Pagi ini, di rumah Ibu Sulastri piring-piring melayang dan pecah. wanita paruh baya itu hanya bisa menangis melihat sikap anaknya yang diluar perkiraan BMKG.
"Hentikan Syahrul. Jangan rusak perabotan rumah" teriak Ibu Sulastri.
"Mana janjimu bu. Katanya akan belikan aku motor Honda Aerok? Mana buktinya" Syahrul seperti kesetanan.
"Ibu tidak janji begitu. Ibu hanya bilang nanti kalau punya uang. Kerja sana, umurmu sudah dua puluh delapan tahun tapi kau hanya jadi orang pemalas saja. Usaha sendiri kau sudah dewasa" ucap Ibu Sulastri.
"Argghhhh, kalau ibu tak membelikan ku motor, aku akan bakar rumah ini" ancamnya.
"Jaga bicaramu Syahrul! Kau sudah dewasa seharusnya kau bekerja bukan malah tidur makan seenaknya. Lihat adikmu, Ahmad, mandiri dan tidak pernah membuat ibu sedih" ucap Ibu Sulastri.
"Erghhh, persetan dengan Ahmad" Syahrul pun pergi sembari menendang pintu.
Ibu Sulastri hanya memegangi dadanya yang terasa sakit akibat ulah anaknya.
"Ya Allah berikan kesadaran untuk Syahrul, anak hamba Ya Allah" lirih Ibu Sulastri.
Kini Syahrul berjalan menuju pos ronda tempat nongkrong anak muda.
"Lihat noh di pemuda madesu mau kemari" ucap Asep.
"Arghhh, dia mah bukan lagi madesu bang, tapi suram banget dah idup nya" timpal Riki.
"Awas amanin rokok sama korek. Nanti di colong lagi kaya kemarin. Rokok gue yang merk Magnum di embat sama dia. Si@lan emang si Syahrul" timpal Ghani.
"Dia kan spesialis bangsat korek api. Diam orangnya kesini" ucap Didin memperingati.
"Whasap brooo!!" ucap Syahrul.
"Ekh bang madesu! Gak kerja?" sindir Ghani.
"Belum!" ucapnya santai sambil mencomot kacang sangrai.
Ketika sedang berkumpul, Yanto seorang pemuda yang pengangguran juga lewat sembari menggeber motor beatnya.
"Wuihhhhh, bang Yanto!" ucap Didin.
"Nongkrong aja kalian" ucapnya sembari memperlihatkan ponsel apel.
"Hp baru nikh" ucap Syahrul.
"Yo'i" ucapnya.
"Kerja apa sih loe, bang? Perasaan diem bae tapi duitnya banyak?" tanya Riki.
"Itu sih rahasia. Ya sudah gue berangkat nongkrong dulu sama selebgram" Yanto langsung berangkat.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sementara di pesantren, Ahmad sedang berlatih pencak silat bersama semua santri. Pesantren Al-Amin memang khusus di peruntukan bagi santri laki-laki saja. Keringat semakin bercucuran kala semua santri memperagakan gerakan-gerakan silat itu.
"Selesai dengan gerakan akhir, maka kalian akan belajar ilmu hikmah" ucap sang kyai.
Ahmad pun istirahat di bawah pohon beringin. Samar-samar ia mendengar suara perempuan tertawa-tawa. Tetapi sejauh mata memandang tidak ada perempuan di sana. Yang ada hanya sang istri kyai Nawawi yang bernama Nyai Fatimah.
"Nyai terlihat sedang membaca Alqur'an. Beliau tidak tertawa. Lantas yang tertawa dimana?" tanyanya dalam hati.
Terdengar lagi orang yang bercakap-cakap, dan kini suaranya semakin jelas.
"hihihi.. Kenapa kita terjebak disini sih? Ini kan area pesantren, dari tadi aku mendengar orang mengaji, panas sekali kupingku.. Hihihi" suara wanita itu.
"Kita keluar kan udah mau subuh. Pas ada adzan kita langsung sembunyi, ekh malah disini.. Hihihi.. Marni, kuku mu kena tanganku.. Hihihi" ucap perempuan yang satunya.
Ahmad celingak celinguk mencari sumber suara itu.
"Dimana perempuan itu?" tanya Ahmad kembali.
Sang kyai pun langsung menghampiri Ahmad yang tengah kebingungan.
"Kembalilah ke kobong. Jangan dengarkan suara itu" perintah sang kyai.
"Punten guru, memang nya itu suara perempuan dari mana? Dari tadi saya mendengar orang berbicara tetapi tidak ada orangnya" tanya Ahmad dengan wajah tertunduk.
"Itu sebenarnya suara dua kunti yang ada di dalam pohon ini. Mereka sembunyi karena sudah adzan subuh. Dengarkan ini" ucap sang kyai sembari memukulkan tongkat kayu pada pohon itu.
Plak plak plak.. Sang kyai memukulkan tongkat kayu itu sebanyak tiga kali dan benar saja suara hantu itu ribut sekali.
"Argghhh, gempa tolong gempa" ucap salah satu kunti itu.
"Pantat ku sakit. Pohon ini bergetar.. Tolong aku mama" ucap yang satunya.
"Akhhh kukuku patah, Ica, tolong sakit sekali" ucap kunti yang bernama Marni.
" Marni, apa kita sebaiknya keluar dari sini?" tanya kunti Ica.
"Huuh gila saja, bisa-bisa kita gosong kena matahari" jawabnya.
"Kamu dengar kan Ahmad?" tanya Kyai Nawawi.
"Ya saya dengar, guru" jawab Ahmad.
Kyai Nawawi yakin jika mata batin Ahmad sudah mulai terbuka. Dengan ia bisa mendengar suara jin berarti sebentar lagi akan melihat semua makhluk itu.
"Aku tidak salah menyayangi murid ku yang satu ini. Dia pemuda yang sholeh" ucapnya dalam hati.
"Kembalilah ke kobongmu. Sebentar lagi solat dzuhur berjamaah" titah kyai Nawawi.
"Baiklah guru!" Ahmad pun segera pergi di susul oleh Kyai Nawawi.
Kini, kyai Nawawi sedang duduk berdua dengan sang istri. Wanita bule asli Spanyol yang telah memberikan dua orang anak itu terlihat sangat cantik walau usianya menginjak empat puluh lima tahun. Namanya Letizia, ia lebih senang di panggil Fatimah. Mereka bertemu saat kyai Nawawi kuliah di Madrid.
"Nyai, apa kamu tidak merindukan negaramu?" tanya kyai Nawawi.
"Aku sudah betah disini. Aku merasakan kedamaian dan aku senang mengurus semua santri-santrimu" jawab Nyai Fatimah.
"Baiklah jika begitu. Bilang saja padaku jika kamu mau berkunjung ke sana" Kyai Nawawi berkata sembari mengelus kepala sang istri yang di balut kerudung panjang.
Nyai Fatimah hanya mengangguk sembari tersenyum.
Kini semua santri telah berkumpul di dalam masjid untuk melakukan sholat dzuhur secara berjamaah. Tapi lagi-lagi Ahmad mendengar suara dari pojok mushola.
"Djafar, kau saja duluan yang berbaris" ucap suara itu.
"Kau saja dulu. Aku menunggu Dawin" balas suara yang satunya.
"Aku disini. Ayo kita bergabung dengan manusia. Bukannya kita senang jika kita di imami sholat oleh manusia? Ayo cepat" ucap suara yang di sebut bernama Dawin.
Lagi-lagi Ahmad terdiam. Sudah ketiga kalinya ia bisa mendengar suara dari makhluk lain. Ahmad pun tidak mengerti apa yang terjadi pada dirinya. Ia pun bertekad akan menanyakan langsung pada kyai Nawawi.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Kini Syahrul sedang diam di pos ronda seorang diri, karena semua teman tongkrongannya sudah sibuk bekerja.
Tiba-tiba, Yanto melewati dirinya dengan memakai mobil baru. Hal itu menjadi pusat perhatian semua warga.
Tittttt!!! Klakson mobil itu berbunyi tepat di samping ibu-ibu yang sedang membeli sayur.
"Selamat pagi ibu-ibu. Masih belanja gerobakan ya? Mall dong sekali-kali" ucapnya sombong.
"Wuihhs, loe Yanto gayanya! Mobil baru tuh? Banyak amat duit loe? Kerja apa sih?" tanya Ibu Ida kepo.
"Iya noh si Yanto, perasaan kata emaknya tuh anak sukanya tidur mulu. Tapi aneh dia banyak duitnya!" timpal Ibu Lilis.
"Sudah-sudah ya, ibu-ibu yang bawel. Karena hari ini Yanto lagi senang-senangnya, itu belanjaan Yanto yang bayar. Ambil apa aja" ucap Ya to sembari memamerkan uang yang banyak.
"Serius loe?" tanya tulang sayur itu.
"Iyes Bang Adam. Gue serius" jawab Yanto.
Hal itu tidak lepas dari pengamatan Syahrul. Ia pun bertekad akan mendatangi rumah Yanto.
"Gue harus ke rumah Yanto.. Gue mau minta kerjaan sama dia. Gak apa-apa kok jadi kurir narkoboy atau gigolo juga, yang penting gue punya duit" ucapnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 126 Episodes
Comments
Al Fatih
dialog duo Kunti itu lho 😄
2024-11-14
0
Zara Rahmi
hahahaaaa🤣🤣🤣🤣
2024-12-25
0
Yulay Yuli
lucu sikunti
2024-11-15
0