Mata Batin Ahmad

Pagi ini, di rumah Ibu Sulastri piring-piring melayang dan pecah. wanita paruh baya itu hanya bisa menangis melihat sikap anaknya yang diluar perkiraan BMKG.

"Hentikan Syahrul. Jangan rusak perabotan rumah" teriak Ibu Sulastri.

"Mana janjimu bu. Katanya akan belikan aku motor Honda Aerok? Mana buktinya" Syahrul seperti kesetanan.

"Ibu tidak janji begitu. Ibu hanya bilang nanti kalau punya uang. Kerja sana, umurmu sudah dua puluh delapan tahun tapi kau hanya jadi orang pemalas saja. Usaha sendiri kau sudah dewasa" ucap Ibu Sulastri.

"Argghhhh, kalau ibu tak membelikan ku motor, aku akan bakar rumah ini" ancamnya.

"Jaga bicaramu Syahrul! Kau sudah dewasa seharusnya kau bekerja bukan malah tidur makan seenaknya. Lihat adikmu, Ahmad, mandiri dan tidak pernah membuat ibu sedih" ucap Ibu Sulastri.

"Erghhh, persetan dengan Ahmad" Syahrul pun pergi sembari menendang pintu.

Ibu Sulastri hanya memegangi dadanya yang terasa sakit akibat ulah anaknya.

"Ya Allah berikan kesadaran untuk Syahrul, anak hamba Ya Allah" lirih Ibu Sulastri.

Kini Syahrul berjalan menuju pos ronda tempat nongkrong anak muda.

"Lihat noh di pemuda madesu mau kemari" ucap Asep.

"Arghhh, dia mah bukan lagi madesu bang, tapi suram banget dah idup nya" timpal Riki.

"Awas amanin rokok sama korek. Nanti di colong lagi kaya kemarin. Rokok gue yang merk Magnum di embat sama dia. Si@lan emang si Syahrul" timpal Ghani.

"Dia kan spesialis bangsat korek api. Diam orangnya kesini" ucap Didin memperingati.

"Whasap brooo!!" ucap Syahrul.

"Ekh bang madesu! Gak kerja?" sindir Ghani.

"Belum!" ucapnya santai sambil mencomot kacang sangrai.

Ketika sedang berkumpul, Yanto seorang pemuda yang pengangguran juga lewat sembari menggeber motor beatnya.

"Wuihhhhh, bang Yanto!" ucap Didin.

"Nongkrong aja kalian" ucapnya sembari memperlihatkan ponsel apel.

"Hp baru nikh" ucap Syahrul.

"Yo'i" ucapnya.

"Kerja apa sih loe, bang? Perasaan diem bae tapi duitnya banyak?" tanya Riki.

"Itu sih rahasia. Ya sudah gue berangkat nongkrong dulu sama selebgram" Yanto langsung berangkat.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Sementara di pesantren, Ahmad sedang berlatih pencak silat bersama semua santri. Pesantren Al-Amin memang khusus di peruntukan bagi santri laki-laki saja. Keringat semakin bercucuran kala semua santri memperagakan gerakan-gerakan silat itu.

"Selesai dengan gerakan akhir, maka kalian akan belajar ilmu hikmah" ucap sang kyai.

Ahmad pun istirahat di bawah pohon beringin. Samar-samar ia mendengar suara perempuan tertawa-tawa. Tetapi sejauh mata memandang tidak ada perempuan di sana. Yang ada hanya sang istri kyai Nawawi yang bernama Nyai Fatimah.

"Nyai terlihat sedang membaca Alqur'an. Beliau tidak tertawa. Lantas yang tertawa dimana?" tanyanya dalam hati.

Terdengar lagi orang yang bercakap-cakap, dan kini suaranya semakin jelas.

"hihihi.. Kenapa kita terjebak disini sih? Ini kan area pesantren, dari tadi aku mendengar orang mengaji, panas sekali kupingku.. Hihihi" suara wanita itu.

"Kita keluar kan udah mau subuh. Pas ada adzan kita langsung sembunyi, ekh malah disini.. Hihihi.. Marni, kuku mu kena tanganku.. Hihihi" ucap perempuan yang satunya.

Ahmad celingak celinguk mencari sumber suara itu.

"Dimana perempuan itu?" tanya Ahmad kembali.

Sang kyai pun langsung menghampiri Ahmad yang tengah kebingungan.

"Kembalilah ke kobong. Jangan dengarkan suara itu" perintah sang kyai.

"Punten guru, memang nya itu suara perempuan dari mana? Dari tadi saya mendengar orang berbicara tetapi tidak ada orangnya" tanya Ahmad dengan wajah tertunduk.

"Itu sebenarnya suara dua kunti yang ada di dalam pohon ini. Mereka sembunyi karena sudah adzan subuh. Dengarkan ini" ucap sang kyai sembari memukulkan tongkat kayu pada pohon itu.

Plak plak plak.. Sang kyai memukulkan tongkat kayu itu sebanyak tiga kali dan benar saja suara hantu itu ribut sekali.

"Argghhh, gempa tolong gempa" ucap salah satu kunti itu.

"Pantat ku sakit. Pohon ini bergetar.. Tolong aku mama" ucap yang satunya.

"Akhhh kukuku patah, Ica, tolong sakit sekali" ucap kunti yang bernama Marni.

" Marni, apa kita sebaiknya keluar dari sini?" tanya kunti Ica.

"Huuh gila saja, bisa-bisa kita gosong kena matahari" jawabnya.

"Kamu dengar kan Ahmad?" tanya Kyai Nawawi.

"Ya saya dengar, guru" jawab Ahmad.

Kyai Nawawi yakin jika mata batin Ahmad sudah mulai terbuka. Dengan ia bisa mendengar suara jin berarti sebentar lagi akan melihat semua makhluk itu.

"Aku tidak salah menyayangi murid ku yang satu ini. Dia pemuda yang sholeh" ucapnya dalam hati.

"Kembalilah ke kobongmu. Sebentar lagi solat dzuhur berjamaah" titah kyai Nawawi.

"Baiklah guru!" Ahmad pun segera pergi di susul oleh Kyai Nawawi.

Kini, kyai Nawawi sedang duduk berdua dengan sang istri. Wanita bule asli Spanyol yang telah memberikan dua orang anak itu terlihat sangat cantik walau usianya menginjak empat puluh lima tahun. Namanya Letizia, ia lebih senang di panggil Fatimah. Mereka bertemu saat kyai Nawawi kuliah di Madrid.

"Nyai, apa kamu tidak merindukan negaramu?" tanya kyai Nawawi.

"Aku sudah betah disini. Aku merasakan kedamaian dan aku senang mengurus semua santri-santrimu" jawab Nyai Fatimah.

"Baiklah jika begitu. Bilang saja padaku jika kamu mau berkunjung ke sana" Kyai Nawawi berkata sembari mengelus kepala sang istri yang di balut kerudung panjang.

Nyai Fatimah hanya mengangguk sembari tersenyum.

Kini semua santri telah berkumpul di dalam masjid untuk melakukan sholat dzuhur secara berjamaah. Tapi lagi-lagi Ahmad mendengar suara dari pojok mushola.

"Djafar, kau saja duluan yang berbaris" ucap suara itu.

"Kau saja dulu. Aku menunggu Dawin" balas suara yang satunya.

"Aku disini. Ayo kita bergabung dengan manusia. Bukannya kita senang jika kita di imami sholat oleh manusia? Ayo cepat" ucap suara yang di sebut bernama Dawin.

Lagi-lagi Ahmad terdiam. Sudah ketiga kalinya ia bisa mendengar suara dari makhluk lain. Ahmad pun tidak mengerti apa yang terjadi pada dirinya. Ia pun bertekad akan menanyakan langsung pada kyai Nawawi.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Kini Syahrul sedang diam di pos ronda seorang diri, karena semua teman tongkrongannya sudah sibuk bekerja.

Tiba-tiba, Yanto melewati dirinya dengan memakai mobil baru. Hal itu menjadi pusat perhatian semua warga.

Tittttt!!! Klakson mobil itu berbunyi tepat di samping ibu-ibu yang sedang membeli sayur.

"Selamat pagi ibu-ibu. Masih belanja gerobakan ya? Mall dong sekali-kali" ucapnya sombong.

"Wuihhs, loe Yanto gayanya! Mobil baru tuh? Banyak amat duit loe? Kerja apa sih?" tanya Ibu Ida kepo.

"Iya noh si Yanto, perasaan kata emaknya tuh anak sukanya tidur mulu. Tapi aneh dia banyak duitnya!" timpal Ibu Lilis.

"Sudah-sudah ya, ibu-ibu yang bawel. Karena hari ini Yanto lagi senang-senangnya, itu belanjaan Yanto yang bayar. Ambil apa aja" ucap Ya to sembari memamerkan uang yang banyak.

"Serius loe?" tanya tulang sayur itu.

"Iyes Bang Adam. Gue serius" jawab Yanto.

Hal itu tidak lepas dari pengamatan Syahrul. Ia pun bertekad akan mendatangi rumah Yanto.

"Gue harus ke rumah Yanto.. Gue mau minta kerjaan sama dia. Gak apa-apa kok jadi kurir narkoboy atau gigolo juga, yang penting gue punya duit" ucapnya.

Terpopuler

Comments

Al Fatih

Al Fatih

dialog duo Kunti itu lho 😄

2024-11-14

0

Zara Rahmi

Zara Rahmi

hahahaaaa🤣🤣🤣🤣

2024-12-25

0

Yulay Yuli

Yulay Yuli

lucu sikunti

2024-11-15

0

lihat semua
Episodes
1 Suasana Di Dalam Pesantren
2 Mata Batin Ahmad
3 Resmi Menjadi Babi Ngepet
4 Menolong Arwah
5 Kecurigaaan Para Tetangga
6 Meminta Tumbal
7 Kepulangan Ahmad
8 Sampai Ke Alam Jin
9 Mulai Mencari
10 Khodam Untuk Ahmad
11 Kecemasan Ibu Sulastri
12 Raksasa Masuk Islam
13 Menyelamatkan Dari Tumbal
14 Datang Ke Kedai Orang Tua Ari
15 Menjemput Syahrul
16 Berhasil Membawa Pulang Syahrul
17 Karma Untuk Syahrul
18 Batu Misterius
19 Penyakit Kiriman Banaspati
20 Dendam Dukun Santet part 1
21 Dendam Dukun Santet Part 2 dan Kekalahannya
22 Tugas Me Ruqyah rumah.
23 Gangguan Mulai Berdatangan
24 Tabir Kelam Rumah Bagus
25 Menyelesaikan Tugas
26 Misteri Warung Soto
27 Bekerja di warung soto
28 Rena Yang Malang
29 Bercinta Dengan Demit
30 Memulai Penyerangan
31 Menghancurkan Sapri
32 Berkahnya Air Zam-Zam
33 Kedatangan Jin Dari Kerajaan kuda
34 Menolong Arwah lagi
35 Psikopat
36 Psikopat Part 2
37 Di Jebak
38 Tertangkap
39 Idris Di Penjara dan Kisah Masa Lalu
40 Masa Lalu Idris Yang Menyedihkan
41 Kunti Pakai Baju Partai
42 Kuyang Yang Meresahkan
43 Mengetahui Siapa Nilam dan Memulai mengintai
44 Mukbang Ari-Ari Bayi.
45 Ketahuan
46 Mengeksekusi Kuyang
47 Kedatangan Tamu
48 Laksmi Yang Malang
49 Membantu Orang Misterius Melahirkan
50 Bertemu Nona Manise
51 Sosok Wanita Berair Mata Darah.
52 Adik Durhaka
53 Cerita Sedih Ismi
54 Balasan Untuk Manusia Yang Ingkar
55 Meninggal Sehabis Berzin*
56 Akhirnya Mendapat Maaf Kedua Orang Tua
57 Mengakhiri Kutukan
58 Menyelamatkan Suster Ami dan mendapat Kejutan Di Semak-semak
59 Mengambil kebahagiaan Ibu Kandung Sendiri
60 Imas Di Temukan
61 Menuai Balasan
62 Di Pintai Pertolongan
63 Tumbal Siluman Buaya Putih
64 Pelaku Terungkap
65 Awal Mula Pesugihan
66 Besan Tidak Punya Akhlak
67 Awal Kehancuran Keluarga Romo Legi
68 Menumbalkan Menantu
69 Kekalahan Ratu Siluman Buaya
70 Hadiah Istimewa
71 Banyak pindah tempat makan
72 Warung Yang Sepi
73 Menolong Lagi
74 Normal Kembali
75 Gara-gara Film Biru
76 Berbohong
77 Akan menyelidiki
78 Tertangkap Basah
79 Dimasukan Pesantren
80 Datang Ke Pesantren
81 Fakta Nyai Parwati Geni
82 Menolong Tila
83 Dapat Melihat Tila
84 Menikah Mendadak
85 Bulan Madu Part 1
86 Bulan madu part 2
87 Santet kalajengking
88 Serangan Santet
89 Kalahnya Pasukan Dukun
90 Syahrul menikah
91 Bulan Madu Yang Tertunda
92 Gangguan Di Hutan Jati
93 Bulan Madu Yang Panas
94 Pekerjaan Baru Syahrul
95 Adu Pedang
96 Terbongkar
97 Akhir Hidup Si Gay
98 Jenazah Bawel
99 Ruh Orang Kaya
100 Rahasia Komanya Victoria
101 Victoria Kembali
102 Victoria Bisa Melihat Hantu
103 Menemukan Alamat Ahmad
104 Hadiah Yang Pantastis
105 One Dior, One Louis Vuitton......
106 Main Tembak-tembakan
107 Menunaikan Janji
108 Sabung Ayam Membuat Sengsara.
109 Sabung Ayam Membuat Sengsara Part 2
110 Syahrul Yang Tulus.
111 Mobil Bergoyang
112 Ipar Dan Mertua Adalah Maut
113 Dendam Rieta
114 Balas Dendam Pertama
115 Balas Dendam Kedua
116 Wanita Berpayung Malam-Malam.
117 Karma Untuk Mieke
118 Niat Jahat Yang Berakhir Sia-sia
119 Tabir Yang Mulai Terbuka
120 Membantu Rieta
121 Punya Bala Tentara
122 Pertarungan Sengit
123 Akhir Hidup Mbah Suroso
124 Amarah Sang Suami
125 Akhir Dari Kisah Rieta.....
126 TAMAT
Episodes

Updated 126 Episodes

1
Suasana Di Dalam Pesantren
2
Mata Batin Ahmad
3
Resmi Menjadi Babi Ngepet
4
Menolong Arwah
5
Kecurigaaan Para Tetangga
6
Meminta Tumbal
7
Kepulangan Ahmad
8
Sampai Ke Alam Jin
9
Mulai Mencari
10
Khodam Untuk Ahmad
11
Kecemasan Ibu Sulastri
12
Raksasa Masuk Islam
13
Menyelamatkan Dari Tumbal
14
Datang Ke Kedai Orang Tua Ari
15
Menjemput Syahrul
16
Berhasil Membawa Pulang Syahrul
17
Karma Untuk Syahrul
18
Batu Misterius
19
Penyakit Kiriman Banaspati
20
Dendam Dukun Santet part 1
21
Dendam Dukun Santet Part 2 dan Kekalahannya
22
Tugas Me Ruqyah rumah.
23
Gangguan Mulai Berdatangan
24
Tabir Kelam Rumah Bagus
25
Menyelesaikan Tugas
26
Misteri Warung Soto
27
Bekerja di warung soto
28
Rena Yang Malang
29
Bercinta Dengan Demit
30
Memulai Penyerangan
31
Menghancurkan Sapri
32
Berkahnya Air Zam-Zam
33
Kedatangan Jin Dari Kerajaan kuda
34
Menolong Arwah lagi
35
Psikopat
36
Psikopat Part 2
37
Di Jebak
38
Tertangkap
39
Idris Di Penjara dan Kisah Masa Lalu
40
Masa Lalu Idris Yang Menyedihkan
41
Kunti Pakai Baju Partai
42
Kuyang Yang Meresahkan
43
Mengetahui Siapa Nilam dan Memulai mengintai
44
Mukbang Ari-Ari Bayi.
45
Ketahuan
46
Mengeksekusi Kuyang
47
Kedatangan Tamu
48
Laksmi Yang Malang
49
Membantu Orang Misterius Melahirkan
50
Bertemu Nona Manise
51
Sosok Wanita Berair Mata Darah.
52
Adik Durhaka
53
Cerita Sedih Ismi
54
Balasan Untuk Manusia Yang Ingkar
55
Meninggal Sehabis Berzin*
56
Akhirnya Mendapat Maaf Kedua Orang Tua
57
Mengakhiri Kutukan
58
Menyelamatkan Suster Ami dan mendapat Kejutan Di Semak-semak
59
Mengambil kebahagiaan Ibu Kandung Sendiri
60
Imas Di Temukan
61
Menuai Balasan
62
Di Pintai Pertolongan
63
Tumbal Siluman Buaya Putih
64
Pelaku Terungkap
65
Awal Mula Pesugihan
66
Besan Tidak Punya Akhlak
67
Awal Kehancuran Keluarga Romo Legi
68
Menumbalkan Menantu
69
Kekalahan Ratu Siluman Buaya
70
Hadiah Istimewa
71
Banyak pindah tempat makan
72
Warung Yang Sepi
73
Menolong Lagi
74
Normal Kembali
75
Gara-gara Film Biru
76
Berbohong
77
Akan menyelidiki
78
Tertangkap Basah
79
Dimasukan Pesantren
80
Datang Ke Pesantren
81
Fakta Nyai Parwati Geni
82
Menolong Tila
83
Dapat Melihat Tila
84
Menikah Mendadak
85
Bulan Madu Part 1
86
Bulan madu part 2
87
Santet kalajengking
88
Serangan Santet
89
Kalahnya Pasukan Dukun
90
Syahrul menikah
91
Bulan Madu Yang Tertunda
92
Gangguan Di Hutan Jati
93
Bulan Madu Yang Panas
94
Pekerjaan Baru Syahrul
95
Adu Pedang
96
Terbongkar
97
Akhir Hidup Si Gay
98
Jenazah Bawel
99
Ruh Orang Kaya
100
Rahasia Komanya Victoria
101
Victoria Kembali
102
Victoria Bisa Melihat Hantu
103
Menemukan Alamat Ahmad
104
Hadiah Yang Pantastis
105
One Dior, One Louis Vuitton......
106
Main Tembak-tembakan
107
Menunaikan Janji
108
Sabung Ayam Membuat Sengsara.
109
Sabung Ayam Membuat Sengsara Part 2
110
Syahrul Yang Tulus.
111
Mobil Bergoyang
112
Ipar Dan Mertua Adalah Maut
113
Dendam Rieta
114
Balas Dendam Pertama
115
Balas Dendam Kedua
116
Wanita Berpayung Malam-Malam.
117
Karma Untuk Mieke
118
Niat Jahat Yang Berakhir Sia-sia
119
Tabir Yang Mulai Terbuka
120
Membantu Rieta
121
Punya Bala Tentara
122
Pertarungan Sengit
123
Akhir Hidup Mbah Suroso
124
Amarah Sang Suami
125
Akhir Dari Kisah Rieta.....
126
TAMAT

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!