Mendengar suara di luar, Dista segera keluar dan menyambut tamu yang sudah di tunggunya. Sedangkan Angel masih mematung di depan pintu dan tak segera menoleh. Gadis belia itu sedang memikirkan cara bagaimana Ia bisa keluar dari rumah.
Dista melewati anak gadis nya dan menyambut sepasang suami istri yang sudah lama tak berjumpa. Ternyata setelah sekian lama tak bertemu, tak ada yang berubah. Usia hanyalah angka, namun semangat sepasang suami istri itu untuk bertemu dengan anak gadisnya tak pernah memudar.
Melihat sosok gadis yang hanya berdiri di depan pintu, Pria dengan rahang tegas dan setelan formal menyapanya.
“Angel?” gadis itu pun menoleh.
“Ih kok diam saja sih, ayo beri salam dulu!”
Dista meminta kedua tamunya juga anaknya yang telah rapi masuk ke dalam. Sedangkan Mama dua anak itu menghubungi Vicky untuk segera pulang. sembari memperhatikannya Angel, yang tanpa disuruh pun rupanya telah tampil rapi dan cantik. Padahal Dista tidak tahu saja jika anak gadisnya telah membuat janji dengan Deka untuk keluar sore ini. bagaimana cara minta izin untuk keluar lagi, sedangkan Deka sudah berada di luar rumah.
“Angel duduk sini!” Dista segera mengenalkan anaknya kepada Dion dan Kania.
“Kamu pasti bingung ya? mereka berdua adalah sahabat Papa dan Mama sejak sekolah dulu. Ini Om Dion, dan istrinya Tante Kania.”
“Angel Om, Tante.” sapanya.
Gadis itu merasa canggung, karena sejak tadi teman dari orang tuanya terus menatapnya. Sesekali tersenyum, dan yang membuat gadis itu kesal karena mamanya meninggalkan dirinya sendirian di ruang keluarga. Angel tak tahu lagi harus berbuat apa.
Drrrttt...Drrttt...
Ponsel Angel terus berdering, namun terpaksa di tolak olehnya. Sampai akhirnya kesabaran gadis itu habis.
“Angkat saja Nak, kamu sedang ditunggu seseorang ya?” tanya Kania.
“Hehe, maaf ya Tante. sebenarnya Angel mau keluar hari ini, tapi nggak tahu kalau akan ada tamu.” sesal Angel, dan gadis itu minta izin untuk menerima telepon.
Dion tertawa. Melihat dari sikap gadis itu, pasti Angel tidak akan cocok dengan Zayn yang menyebalkan. Dion pun mencoba sedikit mengobrol untuk mengetahui karakter calon menantunya. Memandang wajah ayu gadis itu, mengingatkan dia dengan Dista namun memiliki watak seperti Vicky.
Memang sebuah gen tak akan pernah bohong. Begitu juga dengan kedua putranya. Keduanya sama-sama tampan seperti dirinya, akan tetapi kenapa sifat buruk orang tua juga ikut diturunkan. Membuat Dion memegang kepalanya.
“Kamu kenapa Mas?” tanya Kania.
“Nggak apa-apa, Sayang menurut kamu si Angel ini cocok sama siapa?”
Kania tertawa, karena sepertinya tebakan mereka berdua sama. Jika Angel tidak akan pernah cocok dengan Zayn yang mau menang sendiri. Untuk itu malam Minggu besok, rencana Dion dan Kania adalah Angel dengan Gio, putra manisnya.
Zayn juga pasti tidak akan tertarik dengan gadis yang nyari satu karakter dengannya. Bukannya pasangan itu saling melengkapi dan menyempurnakan. Dista kembali untuk menyuguhkan hidangan yang telah dipersiapkan.
“Sorry ya dianggurin, kemana Angel?” tanya Dista.
“Anak kamu sepertinya ada acara di luar. Sudah nggak apa-apa, kita sudah bertemu sebentar kok.”
“Oh ya, pantas aja si Angel sudah rapi, tanpa diminta.”
Deka mengatakan jika dirinya akan datang sedikit terlambat. Angel pun bersyukur jika sahabatnya tak menunggu terlalu lama. Setibanya di depan rumah Angel, Deka melihat jika rumah gadis itu kedatangan tamu. Kali ini tak ada salahnya jika Deka akan berpamitan kepada kedua orang tua Angel untuk mengajaknya keluar.
Sebagai seorang pria yang bertanggung jawab, Deka memberanikan diri untuk mengetuk pintu rumah besar itu. meskipun dalam hati Deka gemetar, karena mendengar cerita Angel jika Papanya lebih garang daripada guru BP di sekolah.
“Siapa tahu habis ketemu, Gue langsung diangkat jadi anak mantu, haha...” gurau Deka menghibur dirinya sendiri.
Saat obrolan serius itu sedang berlangsung, terdengar suara ketukan pintu. Membuat pandangan ketiga orang dewasa itu segera tertuju kepada bocah tampan dengan tampilan rapi. Angel yang baru saja turun dari tangga, segera berlari menemui Deka.
“Astaga, bocah ini nekat banget sih!” Angel mencubit perut Deka.
“Habis Lo kama banget Jel, lagi ada tamu ya?”
Dista menghampiri keduanya. Seketika membuat alasan Angel lebih masuk akal untuk di terima. Namun kali ini Dista tak mengizinkan, pasalnya sebentar lagi papanya akan pulang. terjadilah perdebatan sengit di sana. Deka pun menjadi tak enak, dan hendak berpamitan pulang.
“Jangan pulang Dek, awas Lo!”
“Ma, please! Tante sama Om Dion juga sudah tahu kok kalau Angel mau keluar.” Dista terbelalak, lalu menoleh ke arah dua temannya itu.
“Udah Dis, nggak apa-apa. Lusa kita juga akan bertemu lagi.”
Dista memijit pelipisnya dan menghela napas panjang. Akhirnya sebelum mereka berdua pergi, Dista menanyakan siapa nama bocah yang pergi dengan anak gadisnya.
“Saya Damar Kesuma Tante, teman sekelas Angel.”
“Bisa kamu simpan nomor saya Damar?”
“Bisa Tan,” Deka mengambil ponselnya dan menyimpan nomor wanita cantik itu. Angel sejak tadi menatap langit-langit, karena mamanya mulai posesif. Bahkan Mamanya meminta Deka untuk memata-matai semua kegiatannya mulai sekarang.
“Ya sudah, Damar Tante titip Angel ya! paksa pulang kalau gadis itu macam-macam.” Keduanya mencium tangan Dista dan segera meninggalkan rumah besar Angel. Jantung Deka berdegup tak karuan. Selain anaknya, ternyata mama Angel juga seorang wanita yang cantik. Tak heran jika Angel memiliki paras yang nyaris sempurna.
Sampai saat mereka berdua menaiki motor, Deka tak henti-henti mengulas senyum. Ia merasa nyalinya bertambah besar setelah meminta izin kepada orang tua Angel.
“Nyokap Lo cakep juga Jel.”
“Jangan sampai Bokap Gue dengar Lo bilang begitu, di sunat tahu rasa Lo!”
Haha...
Selepas motor besar itu keluar dari halaman rumah Angel, mobil Vicky masuk. Ia seperti melihat anaknya telah meninggalkan rumah bersama seorang laki-laki, tapi siapa?
...
Zayn dan Gio melihat keadaan rumahnya sepi. Mereka berdua memanfaatkan kesempatan untuk pergi keluar. Tak berbuat apa-apa di rumah ternyata sangat membosankan. Zayn jadi teringat peristiwa balapan liar minggu malam itu. Ia berharap bisa bertemu dengan gadis itu lagi untuk memberinya pelajaran.
Zayn berkaca di kamar mandi. Menyigar rambutnya, dan menyentuh luka robek di bibirnya. Tiba-tiba saja Zayn tersenyum malu, entah apa yang ada di dalam pikirannya. Padahal seingat Zayn, dirinya mengakui keunggulan lawannya. Namun siapa sangka dalam balutan pakaian balap itu berisi seorang gadis ‘Cantik.’
“Buruan Zayn, Lama banget!” teriak Gio.
Bocah kembar itu akhirnya pergi berboncengan. Menuju sebuah mal untuk mencari keperluan sekolah Zayn besok. Dengan topi dan masker hitam, tampilan mereka berdua justru menarik perhatian banyak orang.
Gadis-gadis pengunjung mal pun tak berhenti menatap mereka. bahkan ketika keduanya sudah berjalan cukup jauh sampai memasuki toko buku. Zayn terus menggerutu, ternyata semua yang Ia cari tak tersedia di toko sebesar itu. Gio pun menenangkannya dengan mengajaknya menonton film horor terbaru.
“Zy, karena sudah sampai sini sayang aja kalau langsung pulang. Kita nonton?”
“Emang ada film baru?”
Gio membuka smartphone nya, menggulir film yang sedang tayang hari ini. Gio dan Zayn pun berpandangan dan menaikan alisnya. Setelah sependapat, mereka memilih bangku yang paling belakang. selain tampak jelas, mereka juga dapat menyaksikan para penonton yang lain.
“Gila Lo Zayn, kita berdua bakal jadi obat nyamuk di sini!” oceh Gio. Sisi kanan dan kirinya adalah sepasang muda-mudi seusianya. Sedangkan mereka berdua adalah laki-laki tanpa kekasih.
Zayn membeku. Saat film berlangsung, dirinya mendengar suara-suara yang membuatnya bergidik. Begitu juga Gio, dengan seember kecil pop corn dan soda, Ia pura-pura tuli dan buta dengan sekelilingnya. Sampai tatapan Zayn tertuju pada seorang gadis yang nyaris beradu bibir dengan kekasihnya.
Zayn memasukkan tangannya ke ember pop corn milik Gio, dan melempari gadis itu dengan jagung rasa karamel itu bertubi-tubi.
“Rasakan! Lo pikir dunia ini cukup luas, dan Gue nggak bisa menemukan Lo!” umpat Zayn yang di dengar oleh Gio.
“Lo ngomong sama siapa Zy?” Gio melihat arah tatapan saudaranya. Ternyata Zayn sedang mengganggu orang yang sedang pacaran.
Gadis yang merasa terganggu dengan lemparan jagung-jagung itu lantas menoleh ke arah belakang. Namun Ia tak mengenali siapa pun. Semuanya berpasang-pasangan kecuali dua orang pria dengan masker dan topi hitam.
“Ada apa Jel?”
“Tahu nih, ada penonton yang iseng lemparin Gue pakai pop corn. Mana lengket di rambut lagi,” adunya kepada Deka. Rambut Angel pun dipenuhi jagung karamel. Zayn pun tak tahan menahan tawanya.
Akhirnya mereka semua tak ada yang menikmati film. Deka memanfaatkan kesempatan untuk menyatakan cintanya kepada Angel. Menggenggam erat tangan gadis itu dan menciumnya. Dalam suasana gelap menambah kesan romantis untuk keduanya. Angel pun merasa gugup saat ditatap intens oleh Deka. Tanpa mereka sadari Zayn dan Gio pun menyaksikan apa yang Deka dan Angel lakukan dari bangku belakang.
“Deka, Lo ngapain?” bisik Angel, gadis itu melihat sekeliling.
“Would you be mine, Ansara Jelita?”
...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 151 Episodes
Comments
Qaisaa Nazarudin
Namanya Deka apa Damar??
Mampir thor,kayaknya seru..
2024-10-23
0