mematahkan taring jenglot itu hingga ompong.

"Taringku!! Hikhikhik.. Awas kalian, akan aku adukan pada majikanku" ucap Jenglot itu.

"Mau apa kau mengintai kami?" tanya Ki Jalaksa dengan wajah murka.

"Bukan urusanmu kucing!" balas jenglot itu.

"Patahkan lehernya, gunduli ramburnya" perintah Ki Jalaksa.

Gobi dan Gaol siap melaksanakan perintah jin harimau itu.

"Jangan!!! Aku hanya di suruh oleh majikanku" akhirnya si jenglot jujur.

Ahmad pun datang menghampiri para jin yang sedang menawan jenglot itu.

"Sebaiknya kita bawa ke hadapan kyai Nawawi saja. Biar tuan guru yang mengintrogasi makhluk itu. Cepat masukan saja dia ke botol ini" perintah Ahmad.

Gaol dan Gobi pun memasukan jenglot itu kedalam botol lalu membawanya ke hadapan kyai Nawawi.

Kini kyai Nawawi memandang makhluk jelek itu. Jenglot itu merasa terbakar dengan sorot mata sang kyai.

"Apa ini ada sangkut pautnya dengan kejadian di kampung Tutugan Neglasari?" tanya Kyai Nawawi.

Jenglot itu diam! Tetapi kyai Nawawi tidak kehabisan akal.

Ia menyentil botol kaca itu, tetapi jenglot itu merasa gempa bumi yang sangat dahsyat.

"Arghhhhhhh berguncang" teriaknya.

"Jujur atau kau akan ku binasakan!" ancamnya.

"Kau juga akan tahu sendiri siapa orangnya, nanti dia akan mencari ku kemari" jawabnya dengan nada angkuh.

Kyai Nawawi melihat wajah jenglot itu babak belur dan kedua taring panjangnya sudah lepas.

"Kemana taringmu?" tanya kyai Nawawi.

"Di patahkan oleh si rubah dan si kerbau itu" jawabnya.

Kyai Nawawi pun tersenyum, lalu ia menaruh kembali botol itu dekat pilar masjid, lalu Kyai Nawawi memerintahkan santrinya dan bangsa jin untuk menunggui botol yang berisi jenglot itu sampai sang pemilik mengambilnya kemari.

Sementara di rumahnya Sadeli, sang dukun itu menanti kedatangan jenglot nya, tetapi si jenglot tidak kunjung kembali.

"Kemana si goreng patut itu, kok tidak kunjung kembali!" rutuknya.

Sang istri yang sesama dukun santet pun menghampiri Sadeli.

"Kenapa kang kok gelisah?" tanya sang istri yang bernama Nyai Isah.

"Peliharaanku tidak kunjung kembali!" jawab Sadeli gusar.

"Akang menyuruh dia kemana sebenarnya?" tanya Nyai Isah.

"Akang suruh jenglot itu mengintai pesantren milik kyai Nawawi. Karena dia lah warga kampung laknat itu menjadi sembuh" jawabnya dengan nada penuh kebencian.

"Ishh dasar si akang belegug, cari mati kau kang!" gusar Nyai Isah.

"Alah kau ini menakuti ku Nyai! Ayo kita hadapi berdua untuk mengalahkan kyai sombong itu" ucap Sadeli.

"Bagaimana dengan si jenglot itu? Aku punya firasat bahwa peliharaanmu di tawan di sana" ucap Nyai Isah.

"Maka dari itu, aku akan menyuruh peliharaanmu melihat kesana!" jawab Sadeli.

Nyai Isah pun memanggil peliharaannya yaitu sesosok kuntilanak.

"Ada apa Nyai memanggilku!" tanya kunti itu.

"Kunti kaliki, aku ingin kau melihat keberadaan jenglot peliharaan suamiku. Cari sampai dapat" perintah Nyai Isah.

"Siapkan aku darah ayam" ucap kunti jelek itu.

"Kerja dulu, baru ku kasih upah" bentak Nyai Isah.

Kunti itu mengerucutkan bibirnya, tapi ia tetap berangkat. Kunti itu lalu terbang menyusuri setiap tempat-tempat yang dinilainya mencurigakan.

Dengan mengendus bau sang jenglot, akhirnya kunti itu menemukan keberadaan makhluk kecil itu.

Kunti itu lalu duduk di atap pesantren, dan melihat jenglot itu di kurung.

Kyai Nawawi dan jin merasakan hadirnya makhluk lainnya.

"Ada yang menyusul mu!" ucap kyai Nawawi pada sang jenglot.

Jenglot itu mencari-cari siapa gerangan yang menyusul.

Kunti itu masih duduk di atas atap pesantren, dan ia ragu untuk turun ke bawah, pasalnya banyak sekali penjaga di pesantren itu.

"Banyak sekali penjaganya!" ucap kunti itu ragu.

Tiba-tiba siluman gagak hitam duduk di samping kuntilanak itu.

"Mau apa kau kemari? Jangan cari mati" ucap siluman gagak hitam itu.

"Siapa kau?" tanya kuntilanak itu.

"Aku sudah lama disini, dan sudah tau tempat ini. Meskipun aku bukan pengikut kyai Nawawi, tapi aku segan padanya. Pulanglah sebelum mereka yang seram-seram menggunduli rambut gimbal mu itu.. Hahahaha" ucap siluman gagak hitam itu.

"Jangan menakuti ku, jelek!" geran sang kunti.

"Terserah kalau kau tak percaya padaku" siluman gagak hitam itu pergi meninggalkan kunti itu.

"Dia sepertinya ingin turun!" ucap Maul yang dari tadi matanya mengamati kunti itu.

"Biarkan dia turun, kita kerjai dia" balas Siluman ular yang bernama Tedja Wisageni yang kini telah menjadi raja di kerajaan ular. Tetapi dirinya lebih betah berdiam diri di dalam pesantren.

Kuntilanak itu tidak menyangka bahwa kehadirannya sudah di ketahui oleh jin lainnya.

Ia mengendap-endap lalu ia sembunyi di balik batu, yang tak ia ketahui ternyata batu itu adalah Maul.

"Aku belum di ketahui mereka rupanya.. Hihihi" ucapnya dengan tawa pelan.

"Kata siapa kau tidak di ketahui? Kau sudah di ketahui dari pertama kau duduk di atap pesantren" ucap Maul yang langsung menangkap kunti itu.

"Hikhikhik.. Lepaskan aku" kunti itu menangis.

Kini Maul telah membawanya ke depan para jin lainnya dan santri lainnya yang sudah menunggu di luar.

"Mau di apakah makhluk ini?" tanya Maul.

Kunti itu menjadi senang kala melihat ketampanan Tedja Wisageni sang raja ular.

"Tampan sekali kamu ini, mau ya jadi pacarku?" tanya kunti itu sembari cekikikan.

"Tak sudi!! Mau apa kau kemari?" tanya Tedja.

"Mau jemput temanku..hihihi" jawabnya sembari tertawa.

"Gunduli rambutnya!" perintah Ki Jalaksa

"Jangan-jangan... Ini rambut rapunzel" ucap sang kuntilanak itu.

"Gunduli cepat!" Gaol dan Gobi menggunduli rambut itu, ia tidak mendengarkan tangisan dari makhluk centil itu.

"Sudah gundul! Kau boleh pulang" ucap Ki Jalaksa.

"Sudah ki maung, kasihan dia! Lihat rambutnya jadi tidak ada begitu" Ahmad kasihan melihat kepala kuntilanak itu yang gundul, di tambah kepalanya bolong terdapat banyak belatung.

"Mati kenapa kau?" tanya Maul.

"Hikhikhik... Di bunuh oleh istri tua suamiku" jawab kunti itu.

"Makannya Nyai, kamu itu jangan jadi pelakor" ucap Ahmad.

"Demi ipon 11" timpal Asnawi sembari tertawa.

Kunti itu pun akhirnya pulang lagi ke rumah Nyai Isah dengan keadaan yang berantakan.

Terpopuler

Comments

Zara Rahmi

Zara Rahmi

hahahahaahaaaaaaa

2024-12-25

0

Menteng Jaya

Menteng Jaya

lucu karangan ceritamu thor bikin ngakak

2024-12-05

2

Yulay Yuli

Yulay Yuli

kocak thour /Facepalm//Facepalm//Facepalm/

2024-11-15

0

lihat semua
Episodes
1 Suasana Di Dalam Pesantren
2 Mata Batin Ahmad
3 Resmi Menjadi Babi Ngepet
4 Menolong Arwah
5 Kecurigaaan Para Tetangga
6 Meminta Tumbal
7 Kepulangan Ahmad
8 Sampai Ke Alam Jin
9 Mulai Mencari
10 Khodam Untuk Ahmad
11 Kecemasan Ibu Sulastri
12 Raksasa Masuk Islam
13 Menyelamatkan Dari Tumbal
14 Datang Ke Kedai Orang Tua Ari
15 Menjemput Syahrul
16 Berhasil Membawa Pulang Syahrul
17 Karma Untuk Syahrul
18 Batu Misterius
19 Penyakit Kiriman Banaspati
20 Dendam Dukun Santet part 1
21 Dendam Dukun Santet Part 2 dan Kekalahannya
22 Tugas Me Ruqyah rumah.
23 Gangguan Mulai Berdatangan
24 Tabir Kelam Rumah Bagus
25 Menyelesaikan Tugas
26 Misteri Warung Soto
27 Bekerja di warung soto
28 Rena Yang Malang
29 Bercinta Dengan Demit
30 Memulai Penyerangan
31 Menghancurkan Sapri
32 Berkahnya Air Zam-Zam
33 Kedatangan Jin Dari Kerajaan kuda
34 Menolong Arwah lagi
35 Psikopat
36 Psikopat Part 2
37 Di Jebak
38 Tertangkap
39 Idris Di Penjara dan Kisah Masa Lalu
40 Masa Lalu Idris Yang Menyedihkan
41 Kunti Pakai Baju Partai
42 Kuyang Yang Meresahkan
43 Mengetahui Siapa Nilam dan Memulai mengintai
44 Mukbang Ari-Ari Bayi.
45 Ketahuan
46 Mengeksekusi Kuyang
47 Kedatangan Tamu
48 Laksmi Yang Malang
49 Membantu Orang Misterius Melahirkan
50 Bertemu Nona Manise
51 Sosok Wanita Berair Mata Darah.
52 Adik Durhaka
53 Cerita Sedih Ismi
54 Balasan Untuk Manusia Yang Ingkar
55 Meninggal Sehabis Berzin*
56 Akhirnya Mendapat Maaf Kedua Orang Tua
57 Mengakhiri Kutukan
58 Menyelamatkan Suster Ami dan mendapat Kejutan Di Semak-semak
59 Mengambil kebahagiaan Ibu Kandung Sendiri
60 Imas Di Temukan
61 Menuai Balasan
62 Di Pintai Pertolongan
63 Tumbal Siluman Buaya Putih
64 Pelaku Terungkap
65 Awal Mula Pesugihan
66 Besan Tidak Punya Akhlak
67 Awal Kehancuran Keluarga Romo Legi
68 Menumbalkan Menantu
69 Kekalahan Ratu Siluman Buaya
70 Hadiah Istimewa
71 Banyak pindah tempat makan
72 Warung Yang Sepi
73 Menolong Lagi
74 Normal Kembali
75 Gara-gara Film Biru
76 Berbohong
77 Akan menyelidiki
78 Tertangkap Basah
79 Dimasukan Pesantren
80 Datang Ke Pesantren
81 Fakta Nyai Parwati Geni
82 Menolong Tila
83 Dapat Melihat Tila
84 Menikah Mendadak
85 Bulan Madu Part 1
86 Bulan madu part 2
87 Santet kalajengking
88 Serangan Santet
89 Kalahnya Pasukan Dukun
90 Syahrul menikah
91 Bulan Madu Yang Tertunda
92 Gangguan Di Hutan Jati
93 Bulan Madu Yang Panas
94 Pekerjaan Baru Syahrul
95 Adu Pedang
96 Terbongkar
97 Akhir Hidup Si Gay
98 Jenazah Bawel
99 Ruh Orang Kaya
100 Rahasia Komanya Victoria
101 Victoria Kembali
102 Victoria Bisa Melihat Hantu
103 Menemukan Alamat Ahmad
104 Hadiah Yang Pantastis
105 One Dior, One Louis Vuitton......
106 Main Tembak-tembakan
107 Menunaikan Janji
108 Sabung Ayam Membuat Sengsara.
109 Sabung Ayam Membuat Sengsara Part 2
110 Syahrul Yang Tulus.
111 Mobil Bergoyang
112 Ipar Dan Mertua Adalah Maut
113 Dendam Rieta
114 Balas Dendam Pertama
115 Balas Dendam Kedua
116 Wanita Berpayung Malam-Malam.
117 Karma Untuk Mieke
118 Niat Jahat Yang Berakhir Sia-sia
119 Tabir Yang Mulai Terbuka
120 Membantu Rieta
121 Punya Bala Tentara
122 Pertarungan Sengit
123 Akhir Hidup Mbah Suroso
124 Amarah Sang Suami
125 Akhir Dari Kisah Rieta.....
126 TAMAT
Episodes

Updated 126 Episodes

1
Suasana Di Dalam Pesantren
2
Mata Batin Ahmad
3
Resmi Menjadi Babi Ngepet
4
Menolong Arwah
5
Kecurigaaan Para Tetangga
6
Meminta Tumbal
7
Kepulangan Ahmad
8
Sampai Ke Alam Jin
9
Mulai Mencari
10
Khodam Untuk Ahmad
11
Kecemasan Ibu Sulastri
12
Raksasa Masuk Islam
13
Menyelamatkan Dari Tumbal
14
Datang Ke Kedai Orang Tua Ari
15
Menjemput Syahrul
16
Berhasil Membawa Pulang Syahrul
17
Karma Untuk Syahrul
18
Batu Misterius
19
Penyakit Kiriman Banaspati
20
Dendam Dukun Santet part 1
21
Dendam Dukun Santet Part 2 dan Kekalahannya
22
Tugas Me Ruqyah rumah.
23
Gangguan Mulai Berdatangan
24
Tabir Kelam Rumah Bagus
25
Menyelesaikan Tugas
26
Misteri Warung Soto
27
Bekerja di warung soto
28
Rena Yang Malang
29
Bercinta Dengan Demit
30
Memulai Penyerangan
31
Menghancurkan Sapri
32
Berkahnya Air Zam-Zam
33
Kedatangan Jin Dari Kerajaan kuda
34
Menolong Arwah lagi
35
Psikopat
36
Psikopat Part 2
37
Di Jebak
38
Tertangkap
39
Idris Di Penjara dan Kisah Masa Lalu
40
Masa Lalu Idris Yang Menyedihkan
41
Kunti Pakai Baju Partai
42
Kuyang Yang Meresahkan
43
Mengetahui Siapa Nilam dan Memulai mengintai
44
Mukbang Ari-Ari Bayi.
45
Ketahuan
46
Mengeksekusi Kuyang
47
Kedatangan Tamu
48
Laksmi Yang Malang
49
Membantu Orang Misterius Melahirkan
50
Bertemu Nona Manise
51
Sosok Wanita Berair Mata Darah.
52
Adik Durhaka
53
Cerita Sedih Ismi
54
Balasan Untuk Manusia Yang Ingkar
55
Meninggal Sehabis Berzin*
56
Akhirnya Mendapat Maaf Kedua Orang Tua
57
Mengakhiri Kutukan
58
Menyelamatkan Suster Ami dan mendapat Kejutan Di Semak-semak
59
Mengambil kebahagiaan Ibu Kandung Sendiri
60
Imas Di Temukan
61
Menuai Balasan
62
Di Pintai Pertolongan
63
Tumbal Siluman Buaya Putih
64
Pelaku Terungkap
65
Awal Mula Pesugihan
66
Besan Tidak Punya Akhlak
67
Awal Kehancuran Keluarga Romo Legi
68
Menumbalkan Menantu
69
Kekalahan Ratu Siluman Buaya
70
Hadiah Istimewa
71
Banyak pindah tempat makan
72
Warung Yang Sepi
73
Menolong Lagi
74
Normal Kembali
75
Gara-gara Film Biru
76
Berbohong
77
Akan menyelidiki
78
Tertangkap Basah
79
Dimasukan Pesantren
80
Datang Ke Pesantren
81
Fakta Nyai Parwati Geni
82
Menolong Tila
83
Dapat Melihat Tila
84
Menikah Mendadak
85
Bulan Madu Part 1
86
Bulan madu part 2
87
Santet kalajengking
88
Serangan Santet
89
Kalahnya Pasukan Dukun
90
Syahrul menikah
91
Bulan Madu Yang Tertunda
92
Gangguan Di Hutan Jati
93
Bulan Madu Yang Panas
94
Pekerjaan Baru Syahrul
95
Adu Pedang
96
Terbongkar
97
Akhir Hidup Si Gay
98
Jenazah Bawel
99
Ruh Orang Kaya
100
Rahasia Komanya Victoria
101
Victoria Kembali
102
Victoria Bisa Melihat Hantu
103
Menemukan Alamat Ahmad
104
Hadiah Yang Pantastis
105
One Dior, One Louis Vuitton......
106
Main Tembak-tembakan
107
Menunaikan Janji
108
Sabung Ayam Membuat Sengsara.
109
Sabung Ayam Membuat Sengsara Part 2
110
Syahrul Yang Tulus.
111
Mobil Bergoyang
112
Ipar Dan Mertua Adalah Maut
113
Dendam Rieta
114
Balas Dendam Pertama
115
Balas Dendam Kedua
116
Wanita Berpayung Malam-Malam.
117
Karma Untuk Mieke
118
Niat Jahat Yang Berakhir Sia-sia
119
Tabir Yang Mulai Terbuka
120
Membantu Rieta
121
Punya Bala Tentara
122
Pertarungan Sengit
123
Akhir Hidup Mbah Suroso
124
Amarah Sang Suami
125
Akhir Dari Kisah Rieta.....
126
TAMAT

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!