Bab 4. Keputusan Papa

Di dalam mobil, Deka melihat amarah Angel sudah mereda. Meskipun sesekali terus mengoceh membahas benda pemberiannya yang hilang, hingga telah membuatnya kalah balapan. Bibirnya yang seperti paruh bebek saat sedang mengoceh, membuat Deka ingin menghentikannya dengan bibirnya, aahh... sudahlah. Deka tersipu malu saat melihat benda kenyal itu.

“Lo kenapa Deka? Kesambet?” tanya Angel, melihat sahabatnya senyam-senyum sendiri di balik kemudi.

“Hehe, Oh iya Jel, Nyokap Lo telepon terus tuh, nggak Lo telepon balik?”

“Lupain! Nanti bilang aja nggak dengar. Eh Deka! by the way, Gue lapar nih.”

“Oke, as your wish, my Angel. Kita putar balik kalau begitu, kita cari drive thru yang dekat rumah Lo aja ya!”

Deka takjub melihat gadis itu saat mengendarai motor besar, bahkan rasa sukanya bertambah menjadi seribu kali lipat. Meskipun kalah, tak mengurangi perasaannya kepada gadis yang dikenalnya dua tahun yang lalu, bahkan sampai sekarang belum ada gadis yang mampu menandingi pesona istimewa seorang Ansara Jelita.

“Drive thru?” ucap Angel.

“Yoi, bukannya dari tadi Lo lagi ngebatin burger sama kentang? Lihat iler Lo itu!”

Haha...

“Lo paling tahu Gue Deka, cewe yang bisa jadi pacar Lo pasti beruntung banget!” sambung Angel sambil memeluk lengan bocah manis itu.

Jantung Deka nyaris meledak, saat Angel juga mengusap rambutnya dan berkata demikian. Betapa ingin sekali bibir Deka mengatakan jika dirinyalah gadis yang Ia mau. Selama ini, Ia tak membuka hati untuk siapa pun, meskipun setiap kali Angel sibuk Deka selalu berkencan dengan teman sekolahnya yang lain untuk membunuh rasa bosan.

“Jel, Malam minggu besok ada acara?”

“Ehm, belum tahu. Ada apa emangnya?”

“Gue mau ajak Lo ke ru-...”

“Stop! Sampai sini aja Dek,” potong Angel mengejutkan Deka. Sembari melihat jam di tangannya menunjukkan sembilan kurang lima menit.

Deka menepikan mobilnya setelah tiba di samping gerbang rumah gadis itu. Ingin sekali Deka mengajak Angel ke rumahnya, dan mengenalkannya kepada kedua orang tuanya. Mengenalkan Angel sebagai teman spesialnya selama ini. Namun, sayang ucapannya tak tersampaikan.

“Bye Deka, sampai bertemu besok di sekolah Oke!” pamit Angel.

“Tapi Jel,...” ucapan Deka terputus, karena punggung gadis itu sudah tak tampak di depannya. Angel mengejar waktu sesuai perjanjiannya dengan kedua orang tuanya.

Wajah Deka bersemu merah. Baru kali ini dirinya terbawa perasaan oleh gadis cantik yang keras kepala dan juga penuh kejutan seperti Angel.

...

“Angel Pulang...” sapanya.

“Baru pulang Sayang?”

Dista menghampiri anak gadisnya sesuai pesan suaminya. Meskipun Dista sudah mengatakan jika memberitahu Angel setelah ujian kenaikan kelas saja. Namun, Vicky akan memberikan pengertian secara perlahan.

Sangat disayangkan Vicky berbuat demikian. Usia Angel yang baru akan menginjak tujuh belas tahun, harus terikat perjodohan. Sedangkan mereka berdua dulu, bertemu karena memang saling menyukai tanpa adanya tekanan.

“Bisa kita bicara bertiga sebentar, sayang?” Angel mengangguk.

Gadis belia itu menyembunyikan kedua tangan mulusnya yang terhias plester lucu. Melihat kedua orang tuanya tampak tegang, Angel menyimpulkan jika ada yang mereka sembunyikan.

“Haha, serius banget Pa,Ma ada apa?”

“Duduk sini!” Vicky menepuk sofa, tempat dimana mereka berdua berada.

Glek!

Perasaan Angel berdebar, taku jika Papanya mengetahui sesuatu tentang kebohongannya. Kini gantian Angel yang tegang.

“Ada apa sih, serius banget?”

Vicky membelai rambut anak gadisnya. Mengatakan penyesalan tentang waktu berjalan begitu cepat, tetapi papanya sangat sedikit sekali menghabiskan waktu dengan kedua anaknya. Angel juga Fardan, adiknya.

“Angel, bulan depan Papa dan Mama sepakat akan merayakan ulang tahunmu, yang ke berapa sayang?”

“Tujuh belas, Serius Pa?” tatapan Angel menatap Vicky tak percaya. Dan papanya pun mengangguk.

“Aaaa.... thank you Papa sayang!”

Angel memeluk erat papanya kemudian beralih ke mamanya. Obrolan itu mengalir panjang lebar tentang rencana perayaan pesta itu. hati Angel sungguh gembira, bahkan Ia sempat berjingkrak-jingkrak karena mimpinya merayakan sweet seventeen bersama kedua orang tuanya akan terwujud. Sampai Angel tak menyadari, jika orang tuanya melihat tangannya terluka.

“Ya sudah, sekarang kamu istirahat, besok Papa akan mengantarmu ke sekolah!”

“Oke, selamat malam Pa, Ma,” Angel melemparkan kiss bye dari anak tangga.

“Jangan lupa ya Nak, malam minggu besok jangan kemana-mana!”

“Oke!”

...

Zayn kembali ke tempat Gio berada. Mereka berdua duduk di pelataran minimarket itu. Gio yang manis mengobati luka di wajah saudara kembarnya. Gio tak pernah menyangka jika Zayn akan kalah dalam berkelahi. Meskipun babak belur, remaja dengan potongan rambut koma itu tak akan membiarkan dirinya terbaring di aspal seperti tadi.

“Siapa sih yang sudah bikin Lo jadi kayak begini?” tanya Gio.

“Sudah, nggak usah dibahas, obati saja lukanya sebelum kita pulang.”

“Ck! Kalah saja masih belagu Lo! haha...” Gio senang, jika Zayn merasa kesal.

Mereka berdua berencana akan pergi mencari hiburan setibanya di rumah. Kado selamat datang dari Oma adalah dua unit motor besar impian mereka berdua. sama seperti milik Papanya dulu, yang masih terparkir di garasi, Ducati hitam solid keluaran terbaru.

Setelah berpamitan kepada Oma dan Mamanya akan mengunjungi pasar malam, mereka berdua justru mendatangi arena balap. Mungkin ini adalah hukuman langsung dari Tuhan karena membohongi orang tua. Niat bersenang-senang justru malah berakhir seperti ini.

Tiba-tiba Zayn mengeluarkan sebuah amplop coklat dan menunjukkannya kepada Gio. Beberapa lembar pecahan seratus ribuan yang masih baru. Zayn menghitungnya dengan teliti, dan memberikannya kepada Gio sebagian.

“Nih Buat Lo, udah berbaik hati obati luka Gue.” Zayn menaikan alisnya dengan senyum menahan perih. Namun, Gio masih saja melirik sisa uang yang berada di tangan Zayn.

“Kok Cuma segini? Bagi rata dong Zy!”

“Heh, Nggak tahu diri banget sih Lo bukannya terima kasih, nih!” Zayn menambahkannya selembar lagi. sebagai uang tutup mulut, dan Gio pun akan menjaga rahasia saudaranya malam ini.

“Mau Balik sekarang? Katanya mau dugem?” ajak Zayn.

“Dugem? Dengan wajah Lo kayak begitu? Dih, males banget Gue, balik aja lah. besok kita mau memilih sekolah sama Papa, siap-siap aja Lo dikuliti sampai di rumah.”

Gio menepuk punggung saudaranya dan memberi kode Zayn untuk mengikutinya. Sedangkan dalam perjalanan, Zayn tiba-tiba terbayang rambut hitam gadis itu tergerai di depan matanya. Memberinya pukulan beberapa kali sampai Ia tak merasakan perih sedikitpun, karena terus menatap wajah gadis itu.

Diin!!

Suara klakson menyadarkan Zayn yang nyaris tertabrak mobil. Entah apa yang dipikiran bocah tampan itu. beberapa kali Zayn mengenyahkan bayangan gadis yang telah mempermalukannya di depan banyak orang.

“Sial, ganggu aja itu cewek! semoga saja kita bertemu lagi.”

Setibanya di rumah, Dion dan Kania sudah menunggu di ruang tamu. Gio sudah tiba di rumah sepuluh menit yang lalu, sedangkan Zayn datang terlambat dengan wajah berantakan. Zayn minta izin untuk pergi ke kamar, tetapi di tahan oleh Papanya.

“Zayn, Papa mau bicara!”

“Mas, sudah Mas! biar Kania saja yang bicara ya!”

Zayn menerima uluran tangan dari mamanya, dan menaiki anak tangga menuju kamarnya. Saat melintasi Dion, Zayn sedikit menahan tawa karena dirinya selamat kali ini. Kania memanggil kedua anaknya, dan memberitahu jika besok mereka akan mulai bersekolah.

“Ma, bukannya besok kita baru akan memilih sekolah sama Papa?” tanya Gio.

“Ya seharusnya begitu Gio, tapi setelah melihat tingkah laku kalian seperti ini, Papa kamu membuat keputusan untuk memasukan kalian ke sekolah pilihannya.”

“Ish, mana bisa seperti itu?” protes keduanya bersamaan.

“Sudah, jangan buat Papa kamu semakin kesal. Gio kamu istirahat nak, Zayn kamu ikut Mama sekarang!”

...

Episodes
1 Bab 1. Bandara
2 Bab 2. Bohong
3 Bab 3. Luka Di Arena Balap
4 Bab 4. Keputusan Papa
5 Bab 5. Hari Pertama Gio
6 Bab 6. Flirting
7 Bab 7. Pernyataan Cinta
8 Bab 8. Berita Mengejutkan
9 Bab 9. Bertemu Lagi
10 Bab 10. Curhat
11 Bab 11. Puncak Day 1
12 Bab 12. Angel Vs. Zayn
13 Bab 13. Ternyata Lo Jodoh Gue
14 Bab 14. Tantangan Pertama
15 Bab 15. Pendekatan
16 Bab 16. Zayn Sakit
17 Bab 17. Tertangkap BP
18 Bab 18. Merasa Bersalah
19 Bab 19. Kencan Dengan Siapa?
20 Bab 20. Perasaan Nyaman
21 Bab 21. Zayn dan Leon
22 Bab 22. Mengulang Kenangan
23 Bab 23. Hari Apes
24 Bab 24. Siapa Ara?
25 Bab 25. Kesalahan Besar
26 Bab 26. Bermalam
27 Bab 27. Day-1 Birthday Angel
28 Bab 28. Kegelisahan Zayn
29 Bab 29. Gue Cemburu, Zayn!
30 Bab 30. Angel Birthday Part. 1
31 Bab 31. Angel Birthday Part. 2
32 Bab 32. Mengejar Cinta Angel
33 Bab 33. Mengaku Hamil
34 Bab 34. Kenyataan Pahit
35 Bab 35. Kembalinya Angel
36 Bab 36. Goes To Bali 1(Kisah Sepatu)
37 Bab 37. Ketahuan Chat Mesra
38 Bab 38. Mode Bucin
39 Bab 39. Kehilangan Angel
40 Bab 40. Pesona Angel Mematikan
41 Bab 41. Backstreet
42 Bab 42. Diperkenalkan Sebagai Jodoh
43 Bab 43. Angel dan Ara
44 Bab 44. Mulai Takut Kehilangan
45 Bab 45. Leon Bertamu
46 Bab 46. PCOS
47 Bab 47. Bisakah Ditunda?
48 Bab 48. Bandung dan Segala Kenangannya
49 Bab 49. Menguji Kesabaran
50 Bab 50. Keputusan Angel
51 Bab 51. Persetujuan Vicky
52 Bab 52. Tak Sengaja Bertemu
53 Bab 53. Mulai Kesal
54 Bab 54. Tak Akan Tinggal Diam
55 Bab 55. Kabur Dari Rumah
56 Bab 56. Cewek Gatel
57 Bab 57. Pembalasan
58 Bab 58. Like A Demon
59 Bab 59. Harga Yang Harus Dibayar
60 Bab 60. Pikirkan Sebelum Menjawab
61 Bab 61. Dipercepat Saja
62 Bab 62. Tak Mau Kalah
63 Bab 63. Serupa Tapi Tak Sama
64 Bab 64. Hukuman Untuk Gio
65 Bab 65. Pernikahan Dadakan
66 Bab 66. Siasat Ara
67 Bab 67. Lo Sekarang Milik Gue!
68 Bab 68. Menjadi Keluarga
69 Bab 69. Canggung
70 Bab 70. Berawal dari Gigitan Serangga
71 Bab 71. Pengaman
72 Bab 72. Kecelakaan
73 Bab 73. Terbaring Lemah
74 Bab 74. Pilihan Yang Sulit
75 Bab 75. Keluhan Tentang Ara
76 Bab 76. Tolong, Jangan Pergi Angel!
77 Bab 77. Merayu Zayn
78 Bab 78. Ketahuan Deka
79 Bab 79. Malam Pertama
80 Bab 80. Bucin Tak Tertolong
81 Bab 81. Isi Hati Seorang Pria
82 Bab 82. Melepaskanmu
83 Bab 83. Overthinking
84 Bab 84. Obat?
85 Bab 85. Tanda-Tanda?
86 Bab 86. Ujian Akhir
87 Bab 87. Bocah Random
88 Bab 88. Glamping Istimewa
89 Bab 89. Cuma Mau Kamu
90 Bab 90. Godaan Sofia
91 Bab 91. Kado Terakhir
92 Bab 92. Perpisahan
93 Bab 93. Terhukum Rindu
94 Bab 94. Kegilaan
95 Bab 95. Awal Bencana
96 Bab 96. Kejutan Besar
97 Bab 97. Biar Gue Yang Pergi
98 Bab 98. Mengusir Sofia
99 Bab 99. Keguguran
100 Bab 100. Penyesalan Zayn
101 Bab 101. Mengalah
102 Bab 102. Tanda Kehamilan Makin Jelas
103 Bab 103. USG
104 Bab 104. Jodoh Itu Rahasia
105 Bab 105. Gadis Menyebalkan
106 Bab 106. Cemburu
107 Bab 107. Perjuangan Hidup Dan Mati
108 Bab 108. Koma
109 Bab 109. "Papa..."
110 Bab 110. Melepas Rindu
111 Bab 111. Hotel
112 Bab 112. Drama Alex dan Zayn
113 Bab 113. Honeymoon
114 Bab 114. Wisuda Part. 1
115 Bab 115. Perayaan
116 Bab 116. Berpasangan
117 Bab 117. Cinta dan Cemburu Zayn
118 Bab 118. Bekas Lebam
119 Bab 119. Ajak Ribut
120 Bab 120. Syarat Berat
121 Bab 121. Infertil
122 Bab 122. Tolong Dirahasiakan!
123 Bab 123. Wisuda Part. 2
124 Bab 124. Masih Hidup Lo?
125 Bab 126. Siapa Wanita Itu?
126 Bab 126. Bukan Penyakit
127 Bab 127. Aku Mau Juga!
128 Bab 128. Semakin Menjadi
129 Bab 129. Pelajaran Untuk Zayn
130 Bab 130. Modus Zayn Tak ada Lawan
131 Bab 131. Ngidam Yang Merepotkan
132 Bab 132. Momen Romantis
133 Bab 133. Keluhan
134 Bab 134. Berita Mengejutkan
135 Bab 135. Rujuk
136 Bab 136. Tepat Janji
137 Bab 137. Sensitif
138 Bab 138. Hal Nekat
139 Bab 139. Pengganggu
140 Bab 140. Batas Sabar
141 Bab 141. Dilaporkan Polisi
142 Bab 142. Pelajaran
143 Bab 143. Memohon
144 Bab 144. Rasa Tak Tega
145 Bab 145. Perempuan
146 Bab 146. Alasan Bertemu
147 Bab 147. Posesif
148 Bab 148. Menolak Mama
149 Bab 149. Masalah Dara
150 Bab 150. Kerja Sama
151 Bab 151. Aku Mau Suamimu
Episodes

Updated 151 Episodes

1
Bab 1. Bandara
2
Bab 2. Bohong
3
Bab 3. Luka Di Arena Balap
4
Bab 4. Keputusan Papa
5
Bab 5. Hari Pertama Gio
6
Bab 6. Flirting
7
Bab 7. Pernyataan Cinta
8
Bab 8. Berita Mengejutkan
9
Bab 9. Bertemu Lagi
10
Bab 10. Curhat
11
Bab 11. Puncak Day 1
12
Bab 12. Angel Vs. Zayn
13
Bab 13. Ternyata Lo Jodoh Gue
14
Bab 14. Tantangan Pertama
15
Bab 15. Pendekatan
16
Bab 16. Zayn Sakit
17
Bab 17. Tertangkap BP
18
Bab 18. Merasa Bersalah
19
Bab 19. Kencan Dengan Siapa?
20
Bab 20. Perasaan Nyaman
21
Bab 21. Zayn dan Leon
22
Bab 22. Mengulang Kenangan
23
Bab 23. Hari Apes
24
Bab 24. Siapa Ara?
25
Bab 25. Kesalahan Besar
26
Bab 26. Bermalam
27
Bab 27. Day-1 Birthday Angel
28
Bab 28. Kegelisahan Zayn
29
Bab 29. Gue Cemburu, Zayn!
30
Bab 30. Angel Birthday Part. 1
31
Bab 31. Angel Birthday Part. 2
32
Bab 32. Mengejar Cinta Angel
33
Bab 33. Mengaku Hamil
34
Bab 34. Kenyataan Pahit
35
Bab 35. Kembalinya Angel
36
Bab 36. Goes To Bali 1(Kisah Sepatu)
37
Bab 37. Ketahuan Chat Mesra
38
Bab 38. Mode Bucin
39
Bab 39. Kehilangan Angel
40
Bab 40. Pesona Angel Mematikan
41
Bab 41. Backstreet
42
Bab 42. Diperkenalkan Sebagai Jodoh
43
Bab 43. Angel dan Ara
44
Bab 44. Mulai Takut Kehilangan
45
Bab 45. Leon Bertamu
46
Bab 46. PCOS
47
Bab 47. Bisakah Ditunda?
48
Bab 48. Bandung dan Segala Kenangannya
49
Bab 49. Menguji Kesabaran
50
Bab 50. Keputusan Angel
51
Bab 51. Persetujuan Vicky
52
Bab 52. Tak Sengaja Bertemu
53
Bab 53. Mulai Kesal
54
Bab 54. Tak Akan Tinggal Diam
55
Bab 55. Kabur Dari Rumah
56
Bab 56. Cewek Gatel
57
Bab 57. Pembalasan
58
Bab 58. Like A Demon
59
Bab 59. Harga Yang Harus Dibayar
60
Bab 60. Pikirkan Sebelum Menjawab
61
Bab 61. Dipercepat Saja
62
Bab 62. Tak Mau Kalah
63
Bab 63. Serupa Tapi Tak Sama
64
Bab 64. Hukuman Untuk Gio
65
Bab 65. Pernikahan Dadakan
66
Bab 66. Siasat Ara
67
Bab 67. Lo Sekarang Milik Gue!
68
Bab 68. Menjadi Keluarga
69
Bab 69. Canggung
70
Bab 70. Berawal dari Gigitan Serangga
71
Bab 71. Pengaman
72
Bab 72. Kecelakaan
73
Bab 73. Terbaring Lemah
74
Bab 74. Pilihan Yang Sulit
75
Bab 75. Keluhan Tentang Ara
76
Bab 76. Tolong, Jangan Pergi Angel!
77
Bab 77. Merayu Zayn
78
Bab 78. Ketahuan Deka
79
Bab 79. Malam Pertama
80
Bab 80. Bucin Tak Tertolong
81
Bab 81. Isi Hati Seorang Pria
82
Bab 82. Melepaskanmu
83
Bab 83. Overthinking
84
Bab 84. Obat?
85
Bab 85. Tanda-Tanda?
86
Bab 86. Ujian Akhir
87
Bab 87. Bocah Random
88
Bab 88. Glamping Istimewa
89
Bab 89. Cuma Mau Kamu
90
Bab 90. Godaan Sofia
91
Bab 91. Kado Terakhir
92
Bab 92. Perpisahan
93
Bab 93. Terhukum Rindu
94
Bab 94. Kegilaan
95
Bab 95. Awal Bencana
96
Bab 96. Kejutan Besar
97
Bab 97. Biar Gue Yang Pergi
98
Bab 98. Mengusir Sofia
99
Bab 99. Keguguran
100
Bab 100. Penyesalan Zayn
101
Bab 101. Mengalah
102
Bab 102. Tanda Kehamilan Makin Jelas
103
Bab 103. USG
104
Bab 104. Jodoh Itu Rahasia
105
Bab 105. Gadis Menyebalkan
106
Bab 106. Cemburu
107
Bab 107. Perjuangan Hidup Dan Mati
108
Bab 108. Koma
109
Bab 109. "Papa..."
110
Bab 110. Melepas Rindu
111
Bab 111. Hotel
112
Bab 112. Drama Alex dan Zayn
113
Bab 113. Honeymoon
114
Bab 114. Wisuda Part. 1
115
Bab 115. Perayaan
116
Bab 116. Berpasangan
117
Bab 117. Cinta dan Cemburu Zayn
118
Bab 118. Bekas Lebam
119
Bab 119. Ajak Ribut
120
Bab 120. Syarat Berat
121
Bab 121. Infertil
122
Bab 122. Tolong Dirahasiakan!
123
Bab 123. Wisuda Part. 2
124
Bab 124. Masih Hidup Lo?
125
Bab 126. Siapa Wanita Itu?
126
Bab 126. Bukan Penyakit
127
Bab 127. Aku Mau Juga!
128
Bab 128. Semakin Menjadi
129
Bab 129. Pelajaran Untuk Zayn
130
Bab 130. Modus Zayn Tak ada Lawan
131
Bab 131. Ngidam Yang Merepotkan
132
Bab 132. Momen Romantis
133
Bab 133. Keluhan
134
Bab 134. Berita Mengejutkan
135
Bab 135. Rujuk
136
Bab 136. Tepat Janji
137
Bab 137. Sensitif
138
Bab 138. Hal Nekat
139
Bab 139. Pengganggu
140
Bab 140. Batas Sabar
141
Bab 141. Dilaporkan Polisi
142
Bab 142. Pelajaran
143
Bab 143. Memohon
144
Bab 144. Rasa Tak Tega
145
Bab 145. Perempuan
146
Bab 146. Alasan Bertemu
147
Bab 147. Posesif
148
Bab 148. Menolak Mama
149
Bab 149. Masalah Dara
150
Bab 150. Kerja Sama
151
Bab 151. Aku Mau Suamimu

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!