Kini Ahmad sudah berada di depan rumah Yanto. Malam ini ia bertekad menemuinya untuk meminta pekerjaan.
Ia pun mengetuk pintu rumah itu. Seorang wanita paruh baya membukanya.
"Eh ada Syahrul! Ada apa malam-malam kemari?" tanya Emak Soleha, ibunya Yanto.
"Maaf mak mengganggu. Saya mau ketemu Yanto. Apa ada di rumah?" tanya Syahrul.
"Ada! Yo masuk dulu, nanti emak panggilin" Emak Soleha kemudian berjalan menuju kamar Yanto.
Tak lama Yanto keluar dari kamar dengan keadaan pincang.
"Yanto, gue ada perlu sama loe" ucap Syahrul.
"Perlu apa malam-malam begini?" tanya Yanto.
"Ngomong-ngomong kaki loe kenapa pincang begitu?" tanya Syahrul sembari terus mengamati kaki Yanto.
"Biasa kecelakaan!" ucapnya datar.
"To, gue kesini mau minta kerjaan sama loe" ucap Syahrul to the point.
Seketika kening Yanto berkerut.
"Serius loe? Tapi ini kerjaan gak main-main harus siap jiwa dan raga loe" balas Yanto.
"Kerjaan apaan sih kaya gitu? Loe jadi agen mata-mata ya?" tanya Syahrul heran.
"Mata loe soek! Ya kagak lah bego. Malam jumat kliwon kan besok, loe kemari lagi kalau loe mau benar-benar kerja. Tapi ingat jangan ember mulut loe" ucap Yanto.
"Siap komandan!" balas Syahrul.
"Tapi loe harus bawa syaratnya!" ucap Yanto.
"Apa?" tanya Syahrul.
"Bawa kembang kantil, telor bebek mentah, singkong mentah, menyan, kopi hitam, dan ayam cemani" perintah Yanto.
"Syaratnya kok aneh?" tanya Syahrul ragu-ragu.
"Mau kaya, kagak loe?" tanya Yanto.
"Mau lah" jawabnya.
Syahrul pun pulang dari rumah yanto. Di jalan, ia seperti ada seseorang yang mengikutinya.
Bau anyir darah tercium sangat pekat membuat bulu kuduknya meremang. Tak lama terdengar suara bayi menangis.
"Sue bau banget. Apa sih ini" gumamnya sembari memencet hidungnya.
"Mas, tolong saya" ucap suara parau itu.
"Siapa?" tanya Syahrul.
"Aku di atasmu, mas.. Hihihihi" ucap wanita itu.
Syahrul spontan melihat ke atas dahan pohon. Ia begitu takut ketika melihat sundel bolong membawa anaknya bergelantungan sembari tertawa menyeringai.
"Ha ha ha hantu......" kakinya seketika tak bisa di gerakan.
Makhluk itu terbang ke arah Syahrul.
"Mas garukin punggungku... Hihihihi" mahkluk itu tertawa sembari memperlihatkan punggungnya.
"Setannnnnnnnnnn!!" kini ia pun berlari sangat kencang.
"Hihihihi... Tadinya aku mau titip anakku" ucap hantu itu kemudian menghilang.
Kini Syahrul sedang di kerubuti oleh tetangganya karena dirinya pingsan di pinggir jalan. Sesudah melihat hantu itu, badannya langsung lemas dan akhirnya tak sadarkan diri.
"Syahrul, bangun!" ucap Pak Rt.
"Saya ada dimana?" tanya Syahrul.
"Kamu itu pingsan di pinggir jalan!" jawab Pak RT.
"Semalam saya melihat sundel bolong" ucapnya.
"Hahhh? Dimana?" tanya semua orang.
"Di pohon sengon sana" jawab Syahrul.
"Sudahlah lebih baik kamu pulang saja sekarang" perintah Pak RT.
...****************...
Kini Yanto dan Syahrul sudah berada di depan sebuah curug. Yanto mulai menyalakan kemenyan dan memberikan sesajen.
"Kau bawa lagi teman?" tanya juru kunci yang bernama Mbah Darmo.
"Iya, mbah" jawab Yanto.
"Yan ini kok ngeri begini. Sebenarnya loe kerja apa sih?" tanya Syahrul.
"Hei anak muda, apa kau tidak tahu tujuanmu kemari?" tanya Mbah Darmo.
"Tidak mbah. Saya hanya meminta pekerjaan pada teman saya" jawab Syahrul.
"Hahahahaha... Kau akan segera tahu anak muda bahwa pekerjaan yang di maksud temanmu itu apa" ucap Mbah Darmo.
Mbah Darmo pun menyuruh Yanto berubah wujud. Seketika Yanto berubah menjadi seekor babi.
"Itulah pekerjaannya" ucap Mbah Darmo sembari tertawa.
"Yanto, loe?" kini Syahrul sangat ketakutan melihat perwujudan babi yang bertaring sangat panjang.
"Iya, ini gue, yanto. Gue ngepet selama ini. Loe pikir gue kaya dari mana kalau tidak kaya gini.. Grokkk grokkkk" ucap Yanto sembari ngorok khas babi.
"Jadi loe yang selama ini meresahkan warga?" tanya Syahrul.
"Iya!. Gue bisa kaya dan bahagiain Emak Leha berkat gue jadi babi ngepet. Bahkan sebentar lagi gue bisa berangkatin Emak Leha pergi umroh dan beli hewan qurban" jawab Yanto.
Karena sudah ingin kaya, maka Syahrul menyetujui pesugihan ini.
"Apa kau sudah yakin dengan semua konsekuensi nya, anak muda? Dosa di tanggung sendiri dan ingat jangan sampai menyesal" ucap Mbah Darmo.
"Apapun itu akan saya tanggung asal saya bisa kaya" ucapnya.
"Baiklah jika begitu. Masuklah kedalam gua sana. Jika ada seorang putri menemui mu, kau harus bersikap baik padanya. Kau pun akan di mintai tumbal manusia. Hanya satu orang saja sebagai tanda ikatan antara kau dengan sesembahan mu nanti. Sebelum kau pergi, makanlah dulu" ucap Juru kunci itu memberikan semangkuk bubur, sepiring mie goreng, satu lembar kerupuk kulit dan satu gelas susu hangat.
Jika dalam pengelihatan mata gaib, makanan yang di berikan Mbah Darmo itu berupa semangkuk kotoran babi, sepiring cacing tanah, selembar kulit manusia dan segelas air kencing babi. Dengan lahap Syahrul memakan makanan itu, ia pun meneguk susu hangat itu hingga tandas tak tersisa.
"Masuklah sekarang, kau hanya perlu duduk di atas sebuah batu dengan mata terpejam. Ingat jangan membuka matamu jika belum ada seseorang yang menyentuh bahumu" perintah Mbah Darmo.
"Baiklah Mbah" Syahrul langsung berjalan menuju goa di depan sana.
Ia langsung duduk dengan mata terpejam. Tak lama, semilir angin meniup tengkuknya. Lalu tangan lentik memegang bahunya.
"Buka matamu kang mas" suara wanita itu sangat lembut.
Syahrul membuka matanya dan betapa terkejutnya sudah berdiri sosok wanita cantik dengan gaun kerajaan yang sangat indah, berbalut dengan emas. Dan jangan lupakan yang tadinya tempat itu hanya berupa goa yang gelap dan lembab, kini telah berubah menjadi istana yang sangat megah dengan pilar-pilar menjulang tinggi berlapis emas dan berlian.
"Kau siapa?" tanya Syahrul heran.
"Akulah yang akan memberikanmu kekayaan kang mas. Sini mendekat lah padaku" wanita itu merentangkan tangannya.
Syahrul segera berjalan kearah wanita itu.
"Panggil aku, Nyai Kamiri. Kau akan kaya, maka kau harus layani aku dahulu. Puaskan aku buat aku menjerit kenikmatan" ucap perempuan siluman itu.
Yang terlihat dimata Syahrul adalah seorang putri yang cantik jelita. Berbadan ramping berkulit mulus dan berwajah bak boneka barbie, tapi pada kenyataanya Nyai Kamiri berwajah seperti babi dengan taring yang panjang. Lidah ya menjulur panjang dan meneteskan liur seperti nanah. Mata nya pun melotot seperti ingin keluar dari tempatnya.
"Layani aku kang mas. Aku sudah tidak tahan , achhhhhhh" ucap Nyai Kamiri sembari menanggalkan pakaiannya.
Syahrul pun mulai mendekap Nyai Kamiri. Ia mencium rambut yang tercium sangat harum. Syahrul langsung membawa tubuh Nyai Kamiri keatas ranjang. Ia menciumi wajah siluman babi itu dengan sangat rakut.
"Achh, kang mas kau pandai sekali" ucap siluman babi itu.
"Kau sangat cantik Nyai. Aku sangat bernafsu kepadamu" Syahrul terus saja meremas bukit kembar siluman itu.
Mereka pun melakukan penyatuan hina itu, sampai satu jam lamanya.
Sesudah bergulat yang cukup panas, Nyai kamiri memberikan kain hitam padanya.
"Ini jalan kekayaanmu, kang mas. Sebut mantra ini jika kau ingin bekerja. Dan simpan mantel ini di tempat tersembunyi. Satu lagi, jangan lupa berikan tumbal kepala manusia padaku" ucap Nyai kamiri.
"Baiklah Nyai. Terimakasih kau memang junjunganku dan sesembahan ku" ucap Syahrul.
"Pulanglah, kang mas" perintah Nyai Kamiri.
Syahrul pun keluar dari goe itu. Dan anehnya semua yang bersinar lenyap saat Syahrul keluar dan istana megah itu juga menghilang. Kini hanya menyisakan satu ekor babi besar.
"Hahaha. Tambah lagi pengikutku. Dasar manusia bodoh. Mau kaya tidak mau bekerja. Kau akan sengsara selamanya" ucap Nyai kamiri lalu pergi.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 126 Episodes
Comments
Safitri Agus
lah ini gimana konsepnya Yanto,mengumrohkan emak tapi kerjamu haram
2025-03-04
0
libra imut
ngeri
2024-11-27
0
libra imut
/Puke/
2024-11-27
0