Keesokan paginya, mereka telah kembali ke sekolah. Angel sangat antusias karena Deka telah masuk hari ini. Bahkan tak henti-hentinya gadis aktif kesayangan satu kelasnya itu mengacak-acak wajah Deka yang tampak tirus.
Begitu juga dengan Deka, sepertinya liburan akhir pekan membuat Angel tampak segar. Gadis itu kembali ceria setelah ditimpa banyak masalah akhir-akhir ini. Deka dan Angel duduk bersebelahan. Keduanya saling tatap dan menertawakan kebodohan mereka.
“Lo makin kece my Angel, katakan? Sepertinya Lo bahagia banget, apa karena Lo sudah ketemu Gue?”
“Hm,” Angel mengangguk.
Kemesraan Angel dan Deka membuat seisi kelas menggoda keduanya. Berulang kali teman-temannya menyarankan agar Deka segera mengungkapkan perasaannya kepada Angel sebelum terlambat. Deka mengusap rambut gadis itu, dan menopang dagunya menatap gadis cantik yang telah mengacak-acak perasaannya.
“Nonton yuk! Gue kangen jalan sama Lo!”
“Kapan?”
Deka hampir menjawab pertanyaan Angel, Sampai seorang siswa baru berseragam SMA berdiri di belakangnya dan menepuk pundak Deka hingga membuatnya menoleh.
“Balik sono, ini tempat Gue!” pintanya.
Deka pun berdiri menatap mata tajam bocah laki-laki yang tampak familiar. Bahkan keduanya tak berjarak sampai Deka harus mendorong siswa itu hingga goyah.
“Oh, Lo! punya nyali juga sekolah di sini!”
Tanpa basa-basi, Deka segera melayangkan pukulannya untuk Zayn hingga bocah tampan itu menabrak Gio yang baru saja masuk ke kelas.
“Eits! Lo nggak apa-apa Zy?” tanya Gio yang menangkapnya. Gio melihat sudut bibir saudaranya mengalirkan darah segar. Angel yang terkejut pun meminta Deka untuk menghentikannya. Ia lupa memberitahu Deka jika tempat duduknya tak lagi kosong.
Namun semua terlambat, sampai Zayn berdiri dan menarik kerah Deka. Menyeretnya keluar kelas dan membalasnya.
“Heh, Lo bocah cemen di arena balap kan? brengsek, berani-beraninya nonjok Gue, nggak kenal siapa Gue?”
“Banyak omong Lo! Lo yang gangguin Angel di rooftop kemarin kan?”
Semua berteriak mendukung Deka, tak sedikit pula yang mendukung Zayn. Gio sendiri sudah di pesan orang tuanya untuk tidak banyak tingkah di sekolah. mengingat keduanya suka sekali membuat keributan. Tak ada yang berani memisahkan mereka berdua termasuk Gio.
“Lo gimana sih, Dia kan saudara Lo, dan Deka teman Lo, pisah mereka dong!”protes Angel.
Gio tahu, jika Zayn tak akan diam saja, jika ada yang menindasnya. Untuk itu Gio bersorak mendukung saudara kembarnya. Zayn dan Deka sudah berdarah-darah. Bahkan keduanya tak berhenti sampai Angel menghajar keduanya.
“Stop!” Angel berdiri di tengah-tengah, saat tangan Zayn sudah siap untuk menghajar Deka.
“Minggir, nanti kena nangis lagi!” timpal Zayn.
Bugh!
“Bibir Lo harus Gue training sepertinya,” imbuh Angel setelah meninju Zayn. menambah luka di wajahnya. Zayn berdecak, merasakan asin di bibirnya. Deka tersenyum melihat Angel membelanya. Sampai Akhirnya Angel menarik kerah seragam Deka dan memberikan pukulan serupa di wajahnya.
“Ini buat Lo, yang udah blokir nomor Gue, dan nggak ada kabar beberapa hari ini!” balas Angel gemas.
Gio takjub melihat perang dingin ketiganya, yang berdiri di koridor kelas, sampai langkah seorang pria membuat kegaduhan itu berakhir. Tepukan tangan membuat keempat bocah yang bersitegang itu menoleh.
“Hebat! Satu gadis populer dengan tiga pengagumnya!” Guru tampan dengan lesung pipi itu menghampiri satu-satunya gadis cantik di sana. Sesekali menatap lekat wajah Angel. Wajah ayunya mengingatkannya kepada seseorang di masa lalu.
“Angel, dan kalian bertiga ikut Bapak ke ruang BP sekarang!”
“Pak, Kok tahu nama Angel sih duh jadi nggak enak hati nih, kan Angel nggak ikut berkelahi Pak, bawa mereka bertiga saja!” tawar Angel sembari menarik kemeja gurunya dengan tatapan memelas.
Gio, Deka bahkan Zayn sampai menganga tak percaya dengan kelakuan absurd gadis itu. bisa-bisanya melarikan diri dari hukumannya.
“Justru Bapak ingin lebih dekat sama kamu, ayo, ajak ketiga teman kamu ke ruangan Bapak sekarang!”
Guru tampan yang diperkirakan seusia Papanya berjalan ke koridor menuju ruangannya di lantai tiga. Diikuti Angel, Deka dan Gio. Sedangkan Zayn berjalan paling akhir. Bisa-bisanya jam pelajaran pertama Ia habiskan di ruang BP.
Dalam ruangan itu, semua tampak seperti tersangka. Terlebih Deka dan Zayn yang sudah babak belur. Sedangkan Angel, duduk dengan menyilangkan kaki dan memeriksa kuku-kuku di tangannya. Sampai tatapan gurunya fokus hanya kepada gadis itu.
“Oke, sebelumnya Bapak akan memperkenalkan diri. Saya Leon Valdano, diminta secara khusus untuk menjadi guru BP yang baru untuk menggantikan Miss Hilda dan Pak Lukas. Mereka menyerah, sudah tidak sanggup menangani siswa-siswi yang luar biasa energinya seperti kalian, terutama nama seseorang dalam baris paling atas,” ucap Leon.
Deka tertawa kecil. Ia tahu siapa yang berada dalam list catatan guru BP. Gio dan Zayn pun tak mengerti. Sampai Leon memanggil nama Ansara Jelita.
“Ansara Jelita Ardiano, wah... kamu sangat istimewa ya! Bapak semakin kagum denganmu,” pujinya.
“With my pleasure Pak Leon, Bapak pria ke seribu lima ratus yang berucap demikian...,” Deka tertawa menanggapi tingkah Angel yang selalu santai. Sampai Leon menyerahkan sebuah buku catatan dan meminta mereka untuk menuliskan nomor ponsel masing-masing.
“Buat apa Pak? Nomor saya mahal dan tidak dibagikan secara gratis.” Timpal Zayn, sambil menyeka wajahnya.
“Sudah tulis saja, tiba-tiba saya ingin mengenal kalian lebih dekat. Terlebih untuk siswi cantik idaman para siswa di sekolah ini, benar kan Angel? Besok pagi, salah satu orang tua kalian harus datang menemui saya, tidak ada alasan apa pun. Kalian mengerti!”
“Hah? Pak Leon, mana bisa begitu? Papa saya sibuk Pak, belum kembali dari dinasnya di luar negeri. Bicara lewat telepon saja ya Pak, please!” mohon Angel.
Leon semakin menyukai wajah gadis itu saat sedang memelas. Entah kenapa Leon semakin penasaran dengan orang tua gadis itu. Jika tebakannya tidak salah, nama belakang Angel adalah nama seseorang yang tak pernah Ia lupakan.
“Sudah Jel, ayo kita kembali ke kelas!”
“Diam Lo Deka! Kalian kembali saja ke kelas lebih dulu. nanti Gue menyusul.” Pinta Angel.
Apa yang akan terjadi nanti kalau Papanya sampai tahu dengan perbuatannya kali ini. Miss Hilda dan Pak Lukas masih bisa diakalin dengan hadiah, sedangkan Pak Leon? Guru baru itu sangat manis wajahnya, Namun Angel belum mengetahui karakternya.
“Ehm Pak, kali ini saja Pak, lolosin Angel ya Pak!”
“Ehm, kamu masukan saja nomor ponselmu di sini! Nanti akan saya beritahu selanjutnya apa yang harus kamu lakukan.”
“Ck! Janji ya, Pak Leon nggak akan menghubungi orang tua saya!”
“Tergantung kerja sama kamu nantinya.”
Selepas kepergian Angel, Leon mulai mencari data tentang Ansara Jelita Ardiano. Dan tepat seperti dugaannya. Senyum di wajahnya terus tersungging, sembari melihat sebuah foto di galeri ponselnya.
“Meskipun waktu berlalu, ternyata kecantikanmu tidak pudar. Justru Aku bisa melihatnya dalam versi kecilmu...”
...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 151 Episodes
Comments
Qaisaa Nazarudin
Ternyata Mantannya Dista nih pak Leon..
Apa pak Leon belom menikah dengan umur segini,Atau pak Leon sekarang Duda??🤔🤔
2024-10-23
0
miyura
wah.. sepertinya pak leon mantan mama nya angel..
2023-10-19
1
miyura
up yg banyak dong othor..
2023-10-19
1