Angel menyalakan pemutar musik di mobil Deka, irama musik hip hop membuat keduanya menggerakkan kepalanya sembari menatap jalanan Jakarta pada Minggu malam. Deka terus tersenyum melihat kelakuan Angel.
‘Angel, kapan Lo bisa melihat perasaan Gue ke Lo?’
Setibanya di arena balap, Angel meminta Deka untuk menunggunya dan menyemangatinya. Deka pun tak mengerti dengan maksud gadis yang disukainya sejak lama.
“Lo tunggu di sini Oke!”
Angel berlalu, menghampiri kedua pria dan satu wanita yang telah menunggunya. Sebuah motor besar berwarna merah terang dengan helm full face.
“Aman kan? Lo udah service semua kan?” tanya Angel yang mulai mengenakan pakaian dan atribut pelindung juga masker hitam sebelum mengenakan helmnya.
“Jel, gila Lo ya! Lo nggak bilang kalau mau turun ke jalan!” Deka mulai khawatir, saat gadis itu mulai menaiki motor dan melakukan pemanasan. Tatapan Angel mengatakan kepada Deka jika semua aman terkendali.
“Lo tenang aja Deka, Ini anak lama semua dan Gue udah yakin akan menang lagi kali ini.” tangan Angel mencolek dagu Deka yang membeku. Melihat gadis nekat itu menjalankan motornya bersama dua motor besar yang lainnya.
Deka bertanya kepada teman Angel pemilik motor itu, apakah gadis nekat itu sering melakukan balapan seperti ini? dan mereka semua mengiyakan. Hadiah yang di menangkan Angel untuk perbaikan motor dan acara makan-makan mereka semua.
“Sial, kenapa Gue baru tahu hal ini.” Deka semakin terkejut saat ponsel gadis itu berdering. Melihat sebuah motor besar yang lainnya datang dan berhenti di sisi tempat Angel berada. Gadis itu menoleh ke arahnya begitu juga sebaliknya.
‘Siapa dia? Bukannya Cuma tiga orang saja ya yang akan turun ke jalan?’ batin Angel.
“Cih, Who care?” senyumnya tersungging dari balik helm.
Hitungan berjalan, seorang gadis berdiri di tengah arena, mengibarkan bendera dan menghitung mundur. Suara knalpot empat motor besar membuat arena semakin panas.
“Three, Two, One... Go!”
“Good luck Angel!!” pekik Deka.
Angel dan ke tiga pebalap lainnya, harus melintasi lintasan sepanjang 4,12 kilometer dengan lebar lintasan 10 meter dan lintasan lurus sepanjang 700 meter. Angel berusaha mengalahkan ketiga pebalap lainnya. Namun, kali ini ada keraguan dalam hatinya karena jimat keberuntungannya tak menemaninya dirinya dalam pertandingan kali ini.
Angel berada di posisi pertama, setelah mengalahkan saingannya, tetapi sayangnya tak bertahan lama. Pendatang baru itu berhasil menyalipnya dan menoleh ke arahnya, seolah mengejek.
‘Brengsek!’
Dengan fokus yang Ia punya, bagaimanapun caranya Ia harus menang dalam balapan kali ini. jika tidak, teman-temannya tak akan mengizinkannya lagi bermain dengan motornya. Saat tikungan terakhir mulai terlihat dan tersisa lintasan lurus, Angel mengerahkan kemampuannya.
‘Ma, Pa maafin Angel ya jika nanti terjadi sesuatu.’
Sraaaahhhhsss....
Sorak soray para penonton menyambut juara lintasan minggu ini. sayangnya, itu bukan Angel. Deka berlari menghampiri teman cantiknya itu. entah mengapa Deka begitu kasihan saat melihat Angel begitu lemas. Saat Angel hendak melepas helm, sang juara baru menghampiri Angel dan teman-temannya.
“Lumayan, tapi Lo harus gedein badan Lo dulu biar nggak terbang kebawa angin!” ucapnya.
“Sialan Lo Brengsek! baru menang sekali aja sombong!” balas Angel.
Deka menahan gadis itu untuk berkelahi, karena sejak tadi ponsel gadis itu terus berbunyi. Teman-teman Angel pun juga merasa hasil waktu yang dikalahkan gadis SMA itu tidak buruk, hanya saja Ia bertemu lawan yang lebih tangguh.
“Sudah sekarang Lo pulang aja, di cari Nyokap Lo tuh! Tapi Sorry Jel, kita nggak bisa kasih kesempatan buat Lo tanding lagi, Gue nggak mau terjadi apa-apa sama Lo mengingat Lo cewek sendiri di sini!”
Ucapan itu di dengar oleh pebalap yang masih duduk di atas motornya. Ia membuka helmnya, dan menoleh ke arah Angel masih mematung di depan Deka dan ketiga temannya yang lain.
“Oh, ternyata Lo cewek! Sorry, harusnya Gue ngalah tadi buat Lo! pantes aja body Lo kecil ternyata cewek!”
Mendengar hal itu hati Angel mendidih, sudah menahan kesal dengan kejadian di bandara, berikutnya Ia harus kalah balapan hanya karena orang baru. Angel melepas atribut yang melekat di tubuhnya. Hingga rambut panjangnya tergerai dan membuat pria itu membelalakkan matanya tak percaya.
“Turun Lo! Jangan omong doang, terus kalau gue cewek memangnya kenapa?”
Dengan menarik jaket kulit hitam itu untuk turun dari motor besarnya. Sedangkan salah satu yang lain baru datang dengan membawa segelas kopi untuk saudaranya.
“Kemana si Zayn?”
...
Dari arah kejauhan di mana Gio berdiri, Ia melihat sebuah keributan. Gio pun berlari menuju ke tempat itu. banyak yang berkerumun melihat sesuatu yang menarik.
“Jel sudah Jel, itu anak orang Lo hajar sampai babak belur begitu!” pinta Deka
“Salah siapa mulutnya nggak bisa dijaga!”
Deka menarik tubuh gadis itu yang sudah berada diatas tubuh lawannya. Dada Angel naik turun, seakan menyalurkan semua amarahnya pada pria yang terbaring di tanah. Wajah tampan itu penuh hasil karya seorang Ansara Jelita, merah, biru dan sedikit robek di bibirnya.
“Untung Lo cewek, Kalau Nggak udah Gue balas perbuatan Lo!” maki Zayn. Pria dengan jaket kulit itu adalah Zayn, pria yang sama yang berhasil mengalahkan Angel dalam balap liar malam ini.
“Gue tunggu, Gue nggak takut sama Lo!” Angel berlalu, bersama Deka.
...
Gio meletakan kopinya dan melihat saudara kembarnya terbaring di jalanan. Bukannya segera menolong bocah manis itu tertawa.
“Ngapain Lo, Gue cariin malah rebahan di sini. Bangun!” ledek Gio.
“Siapa yang berani sama saudara Gue?” imbuh Gio lagi, melihat Zayn juga akhirnya tertawa.
“Haha, sial! Untung aja Lo nggak melihat kejadiannya. Mau balik sekarang? Lama-lama perih nih.”
Zayn bangun dan membersihkan dirinya. Ia memeriksa di jalanan itu, memastikan tak ada yang tertinggal. Saat memeriksa saku jaketnya, benda itu ternyata masih ada. Zayn menyentuh bibirnya yang robek, tak menyangka tenaga gadis yang Ia katai kecil itu rupanya sangat bertenaga. Bahkan dengan mudah menarik tubuhnya dan membantingnya di aspal.
“Lo mau diomelin Papa semalam suntuk? Sini Gue beliin obat dulu. Buat siapa pun yang bikin wajah ganteng si Zayn berantakan, Gue berterima kasih banget, haha...”
Gio membawa Zayn ke sebuah minimarket untuk membeli plester, kapas dan alkohol. Saat menunggu di atas motor, Zayn melihat tangan Angel yang sedang diobati seorang pria. Kemudian mereka berdua memasuki sebuah mobil. Tanpa mengatakan sepatah kata apa pun Zayn menghampiri mobil itu, sayangnya mobil itu segera berlalu.
“Gue pastikan jika kita bertemu lagi, Gue nggak akan membiarkan Lo Lolos begitu saja!”
...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 151 Episodes
Comments