Meminta Tumbal

Kini Ahmad benar-benar sudah bisa menguasai ilmu hikmah. Tetapi ia masih takut jika ada jin yang ia lihat.

Malam ini semua santri sedang berlatih silat. Tiba-tiba Ahmad ingin buang air besar. Ia pun segera berlalu menuju kamar mandi yang ada di samping pesantren.

Tak lama Ahmad pun keluar dari kamar mandi itu, ketika ia berjalan tiba-tiba di belakangnya ada suara wanita memanggil dirinya.

"Kakang Tora Yamaguchi. Kang" ucap wanita itu.

"Ahmad yang merasa seseorang memanggil nama bukan dirinya, terus saja berjalan, tetapi Wanita itu mengikutinya dari belakang.

" Kakang, ini saya kang, Nyai Itih, kekasihmu" ucapnya lagi.

Ahmad pun penasaran dengan suara itu. Ahmad langsung membalikan tubuhnya. Ia seketika mematung dengan kaki gemetar. Bagaimana tidak takut, ia mendapati sosok kuntilanak berbaju lusuh berambut panjang berdiri di belakangnya.

"Akang Tora" Kunti itu mendekati Ahmad.

"Hantuuuu" ucap Ahmad dengan wajah memucat takut.

"Kang Tora, nyai sudah menunggu akang. Kang Nyai hamil" ucap sang kunti itu.

"Aku bukan Tora. Namaku Ahmad!" ucap Ahmad.

Tiba-tiba sosok itu langsung marah dengan mata melotot dan kukunya menjadi panjang-panjang hitam dan jangan lupakan rambutnya menjadi terangkat ke atas.

"Kau membohongiku, kakang" ucap sosok itu sembari menyeringai.

Tak ingin sosok itu marah, lalu pelan-pelan Ahmad bicara.

"Pacarmu Tora itu orang Jepang, nyai?" tanya Ahmad.

"Iya! Dia prajurit perang. Tepatnya yang menjajah kemari" jawab kunti itu.

"Nyai, sekarang Indonesia sudah merdeka delapan puluh tahun lebih, dan Jepang sudah kalah oleh Amerika dahulu" ucap Ahmad menjelaskan.

"Lantas kakang Tora Yamaguchi kemana?" tanya kunti dengan nada polos.

"Entahlah, aku tak tahu! Aku Ahmad bukan kakang mu. Mungkin kekasihmu sudah tiada atau sudah menikah" jawab Ahamd.

Kunti itu tiba-tiba menangis dengan nada yang sangat berisik.

"Kakang mengkhianati" ucapnya lalu menghilang.

Ahmad pun kembali lagi pada barisan.

...****************...

Malam jum'at kliwon pun tiba. Kini Ahmad sedang persiapan untuk menyambut kedatangan Nyai Kamiri untuk bercinta. Siluman babi itu akan datang untuk menyalurkan hasratnya setiap malam jum'at.

Kini semilir angin berbau singkong mentah telah menyusup kedalam ventilasi kamar Ahmad. Asap hitam pun membumbung dan lambat laut berubah menjadi sosok berwujud putri yang sangat cantik.

"Selamat malam kang mas!" sapa ratu siluman babi itu.

"Selamat malam Nyai. Aku sudah siap melayani hasratmu malam ini" ucap Syahrul.

"Mendekat lah kakang mas. Belai aku, sentuh aku dengan jari jemari kokoh nan berurat mu. Hujam aku dengan kejantananmu yang sangat luar biasa. Puaskan aku kakang mas" pinta siluman babi itu.

"Ayo, nyai" Syahrul mulai meraih tubuh siluman itu. Mencumbunya dengan sangat rakus. Lalu menanggalkan bajunya.

......................

Kini Syahrul dan Nyai Kamiri telah selesai bercinta. Siluman babi itu lalu mengenakan pakaian kebenarannya kembali, lalu ia mencabuti tujuh helai bulu yang Ahmad lihat seperti rambut biasa.

"Kakang mas, ini untukmu. Kau bisa memakai tujuh helai bulu ini untuk memulai usahamu. Kau tidak akan merugi" ucap Nyai Kamiri lalu menghilang dari hadapan Syahrul.

Syahrul yang kini kelelahan dan bermandi peluh yang sangat lengket merasa gerah. Ia pun mandi, dan hal itu menimbulkan kecurigaan Ibu Sulastri.

"Tumben kamu mandi malam-malam begini?" tanya Ibu Sulastri.

"Gerah bu" hanya itu sahutan Syahrul.

Pagi-pagi, Syahrul sudah tidak ada di rumah. Entah kemana dia membuat Ibu Sulastri heran. Ia pun segera masuk kedalam kamar Syahrul yang langsung tercium bau amis.

"Hoekkkkkk.. Hoekkkkk, bau sekali ini!" ucap Ibu Sulastri sembari memijat hidungnya.

"Aroma yang sangat busuk. Ya allah apa yang di lakukan oleh Syahrul?" tanyanya pada diri sendiri.

Lalu Ibu Sulastri melihat banyaknya rambut di seprai dan lantai kamar itu.

" Rambut siapa ini? Dan teksturnya kaku seperti bukan rambut manusia. Aku tahu ini bukan rambut Syahrul apalagi rambutku. Kasar dan sedikit tebal" ucapnya kembali.

Ibu Sulastri pun langsung membersihkan kamar Syahrul yang sangat bau dan berantakan.

Di luar terdengar suara klakson mobil.

"Itu siapa didepan?" Ibu Sulastri segera melihat ke depan rumahnya.

Ketika sudah sampai di depan rumah, ia terkejut karena Syahrul yang membawa mobil itu.

"Syahrul? Itu mobil siapa?" tanya Ibu Sulastri.

"Ya mobil aku lah bu!" jawab Syahrul dengan pongah.

"Dari mana kamu dapat uang buat beli mobil?" tanya sang ibu.

"Aku lan kerja bu. Kerja! Sudahlah ibu bawel sekali" Syahrul pun langsung masuk kedalam rumah nya.

Semua tetangganya langsung bergunjing ria karena melihat Syahrul membeli mobil Alprud.

"Anjay, si madesu beli mobil Alprud. Dari mana duitnya coba?" ucap Ibu Lina.

"Iya nih, gue juga heran kok jadi banyak duitnya tuh anak. Jangan-jangan dia nyupang atau ngipri!" balas Bu RT.

"Akh gak mungkin jaman modern begini masih percaya pesugihan. Mana ada sih begitu!" timpal Bu Kades.

"Eh jangan salah Bu Kades, masih banyak yang kaya begitu. Namanya manusia kan pengen kaya tanpa bekerja ya begitu" balas Bu RT.

"Ah sudahlah dari pada kita jatuhnya Fitnah, sebaiknya kita lihat saja sampai mana si Syahrul foya-foya. Bisa jadi kan dia bekerja tetapi kita tidak tahu" ucap Ibu Dina.

Di rumah, Syahrul marah-marah pada sang ibu. Ia marah lantaran Ibu Sulastri tidak memasak makanan kesukaan Syahrul.

"Aku lapar bu" ucap Syabrul yang emosi kala melihat tudung saja kosong.

"Ibu tidak masak hari ini. Kamu bisa kan goreng telor saja. Lagipula ibu sedang tidak enak badan" ucap Ibu Sulastri.

"Argghhh, dasar ibu ini memang dasarnya aja malas. Ibu tidak senang aku banyak uang sekarang. Ibu pun tidak senang ketika aku bisa membeli mobil" Syahrul emosi lalu keluar dari rumah itu sembari membanting pintu.

Ibu Sulastri mengehela nafas erat sembari menangis.

"Ya allah, bulannya hamba tidak senang dengan suksesnya Syahrul, Ya Allah. Tetapi hamba ragu akan uang yang di dapat anakku sendiri. Aku tidak mau jika Syahrul mengambil jalan yang salah untuk mendapatkan uang" Ibu Sulastri menangis.

Malam jum'at kliwon itu pun hadir kembali. Nyai Kamiri datang lagi untuk memadu kasih dengan Syahrul.

Kini bukan hanya meminta untuk di puaskan, tetapi ia meminta tumbal kepala manusia.

"Rabu pahing, berikan aku tumbal kepala manusia. Bungkus dengan kain ini" ucap Nyai Kamiri sembari memberikan sebuah kain putih pada Syahrul.

"Baiklah nyai" balas Syahrul.

"Tetapi bukan sembarang kepala manusia, tetapi kepala ibumu" ucap siluman itu.

Hal itu membuat Syahrul terperanjat. Tentunya ia sungguh keberatan jika menumbalkan nyawa sang ibu. Demi apapun Syahrul sangat menyayangi ibunya.

"Aku akan memberikan tumbal siapapun tetapi aku mohon jangan ibuku. Aku tidak mungkin membunuh ibu" tolak Syahrul yang membuat Nyai Kamiri geram.

"Jika kau menolak, maka kau akan tahu akibatnya" ucap siluman itu dengan nada marah.

Tak ingin terjadi apapun, makan dengan terpaksa, Syahrul menyanggupinya.

Terpopuler

Comments

Zara Rahmi

Zara Rahmi

syahrul maksudnyaa, salah ketik mungkin othornya

2024-12-25

0

pioo

pioo

memang babi

2024-10-27

0

pioo

pioo

bodoh tb dpt uang lgsg beli mobil, bikin curiga tetangga aja

2024-10-27

1

lihat semua
Episodes
1 Suasana Di Dalam Pesantren
2 Mata Batin Ahmad
3 Resmi Menjadi Babi Ngepet
4 Menolong Arwah
5 Kecurigaaan Para Tetangga
6 Meminta Tumbal
7 Kepulangan Ahmad
8 Sampai Ke Alam Jin
9 Mulai Mencari
10 Khodam Untuk Ahmad
11 Kecemasan Ibu Sulastri
12 Raksasa Masuk Islam
13 Menyelamatkan Dari Tumbal
14 Datang Ke Kedai Orang Tua Ari
15 Menjemput Syahrul
16 Berhasil Membawa Pulang Syahrul
17 Karma Untuk Syahrul
18 Batu Misterius
19 Penyakit Kiriman Banaspati
20 Dendam Dukun Santet part 1
21 Dendam Dukun Santet Part 2 dan Kekalahannya
22 Tugas Me Ruqyah rumah.
23 Gangguan Mulai Berdatangan
24 Tabir Kelam Rumah Bagus
25 Menyelesaikan Tugas
26 Misteri Warung Soto
27 Bekerja di warung soto
28 Rena Yang Malang
29 Bercinta Dengan Demit
30 Memulai Penyerangan
31 Menghancurkan Sapri
32 Berkahnya Air Zam-Zam
33 Kedatangan Jin Dari Kerajaan kuda
34 Menolong Arwah lagi
35 Psikopat
36 Psikopat Part 2
37 Di Jebak
38 Tertangkap
39 Idris Di Penjara dan Kisah Masa Lalu
40 Masa Lalu Idris Yang Menyedihkan
41 Kunti Pakai Baju Partai
42 Kuyang Yang Meresahkan
43 Mengetahui Siapa Nilam dan Memulai mengintai
44 Mukbang Ari-Ari Bayi.
45 Ketahuan
46 Mengeksekusi Kuyang
47 Kedatangan Tamu
48 Laksmi Yang Malang
49 Membantu Orang Misterius Melahirkan
50 Bertemu Nona Manise
51 Sosok Wanita Berair Mata Darah.
52 Adik Durhaka
53 Cerita Sedih Ismi
54 Balasan Untuk Manusia Yang Ingkar
55 Meninggal Sehabis Berzin*
56 Akhirnya Mendapat Maaf Kedua Orang Tua
57 Mengakhiri Kutukan
58 Menyelamatkan Suster Ami dan mendapat Kejutan Di Semak-semak
59 Mengambil kebahagiaan Ibu Kandung Sendiri
60 Imas Di Temukan
61 Menuai Balasan
62 Di Pintai Pertolongan
63 Tumbal Siluman Buaya Putih
64 Pelaku Terungkap
65 Awal Mula Pesugihan
66 Besan Tidak Punya Akhlak
67 Awal Kehancuran Keluarga Romo Legi
68 Menumbalkan Menantu
69 Kekalahan Ratu Siluman Buaya
70 Hadiah Istimewa
71 Banyak pindah tempat makan
72 Warung Yang Sepi
73 Menolong Lagi
74 Normal Kembali
75 Gara-gara Film Biru
76 Berbohong
77 Akan menyelidiki
78 Tertangkap Basah
79 Dimasukan Pesantren
80 Datang Ke Pesantren
81 Fakta Nyai Parwati Geni
82 Menolong Tila
83 Dapat Melihat Tila
84 Menikah Mendadak
85 Bulan Madu Part 1
86 Bulan madu part 2
87 Santet kalajengking
88 Serangan Santet
89 Kalahnya Pasukan Dukun
90 Syahrul menikah
91 Bulan Madu Yang Tertunda
92 Gangguan Di Hutan Jati
93 Bulan Madu Yang Panas
94 Pekerjaan Baru Syahrul
95 Adu Pedang
96 Terbongkar
97 Akhir Hidup Si Gay
98 Jenazah Bawel
99 Ruh Orang Kaya
100 Rahasia Komanya Victoria
101 Victoria Kembali
102 Victoria Bisa Melihat Hantu
103 Menemukan Alamat Ahmad
104 Hadiah Yang Pantastis
105 One Dior, One Louis Vuitton......
106 Main Tembak-tembakan
107 Menunaikan Janji
108 Sabung Ayam Membuat Sengsara.
109 Sabung Ayam Membuat Sengsara Part 2
110 Syahrul Yang Tulus.
111 Mobil Bergoyang
112 Ipar Dan Mertua Adalah Maut
113 Dendam Rieta
114 Balas Dendam Pertama
115 Balas Dendam Kedua
116 Wanita Berpayung Malam-Malam.
117 Karma Untuk Mieke
118 Niat Jahat Yang Berakhir Sia-sia
119 Tabir Yang Mulai Terbuka
120 Membantu Rieta
121 Punya Bala Tentara
122 Pertarungan Sengit
123 Akhir Hidup Mbah Suroso
124 Amarah Sang Suami
125 Akhir Dari Kisah Rieta.....
126 TAMAT
Episodes

Updated 126 Episodes

1
Suasana Di Dalam Pesantren
2
Mata Batin Ahmad
3
Resmi Menjadi Babi Ngepet
4
Menolong Arwah
5
Kecurigaaan Para Tetangga
6
Meminta Tumbal
7
Kepulangan Ahmad
8
Sampai Ke Alam Jin
9
Mulai Mencari
10
Khodam Untuk Ahmad
11
Kecemasan Ibu Sulastri
12
Raksasa Masuk Islam
13
Menyelamatkan Dari Tumbal
14
Datang Ke Kedai Orang Tua Ari
15
Menjemput Syahrul
16
Berhasil Membawa Pulang Syahrul
17
Karma Untuk Syahrul
18
Batu Misterius
19
Penyakit Kiriman Banaspati
20
Dendam Dukun Santet part 1
21
Dendam Dukun Santet Part 2 dan Kekalahannya
22
Tugas Me Ruqyah rumah.
23
Gangguan Mulai Berdatangan
24
Tabir Kelam Rumah Bagus
25
Menyelesaikan Tugas
26
Misteri Warung Soto
27
Bekerja di warung soto
28
Rena Yang Malang
29
Bercinta Dengan Demit
30
Memulai Penyerangan
31
Menghancurkan Sapri
32
Berkahnya Air Zam-Zam
33
Kedatangan Jin Dari Kerajaan kuda
34
Menolong Arwah lagi
35
Psikopat
36
Psikopat Part 2
37
Di Jebak
38
Tertangkap
39
Idris Di Penjara dan Kisah Masa Lalu
40
Masa Lalu Idris Yang Menyedihkan
41
Kunti Pakai Baju Partai
42
Kuyang Yang Meresahkan
43
Mengetahui Siapa Nilam dan Memulai mengintai
44
Mukbang Ari-Ari Bayi.
45
Ketahuan
46
Mengeksekusi Kuyang
47
Kedatangan Tamu
48
Laksmi Yang Malang
49
Membantu Orang Misterius Melahirkan
50
Bertemu Nona Manise
51
Sosok Wanita Berair Mata Darah.
52
Adik Durhaka
53
Cerita Sedih Ismi
54
Balasan Untuk Manusia Yang Ingkar
55
Meninggal Sehabis Berzin*
56
Akhirnya Mendapat Maaf Kedua Orang Tua
57
Mengakhiri Kutukan
58
Menyelamatkan Suster Ami dan mendapat Kejutan Di Semak-semak
59
Mengambil kebahagiaan Ibu Kandung Sendiri
60
Imas Di Temukan
61
Menuai Balasan
62
Di Pintai Pertolongan
63
Tumbal Siluman Buaya Putih
64
Pelaku Terungkap
65
Awal Mula Pesugihan
66
Besan Tidak Punya Akhlak
67
Awal Kehancuran Keluarga Romo Legi
68
Menumbalkan Menantu
69
Kekalahan Ratu Siluman Buaya
70
Hadiah Istimewa
71
Banyak pindah tempat makan
72
Warung Yang Sepi
73
Menolong Lagi
74
Normal Kembali
75
Gara-gara Film Biru
76
Berbohong
77
Akan menyelidiki
78
Tertangkap Basah
79
Dimasukan Pesantren
80
Datang Ke Pesantren
81
Fakta Nyai Parwati Geni
82
Menolong Tila
83
Dapat Melihat Tila
84
Menikah Mendadak
85
Bulan Madu Part 1
86
Bulan madu part 2
87
Santet kalajengking
88
Serangan Santet
89
Kalahnya Pasukan Dukun
90
Syahrul menikah
91
Bulan Madu Yang Tertunda
92
Gangguan Di Hutan Jati
93
Bulan Madu Yang Panas
94
Pekerjaan Baru Syahrul
95
Adu Pedang
96
Terbongkar
97
Akhir Hidup Si Gay
98
Jenazah Bawel
99
Ruh Orang Kaya
100
Rahasia Komanya Victoria
101
Victoria Kembali
102
Victoria Bisa Melihat Hantu
103
Menemukan Alamat Ahmad
104
Hadiah Yang Pantastis
105
One Dior, One Louis Vuitton......
106
Main Tembak-tembakan
107
Menunaikan Janji
108
Sabung Ayam Membuat Sengsara.
109
Sabung Ayam Membuat Sengsara Part 2
110
Syahrul Yang Tulus.
111
Mobil Bergoyang
112
Ipar Dan Mertua Adalah Maut
113
Dendam Rieta
114
Balas Dendam Pertama
115
Balas Dendam Kedua
116
Wanita Berpayung Malam-Malam.
117
Karma Untuk Mieke
118
Niat Jahat Yang Berakhir Sia-sia
119
Tabir Yang Mulai Terbuka
120
Membantu Rieta
121
Punya Bala Tentara
122
Pertarungan Sengit
123
Akhir Hidup Mbah Suroso
124
Amarah Sang Suami
125
Akhir Dari Kisah Rieta.....
126
TAMAT

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!