Angel tak bisa menceritakan kejadian sebenarnya jika dirinya turut andil dalam pemukulan kedua teman sekelasnya itu. Tentunya baik Deka maupun Zayn tak mempermasalahkannya. Hanya saja guru BP nya yang masih muda itu datang di saat yang tidak tepat.
Angel merayu Dista untuk kali ini saja. Gadis bermata bulat itu sesekali membuat cerita sedih, jika Ia berusaha menerima perjodohan itu, asalkan tidak membatasi pertemanannya dengan Deka atau siapa pun.
“Ma, Apakah Mama dulu juga dijodohkan sama Opa?” Dista menggeleng. Wanita cantik dua anak itu menceritakan kisahnya saat Papanya mau menerima lamaran seorang pria yang dirahasiakan. Dan Dista menolak jika itu bukan Vicky.
Angel pun merebahkan diri di pangkuan mamanya. Merasa iri dengan masa muda orang tuanya. kakek neneknya yang demokratis dan memilih kebahagiaan anak-anaknya. Sayangnya, justru dirinya sendiri yang berada dalam posisi itu.
“Nah kan, Mama aja nggak mau dijodohkan masa kalian tega sama Angel? Kan Angel juga mau lanjutin kuliah dulu, kerja dulu, senang-senang dulu sama Mama, Papa, Adek...,” papar Angel panjang lebar.
“Ehm, jadi kamu menyesal ceritanya? Apa mereka berdua sering mengganggumu di sekolah?”
Dista membelai rambut panjang anak gadisnya. Ia senang karena Angel mau berbagi setiap ada masalah di sekolah. menceritakan apa yang Ia suka dan tidak. Hal ini lah yang Dista takutkan, membuat Angel tidak nyaman.
Seharusnya Vicky bisa menahan berita besar itu setelah mereka lulus sekolah. supaya tak ada beban di hati anak-anak. Terutama Angel, anak gadisnya yang masih ingin menikmati masa mudanya.
“Jangan terlalu dipikirkan Sayang, tugas kamu sekarang hanyalah fokus belajar dan mengejar cita-citamu, Mama akan selalu mendukung kamu selama kamu tidak membuat masalah. Sekarang kamu ganti baju, makan dan istirahat.”
Angel menahan lengan Dista yang hendak pergi.
“Ada satu lagi Ma, ehm... Angel izin keluar ya, bye Mama!”
“Mau ke mana Nak?” tanya Dista yang terdengar lirih oleh Angel karena sudah menaiki lantai dua.
“Ke Mal sama Zayn...”
...
Dista tersenyum kecil dan menggelengkan kepala. Ada-ada saja tingkah Angel dengan salah satu anak kembar Kania. Padahal mereka sering ribut, namun Ia tidak salah mendengar saat anaknya menyebut nama Zayn.
Dista berpikir, Angel anak yang supel. Bisa mudah berteman dengan siapa saja. tak terkecuali dengan si kembar Gio dan Zayn.
Akhirnya waktu yang di tunggu datang juga. Entah kenapa dirinya begitu bersemangat untuk pergi sore ini. Padahal siang tadi Angel menolak ajakan Deka.
Namun yang terjadi sekarang justru sebaliknya. Ia begitu bersemangat saat yang akan Ia temui adalah bocah menyebalkan yang selalu mengganggunya. Entah sadar atau tidak, Angel mulai terbiasa dengan tingkah random Zayn Marco Wijaya.
Di kamar, Angel sibuk memilah pakaian yang akan Ia kenakan. Tak seperti saat hang out bersama Deka, santai dan fleksibel. Gadis itu memakai turtleneck putih di padukan dengan bawahan berwarna abu sebatas lutut. Ia mengikat rambutnya ekor kuda, dengan riasan minimalis. Tak ingin disangka tampil spesial. Namun kenyataan berkata sebaliknya. Saat sedang bersiap, sebuah notifikasi masuk ke ponselnya.
Tak Di kenal
[Angel, Saya dalam perjalanan menuju lokasi. Kamu jadi datang kan? saya tunggu]
Angel tertawa kecil saat membaca pesan yang baru saja masuk ke ponselnya. “Cih, apa-apaan dia? Bukannya tadi di sekolah sudah ketemu.”
Angel
[Iya, On the way!]
Angel pun berangkat dengan taksi online. Papanya tak mengizinkan dirinya untuk menggunakan mobil selama belum memiliki surat izin mengemudi. Khawatir terjadi apa-apa dengan anak gadisnya. oleh karena itu, Angel dan Fardan selalu menggunakan jasa ojek online.
“Stop di sini saja Pak! terima kasih.”
Angel telah tiba di lobby salah satu Mall paling besar di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Tak ingin bocah cerewet itu menunggu, Angel berjalan lebih cepat. Namun alangkah terkejutnya ketika gadis itu tiba di depan gedung bioskop yang berada dalam bangunan Mall itu.
“Di mana Dia?” gumamnya.
Angel menoleh ke kiri dan ke kanan, Namun tak ketemu juga penampakan Zayn, sampai akhirnya Angel hendak masuk ke dalam bioskop dan suara seorang pria menghentikannya.
“Angel, Akhirnya kamu datang juga.” merasa dipanggil namanya gadis itu pun menoleh. Betapa terkejutnya gadis cantk itu saat yang Ia temui ternyata adalah pria dewasa yang nyaris menghukumnya.
“Pak Leon? Sedang apa Bapak di sini?” tanya Angel tak percaya.
Pria dengan kemeja putih, dan jins denim itu tampak sangat berbeda dengan penampilannya di sekolah. Sangat manis dan terlihat jauh lebih muda dari usianya. ‘
Leon mengajak Angel untuk memilih tepat yang nyaman untuk bicara. Pria itu tak menyangka jika siswinya akan benar-benar datang menemuinya. Sedangkan Angel mengira jika orang iseng yang mengajaknya berkencan adalah Zayn.
Haha...
“Jadi, Pak Leon yang sudah mengirim pesan ke Angel sejak tadi siang?”
“Iya, Saya lupa mengenalkan diri. Namun melihat balasan pesanmu, sepertinya kamu mengharapkan jika yang datang itu orang lain, benar kan tebakan Saya?”
Haha... Angel tertawa canggung. Sungguh Ia merasa malu dan merasa bersalah kepada Zayn yang telah Ia tuduh yang bukan-bukan. Kenyataannya harapan Angel sendirilah yang membawanya kepada ke salah pahaman ini.
“Ya sudah mau diapain lagi, sudah sampai sini.”
“Wah, Kamu asyik juga. Saya pikir kamu akan pulang karena telah salah orang. Jadi nonton?”
Angel pun mengangguk. Berulang kali Ia mengusap wajahnya, karena banyak para pengunjung yang memperhatikan mereka berdua sejak tadi. Angel yang sangat aktif, mengajak guru BP nya untuk segera mengantre film romantis favoritnya.
Sampai Gadis itu menarik pergelangan Leon yang sedang menerima telepon dari seseorang. Terdengar samar, namun Angel menyadari jika itu adalah seorang suara perempuan.
“Pak, apa Pak Leon nggak merasa berdosa sama pacarnya karena kencan dengan muridnya?”
Haha...
“Kamu ini, sekolah dulu yang benar! Baru mikirin kencan. Itu tadi keponakan saya.”
“Cih, Laki-laki di mana-mana sama. Pacar dibilang keponakan, Oh ya Pak! tujuan Pak Leon mengajak Saya datang kemari memang bukan buat kencan kan? Saya nggak boleh pacaran Loh Pak! Apa lagi Pak Leon sepertinya seumuran sama orang tua Saya.”
Tiba-tiba saja Leon menggandeng Angel dan menyerahkan dua lembar tiketnya kepada petugas yang berjaga di depan pintu theater. Berjalan masuk ke ruangan yang gelap lalu mengacak rambut gadis itu. Leon tak pernah menyangka, semakin melihat Angel, Leon akan melihat sosok wanita yang pernah mengisi hatinya.
“Ehm, Sesuai permintaan, saya tidak akan menghubungi Papa kamu. Tapi besok Mama kamu tetap harus hadir untuk menemui Saya seperti yang lainnya, mengerti Angel.”
“Ish, sama saja bohong itu namanya...”
“Memangnya kalau Saya serius kencan sama Kamu, orang tua kamu akan mengizinkan?”
...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 151 Episodes
Comments
miyura
wah.. ini ceritanya gak dapet emaknya. . anaknya juga boleh..
2023-10-20
1