Bab 15. Pendekatan

Hawa dingin di puncak membuat Zayn tak bisa tidur nyenyak. Pasalnya mereka sudah menyesuaikan diri dengan kondisi di Jakarta yang cukup gerah. Zayn memeluk saudaranya yang tampak pulas bergelung selimut. Melihat hal itu Zayn menjadi jengkel karena sepertinya hanya dirinya saja yang terganggu dengan situasi dan keadaan macam ini.

Terus gelisah, bocah tampan berkulit putih itu membangunkan Gio. Sayangnya Gio sepertinya berada dalam mimpi yang indah. Sulit sekali dibangunkan, bahkan hanya untuk menatap Zayn saja sepertinya ada lem gajah yang melekat di kelopak matanya.

“Tidur Zy, besok kita mau jalan-jalan sama keluarganya Angel, Gue nggak mau bangun kesiangan gara-gara ngobrol sama Lo!” ucap Gio dengan nada kantuk yang sangat berat.

“Nggak bisa tidur Gue! Lo pasti mimpi jorok ya, sampai begitunya lebih milih tidur daripada ngobrol sama Gue!” Gio yang mendengar jawaban Zayn, tersenyum lebar lalu melanjutkan kembali tidurnya.

Zayn meninggalkan kamarnya, Ia mencari dapur untuk mengambil air minum. Membasahi tenggorokannya yang kering. Baru kali ini Ia tak dapat tidur di tempat asing. Suasana sangat sepi, seketika kulit putih Zayn merinding. Namun saat menuruni tangga, Zayn justru melihat seseorang tengah melakukan panggilan video di ruang keluarga.

Suaranya berbisik, namun terdengar sangat bahagia. Dengan rambut hitam tergerai dengan pakaian hangat. Saat menoleh, wajah cantiknya membuat Zayn tersenyum dari kejauhan. Siapa lagi jika bukan gadis bar-bar yang selalu menghantui Zayn Marco Wijaya.

‘Cewek ini nggak ada takut-takutnya sama sekali, tengah malam teleponan sendirian, bisik-bisik, benar-benar di luar perkiraan kalau dia adalah seorang gadis.’

Zayn tak ingin mengganggunya. Setiap saat bersamanya pasti ada saja bahan untuk meributkan hal tidak penting. Apalagi Zayn telah mencium Angel sebanyak dua kali dengan paksa, Ia tak ingin membuat huru-hara di tengah malam begini, meskipun sebenarnya Zayn merasakan candu oleh bibir manis seorang Angel.

Prank!!

“Sial mana pakai pecah lagi gelasnya!”

Zayn segera bersembunyi saat terdengar suara mendekat ke arahnya. Padahal baru saja Ia akan membereskan kekacauannya. Seorang gadis dengan pakaian tidurnya melihat pecahan kaca yang tercecer di lantai.

“Ck! Kelakuan siapa sih ini?” Zayn melihat Angel mengepel lantainya yang basah. Sampai gadis itu melihat ke arah Zayn bersembunyi. Angel membelalakan matanya. Menyadari gadis itu hendak berteriak, Zayn segera menarik gadis itu dan membawanya bersembunyi bersamanya.

“Sshht! Ada yang datang!”

Sekali lagi kesempatan itu datang kepadanya. Bocah tampan dengan bibir pink merona itu mendekap Angel saat langkah kaki mendekat ke arah dapur. Jari telunjuk Zayn memintanya untuk tetap tenang, sampai mereka berdua melihat pemandangan yang membuat suasana dingin itu berubah panas seketika.

“Yang, anak-anak sudah tidur?”

“Sudah, lagian kamu kenapa sih nyusulin kemari! kan Aku Cuma mau minum aja Yang!”

“Nggak mau jauh-jauh lagi dari kamu, rasanya perjalanan dinas kemarin cukup menyiksa aku Yang, harus berjauhan dari kamu dan anak-anak.”

Zayn dan Angel membelalakan matanya. Saat melihat dua orang dewasa itu sedang berciuman mesra di dapur. Begitu hangat dan romantis hingga beberapa saat. Bahkan tanpa sadar Angel meremas erat punggung Zayn karena tak dapat bersuara.

Menyadari takut ada yang melihat, Vicky dan Dista menyudahi kegiatan romantisnya dan berlanjut pindah ke kamar mereka.

“Kita lanjut di kamar aja ya, Suka lupa tempat kalau sama kamu!”

“Ih kamu bisa aja deh! Aku takut kalau ada anak-anak yang tiba-tiba bangun.”

Selepas kepergian mereka, Angel dan Zayn menjadi canggung. Bahkan mereka tak saling melepaskan pegangan mereka satu sama lain saking gugupnya. Zayn menatap Angel yang sepertinya malu karena membuang wajahnya. Sampai Zayn mengangkat dagu gadis itu.

“Sorry Lo harus melihat hal itu dengan mata kepala Lo sendiri!”sesal Angel

“Kenapa? Apa yang salah?”

Zayn meminta Angel untuk menatap matanya. Sedangkan gadis itu berusaha untuk melepaskan diri dari pelukan musuh bebuyutannya. Angel khawatir jika bocah itu tak bisa menyimpan rahasia seperti sebelumnya.

“Jel, lihat Gue! mereka sudah dewasa, saling mencintai, dan Gue juga memakluminya karena Bokap Nyokap Gue juga malah lebih parah dari itu.”

“Lepaskan Gue Zayn!”

“Jel, dengarkan Gue! kalau itu Gue sama Lo, Gue juga akan melakukan hal yang sama. Kenapa Lo takut kalau Gue akan menyebarkan berita ini? mereka calon orang tua Gue, masa iya Gue akan berbuat sejahat itu.”

“Itu kan yang ada di pikiran Lo buat mengancam Gue?”

“Gue nggak perlu mengancam Lo buat jatuh cinta sama Gue! sekarang pergi tidur sana, sudah puas kan video call sama si Deka!”

Zayn kembali membuka lemari pendingin itu dan menenggak habis air dalam gelasnya. Kemudian meninggalkan Angel sendirian di sana yang masih mematung. Mencerna setiap ucapan Zayn ke dalam pikirannya.

Sampai Angel menyadari jika sejak tadi bulu kuduknya meremang. Dari mana Zayn tahu isi dalam pikirannya. Angel menenggak air dingin hingga menghabiskan beberapa gelas. Namun irama jantungnya masih saja berdegup cepat.

‘Ah, efek begadang seperti ini ya...lebih baik Gue cepat-cepat tidur.’

...

Pagi hari, mereka telah sampai di sebuah desa wisata. Untuk sampai ke sebuah rumah pondok, mereka harus mengendarai sepeda yang sengaja di sewakan. Melintasi jalanan terjal di area kebun teh yang meliuk. Dion dan Kania berboncengan mesra dengan sepeda jengki. Begitu juga dengan Vicky dan Dista. Membuat anak-anak mereka berdecak keheranan.

Melihat hal itu, Zayn segera mengajak Fardan untuk berboncengan. Meninggalkan saudara kembarnya Gio dan Angel.

“Tumben saudara Lo diam aja!” tanya Angel.

“Dia demam, semalaman nggak bisa tidur karena kedinginan.” Balas Gio, “ kenapa? Lo khawatir sama Dia?”

“Cih! Siapa? Gue? Enak aja. Hati-hati bawa sepedanya! Gue nggak mau jatuh ya!”

Gio mengacak rambut Angel yang berkepang dua. Menautkan tangan gadis itu untuk melingkar di perutnya. Sepanjang perjalanan Gio berhenti untuk mengabadikan gambar mereka berdua. membuat Angel kesal, karena tertinggal jauh oleh yang lain.

Beberapa kali ponsel Gio berdering, namun saat melihat nama pemanggilnya Gio mengabaikannya. Hingga beberapa kali hal itu berulang, Gio akhirnya mematikan ponselnya yang justru membuat Angel bertanya.

“Siapa yang telepon? Kenapa tidak diangkat?”

“Lupakan, bukan siapa-siapa. Oh ya Jel, berarti Gue boleh main ke rumah dong! Gue masih nggak nyangka, kalau yang dijodohin sama Lo itu Gue, haha...”

“Terserah, kalau kalian yang ke rumah pasti Bokap Nyokap Gue setuju-setuju aja. Oh ya Gio gara-gara perjodohan ini, Gue sampai dilarang Papa untuk keluar rumah lagi sekarang. Dan Lo harus bisa bantu Gue, setuju!”

...

Episodes
1 Bab 1. Bandara
2 Bab 2. Bohong
3 Bab 3. Luka Di Arena Balap
4 Bab 4. Keputusan Papa
5 Bab 5. Hari Pertama Gio
6 Bab 6. Flirting
7 Bab 7. Pernyataan Cinta
8 Bab 8. Berita Mengejutkan
9 Bab 9. Bertemu Lagi
10 Bab 10. Curhat
11 Bab 11. Puncak Day 1
12 Bab 12. Angel Vs. Zayn
13 Bab 13. Ternyata Lo Jodoh Gue
14 Bab 14. Tantangan Pertama
15 Bab 15. Pendekatan
16 Bab 16. Zayn Sakit
17 Bab 17. Tertangkap BP
18 Bab 18. Merasa Bersalah
19 Bab 19. Kencan Dengan Siapa?
20 Bab 20. Perasaan Nyaman
21 Bab 21. Zayn dan Leon
22 Bab 22. Mengulang Kenangan
23 Bab 23. Hari Apes
24 Bab 24. Siapa Ara?
25 Bab 25. Kesalahan Besar
26 Bab 26. Bermalam
27 Bab 27. Day-1 Birthday Angel
28 Bab 28. Kegelisahan Zayn
29 Bab 29. Gue Cemburu, Zayn!
30 Bab 30. Angel Birthday Part. 1
31 Bab 31. Angel Birthday Part. 2
32 Bab 32. Mengejar Cinta Angel
33 Bab 33. Mengaku Hamil
34 Bab 34. Kenyataan Pahit
35 Bab 35. Kembalinya Angel
36 Bab 36. Goes To Bali 1(Kisah Sepatu)
37 Bab 37. Ketahuan Chat Mesra
38 Bab 38. Mode Bucin
39 Bab 39. Kehilangan Angel
40 Bab 40. Pesona Angel Mematikan
41 Bab 41. Backstreet
42 Bab 42. Diperkenalkan Sebagai Jodoh
43 Bab 43. Angel dan Ara
44 Bab 44. Mulai Takut Kehilangan
45 Bab 45. Leon Bertamu
46 Bab 46. PCOS
47 Bab 47. Bisakah Ditunda?
48 Bab 48. Bandung dan Segala Kenangannya
49 Bab 49. Menguji Kesabaran
50 Bab 50. Keputusan Angel
51 Bab 51. Persetujuan Vicky
52 Bab 52. Tak Sengaja Bertemu
53 Bab 53. Mulai Kesal
54 Bab 54. Tak Akan Tinggal Diam
55 Bab 55. Kabur Dari Rumah
56 Bab 56. Cewek Gatel
57 Bab 57. Pembalasan
58 Bab 58. Like A Demon
59 Bab 59. Harga Yang Harus Dibayar
60 Bab 60. Pikirkan Sebelum Menjawab
61 Bab 61. Dipercepat Saja
62 Bab 62. Tak Mau Kalah
63 Bab 63. Serupa Tapi Tak Sama
64 Bab 64. Hukuman Untuk Gio
65 Bab 65. Pernikahan Dadakan
66 Bab 66. Siasat Ara
67 Bab 67. Lo Sekarang Milik Gue!
68 Bab 68. Menjadi Keluarga
69 Bab 69. Canggung
70 Bab 70. Berawal dari Gigitan Serangga
71 Bab 71. Pengaman
72 Bab 72. Kecelakaan
73 Bab 73. Terbaring Lemah
74 Bab 74. Pilihan Yang Sulit
75 Bab 75. Keluhan Tentang Ara
76 Bab 76. Tolong, Jangan Pergi Angel!
77 Bab 77. Merayu Zayn
78 Bab 78. Ketahuan Deka
79 Bab 79. Malam Pertama
80 Bab 80. Bucin Tak Tertolong
81 Bab 81. Isi Hati Seorang Pria
82 Bab 82. Melepaskanmu
83 Bab 83. Overthinking
84 Bab 84. Obat?
85 Bab 85. Tanda-Tanda?
86 Bab 86. Ujian Akhir
87 Bab 87. Bocah Random
88 Bab 88. Glamping Istimewa
89 Bab 89. Cuma Mau Kamu
90 Bab 90. Godaan Sofia
91 Bab 91. Kado Terakhir
92 Bab 92. Perpisahan
93 Bab 93. Terhukum Rindu
94 Bab 94. Kegilaan
95 Bab 95. Awal Bencana
96 Bab 96. Kejutan Besar
97 Bab 97. Biar Gue Yang Pergi
98 Bab 98. Mengusir Sofia
99 Bab 99. Keguguran
100 Bab 100. Penyesalan Zayn
101 Bab 101. Mengalah
102 Bab 102. Tanda Kehamilan Makin Jelas
103 Bab 103. USG
104 Bab 104. Jodoh Itu Rahasia
105 Bab 105. Gadis Menyebalkan
106 Bab 106. Cemburu
107 Bab 107. Perjuangan Hidup Dan Mati
108 Bab 108. Koma
109 Bab 109. "Papa..."
110 Bab 110. Melepas Rindu
111 Bab 111. Hotel
112 Bab 112. Drama Alex dan Zayn
113 Bab 113. Honeymoon
114 Bab 114. Wisuda Part. 1
115 Bab 115. Perayaan
116 Bab 116. Berpasangan
117 Bab 117. Cinta dan Cemburu Zayn
118 Bab 118. Bekas Lebam
119 Bab 119. Ajak Ribut
120 Bab 120. Syarat Berat
121 Bab 121. Infertil
122 Bab 122. Tolong Dirahasiakan!
123 Bab 123. Wisuda Part. 2
124 Bab 124. Masih Hidup Lo?
125 Bab 126. Siapa Wanita Itu?
126 Bab 126. Bukan Penyakit
127 Bab 127. Aku Mau Juga!
128 Bab 128. Semakin Menjadi
129 Bab 129. Pelajaran Untuk Zayn
130 Bab 130. Modus Zayn Tak ada Lawan
131 Bab 131. Ngidam Yang Merepotkan
132 Bab 132. Momen Romantis
133 Bab 133. Keluhan
134 Bab 134. Berita Mengejutkan
135 Bab 135. Rujuk
136 Bab 136. Tepat Janji
137 Bab 137. Sensitif
138 Bab 138. Hal Nekat
139 Bab 139. Pengganggu
140 Bab 140. Batas Sabar
141 Bab 141. Dilaporkan Polisi
142 Bab 142. Pelajaran
143 Bab 143. Memohon
144 Bab 144. Rasa Tak Tega
145 Bab 145. Perempuan
146 Bab 146. Alasan Bertemu
147 Bab 147. Posesif
148 Bab 148. Menolak Mama
149 Bab 149. Masalah Dara
150 Bab 150. Kerja Sama
151 Bab 151. Aku Mau Suamimu
Episodes

Updated 151 Episodes

1
Bab 1. Bandara
2
Bab 2. Bohong
3
Bab 3. Luka Di Arena Balap
4
Bab 4. Keputusan Papa
5
Bab 5. Hari Pertama Gio
6
Bab 6. Flirting
7
Bab 7. Pernyataan Cinta
8
Bab 8. Berita Mengejutkan
9
Bab 9. Bertemu Lagi
10
Bab 10. Curhat
11
Bab 11. Puncak Day 1
12
Bab 12. Angel Vs. Zayn
13
Bab 13. Ternyata Lo Jodoh Gue
14
Bab 14. Tantangan Pertama
15
Bab 15. Pendekatan
16
Bab 16. Zayn Sakit
17
Bab 17. Tertangkap BP
18
Bab 18. Merasa Bersalah
19
Bab 19. Kencan Dengan Siapa?
20
Bab 20. Perasaan Nyaman
21
Bab 21. Zayn dan Leon
22
Bab 22. Mengulang Kenangan
23
Bab 23. Hari Apes
24
Bab 24. Siapa Ara?
25
Bab 25. Kesalahan Besar
26
Bab 26. Bermalam
27
Bab 27. Day-1 Birthday Angel
28
Bab 28. Kegelisahan Zayn
29
Bab 29. Gue Cemburu, Zayn!
30
Bab 30. Angel Birthday Part. 1
31
Bab 31. Angel Birthday Part. 2
32
Bab 32. Mengejar Cinta Angel
33
Bab 33. Mengaku Hamil
34
Bab 34. Kenyataan Pahit
35
Bab 35. Kembalinya Angel
36
Bab 36. Goes To Bali 1(Kisah Sepatu)
37
Bab 37. Ketahuan Chat Mesra
38
Bab 38. Mode Bucin
39
Bab 39. Kehilangan Angel
40
Bab 40. Pesona Angel Mematikan
41
Bab 41. Backstreet
42
Bab 42. Diperkenalkan Sebagai Jodoh
43
Bab 43. Angel dan Ara
44
Bab 44. Mulai Takut Kehilangan
45
Bab 45. Leon Bertamu
46
Bab 46. PCOS
47
Bab 47. Bisakah Ditunda?
48
Bab 48. Bandung dan Segala Kenangannya
49
Bab 49. Menguji Kesabaran
50
Bab 50. Keputusan Angel
51
Bab 51. Persetujuan Vicky
52
Bab 52. Tak Sengaja Bertemu
53
Bab 53. Mulai Kesal
54
Bab 54. Tak Akan Tinggal Diam
55
Bab 55. Kabur Dari Rumah
56
Bab 56. Cewek Gatel
57
Bab 57. Pembalasan
58
Bab 58. Like A Demon
59
Bab 59. Harga Yang Harus Dibayar
60
Bab 60. Pikirkan Sebelum Menjawab
61
Bab 61. Dipercepat Saja
62
Bab 62. Tak Mau Kalah
63
Bab 63. Serupa Tapi Tak Sama
64
Bab 64. Hukuman Untuk Gio
65
Bab 65. Pernikahan Dadakan
66
Bab 66. Siasat Ara
67
Bab 67. Lo Sekarang Milik Gue!
68
Bab 68. Menjadi Keluarga
69
Bab 69. Canggung
70
Bab 70. Berawal dari Gigitan Serangga
71
Bab 71. Pengaman
72
Bab 72. Kecelakaan
73
Bab 73. Terbaring Lemah
74
Bab 74. Pilihan Yang Sulit
75
Bab 75. Keluhan Tentang Ara
76
Bab 76. Tolong, Jangan Pergi Angel!
77
Bab 77. Merayu Zayn
78
Bab 78. Ketahuan Deka
79
Bab 79. Malam Pertama
80
Bab 80. Bucin Tak Tertolong
81
Bab 81. Isi Hati Seorang Pria
82
Bab 82. Melepaskanmu
83
Bab 83. Overthinking
84
Bab 84. Obat?
85
Bab 85. Tanda-Tanda?
86
Bab 86. Ujian Akhir
87
Bab 87. Bocah Random
88
Bab 88. Glamping Istimewa
89
Bab 89. Cuma Mau Kamu
90
Bab 90. Godaan Sofia
91
Bab 91. Kado Terakhir
92
Bab 92. Perpisahan
93
Bab 93. Terhukum Rindu
94
Bab 94. Kegilaan
95
Bab 95. Awal Bencana
96
Bab 96. Kejutan Besar
97
Bab 97. Biar Gue Yang Pergi
98
Bab 98. Mengusir Sofia
99
Bab 99. Keguguran
100
Bab 100. Penyesalan Zayn
101
Bab 101. Mengalah
102
Bab 102. Tanda Kehamilan Makin Jelas
103
Bab 103. USG
104
Bab 104. Jodoh Itu Rahasia
105
Bab 105. Gadis Menyebalkan
106
Bab 106. Cemburu
107
Bab 107. Perjuangan Hidup Dan Mati
108
Bab 108. Koma
109
Bab 109. "Papa..."
110
Bab 110. Melepas Rindu
111
Bab 111. Hotel
112
Bab 112. Drama Alex dan Zayn
113
Bab 113. Honeymoon
114
Bab 114. Wisuda Part. 1
115
Bab 115. Perayaan
116
Bab 116. Berpasangan
117
Bab 117. Cinta dan Cemburu Zayn
118
Bab 118. Bekas Lebam
119
Bab 119. Ajak Ribut
120
Bab 120. Syarat Berat
121
Bab 121. Infertil
122
Bab 122. Tolong Dirahasiakan!
123
Bab 123. Wisuda Part. 2
124
Bab 124. Masih Hidup Lo?
125
Bab 126. Siapa Wanita Itu?
126
Bab 126. Bukan Penyakit
127
Bab 127. Aku Mau Juga!
128
Bab 128. Semakin Menjadi
129
Bab 129. Pelajaran Untuk Zayn
130
Bab 130. Modus Zayn Tak ada Lawan
131
Bab 131. Ngidam Yang Merepotkan
132
Bab 132. Momen Romantis
133
Bab 133. Keluhan
134
Bab 134. Berita Mengejutkan
135
Bab 135. Rujuk
136
Bab 136. Tepat Janji
137
Bab 137. Sensitif
138
Bab 138. Hal Nekat
139
Bab 139. Pengganggu
140
Bab 140. Batas Sabar
141
Bab 141. Dilaporkan Polisi
142
Bab 142. Pelajaran
143
Bab 143. Memohon
144
Bab 144. Rasa Tak Tega
145
Bab 145. Perempuan
146
Bab 146. Alasan Bertemu
147
Bab 147. Posesif
148
Bab 148. Menolak Mama
149
Bab 149. Masalah Dara
150
Bab 150. Kerja Sama
151
Bab 151. Aku Mau Suamimu

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!