Jin itu mengantarkan Ahmad melewati hutan berduri. Namun roda nya terlilit oleh akar rambat.
"Kenapa dengan keretanya?" tanya Ahmad.
"Keretaku sepertinya terlilit akar rambat" jawabnya.
Ahmad pun turun, lalu ia mengambil belati yang ada di tasnya.
Dengan sekali tebasan, Ahmad mampu memotong akar lilit itu hingga tiba-tiba terdengar seperti suara auman harimau.
"Apa itu?" tanya Ahmad pada jin si pembawa kereta.
"Sepertinya ada yang terjebak selain kita. Mungkin seekor harimau" jawab jin itu.
Dari semak-semak, terdengar gemrisik dan semak-semak itu bergoyang.
"Ki, sebaiknya kita sembunyi" ucap Ahmad pada jin itu.
Jin itu merasa takut, dan kuda-kuda penarik kereta itu pun memekik ketakuan.
"Ada apa ini!" jin pembawa andong itu bermonolog.
"Sebaiknya kita jalan sekarang saja" Ahmad dan jin itu langsung menaiki keretanya. Kuda penariknya pun langsung bergerak
Tanpa Ahmad ketahui, di belakang seekor harimau besar yang tingginya kira-kira dua meter lebih mengejarnya. Kuda penarik pun semakin tak tenang.
"Astagfirullah harimau, ki" teriak Ahmad.
Jin itu panik, tetapi ia lebih panik lagi ketika melihat sosok harimau itu.
"Ki Jalaksa" gumam jin penarik andong itu.
"Siapa dia ki?" tanya Ahmad.
"Bahaya ini bahaya" ucap jin itu ketakutan.
Jin harimau itu kini sudah menghadang kereta kuda yang Ahmad tumpangi.
Lalu harimau itu mendekat sembari menggerak-gerakan ekornya dan telinganya. Ia kemudian mengendus-endus tubuh Ahmad. Ahmad yang merasa ketakutan mengira bahwa harimau besar itu akan memakannya ia pun hanya bisa pasrah dan tubuh menggigil.
"Kau manusia?" tanya harimau itu.
Ahmad pun mendongakkan wajahnya.
"Benar, aku manusia" jawab Ahmad.
"Jadi kau manusia?" Jin pembawa kereta itu langsung ketakutan. Ia lari bersembunyi di balik pohon.
Ahmad pun turun lalu menghampiri jin yang bersembunyi itu.
"Aku memang manusia ki. Dan aku tidak akan membuatmu takut. Keluarlah" ucap Ahmad.
Jin itu langsung keluar dari persembunyiannya.
Ahmad pikir hanya manusia yang takut jika bertemu jin, ternyata jin juga ada yang takut bertemu manusia.
"Kereta mu rusak. Maaf aku tidak bisa mengantarmu" ucap Jin itu lesu.
"Tak apa. Ini sebagai upahmu" Ahmad memberikan segenggam beras pada jin itu. Tak disangka makhluk itu langsung menangis dan bersujud.
"Terimakasih tuan. Kau sudah memberiku emas batangan yang begitu banyak. Aku tidak akan kelaparan lagi. Aku akan membaginya pada semua tetangga-tetangga rumahku" ucap Jin itu.
Ahmad pun heran, pasal ya itu hanya segenggam beras tetapi kenapa jin itu menyebutnya sebagai emas batangan.
Tetapi ingatan nya seketika tertuju pada kyai Nawawi.
"Itu untuk bekalmu. Garam itu akan membantumu melindungi dari bangsa jin yang akan menyerang mu. Beras itu akan membantumu untuk mengumpulkan pasukan jin yang sedang kelaparan dan kain itu bisa kau gunakan untuk menjadi kendaraan saat membawa kakakmu melarikan diri dari istana itu. Tak banyak waktu Ahmad. Sekarang kau pergilah. Pejamkan matamu sembari membaca syahadat dan istighfar. Dan ini tasbihku, bawalah sebagai tanda kau muridku. Perlihatkanlah jika kau melewati sebuah Kerajaan jin yang rajanya memiliki tangan sembilan dan bermata sipit" ucap kyai Nawawi saat itu.
"Aku bisa memberikan beras ini pada jin yang sedang kelaparan nantinya" gumam Ahmad.
"Tuan, karena kau telah memberikan harta yang banyak ini, maka aku akan membantumu disaat kau membutuhkannya" ucap jin pembawa kereta itu.
"Terimakasih. Jika nanti aku membutuhkanmu, maka dengan apa aku memanggilmu?" tanya Ahmad.
Jin itu mengambil batu. Lalu mengusapnya.
"Gesekan kedua batu ini, maka aku akan datang" jawab jin itu.
"Baiklah jika begitu. Aku harus pe4gi karena perjalanku masih jauh. Asalamuallaikum" Ahmad pun berlalu.
Ahmad berjalan menyusuri sebuah bukit, ia tidak tahu bahwa jin harimau itu masih mengikutinya.
"Naiklah ke punggungku" ucapnya.
"Aku kira ki maung sudah tidak mengikutiku" ucap Ahmad.
"Mana mungkin aku tidak mengikuti manusia yang telah menolongku. Kau tuan ku sekarang dan aku akan menjadi pendampingmu" ucap harimau itu.
"Maaf ki maung. Tetapi aku tidak merasa menolongmu. Jangan mempertuankan aku. Kau bebas pergi kemana saja" ucap Ahmad.
"Aku telah terbelenggu di akar lilit itu selama seribu tahun. Kau yang menyelamatkan ku. Kau telah menebas akar itu" ucap harimau itu.
"Itu semua sudah takdir dari Allah" ucap Ahmad.
Ia terus berjalan tanpa menghiraukan keberadaan harimau besar itu.
Rasa lelah pun mendera membuat Ahmad duduk sejenak di gundukan batu besar.
Ia mengambil air minumnya, tak di sangka, air minum itu menetes ke batu itu lalu batu itu pelan-pelan bergerak.
Ahmad yang panik, segera loncat dari batu itu.
"Arghhhhhhhhhh,, siapa yang sudah berani membangunkan dari tidurku" suara geraman dari makhluk yang menyerupai batu besar itu.
"Raksasa batu" gumam Ahmad was-was.
"Siapa kau mahluk berkulit lunak? Beraninya kau mengganggu tidur panjangku" tanya batu raksasa itu.
"Maaf batu, aku tak tahu kalau dirimu hidup" ucap Ahmad.
"Disini, semua benda mati bisa hidup" ucap harimau itu.
"Maafkan aku" ucap Ahmad lagi.
"Enak saja kau. Kau telah ganggu moksaku. Dan sekarang kau harus ku habisi" geram batu itu.
"Kau jangan takut!" ucap harimau itu.
"Bagaimana mengalahkannya, dia itu batu ki?" Ahmad sangat takut pada raksasa batu itu.
"Cari tahu kelemahannya!" ucap harimau itu.
Raksasa batu itu kemudian mengendus-endus Ahmad, ia lalu terkejut mengetahui kalau Ahmad seorang manusia.
"Kamu manusia?" tanya raksasa batu itu.
"Iya" jawab Ahmad.
"Mau apa kau ke alam kami?" tanyanya lagi.
"Aku mau mencari kakak ku yang di tawan oleh ratu siluman babi" jawab Ahmad.
"Hahahahaha. Kau mau melawan siluman itu? Lebih baik kau pulang saja" raksasa batu itu mencoba melemahkan mental Ahmad.
"Hei jelek, kau tak usah melemahkan mental dia. Batu jelek" umpat harimau.
"Hei kucing, jangan ikut campur" balas raksasa batu itu.
Harimau pun sudah bersiap akan menyerang raksasa batu itu, tetapi Ahmad segera menghalanginya.
"Jangan ki maung. Lebih baik kita jalan saja dan jangan hiraukan dia" ucap Ahmad.
"Benar sekali tuan" balas harimau.
"Jangan panggil aku tuan, ki maung. Aku bukan tuanmu" ucap Ahmad.
"Seribu kali kau menolaku, ku akan terus memanggilmu tuan karena kau penyelamatku" harimau itu kekeh sekali dengan itu.
"Terserah kau saja" ucapnya.
"Mau kemana kalian, hadapi aku dulu" ucap raksasa batu itu.
"Lemparkan air itu ke tanah!" perintah harimau itu.
Ahmad pun menuangkan air minumnya dan tanpa disadari air itu membentuk sebuah telaga.
"Ayo kita pergi" ucap harimau.
Ahmad dan harimau pun segera pergi dari tempat itu meninggalkan raksasa batu itu yang terus berteriak-teriak.
"Di alam jin semuanya aneh-aneh" ucap Ahmad.
"Kau benar! Tapi sebelum kita pergi ke istana siluman babi itu, maukah kau mengantarku menuju kerajaanku. Aku sudah terlalu lama menghilang, aku takut rajaku yang agung mencariku dan mengira aku sudah berkhianat" ucap Harimau itu.
"Dimana kerajaanmu?" tanya Ahmad.
"Padjajaran!" jawab harimau itu.
Seketika Ahmad membeku mendengar Kerajaan itu. Kerajaan yang hilang secara misterius.
"Apa rajamu prabu siliwangi?" tanya Ahmad.
"Benar. Dia rajaku. Ayo antarkan aku. Kau harus jadi saksi bahwa aku tidak menghilang begitu saja" ucap harimau itu.
"Baiklah ayo aku antar menemui rajamu, ki maung" balas Ahmad.
"Naiklah ke punggungku. Mulai saat ini aku akan menjadi khodammu" ucap harimau itu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 126 Episodes
Comments
gedang Sewu
wah enak ya klu fi sini ada harimau ki maung gk usah beli bendin ya thor klu berangkat kerja...😂😂 👍👍💪💪💪 yrs ya thor...
2025-01-28
0
Zara Rahmi
wahhhh busettttttt😆😆😆😆😆😆😆😆😆😆😆
2024-12-25
0
Yulay Yuli
keren imazinasi Authour
2024-11-15
0