Penjaga penjara melemparkan bangkai bayi kedalam ruang tahanan Ahmad dan Syahrul. Mereka berdua sampai menutup hidungnya sebab bau bangkai itu sangat menusuk hidungnya.
"Makanan untuk kalian" ucapnya menggema.
"Kasihan, pasti ini bayi yang di tumbal kan orang tuanya" ucap Ahmad.
Syahrul hanya diam, ia merasa bersalah karena gara-gara dirinyalah, sang adik harus ikut merasakan dinginnya penjara.
Ahmad melihat penjaga penjara yang sedang diam mengawasi mereka. Wajah bengis tergambar nyata darinya.
Ahmad pun punya rencana untuk bisa mengambil kunci yang di pegang oleh penjaga penjara itu.
"Bang, ken cing sekarang!" perintah Ahmad.
"Maksudnya" Syahrul bingung.
"Kita pancing siluman babi itu, dengan abang mengen cinginya. Dengan begitu, dia akan marah dan masuk kedalam penjara. Jika dia marah, abang alihkan dan aku akan mengambil kunci itu" ucap Ahmad sembari menunjuk kunci yang di bawanya. Abang paham?" tanya Ahmad memberi Arahan.
"Abang paham, dek" jawab Syahrul.
Kini Syahrul berdiri tepat di dekat penjaga itu. Ia langsung membuka celananya sedikit, lalu ia mengencingi penjaga itu, hal itu membuat penjaga itu amatlah murka.
"Hargggggghhhhhhhh!!! Bedebah kau. Beraninya kau mengen cingi diriku" geram penjaga penjara itu.
Ia pun masuk kedalam tahanan, bermaksud ingin menyerang Syahrul.
Ahmad melihat bahwa penjaga itu sedang lengah karena fokus untuk menangkap Ahmad.
Ahmad lalu meraih kunci yang masih tertancap pada jeruji besi itu, Syahrul yang menyadari segera berlari ke arah pintu keluar.
"Kunci pintunya dek" teriak Syahrul.
Ahmad pun segera mengunci jeruji besi itu meninggalkan sang penjaga yang terjebak di dalamnya.
"Argghhhh, bukaaaaa" ucap sang penjaga tersebut.
Ahmad dan Syahrul pun pergi dari ruangan itu.
Ketika Ahmad tengah sibuk melarikan diri, Maul sedang mengalami kesulitan, karena dirinya berhasil di ikat dengan tambang di sekujur tubuhnya.
Pasukan penjaga istana itu sudah berhasil melumpuhkan Maul.
Ahmad terus berlari menuju gerbang, tetapi tidak semudah itu Ferguso, untuk melarikan diri. Di sana sudah ada ratusan penjaga dan Nyai Kamiri.
"Hadang para bedebah itu" teriak Nyai Kamiri.
Setiap penjuru tak ada yang luput dari pagar betis semua penjaga itu. Ahmad bingung, harus bagaimana caranya melarikan diri.
"Kau akan mati di tanganku!!" geramnya.
"Aku hanya berhak mati di tangan Allah. Makhluk laknat, tunggu kehancuranmu" balas Ahmad tak kalah tegas.
"Hahahaha..... Siapa Allah? Apa dia akan menolong mu dari ganasnya serangan ku? Tak ada yang bisa membawa siapin yang sudah berada di istanaku, termasuk dirimu" balas Nyai Kamiri.
Tak di sangka, tiba-tiba angin kencang entah dari mana menyerang sebagian prajurit sampai terpental.
"Siapa itu? Tampakan dirimu, pengecut!!!" teriak geram Nyai Kamiri.
Tiba-tiba, angin itu membentuk sosok...
"Hahahahahaha.. Babi jelek" ucap sosok itu.
"Ki maung.. Syukurlah sudah kembali" ucap Ahmad..
Harimau atau Ki Jalaksa sudah kembali karena ia sudah melakukan pembersihan atau penyucian dirinya.
"Aku kembali, Ahmad! Ayo kita lawan babi jelek ini" seruan harimau.
Tiba-tiba lagi, angin kedua datang tak kalah dashyatnya dan sekali menghantam para prajurit. Hal itu semakin membuat Nyai Kamiri murka.
"Hargggggggghhhhh,, siapa lagi itu.. Tampakan wujud aslimu, keparat!"' geramnya.
Lalu angin itu, tiba-tiba membentuk wujud ular dengan setengah badannya manusia.
Ahmad heran, pasalnya ia tidak mengenal sosok itu. Ia takut, jika sosok itu akan membantu Nyai Kamiri.
"Ahmad, aku kemari akan membantumu. Ini sebagai wujud terima kasihku, padamu karena kau telah menolongku" ucap ular itu.
"Maaf ki, aku tidak mengenalmu, sungguh" Ahmad heran.
"Jangan panggil aku, aki Karena aku masih muda. Apa kau sungguh lupa padaku?" tanya ular itu.
"Sungguh, aku tidak mengenalmu" balas Ahmad.
"Berisik, kalian malah reuni. Lihatlah siluman itu sudah siap menyerang kita" ucap harimau.
"Prajutit, serang mereka" teriak Nyai Kamiri.
"Serangggggggggg" teriak semua prajurit.
Peperangan pun tak bisa di elakan. Sementara Syahrul, bersembunyi di tempat aman. Ahmad dengan ilmu silatnya menyerang beberapa prajurit. Sementara ular, kini sedang berperang dengan Nyai Kamiri. Harimau sedang melawan para prajurit. Naas, ahmad terkena sabetan pedang beracun di tangannya.
Ahmad terkapar, tetapi ia pelan-pelan menepikan dirinya. Syahrul yang melihat sang adik lemah, segera membantunya.
"Ambilkan daun sirih dan air di tasku, bang" ucap Ahmad.
Syahrul pun menuruti.
"Basahi daun itu dengan air, lalu tempelkan ke lenganku" ucap Ahmad lagi.
Syahrul pun segera melakukannya.
Di arena perang, Nyai Kamiri seorang diri menghadapi ular. Sama-sama membawa-bawa pedang saktinya, Ular itu terkena tebasan yang mengenai sisiknya sampai mengeluarkan darah.
"Hahaha... Mampus kau ular" teriak Nyai Kamiri dengan jumawa.
Ketika sedang lengah, ular itu menebas hidung dan kuping Nyai Kamiri, hingga siluman betina itu memekik kesakitan.
"Arghhhh, sakittttt" ucapnya.
Jalannya menjadi limbung, darah berceceran dimana-mana. Tubuh kebanggannnya hilang karena tebasan pedang Marzola Sakti milik siluman ular itu.
Seketika, seluruh dayangnya berhambur menyelamatkan Nyai Kamiri, lalu mereka membawanya entah kemana.
"Tamatlah riwayatmu, siluman" ucap ular itu.
Bala tentara Nyai Kamiri pun sudah tumbang semua. Kini menyisakan babi-babi bergelimpangan.
"Kita menang!' ucap ular itu.
" Benar! Kita harus secepatnya membawa Ahmad dan kakaknya ke alam manusia" balas harimau.
"Tunggu!! Maul, dimana?" tanya Ahmad panik karena raksasa batu itu menghilang.
"Kau cari di sana, aku cari di sebelah situ" ucap Harimau kepada ular.
Ular dan harimau itu mencari keberadaan Maul..
"Dimana batu itu?" gumam harimau.
"Tolong aku" suara terdengar dari dalam ruangan.
"Itu dia!!" Harimau itu langsung mendobrak pintu itu, dan benar, Maul disaana dengan posisi sekujur tubuhnya terikat.
"Harimau tolong aku" ucapnya.
Harimau itu pun langsung mengunakan cakarnya memotong satu persatu tali pada tubuh Maul.
Kini Mereka semua bersiap-siap kembali ke dunia manusia.
"Kau siap?" tanya Harimau.
"Insyaallah siap" jawab Ahmad.
"Pejamkan mata kalian" perintah sang harimau.
Sedetik kemudian mereka sudah sampai di dunia manusia.
Kyai Nawawi telah menunggu di sana bersama sang istri dan Ibu Sulastri.
Ahmad bahagia karena ia bisa melihat sang ibu kembali, setelah berbulan-bulan berada di dunia jin.
"Ibu" Ahmad berhambur memeluk sang ibu.
"Alhamdulillah, nak. Kamu sudah kembali" ucap Ibu Sulastri dengan haru.
"Berkat doa ibu dan tentunya berkat Gusti Allah" jawab Ahmad.
Lalu Syahrul berlari ke hadapan Ibu Sulastri. Dirinya langsung sujud di kaki sang ibu dengan tangisan yang menyanyat.
"Hikhikhik...Ibu maafkan dosa-dosaku, bu. Ampuni aku" ucapnya.
"Ibu sudah memaafkan mu, Syahrul. Ingat, jangan pernah melakukan kehinaan itu lagi. Allah tidak akan ridho. Ibu tidak Ridho jika anak ibu bersekutu dengan siluman. Jika saja adikmu tidak menyelamatkanmu, maka ibu yakin, kamu masih tertahan di sana. Taubatlah Syahrul selagi masih ada umur" ucap Ibu Sulastri.
"Aku mau taubat, bu. Aku tak ingin melakukan itu lagi. Aku menyesal bu" ucap Syahrul.
"Bagus jika begitu. Kau harus bersyahadat kembali Syahrul" perintah Kyai Nawawi.
Syahrul pun ingin membaca syahadat, tetapi entahlah lidahnya tiba-tiba kelu, tak bisa mengucapkan kalimah suci itu.
"Pelan-pelan" ucap kyai Nawawi.
Dengan terbata, akhirnya Syahrul berhasil melafalkan syahadat.
"Kau harus mandi kembang, Syahrul. Mari ikut. Ahmad bantu aku" ucap kyai Nawawi.
Ahmad pun menuruti sang kyai, lalu membawa Syahrul menuju tempat pemandian di belakang pesantren.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 126 Episodes
Comments
Zuhril Witanto
berasa liat pilm Angling darma 🤭
2024-09-07
1