Bab 7. Pernyataan Cinta

Mendengar suara di luar, Dista segera keluar dan menyambut tamu yang sudah di tunggunya. Sedangkan Angel masih mematung di depan pintu dan tak segera menoleh. Gadis belia itu sedang memikirkan cara bagaimana Ia bisa keluar dari rumah.

Dista melewati anak gadis nya dan menyambut sepasang suami istri yang sudah lama tak berjumpa. Ternyata setelah sekian lama tak bertemu, tak ada yang berubah. Usia hanyalah angka, namun semangat sepasang suami istri itu untuk bertemu dengan anak gadisnya tak pernah memudar.

Melihat sosok gadis yang hanya berdiri di depan pintu, Pria dengan rahang tegas dan setelan formal menyapanya.

“Angel?” gadis itu pun menoleh.

“Ih kok diam saja sih, ayo beri salam dulu!”

Dista meminta kedua tamunya juga anaknya yang telah rapi masuk ke dalam. Sedangkan Mama dua anak itu menghubungi Vicky untuk segera pulang. sembari memperhatikannya Angel, yang tanpa disuruh pun rupanya telah tampil rapi dan cantik. Padahal Dista tidak tahu saja jika anak gadisnya telah membuat janji dengan Deka untuk keluar sore ini. bagaimana cara minta izin untuk keluar lagi, sedangkan Deka sudah berada di luar rumah.

“Angel duduk sini!” Dista segera mengenalkan anaknya kepada Dion dan Kania.

“Kamu pasti bingung ya? mereka berdua adalah sahabat Papa dan Mama sejak sekolah dulu. Ini Om Dion, dan istrinya Tante Kania.”

“Angel Om, Tante.” sapanya.

Gadis itu merasa canggung, karena sejak tadi teman dari orang tuanya terus menatapnya. Sesekali tersenyum, dan yang membuat gadis itu kesal karena mamanya meninggalkan dirinya sendirian di ruang keluarga. Angel tak tahu lagi harus berbuat apa.

Drrrttt...Drrttt...

Ponsel Angel terus berdering, namun terpaksa di tolak olehnya. Sampai akhirnya kesabaran gadis itu habis.

“Angkat saja Nak, kamu sedang ditunggu seseorang ya?” tanya Kania.

“Hehe, maaf ya Tante. sebenarnya Angel mau keluar hari ini, tapi nggak tahu kalau akan ada tamu.” sesal Angel, dan gadis itu minta izin untuk menerima telepon.

Dion tertawa. Melihat dari sikap gadis itu, pasti Angel tidak akan cocok dengan Zayn yang menyebalkan. Dion pun mencoba sedikit mengobrol untuk mengetahui karakter calon menantunya. Memandang wajah ayu gadis itu, mengingatkan dia dengan Dista namun memiliki watak seperti Vicky.

Memang sebuah gen tak akan pernah bohong. Begitu juga dengan kedua putranya. Keduanya sama-sama tampan seperti dirinya, akan tetapi kenapa sifat buruk orang tua juga ikut diturunkan. Membuat Dion memegang kepalanya.

“Kamu kenapa Mas?” tanya Kania.

“Nggak apa-apa, Sayang menurut kamu si Angel ini cocok sama siapa?”

Kania tertawa, karena sepertinya tebakan mereka berdua sama. Jika Angel tidak akan pernah cocok dengan Zayn yang mau menang sendiri. Untuk itu malam Minggu besok, rencana Dion dan Kania adalah Angel dengan Gio, putra manisnya.

Zayn juga pasti tidak akan tertarik dengan gadis yang nyari satu karakter dengannya. Bukannya pasangan itu saling melengkapi dan menyempurnakan. Dista kembali untuk menyuguhkan hidangan yang telah dipersiapkan.

“Sorry ya dianggurin, kemana Angel?” tanya Dista.

“Anak kamu sepertinya ada acara di luar. Sudah nggak apa-apa, kita sudah bertemu sebentar kok.”

“Oh ya, pantas aja si Angel sudah rapi, tanpa diminta.”

Deka mengatakan jika dirinya akan datang sedikit terlambat. Angel pun bersyukur jika sahabatnya tak menunggu terlalu lama. Setibanya di depan rumah Angel, Deka melihat jika rumah gadis itu kedatangan tamu. Kali ini tak ada salahnya jika Deka akan berpamitan kepada kedua orang tua Angel untuk mengajaknya keluar.

Sebagai seorang pria yang bertanggung jawab, Deka memberanikan diri untuk mengetuk pintu rumah besar itu. meskipun dalam hati Deka gemetar, karena mendengar cerita Angel jika Papanya lebih garang daripada guru BP di sekolah.

“Siapa tahu habis ketemu, Gue langsung diangkat jadi anak mantu, haha...” gurau Deka menghibur dirinya sendiri.

Saat obrolan serius itu sedang berlangsung, terdengar suara ketukan pintu. Membuat pandangan ketiga orang dewasa itu segera tertuju kepada bocah tampan dengan tampilan rapi. Angel yang baru saja turun dari tangga, segera berlari menemui Deka.

“Astaga, bocah ini nekat banget sih!” Angel mencubit perut Deka.

“Habis Lo kama banget Jel, lagi ada tamu ya?”

Dista menghampiri keduanya. Seketika membuat alasan Angel lebih masuk akal untuk di terima. Namun kali ini Dista tak mengizinkan, pasalnya sebentar lagi papanya akan pulang. terjadilah perdebatan sengit di sana. Deka pun menjadi tak enak, dan hendak berpamitan pulang.

“Jangan pulang Dek, awas Lo!”

“Ma, please! Tante sama Om Dion juga sudah tahu kok kalau Angel mau keluar.” Dista terbelalak, lalu menoleh ke arah dua temannya itu.

“Udah Dis, nggak apa-apa. Lusa kita juga akan bertemu lagi.”

Dista memijit pelipisnya dan menghela napas panjang. Akhirnya sebelum mereka berdua pergi, Dista menanyakan siapa nama bocah yang pergi dengan anak gadisnya.

“Saya Damar Kesuma Tante, teman sekelas Angel.”

“Bisa kamu simpan nomor saya Damar?”

“Bisa Tan,” Deka mengambil ponselnya dan menyimpan nomor wanita cantik itu. Angel sejak tadi menatap langit-langit, karena mamanya mulai posesif. Bahkan Mamanya meminta Deka untuk memata-matai semua kegiatannya mulai sekarang.

“Ya sudah, Damar Tante titip Angel ya! paksa pulang kalau gadis itu macam-macam.” Keduanya mencium tangan Dista dan segera meninggalkan rumah besar Angel. Jantung Deka berdegup tak karuan. Selain anaknya, ternyata mama Angel juga seorang wanita yang cantik. Tak heran jika Angel memiliki paras yang nyaris sempurna.

Sampai saat mereka berdua menaiki motor, Deka tak henti-henti mengulas senyum. Ia merasa nyalinya bertambah besar setelah meminta izin kepada orang tua Angel.

“Nyokap Lo cakep juga Jel.”

“Jangan sampai Bokap Gue dengar Lo bilang begitu, di sunat tahu rasa Lo!”

Haha...

Selepas motor besar itu keluar dari halaman rumah Angel, mobil Vicky masuk. Ia seperti melihat anaknya telah meninggalkan rumah bersama seorang laki-laki, tapi siapa?

...

Zayn dan Gio melihat keadaan rumahnya sepi. Mereka berdua memanfaatkan kesempatan untuk pergi keluar. Tak berbuat apa-apa di rumah ternyata sangat membosankan. Zayn jadi teringat peristiwa balapan liar minggu malam itu. Ia berharap bisa bertemu dengan gadis itu lagi untuk memberinya pelajaran.

Zayn berkaca di kamar mandi. Menyigar rambutnya, dan menyentuh luka robek di bibirnya. Tiba-tiba saja Zayn tersenyum malu, entah apa yang ada di dalam pikirannya. Padahal seingat Zayn, dirinya mengakui keunggulan lawannya. Namun siapa sangka dalam balutan pakaian balap itu berisi seorang gadis ‘Cantik.’

“Buruan Zayn, Lama banget!” teriak Gio.

Bocah kembar itu akhirnya pergi berboncengan. Menuju sebuah mal untuk mencari keperluan sekolah Zayn besok. Dengan topi dan masker hitam, tampilan mereka berdua justru menarik perhatian banyak orang.

Gadis-gadis pengunjung mal pun tak berhenti menatap mereka. bahkan ketika keduanya sudah berjalan cukup jauh sampai memasuki toko buku. Zayn terus menggerutu, ternyata semua yang Ia cari tak tersedia di toko sebesar itu. Gio pun menenangkannya dengan mengajaknya menonton film horor terbaru.

“Zy, karena sudah sampai sini sayang aja kalau langsung pulang. Kita nonton?”

“Emang ada film baru?”

Gio membuka smartphone nya, menggulir film yang sedang tayang hari ini. Gio dan Zayn pun berpandangan dan menaikan alisnya. Setelah sependapat, mereka memilih bangku yang paling belakang. selain tampak jelas, mereka juga dapat menyaksikan para penonton yang lain.

“Gila Lo Zayn, kita berdua bakal jadi obat nyamuk di sini!” oceh Gio. Sisi kanan dan kirinya adalah sepasang muda-mudi seusianya. Sedangkan mereka berdua adalah laki-laki tanpa kekasih.

Zayn membeku. Saat film berlangsung, dirinya mendengar suara-suara yang membuatnya bergidik. Begitu juga Gio, dengan seember kecil pop corn dan soda, Ia pura-pura tuli dan buta dengan sekelilingnya. Sampai tatapan Zayn tertuju pada seorang gadis yang nyaris beradu bibir dengan kekasihnya.

Zayn memasukkan tangannya ke ember pop corn milik Gio, dan melempari gadis itu dengan jagung rasa karamel itu bertubi-tubi.

“Rasakan! Lo pikir dunia ini cukup luas, dan Gue nggak bisa menemukan Lo!” umpat Zayn yang di dengar oleh Gio.

“Lo ngomong sama siapa Zy?” Gio melihat arah tatapan saudaranya. Ternyata Zayn sedang mengganggu orang yang sedang pacaran.

Gadis yang merasa terganggu dengan lemparan jagung-jagung itu lantas menoleh ke arah belakang. Namun Ia tak mengenali siapa pun. Semuanya berpasang-pasangan kecuali dua orang pria dengan masker dan topi hitam.

“Ada apa Jel?”

“Tahu nih, ada penonton yang iseng lemparin Gue pakai pop corn. Mana lengket di rambut lagi,” adunya kepada Deka. Rambut Angel pun dipenuhi jagung karamel. Zayn pun tak tahan menahan tawanya.

Akhirnya mereka semua tak ada yang menikmati film. Deka memanfaatkan kesempatan untuk menyatakan cintanya kepada Angel. Menggenggam erat tangan gadis itu dan menciumnya. Dalam suasana gelap menambah kesan romantis untuk keduanya. Angel pun merasa gugup saat ditatap intens oleh Deka. Tanpa mereka sadari Zayn dan Gio pun menyaksikan apa yang Deka dan Angel lakukan dari bangku belakang.

“Deka, Lo ngapain?” bisik Angel, gadis itu melihat sekeliling.

“Would you be mine, Ansara Jelita?”

...

Terpopuler

Comments

Qaisaa Nazarudin

Qaisaa Nazarudin

Namanya Deka apa Damar??

Mampir thor,kayaknya seru..

2024-10-23

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Bandara
2 Bab 2. Bohong
3 Bab 3. Luka Di Arena Balap
4 Bab 4. Keputusan Papa
5 Bab 5. Hari Pertama Gio
6 Bab 6. Flirting
7 Bab 7. Pernyataan Cinta
8 Bab 8. Berita Mengejutkan
9 Bab 9. Bertemu Lagi
10 Bab 10. Curhat
11 Bab 11. Puncak Day 1
12 Bab 12. Angel Vs. Zayn
13 Bab 13. Ternyata Lo Jodoh Gue
14 Bab 14. Tantangan Pertama
15 Bab 15. Pendekatan
16 Bab 16. Zayn Sakit
17 Bab 17. Tertangkap BP
18 Bab 18. Merasa Bersalah
19 Bab 19. Kencan Dengan Siapa?
20 Bab 20. Perasaan Nyaman
21 Bab 21. Zayn dan Leon
22 Bab 22. Mengulang Kenangan
23 Bab 23. Hari Apes
24 Bab 24. Siapa Ara?
25 Bab 25. Kesalahan Besar
26 Bab 26. Bermalam
27 Bab 27. Day-1 Birthday Angel
28 Bab 28. Kegelisahan Zayn
29 Bab 29. Gue Cemburu, Zayn!
30 Bab 30. Angel Birthday Part. 1
31 Bab 31. Angel Birthday Part. 2
32 Bab 32. Mengejar Cinta Angel
33 Bab 33. Mengaku Hamil
34 Bab 34. Kenyataan Pahit
35 Bab 35. Kembalinya Angel
36 Bab 36. Goes To Bali 1(Kisah Sepatu)
37 Bab 37. Ketahuan Chat Mesra
38 Bab 38. Mode Bucin
39 Bab 39. Kehilangan Angel
40 Bab 40. Pesona Angel Mematikan
41 Bab 41. Backstreet
42 Bab 42. Diperkenalkan Sebagai Jodoh
43 Bab 43. Angel dan Ara
44 Bab 44. Mulai Takut Kehilangan
45 Bab 45. Leon Bertamu
46 Bab 46. PCOS
47 Bab 47. Bisakah Ditunda?
48 Bab 48. Bandung dan Segala Kenangannya
49 Bab 49. Menguji Kesabaran
50 Bab 50. Keputusan Angel
51 Bab 51. Persetujuan Vicky
52 Bab 52. Tak Sengaja Bertemu
53 Bab 53. Mulai Kesal
54 Bab 54. Tak Akan Tinggal Diam
55 Bab 55. Kabur Dari Rumah
56 Bab 56. Cewek Gatel
57 Bab 57. Pembalasan
58 Bab 58. Like A Demon
59 Bab 59. Harga Yang Harus Dibayar
60 Bab 60. Pikirkan Sebelum Menjawab
61 Bab 61. Dipercepat Saja
62 Bab 62. Tak Mau Kalah
63 Bab 63. Serupa Tapi Tak Sama
64 Bab 64. Hukuman Untuk Gio
65 Bab 65. Pernikahan Dadakan
66 Bab 66. Siasat Ara
67 Bab 67. Lo Sekarang Milik Gue!
68 Bab 68. Menjadi Keluarga
69 Bab 69. Canggung
70 Bab 70. Berawal dari Gigitan Serangga
71 Bab 71. Pengaman
72 Bab 72. Kecelakaan
73 Bab 73. Terbaring Lemah
74 Bab 74. Pilihan Yang Sulit
75 Bab 75. Keluhan Tentang Ara
76 Bab 76. Tolong, Jangan Pergi Angel!
77 Bab 77. Merayu Zayn
78 Bab 78. Ketahuan Deka
79 Bab 79. Malam Pertama
80 Bab 80. Bucin Tak Tertolong
81 Bab 81. Isi Hati Seorang Pria
82 Bab 82. Melepaskanmu
83 Bab 83. Overthinking
84 Bab 84. Obat?
85 Bab 85. Tanda-Tanda?
86 Bab 86. Ujian Akhir
87 Bab 87. Bocah Random
88 Bab 88. Glamping Istimewa
89 Bab 89. Cuma Mau Kamu
90 Bab 90. Godaan Sofia
91 Bab 91. Kado Terakhir
92 Bab 92. Perpisahan
93 Bab 93. Terhukum Rindu
94 Bab 94. Kegilaan
95 Bab 95. Awal Bencana
96 Bab 96. Kejutan Besar
97 Bab 97. Biar Gue Yang Pergi
98 Bab 98. Mengusir Sofia
99 Bab 99. Keguguran
100 Bab 100. Penyesalan Zayn
101 Bab 101. Mengalah
102 Bab 102. Tanda Kehamilan Makin Jelas
103 Bab 103. USG
104 Bab 104. Jodoh Itu Rahasia
105 Bab 105. Gadis Menyebalkan
106 Bab 106. Cemburu
107 Bab 107. Perjuangan Hidup Dan Mati
108 Bab 108. Koma
109 Bab 109. "Papa..."
110 Bab 110. Melepas Rindu
111 Bab 111. Hotel
112 Bab 112. Drama Alex dan Zayn
113 Bab 113. Honeymoon
114 Bab 114. Wisuda Part. 1
115 Bab 115. Perayaan
116 Bab 116. Berpasangan
117 Bab 117. Cinta dan Cemburu Zayn
118 Bab 118. Bekas Lebam
119 Bab 119. Ajak Ribut
120 Bab 120. Syarat Berat
121 Bab 121. Infertil
122 Bab 122. Tolong Dirahasiakan!
123 Bab 123. Wisuda Part. 2
124 Bab 124. Masih Hidup Lo?
125 Bab 126. Siapa Wanita Itu?
126 Bab 126. Bukan Penyakit
127 Bab 127. Aku Mau Juga!
128 Bab 128. Semakin Menjadi
129 Bab 129. Pelajaran Untuk Zayn
130 Bab 130. Modus Zayn Tak ada Lawan
131 Bab 131. Ngidam Yang Merepotkan
132 Bab 132. Momen Romantis
133 Bab 133. Keluhan
134 Bab 134. Berita Mengejutkan
135 Bab 135. Rujuk
136 Bab 136. Tepat Janji
137 Bab 137. Sensitif
138 Bab 138. Hal Nekat
139 Bab 139. Pengganggu
140 Bab 140. Batas Sabar
141 Bab 141. Dilaporkan Polisi
142 Bab 142. Pelajaran
143 Bab 143. Memohon
144 Bab 144. Rasa Tak Tega
145 Bab 145. Perempuan
146 Bab 146. Alasan Bertemu
147 Bab 147. Posesif
148 Bab 148. Menolak Mama
149 Bab 149. Masalah Dara
150 Bab 150. Kerja Sama
151 Bab 151. Aku Mau Suamimu
Episodes

Updated 151 Episodes

1
Bab 1. Bandara
2
Bab 2. Bohong
3
Bab 3. Luka Di Arena Balap
4
Bab 4. Keputusan Papa
5
Bab 5. Hari Pertama Gio
6
Bab 6. Flirting
7
Bab 7. Pernyataan Cinta
8
Bab 8. Berita Mengejutkan
9
Bab 9. Bertemu Lagi
10
Bab 10. Curhat
11
Bab 11. Puncak Day 1
12
Bab 12. Angel Vs. Zayn
13
Bab 13. Ternyata Lo Jodoh Gue
14
Bab 14. Tantangan Pertama
15
Bab 15. Pendekatan
16
Bab 16. Zayn Sakit
17
Bab 17. Tertangkap BP
18
Bab 18. Merasa Bersalah
19
Bab 19. Kencan Dengan Siapa?
20
Bab 20. Perasaan Nyaman
21
Bab 21. Zayn dan Leon
22
Bab 22. Mengulang Kenangan
23
Bab 23. Hari Apes
24
Bab 24. Siapa Ara?
25
Bab 25. Kesalahan Besar
26
Bab 26. Bermalam
27
Bab 27. Day-1 Birthday Angel
28
Bab 28. Kegelisahan Zayn
29
Bab 29. Gue Cemburu, Zayn!
30
Bab 30. Angel Birthday Part. 1
31
Bab 31. Angel Birthday Part. 2
32
Bab 32. Mengejar Cinta Angel
33
Bab 33. Mengaku Hamil
34
Bab 34. Kenyataan Pahit
35
Bab 35. Kembalinya Angel
36
Bab 36. Goes To Bali 1(Kisah Sepatu)
37
Bab 37. Ketahuan Chat Mesra
38
Bab 38. Mode Bucin
39
Bab 39. Kehilangan Angel
40
Bab 40. Pesona Angel Mematikan
41
Bab 41. Backstreet
42
Bab 42. Diperkenalkan Sebagai Jodoh
43
Bab 43. Angel dan Ara
44
Bab 44. Mulai Takut Kehilangan
45
Bab 45. Leon Bertamu
46
Bab 46. PCOS
47
Bab 47. Bisakah Ditunda?
48
Bab 48. Bandung dan Segala Kenangannya
49
Bab 49. Menguji Kesabaran
50
Bab 50. Keputusan Angel
51
Bab 51. Persetujuan Vicky
52
Bab 52. Tak Sengaja Bertemu
53
Bab 53. Mulai Kesal
54
Bab 54. Tak Akan Tinggal Diam
55
Bab 55. Kabur Dari Rumah
56
Bab 56. Cewek Gatel
57
Bab 57. Pembalasan
58
Bab 58. Like A Demon
59
Bab 59. Harga Yang Harus Dibayar
60
Bab 60. Pikirkan Sebelum Menjawab
61
Bab 61. Dipercepat Saja
62
Bab 62. Tak Mau Kalah
63
Bab 63. Serupa Tapi Tak Sama
64
Bab 64. Hukuman Untuk Gio
65
Bab 65. Pernikahan Dadakan
66
Bab 66. Siasat Ara
67
Bab 67. Lo Sekarang Milik Gue!
68
Bab 68. Menjadi Keluarga
69
Bab 69. Canggung
70
Bab 70. Berawal dari Gigitan Serangga
71
Bab 71. Pengaman
72
Bab 72. Kecelakaan
73
Bab 73. Terbaring Lemah
74
Bab 74. Pilihan Yang Sulit
75
Bab 75. Keluhan Tentang Ara
76
Bab 76. Tolong, Jangan Pergi Angel!
77
Bab 77. Merayu Zayn
78
Bab 78. Ketahuan Deka
79
Bab 79. Malam Pertama
80
Bab 80. Bucin Tak Tertolong
81
Bab 81. Isi Hati Seorang Pria
82
Bab 82. Melepaskanmu
83
Bab 83. Overthinking
84
Bab 84. Obat?
85
Bab 85. Tanda-Tanda?
86
Bab 86. Ujian Akhir
87
Bab 87. Bocah Random
88
Bab 88. Glamping Istimewa
89
Bab 89. Cuma Mau Kamu
90
Bab 90. Godaan Sofia
91
Bab 91. Kado Terakhir
92
Bab 92. Perpisahan
93
Bab 93. Terhukum Rindu
94
Bab 94. Kegilaan
95
Bab 95. Awal Bencana
96
Bab 96. Kejutan Besar
97
Bab 97. Biar Gue Yang Pergi
98
Bab 98. Mengusir Sofia
99
Bab 99. Keguguran
100
Bab 100. Penyesalan Zayn
101
Bab 101. Mengalah
102
Bab 102. Tanda Kehamilan Makin Jelas
103
Bab 103. USG
104
Bab 104. Jodoh Itu Rahasia
105
Bab 105. Gadis Menyebalkan
106
Bab 106. Cemburu
107
Bab 107. Perjuangan Hidup Dan Mati
108
Bab 108. Koma
109
Bab 109. "Papa..."
110
Bab 110. Melepas Rindu
111
Bab 111. Hotel
112
Bab 112. Drama Alex dan Zayn
113
Bab 113. Honeymoon
114
Bab 114. Wisuda Part. 1
115
Bab 115. Perayaan
116
Bab 116. Berpasangan
117
Bab 117. Cinta dan Cemburu Zayn
118
Bab 118. Bekas Lebam
119
Bab 119. Ajak Ribut
120
Bab 120. Syarat Berat
121
Bab 121. Infertil
122
Bab 122. Tolong Dirahasiakan!
123
Bab 123. Wisuda Part. 2
124
Bab 124. Masih Hidup Lo?
125
Bab 126. Siapa Wanita Itu?
126
Bab 126. Bukan Penyakit
127
Bab 127. Aku Mau Juga!
128
Bab 128. Semakin Menjadi
129
Bab 129. Pelajaran Untuk Zayn
130
Bab 130. Modus Zayn Tak ada Lawan
131
Bab 131. Ngidam Yang Merepotkan
132
Bab 132. Momen Romantis
133
Bab 133. Keluhan
134
Bab 134. Berita Mengejutkan
135
Bab 135. Rujuk
136
Bab 136. Tepat Janji
137
Bab 137. Sensitif
138
Bab 138. Hal Nekat
139
Bab 139. Pengganggu
140
Bab 140. Batas Sabar
141
Bab 141. Dilaporkan Polisi
142
Bab 142. Pelajaran
143
Bab 143. Memohon
144
Bab 144. Rasa Tak Tega
145
Bab 145. Perempuan
146
Bab 146. Alasan Bertemu
147
Bab 147. Posesif
148
Bab 148. Menolak Mama
149
Bab 149. Masalah Dara
150
Bab 150. Kerja Sama
151
Bab 151. Aku Mau Suamimu

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!