Kepulangan Ahmad

Dentuman musik di sebuah club malam memekakkan telinga. Tetapi manusia-manusia di dalamnya menikmati itu dengan tangan di temani segelas Whisky.

"Minum yang banyak brader!!!" ucap Syahrul pada teman-temannya.

"Minum sampai tepar" balas temannya.

Syahrul seakan lupa bahwa dirinya harus mengirimkan tumbal malam ini untuk sang jungjungan.

Di alam siluman. Nyai Kamiri sedang menikmati santapan daging manusia yang di tumbal kan oleh para pemujanya. Terlihat daging-daging segar manusia yang masih bernyawa menggeliat-geliat meminta ampun dan pertolongan tapi apa pedulinya siluman babi itu.

"Dayang, apa ada yang belum memberikan tumbal padaku?" tanya Nyai Kamiri pada dayangnya yang bernama Sekar Arum.

"Ada Nyai!" balas Sekar Arum.

"Siapa bedebah itu?" tanyanya.

"Syahrul" ucap Sekar Arum.

"Kurang ajar! Aku akan lihat dia sedang apa sampai lupa memberikan santapan untukku" Nyai Kamiri kemudian melihat dari kaca gaib apa yang Syahrul lakukan.

Ternyata terlihat Syahrul sedang mabuk dan mencumbui wanita malam.

"Manusia bedebah, tidak tahu di untung. Awas saja jika besok kau tidak memberikanku tumbal kepala ibumu, kau yang akan ku jadikan santapan" geram siluman itu.

......................

Hari apes memang nyatanya tidak ada di kalender. Hal itu yang dilakukan Ahmad.

Ia membawa satu kantung yang diminta Nyai kamiri. Dirinya sudah masuk kedalam goa itu.

"Kau membawa persembahan itu, kakang mas?" tanya Nyai Kamiri.

"Tentu saja Nyai" balas Syahrul.

"Letakan di meja batu itu, dan kau boleh pulang sekarang" perintah siluman itu.

"Sendiko dawuh Nyai" Syahrul segera lari tunggang langgang meninggalkan goa itu.

Kini Nyai Kamiri telah bahagia melihat kantung yang di yakini kepala manusia itu. Ia menyuruh para dayang-dayangnya berkumpul mengelilingi kantung itu.

"Nyalakan api suci, wahai dayangku" ucap Nyai Kamiri.

"Baiklah, nyai" ucap sang dayang.

Nyai Kamiri dan para dayang-dayangnya langsung melakukan ritual untuk menyambut tumbal nya yang baru. Tumbal yang Syahrul berikan sangat sepesial karena ini kepala Ibu Sulastri. Nyai Kamiri sangat yakin dosa yang paling besar di lakukan oleh pengikutnya adalah dosa yang di lakukan Syahrul. Kenapa memilih Syahrul untuk menumbalkan ibunya, Nyai Kamiri pun entah tidak mau memikirkannya.

"Hahahahah..Syahrul, kau akan kekal di neraka bersama kami..Nikmati harta sesaatmu.. Hahahaha.. Dasar manusia bodoh" ucapnya bahagia.

"Buka bungkusan itu!" perintahnya pada sang dayang.

Dayang itu langsung mengeluarkan isi dari bungkusan kantung itu. Sesaat Nyai Kamiri tercengang kala melihat isi dalam kantung itu bukan kepala manusia, melainkan kepala kambing.

Seketika Nyai Kamiri menjadi murka. Wujud aslinya langsung terlihat menyeramkan.

"Hargggghhhh.. Bedebah kau menipuku, manusia ingkar! Awas saja kau, akan ku habisi" teriaknya dengan nada menggema.

"Dayang, bawa manusia ingkar itu ke hadapanku" perintah Nyai Kamiri.

"Sendiko kanjeng" ucap sang dayang dengan patuh.

Kini Syahrul sedang memacu motornya. Ia ingin segera sampai ke rumahnya. Dari kejauhan para dayang siluman babi mengejarnya.

"Berhenti kau manusia ingkar! Kau akan mendapat akibatnya!" ucap Nyai Sekar Arum.

Syahrul melihat banyaknya lelembut berwujud babi mengejar dirinya.

"Siaaalll, pasti siluman itu sudah tahu persembahanku. Aku tidak mungkin menumbalkan ibumu sendiri" ucap Syahrul.

Kini motornya tiba-toba mati. Dirinya sekarang di kelilingi para dayang itu.

Tiba-tiba, Syahrul langsung tak sadarkan diri.

Syahrul membuka matanya, saat ini ia berada disebuah penjara bersama berbagai tawanan dengan wajah penuh penyesalan dan pakaian yang compang camping.

"Kalian siapa?" tanya Syahrul.

Mereka menjawab dengan logat Sunda, Jawa, Kalimantan dan bahasa yang lainnya membuat Syahrul tidak mengerti.

Kemudian dua orang berwajah babi berbadan tegap membuka kerangkeng besi sembari membawa cambukan.

"Geret pembohong ini" ucap dayang pada dua pria berwajah babi itu.

Syahrul di sered ketempat yang sangat mengerikan. Tercium bau yang sangat menyengat.

Syahrul di ikat di sebuah tiang pancang besi menghadap kesebuah lapangan. Syahrul menangis karena melihat banyaknya orang yang di siksa di sana, lalu melihat lagi orang yang sedang memanggul seperti batu yang sangat berat dengan badan yang sangat kurus.

"Lapar, lapar" terdengar suara dari orang-orang yang sedang memanggul batu itu.

Kini datanglah Nyai Kamiri di hadapan Syahrul.

"Nyai!" lirih Syahrul.

"Dasar manusia bedebah, pembohong. Kau ingkar janji padaku. Kau menipuku" geram siluman babi itu.

"Maafkan aku Nyai. Aku tidak sanggup menumbalkan ibuku sendiri" balas Syahrul.

"Maka begitu, kau lah yang akan menggantikan ibumu. Kau akan ku tawan dan tersiksa disini sampai hari kiamat... Hahahahaha" ucap Nyai Kamiri sembari tertawa puas.

"Jangan lakukan itu Nyai. Ampuni aku" kini Syahrul memohon.

"Pengawal, siksa bedebah ini" ucap Nyai Kamiri, lalu pergi dari hadapan Syahrul.

Dua algojo berwajah babi itu langsung mengayunkan cambuk itu ke tubuh Syahrul sampai dirinya memekik kesakitan.

Plass!!

Plasss!

Plas!!!

Cambukan itu terus menghujami tubuh Syahrul sampai ia menggelepar lemas.

"Tolong sakit" teriak Syahrul namun tak ada yang menghiraukan.

Syahrul pun kini di bawa kembali kedalam tahanannya.

...****************...

Sementara Ibu Sulastri hanya bisa bersedih karena sudah dua minggu Syahrul tidak pulang. Mau tidak mau, ia pun memberitahukan hal itu kepada Ahmad..

Ibu Sulastri pun menghubungi Ahmad.

"Assalamualaikum ibu. Bu gimana sehat?" tanya Ahmad.

"Wassalamu'alaikum salam nak. Alhamdulillah ibu sehat. Kamu sehat?" tanya Ibu Sulastri.

"Alhamdullah, bu. Aku disini sehat. Oh ya ada apa ibu meneleponku?" tanya Ahmad.

"Nak, ibu sedang memikirkan kakakmu. Sudah dua minggu ia tidak pulang ke rumah. Ibu khawatir. Ibu sudah lapor polisi, dan polisi pun tak menemukan keberadaannya" Ibu Sulastri berkata sembari menangis.

"Ahmad akan pulang bu. Ahmad akan mencari Kak Syahrul" Ahmad mencoba menenangkan ibunya.

"Baiklah jika begitu, nak. Ibu tidak punya siapa-siapa lagi selain kamu, nak" balas Ibu Sulastri.

Ahmad pun berpamitan pulang pada Kyai Nawawi dan sang istri.

Nyai Fatimah memberikan uang pada Ahmad untuk ongkosnya di jalan.

"Untukmu, Ahmad" Nyai Fatimah memberikan uang itu tetapi Ahmad tak berani menerima.

"Tidak usah nyai" ucap Ahmad sembari tertunduk malu.

"Terimalah uang itu untuk ongkos dan makan di perjalanan. Aku doa kan semoga urusanmu segera selesai dan membantuku mengajar santri lagi" kini yang berkata adalah Kyai Nawawi.

Ahmad pun menerima uang itu dengan tangan gemetar.

"Jika ada apa-apa, segera kau kembali kemari" pesan kyai Nawawi yang sepertinya membaca ada hal yang buruk akan menimpa keluarga Ahmad.

"Baiklah Tuan guru dan Nyai. Kalau begitu, saya pamit" Ahmad segera pamit.

Kini Ahmad sudah sampai di rumah sang ibu. Lalu Ahmad melihat bahwa aura rumah itu tercium bau apek terutama di kamar sang kakak. Ahmad pun melihat di rumahnya banyak sekali mahkluk halus berseliweran seperti kakek tua dan gendrewo.

"Yaallah penuh sekali di rumah ini. Setelah aku bisa melihat yang seperti itu, aku baru sadar jika selama ini kami hidup serumah" ucap Ahmad dalam hatinya.

Ahmad pun tidak sengaja membuat kontak mata dengan seorang kakek tua berbaju pangsi. Ia melihat Ahmad dengan tatapan cukup dalam, tetapi Ahmad tak menghiraukannya.

Kemudian ia berjalan ke kamar Syahrul guna mendapatkan petunjuk mengenai hilangnya Syahrul. Matanya tak sengaja melihat lemari pakaian Syahrul bergerak gerak. Ia pikir itu kucing yang terjebak di sana.

Ahmad pun membuka itu. Pandangan matanya langsung tertuju pada jubah hitam yang terlipat di bawah pakaian.

Ahmad pun segera menarik jubah itu.

"Jubah apa ini? Dari mana Kak Syahrul mendapatkan benda ini" ucapnya.

Karena penasaran Ahmad pun hendak memakai jubah itu tetapi sesuatu menarik jubah itu sampai jatuh ke lantai.

"Jangan pakai benda terkutuk itu. Tidak ada bagian untukmu" ucap seseorang yang tak lain adalah kakek tua yang Ahmad temui di ruang tamu rumahnya.

Terpopuler

Comments

Zuhril Witanto

Zuhril Witanto

Alhamdulillah gak di pake

2024-09-07

0

Zuhril Witanto

Zuhril Witanto

untung Sahrul gak numbalin ibunya

2024-09-07

0

Zuhril Witanto

Zuhril Witanto

Ahmad neh

2024-09-07

0

lihat semua
Episodes
1 Suasana Di Dalam Pesantren
2 Mata Batin Ahmad
3 Resmi Menjadi Babi Ngepet
4 Menolong Arwah
5 Kecurigaaan Para Tetangga
6 Meminta Tumbal
7 Kepulangan Ahmad
8 Sampai Ke Alam Jin
9 Mulai Mencari
10 Khodam Untuk Ahmad
11 Kecemasan Ibu Sulastri
12 Raksasa Masuk Islam
13 Menyelamatkan Dari Tumbal
14 Datang Ke Kedai Orang Tua Ari
15 Menjemput Syahrul
16 Berhasil Membawa Pulang Syahrul
17 Karma Untuk Syahrul
18 Batu Misterius
19 Penyakit Kiriman Banaspati
20 Dendam Dukun Santet part 1
21 Dendam Dukun Santet Part 2 dan Kekalahannya
22 Tugas Me Ruqyah rumah.
23 Gangguan Mulai Berdatangan
24 Tabir Kelam Rumah Bagus
25 Menyelesaikan Tugas
26 Misteri Warung Soto
27 Bekerja di warung soto
28 Rena Yang Malang
29 Bercinta Dengan Demit
30 Memulai Penyerangan
31 Menghancurkan Sapri
32 Berkahnya Air Zam-Zam
33 Kedatangan Jin Dari Kerajaan kuda
34 Menolong Arwah lagi
35 Psikopat
36 Psikopat Part 2
37 Di Jebak
38 Tertangkap
39 Idris Di Penjara dan Kisah Masa Lalu
40 Masa Lalu Idris Yang Menyedihkan
41 Kunti Pakai Baju Partai
42 Kuyang Yang Meresahkan
43 Mengetahui Siapa Nilam dan Memulai mengintai
44 Mukbang Ari-Ari Bayi.
45 Ketahuan
46 Mengeksekusi Kuyang
47 Kedatangan Tamu
48 Laksmi Yang Malang
49 Membantu Orang Misterius Melahirkan
50 Bertemu Nona Manise
51 Sosok Wanita Berair Mata Darah.
52 Adik Durhaka
53 Cerita Sedih Ismi
54 Balasan Untuk Manusia Yang Ingkar
55 Meninggal Sehabis Berzin*
56 Akhirnya Mendapat Maaf Kedua Orang Tua
57 Mengakhiri Kutukan
58 Menyelamatkan Suster Ami dan mendapat Kejutan Di Semak-semak
59 Mengambil kebahagiaan Ibu Kandung Sendiri
60 Imas Di Temukan
61 Menuai Balasan
62 Di Pintai Pertolongan
63 Tumbal Siluman Buaya Putih
64 Pelaku Terungkap
65 Awal Mula Pesugihan
66 Besan Tidak Punya Akhlak
67 Awal Kehancuran Keluarga Romo Legi
68 Menumbalkan Menantu
69 Kekalahan Ratu Siluman Buaya
70 Hadiah Istimewa
71 Banyak pindah tempat makan
72 Warung Yang Sepi
73 Menolong Lagi
74 Normal Kembali
75 Gara-gara Film Biru
76 Berbohong
77 Akan menyelidiki
78 Tertangkap Basah
79 Dimasukan Pesantren
80 Datang Ke Pesantren
81 Fakta Nyai Parwati Geni
82 Menolong Tila
83 Dapat Melihat Tila
84 Menikah Mendadak
85 Bulan Madu Part 1
86 Bulan madu part 2
87 Santet kalajengking
88 Serangan Santet
89 Kalahnya Pasukan Dukun
90 Syahrul menikah
91 Bulan Madu Yang Tertunda
92 Gangguan Di Hutan Jati
93 Bulan Madu Yang Panas
94 Pekerjaan Baru Syahrul
95 Adu Pedang
96 Terbongkar
97 Akhir Hidup Si Gay
98 Jenazah Bawel
99 Ruh Orang Kaya
100 Rahasia Komanya Victoria
101 Victoria Kembali
102 Victoria Bisa Melihat Hantu
103 Menemukan Alamat Ahmad
104 Hadiah Yang Pantastis
105 One Dior, One Louis Vuitton......
106 Main Tembak-tembakan
107 Menunaikan Janji
108 Sabung Ayam Membuat Sengsara.
109 Sabung Ayam Membuat Sengsara Part 2
110 Syahrul Yang Tulus.
111 Mobil Bergoyang
112 Ipar Dan Mertua Adalah Maut
113 Dendam Rieta
114 Balas Dendam Pertama
115 Balas Dendam Kedua
116 Wanita Berpayung Malam-Malam.
117 Karma Untuk Mieke
118 Niat Jahat Yang Berakhir Sia-sia
119 Tabir Yang Mulai Terbuka
120 Membantu Rieta
121 Punya Bala Tentara
122 Pertarungan Sengit
123 Akhir Hidup Mbah Suroso
124 Amarah Sang Suami
125 Akhir Dari Kisah Rieta.....
126 TAMAT
Episodes

Updated 126 Episodes

1
Suasana Di Dalam Pesantren
2
Mata Batin Ahmad
3
Resmi Menjadi Babi Ngepet
4
Menolong Arwah
5
Kecurigaaan Para Tetangga
6
Meminta Tumbal
7
Kepulangan Ahmad
8
Sampai Ke Alam Jin
9
Mulai Mencari
10
Khodam Untuk Ahmad
11
Kecemasan Ibu Sulastri
12
Raksasa Masuk Islam
13
Menyelamatkan Dari Tumbal
14
Datang Ke Kedai Orang Tua Ari
15
Menjemput Syahrul
16
Berhasil Membawa Pulang Syahrul
17
Karma Untuk Syahrul
18
Batu Misterius
19
Penyakit Kiriman Banaspati
20
Dendam Dukun Santet part 1
21
Dendam Dukun Santet Part 2 dan Kekalahannya
22
Tugas Me Ruqyah rumah.
23
Gangguan Mulai Berdatangan
24
Tabir Kelam Rumah Bagus
25
Menyelesaikan Tugas
26
Misteri Warung Soto
27
Bekerja di warung soto
28
Rena Yang Malang
29
Bercinta Dengan Demit
30
Memulai Penyerangan
31
Menghancurkan Sapri
32
Berkahnya Air Zam-Zam
33
Kedatangan Jin Dari Kerajaan kuda
34
Menolong Arwah lagi
35
Psikopat
36
Psikopat Part 2
37
Di Jebak
38
Tertangkap
39
Idris Di Penjara dan Kisah Masa Lalu
40
Masa Lalu Idris Yang Menyedihkan
41
Kunti Pakai Baju Partai
42
Kuyang Yang Meresahkan
43
Mengetahui Siapa Nilam dan Memulai mengintai
44
Mukbang Ari-Ari Bayi.
45
Ketahuan
46
Mengeksekusi Kuyang
47
Kedatangan Tamu
48
Laksmi Yang Malang
49
Membantu Orang Misterius Melahirkan
50
Bertemu Nona Manise
51
Sosok Wanita Berair Mata Darah.
52
Adik Durhaka
53
Cerita Sedih Ismi
54
Balasan Untuk Manusia Yang Ingkar
55
Meninggal Sehabis Berzin*
56
Akhirnya Mendapat Maaf Kedua Orang Tua
57
Mengakhiri Kutukan
58
Menyelamatkan Suster Ami dan mendapat Kejutan Di Semak-semak
59
Mengambil kebahagiaan Ibu Kandung Sendiri
60
Imas Di Temukan
61
Menuai Balasan
62
Di Pintai Pertolongan
63
Tumbal Siluman Buaya Putih
64
Pelaku Terungkap
65
Awal Mula Pesugihan
66
Besan Tidak Punya Akhlak
67
Awal Kehancuran Keluarga Romo Legi
68
Menumbalkan Menantu
69
Kekalahan Ratu Siluman Buaya
70
Hadiah Istimewa
71
Banyak pindah tempat makan
72
Warung Yang Sepi
73
Menolong Lagi
74
Normal Kembali
75
Gara-gara Film Biru
76
Berbohong
77
Akan menyelidiki
78
Tertangkap Basah
79
Dimasukan Pesantren
80
Datang Ke Pesantren
81
Fakta Nyai Parwati Geni
82
Menolong Tila
83
Dapat Melihat Tila
84
Menikah Mendadak
85
Bulan Madu Part 1
86
Bulan madu part 2
87
Santet kalajengking
88
Serangan Santet
89
Kalahnya Pasukan Dukun
90
Syahrul menikah
91
Bulan Madu Yang Tertunda
92
Gangguan Di Hutan Jati
93
Bulan Madu Yang Panas
94
Pekerjaan Baru Syahrul
95
Adu Pedang
96
Terbongkar
97
Akhir Hidup Si Gay
98
Jenazah Bawel
99
Ruh Orang Kaya
100
Rahasia Komanya Victoria
101
Victoria Kembali
102
Victoria Bisa Melihat Hantu
103
Menemukan Alamat Ahmad
104
Hadiah Yang Pantastis
105
One Dior, One Louis Vuitton......
106
Main Tembak-tembakan
107
Menunaikan Janji
108
Sabung Ayam Membuat Sengsara.
109
Sabung Ayam Membuat Sengsara Part 2
110
Syahrul Yang Tulus.
111
Mobil Bergoyang
112
Ipar Dan Mertua Adalah Maut
113
Dendam Rieta
114
Balas Dendam Pertama
115
Balas Dendam Kedua
116
Wanita Berpayung Malam-Malam.
117
Karma Untuk Mieke
118
Niat Jahat Yang Berakhir Sia-sia
119
Tabir Yang Mulai Terbuka
120
Membantu Rieta
121
Punya Bala Tentara
122
Pertarungan Sengit
123
Akhir Hidup Mbah Suroso
124
Amarah Sang Suami
125
Akhir Dari Kisah Rieta.....
126
TAMAT

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!