Raksasa Masuk Islam

Ahmad kini sudah sampai di kerajaan Pajajaran. Ia melihat istana sunda kuno yang sangat megah. Ahmad melihat ada ketakutan di wajah harimau.

"Ki maung, sepertinya kau khawatir?" tanya Ahmad.

"Aku takut prabu tidak menerima kehadiranku!" ucapnya sedih.

"Tak apa. Jangan khawatir, kau kan tidak bersalah. Yakinlah prabu tidak akan menyalahkan mu" Ahmad mencoba memenangkan harimau itu.

Harimau itu berjalan menuju gerbang kerajaan. semua penjaga kerajaan itu langsung membungkukkan badannya pada harimau yang bernama Jalaksa itu.

"Ternyata ini kerajaan yang menghilang itu? Megah sekali aslinya, aku hanya tahu di buku-buku sekolah saja tentang ini, dan nyatanya ini ada" ucap Ahmad dalam hati.

Ia banyak sekali melihat harimau berkeliling-keliling di area kerajaan. Tetapi tubuhnya sangat besar berbeda dengan harimau di dunia manusia, lalu Ahmad melihat banyak juga manusia yang seperti dirinya, tetapi yang membedakannya hanya pakaian saja.

"Pakaian orang sunda kuno, dan bahasanya pun sunda kuno dan beda dari bahasa sunda yang sekarang" ucap Ahmad.

"Ahmad, batu, kalian tunggu disini" ucap harimau menunjukan pelataran istana.

Kini harimau itu menuju ruangan singgasana sang prabu.

"Maafkan hamba raja" harimau langsung bersimpuh di kaki sang prabu dan menangis.

"Jalaksa, lama kau menghilang. Kemana saja kau ini? Apa kau sudah menjadi penghianat?" tanya sang prabu.

"Ampun, baginda raja. Tidak sama sekali. Saat itu hamba ketiwasan. Saat ingin menjalankan tugas ke arah utara, kaki hamba terlilit akar rambat sampai hamba tak bisa melepaskan diri. Ampuni hamba, baginda yang mulia" harimau itu terus memohon agar sang prabu mengampuninya.

"Lalu kenapa kau bisa terbebas dari akar itu? Siapa yang menyelamatkanmu?" tanya sang prabu.

"Manusia! Dia yang menebas akar itu" jawab harimau.

"Apa kau membawanya kemari? Dan untuk apa dia ke alam ini?" tanya sang prabu.

"Dia ikut kemari, baginda. Sebenarnya dia ke alam ini ingin membawa kakaknya yang di tawan oleh siluman babi" jawab Harimau itu.

"Pasti orang itu pesugihan kan? Manusia modern masih ingin kaya dari jalur iblis. Dasar bodoh" ucap sang prabu sembari mengetukkan tongkat kayu berukiran ular naga bermata merah.

"Baginda raja, apakah hamba boleh ikut untuk mendampingi manusia itu ke istana siluman babi? Hamba sangat beruntung bisa bebas berkat manusia itu. Tanya harimau.

" Bawa dulu manusia itu kemari!" perintah sang taja.

Harimau pun membawa Ahmad kehadapan sang prabu. Ahmad dan raksasa batu itu memberi hormat. Ahmad tidak pernah menyangka bahwa dirinya akan bertemu dan bertatap muka langsung dengan legenda tatar sunda. Raja yang sangat di hormati di masyarakat sunda yaitu Prabu Siliwangi. Selama ini gambaran yang ada di lukisan-lukisan masih kalah jauh dengan aslinya yang sangat gagah dan berwibawa.

"Selamat datang di istanaku" ucap sang prabu.

"Dawuh tuan prabu" ucap Ahmad.

"Jalaksa tidak bisa ikut denganmu sementara. Ia harus mensucikan dirinya dahulu di curug Pamasrah diri sebelum dia akan membantumu. Kau pergilah dahulu dengan raksasa batu itu. Ambilah ini" ucap sang prabu sembari memberikan kujang berlapis emas itu.

Ahmad dengan ragu-ragu menerima kujang itu.

"Hanya ada dua manusia yang aku berikan kujang itu. Satu untuk seseorang yang berjuang di masa lalu dan satunya lagi untukmu. Ingat, jangan sekali-kali kau berbuat jahat atau maksiat. Jangan sampai dirimu kotor oleh hal yang di larang sang pencipta" titah sang prabu.

"Terimakasih tuan prabu" ucap Ahmad.

"Pergilah. Nanti Jalaksa akan menemuimu sesudah penyucian ini usai" ucap sang prabu.

Ahmad dan raksasa batu itu pun keluar dari istana padjajaran.

Ahmad dan raksasa batu itu berjalan menyusuri sebuah gunung berapi. Hawanya sangat panas sekali. Lelah rasanya sampai kaki Ahmad sedikit melepuh.

"Ini tempat apa?" tanya Ahmad pada raksasa batu itu.

"Ini sepertinya semacam tempat orang-orang yang di siksa oleh para jin. Jiwa mereka tertanam disini!" jawab raksasa batu itu.

"Memangnya mereka kenapa batu?" tanya Ahmad.

"Mereka itu korban teluh. Jasad yang di kuburkan itu bukan mereka tetapi hanya gedebong pisang. Mereka di siksa disini" jawab raksasa batu itu.

"Kasihan mereka. Masih hidup tersisa dan sudah mati masih tersiksa" ucap Ahmad.

"Itulah pekerjaan manusia yang jahatnya melebihi setan" ucap raksasa batu itu.

Ahmad melihat mentari sudah sedikit meredup, ia prediksikan bahwa sudah masuk waktu solah ashar.

"Batu, kau tunggu disini. Aku sholat dulu" ucap Ahmad.

"Baiklah!" jawab raksasa itu.

Ahmad segera tayamum, lalu membentangkan sajadah yang di berikan oleh jin islam ketika Ahmad berada di perkampungan tadi.

Raksasa batu itu mengamati setiap gerakan yang Ahmad lakukan. Ia baru tahu apa itu solat. Raksasa itu pun menirukan gaya Ahmad solat.

Ahmad pun selesai solat dan melipat kembali sajadahnya yang terbuat dari kulit kayu. Raksasa itu masih tetap melihat Ahmad.

"Batu, kenapa kau melihatku seperti itu?" tanya Ahmad.

"Aku hanya sedang memperhatikan gerakan apa yang kau lakukan" jawab Raksasa batu itu.

"Aku tadi sedang solat!" ucap Ahmad.

"Solat itu apa?" tanya raksasa batu itu.

"Solat itu menyembah Allah dan bukti rasa syukur kita pada Allah karena telah memberikan kita nikmat yang sangat banyak" jawab Ahmad.

"Allah itu siapa?" tanya raksasa batu itu.

"Allah adalah pencipta seluruh alam. Alam manusia, alam jin, hewan, tumbuhan dan seluruhnya. Aku dan kau juga ciptaan Allah. Kita hidup ini atas izinnya" jawab Ahmad.

"Apakah aku bisa bertemu dengannya?" tanya raksasa itu semakin ingin tahu.

"Kita tidak bisa bertemu dengannya. Kita cukup mengimaninya dan simpanlah namanya di hati dan jiwa kita. Sebutlah namanya dikala kita membutuhkan pertolongan. Sesungguhnya Allah lebih dekat dari pada urat nadi kita sendiri" Ahmad mencoba memberi paham pada raksasa batu itu.

"Aku ingin mencintai Allah. Aku ingin bisa solat sepertimu. Selama hidup aku hanya moksa tetapi tidak pernah berhasil. Entah apa tujuan hidupku ini" ucap raksasa batu itu.

"Jika kau ingin solat sepertiku, kau harus masuk islam dulu" Ahmad tak menyangka bahwa raksasa batu ini hatinya mulai terterangi keislaman.

"Benar kau mau mengimani Allah? Kamu siap menjalankan perintahnya dan menjauhi larangannya?" tanya Ahmad kembali pada makhluk keras yang ada di hadapannya.

"Aku siap!" jawabnya tegas.

"Kau harus syahadat. Ayo ikuti aku" ucap Ahmad yang di angguki oleh raksasa itu.

Raksasa itu kemudian membaca syahadat dengan khusu.

"Kamu sudah resmi menjadi seorang muslim. Kau harus solat. Tapi ngomong-ngomong apa kau punya nama?" tanya Ahmad.

"Entahlah, aku pun tak tahu siapa namaku!" jawab raksasa itu.

"Kalau aku beri nama padamu, apa kau mau?" tanya Ahmad.

"Mau!" jawab raksasa batu itu.

"Baiklah, mulai saat ini, aku beri nama kau Asmaul husna. Aku memanggilmu maul saja ya" ucap Ahmad.

'Nama yang sangat indah. Baiklah aku mau" balas Maul.

Terpopuler

Comments

Yulay Yuli

Yulay Yuli

kenapa bukan hajarul Aswad thour

2024-11-15

0

Zara Rahmi

Zara Rahmi

hahaaa, gemesh jugaaaa

2024-12-25

0

Suharnani

Suharnani

Betul. jaman sekarang aku takutnya bukan sama setan. takut sama perampok atau orang jahat

2024-08-26

0

lihat semua
Episodes
1 Suasana Di Dalam Pesantren
2 Mata Batin Ahmad
3 Resmi Menjadi Babi Ngepet
4 Menolong Arwah
5 Kecurigaaan Para Tetangga
6 Meminta Tumbal
7 Kepulangan Ahmad
8 Sampai Ke Alam Jin
9 Mulai Mencari
10 Khodam Untuk Ahmad
11 Kecemasan Ibu Sulastri
12 Raksasa Masuk Islam
13 Menyelamatkan Dari Tumbal
14 Datang Ke Kedai Orang Tua Ari
15 Menjemput Syahrul
16 Berhasil Membawa Pulang Syahrul
17 Karma Untuk Syahrul
18 Batu Misterius
19 Penyakit Kiriman Banaspati
20 Dendam Dukun Santet part 1
21 Dendam Dukun Santet Part 2 dan Kekalahannya
22 Tugas Me Ruqyah rumah.
23 Gangguan Mulai Berdatangan
24 Tabir Kelam Rumah Bagus
25 Menyelesaikan Tugas
26 Misteri Warung Soto
27 Bekerja di warung soto
28 Rena Yang Malang
29 Bercinta Dengan Demit
30 Memulai Penyerangan
31 Menghancurkan Sapri
32 Berkahnya Air Zam-Zam
33 Kedatangan Jin Dari Kerajaan kuda
34 Menolong Arwah lagi
35 Psikopat
36 Psikopat Part 2
37 Di Jebak
38 Tertangkap
39 Idris Di Penjara dan Kisah Masa Lalu
40 Masa Lalu Idris Yang Menyedihkan
41 Kunti Pakai Baju Partai
42 Kuyang Yang Meresahkan
43 Mengetahui Siapa Nilam dan Memulai mengintai
44 Mukbang Ari-Ari Bayi.
45 Ketahuan
46 Mengeksekusi Kuyang
47 Kedatangan Tamu
48 Laksmi Yang Malang
49 Membantu Orang Misterius Melahirkan
50 Bertemu Nona Manise
51 Sosok Wanita Berair Mata Darah.
52 Adik Durhaka
53 Cerita Sedih Ismi
54 Balasan Untuk Manusia Yang Ingkar
55 Meninggal Sehabis Berzin*
56 Akhirnya Mendapat Maaf Kedua Orang Tua
57 Mengakhiri Kutukan
58 Menyelamatkan Suster Ami dan mendapat Kejutan Di Semak-semak
59 Mengambil kebahagiaan Ibu Kandung Sendiri
60 Imas Di Temukan
61 Menuai Balasan
62 Di Pintai Pertolongan
63 Tumbal Siluman Buaya Putih
64 Pelaku Terungkap
65 Awal Mula Pesugihan
66 Besan Tidak Punya Akhlak
67 Awal Kehancuran Keluarga Romo Legi
68 Menumbalkan Menantu
69 Kekalahan Ratu Siluman Buaya
70 Hadiah Istimewa
71 Banyak pindah tempat makan
72 Warung Yang Sepi
73 Menolong Lagi
74 Normal Kembali
75 Gara-gara Film Biru
76 Berbohong
77 Akan menyelidiki
78 Tertangkap Basah
79 Dimasukan Pesantren
80 Datang Ke Pesantren
81 Fakta Nyai Parwati Geni
82 Menolong Tila
83 Dapat Melihat Tila
84 Menikah Mendadak
85 Bulan Madu Part 1
86 Bulan madu part 2
87 Santet kalajengking
88 Serangan Santet
89 Kalahnya Pasukan Dukun
90 Syahrul menikah
91 Bulan Madu Yang Tertunda
92 Gangguan Di Hutan Jati
93 Bulan Madu Yang Panas
94 Pekerjaan Baru Syahrul
95 Adu Pedang
96 Terbongkar
97 Akhir Hidup Si Gay
98 Jenazah Bawel
99 Ruh Orang Kaya
100 Rahasia Komanya Victoria
101 Victoria Kembali
102 Victoria Bisa Melihat Hantu
103 Menemukan Alamat Ahmad
104 Hadiah Yang Pantastis
105 One Dior, One Louis Vuitton......
106 Main Tembak-tembakan
107 Menunaikan Janji
108 Sabung Ayam Membuat Sengsara.
109 Sabung Ayam Membuat Sengsara Part 2
110 Syahrul Yang Tulus.
111 Mobil Bergoyang
112 Ipar Dan Mertua Adalah Maut
113 Dendam Rieta
114 Balas Dendam Pertama
115 Balas Dendam Kedua
116 Wanita Berpayung Malam-Malam.
117 Karma Untuk Mieke
118 Niat Jahat Yang Berakhir Sia-sia
119 Tabir Yang Mulai Terbuka
120 Membantu Rieta
121 Punya Bala Tentara
122 Pertarungan Sengit
123 Akhir Hidup Mbah Suroso
124 Amarah Sang Suami
125 Akhir Dari Kisah Rieta.....
126 TAMAT
Episodes

Updated 126 Episodes

1
Suasana Di Dalam Pesantren
2
Mata Batin Ahmad
3
Resmi Menjadi Babi Ngepet
4
Menolong Arwah
5
Kecurigaaan Para Tetangga
6
Meminta Tumbal
7
Kepulangan Ahmad
8
Sampai Ke Alam Jin
9
Mulai Mencari
10
Khodam Untuk Ahmad
11
Kecemasan Ibu Sulastri
12
Raksasa Masuk Islam
13
Menyelamatkan Dari Tumbal
14
Datang Ke Kedai Orang Tua Ari
15
Menjemput Syahrul
16
Berhasil Membawa Pulang Syahrul
17
Karma Untuk Syahrul
18
Batu Misterius
19
Penyakit Kiriman Banaspati
20
Dendam Dukun Santet part 1
21
Dendam Dukun Santet Part 2 dan Kekalahannya
22
Tugas Me Ruqyah rumah.
23
Gangguan Mulai Berdatangan
24
Tabir Kelam Rumah Bagus
25
Menyelesaikan Tugas
26
Misteri Warung Soto
27
Bekerja di warung soto
28
Rena Yang Malang
29
Bercinta Dengan Demit
30
Memulai Penyerangan
31
Menghancurkan Sapri
32
Berkahnya Air Zam-Zam
33
Kedatangan Jin Dari Kerajaan kuda
34
Menolong Arwah lagi
35
Psikopat
36
Psikopat Part 2
37
Di Jebak
38
Tertangkap
39
Idris Di Penjara dan Kisah Masa Lalu
40
Masa Lalu Idris Yang Menyedihkan
41
Kunti Pakai Baju Partai
42
Kuyang Yang Meresahkan
43
Mengetahui Siapa Nilam dan Memulai mengintai
44
Mukbang Ari-Ari Bayi.
45
Ketahuan
46
Mengeksekusi Kuyang
47
Kedatangan Tamu
48
Laksmi Yang Malang
49
Membantu Orang Misterius Melahirkan
50
Bertemu Nona Manise
51
Sosok Wanita Berair Mata Darah.
52
Adik Durhaka
53
Cerita Sedih Ismi
54
Balasan Untuk Manusia Yang Ingkar
55
Meninggal Sehabis Berzin*
56
Akhirnya Mendapat Maaf Kedua Orang Tua
57
Mengakhiri Kutukan
58
Menyelamatkan Suster Ami dan mendapat Kejutan Di Semak-semak
59
Mengambil kebahagiaan Ibu Kandung Sendiri
60
Imas Di Temukan
61
Menuai Balasan
62
Di Pintai Pertolongan
63
Tumbal Siluman Buaya Putih
64
Pelaku Terungkap
65
Awal Mula Pesugihan
66
Besan Tidak Punya Akhlak
67
Awal Kehancuran Keluarga Romo Legi
68
Menumbalkan Menantu
69
Kekalahan Ratu Siluman Buaya
70
Hadiah Istimewa
71
Banyak pindah tempat makan
72
Warung Yang Sepi
73
Menolong Lagi
74
Normal Kembali
75
Gara-gara Film Biru
76
Berbohong
77
Akan menyelidiki
78
Tertangkap Basah
79
Dimasukan Pesantren
80
Datang Ke Pesantren
81
Fakta Nyai Parwati Geni
82
Menolong Tila
83
Dapat Melihat Tila
84
Menikah Mendadak
85
Bulan Madu Part 1
86
Bulan madu part 2
87
Santet kalajengking
88
Serangan Santet
89
Kalahnya Pasukan Dukun
90
Syahrul menikah
91
Bulan Madu Yang Tertunda
92
Gangguan Di Hutan Jati
93
Bulan Madu Yang Panas
94
Pekerjaan Baru Syahrul
95
Adu Pedang
96
Terbongkar
97
Akhir Hidup Si Gay
98
Jenazah Bawel
99
Ruh Orang Kaya
100
Rahasia Komanya Victoria
101
Victoria Kembali
102
Victoria Bisa Melihat Hantu
103
Menemukan Alamat Ahmad
104
Hadiah Yang Pantastis
105
One Dior, One Louis Vuitton......
106
Main Tembak-tembakan
107
Menunaikan Janji
108
Sabung Ayam Membuat Sengsara.
109
Sabung Ayam Membuat Sengsara Part 2
110
Syahrul Yang Tulus.
111
Mobil Bergoyang
112
Ipar Dan Mertua Adalah Maut
113
Dendam Rieta
114
Balas Dendam Pertama
115
Balas Dendam Kedua
116
Wanita Berpayung Malam-Malam.
117
Karma Untuk Mieke
118
Niat Jahat Yang Berakhir Sia-sia
119
Tabir Yang Mulai Terbuka
120
Membantu Rieta
121
Punya Bala Tentara
122
Pertarungan Sengit
123
Akhir Hidup Mbah Suroso
124
Amarah Sang Suami
125
Akhir Dari Kisah Rieta.....
126
TAMAT

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!