Bab 11. Puncak Day 1

Angel memasuki rumah, terlihat semua orang sibuk. Mamanya, Adiknya juga bibi pengurus rumah. Tak ada yang mengatakan kepada gadis itu ada apa sebenarnya.

Setahu Angel Ia hanya diminta untuk pulang lebih cepat. Saat gadis kelas XI SMA itu hendak ke kamarnya Ia bertabrakan dengan Fardan, adiknya yang super cepu.

“Jelly, lama banget sih Lo! Uh, mana bau bakso lagi.” sungut Fardan yang segera meminta kakaknya untuk mandi. Dista tengah menyiapkan banyak bahan makanan untuk acara nanti malam. Wanita cantik dua anak itu sengaja merahasiakannya kepada Angel.

“Sayang, kok kamu belum siap-siap?” tanya Dista.

“Kita mau ke mana sih Ma?” Angel dengan lemas menaiki anak tangga menuju kamarnya. Dista mengikutinya di belakang dan meminta anak gadisnya untuk mencoba pakaian yang baru saja Ia beli. Sama seperti Vicky yang menyukai anak perempuan, Dista bisa menyalurkan hobinya yang suka make up dan selalu tampil fashionable.

“Kita mau berlibur Angel, sudah lama Mama ingin menghabiskan akhir pekan di puncak tapi belum keturutan karena Papa kamu masih ada pekerjaan.” Senyum manis mamanya membuat Angel menatap curiga.

Meskipun saat mendengar hal itu, Angel bersorak kegirangan.

Kenapa mamanya tak mengatakannya sejak tadi jika mereka akan ke Bogor untuk berlibur. Dengan semangat empat lima, Angel mengikuti semua perkataan mamanya.

“Tapi Mama nggak berniat mau honeymoon lagi sama Papa kan?” goda Angel sambil memasuki kamar mandi.

“Ehm, usul kamu bagus juga Nak,” balas Dista tak mau kalah.

Setelah tampak segar, Angel mengenakan pakaian yang tersedia di atas tempat tidur. Sebuah midi dress berwarna pink kombinasi putih tanpa lengan, di lengkapi dengan jaket denimnya. Membuatnya tampak manis dan feminim. Tak lupa menyemprotkan parfum aroma vanila, yang cocok untuk gadis energik seperti Angel. Dengan sepatu kets andalannya, Ia sudah siap untuk bersenang-senang.

Saat sedang berhias di depan meja rias, Dista masuk dan mulai menatap anak gadisnya yang beranjak remaja. Di sisirnya surai hitam legam itu, dikreasikan menjadi bulatan-bulatan di sisi kiri dan kanan seperti boneka beruangnya.

Membuat Dista merasa gemas dan mencium pipi anak gadisnya. Ia tak menyangka, jika suatu saat dirinya harus merelakan Angel dimiliki pasangannya. Rasanya baru kemarin Ia melahirkan gadis ayu berkulit putih itu.

“Cantik kan anak Mama, nah selesai. Ayo, Papa sudah menunggu kita di bawah!” Dista menggandeng tangan Angel. Keduanya masih cocok di sebut kakak beradik dari pada Ibu dan anak. Sampai Angel teringat ucapan Deka yang mengatakan jika Mamanya cantik.

“Ma, dapat salam dari Deka, kalau Mama cakep.” Sembari tersenyum menggoda mamanya.

“Deka? Oh, maksud kamu Damar?” Dista pun tertawa mengingat bocah manis itu, “Kamu suka sama dia ya?” tanya Dista. Gadis belia itu pun mengedikan bahu, Ia juga tak tahu dengan perasaannya. Meskipun Deka sudah memberikan sinyal dan kode berkali-kali, Namun Angel takut jika suatu saat perasaannya akan berubah dan hubungan mereka tak bisa sebaik sebelumnya.

‘Nggak ada kabar dari bocah itu, gimana ya keadaannya?’ batin Angel yang menatap layar ponselnya. Ia ingat jika kontaknya telah diblokir oleh Deka.

Vicky melihat istri dan anaknya tampak mempesona, padahal mereka hanya berpakaian kasual seperti biasa, tetapi kenapa menatapnya saja membuat dirinya jatuh cinta berkali-kali. Apa kabar dengan pria lain yang menatapnya.

“Kayak begini nih yang bikin Papa posesif, lihat kamu sama Angel menarik perhatian banyak orang.” Keluhnya. Dista hanya tertawa, sudah menjadi kewajiban seorang suami cemburu dengan istrinya.

Sampai mobil itu mulai memasuki jalan tol Jagorawi untuk mempersingkat waktu. Mengingat akhir pekan pasti jalur puncak akan sangat padat dilintasi banyak para wisatawan. Meskipun memakan waktu hampir dua jam, akhirnya mereka tiba juga di lokasi.

“Kita sudah sampai, Ayo turun!” ajak Vicky kepada anak dan istrinya.

Sebuah Villa estetik bernuansa dominan coklat. Dengan halaman yang luas, jalan bebatuan dan banyak pepohonan di sana. Fardan sangat antusias dengan pilihan orang tuanya. Bocah SMP itu membantu Vicky mengeluarkan barang bawaannya dari dalam bagasi. Sedangkan Angel asyik mengelilingi bangunan megah yang terdiri dari dua lantai dan juga terdapat kolam renang di sisi villa itu.

“Wah keren, siapa yang milih Villa ini Pa?” tanya Angel.

“Tanya-tanyanya nanti aja Jelly, sekarang bantuin kita dong!” pinta si bungsu.

“Lo kan cowok, masa nggak malu minta bantuan Gue?” jawab Angel asal-asalan. Melihat ada pemanggang di samping vila, sepertinya papanya akan mengadakan acara barbeque untuk mereka sekeluarga. Dista memasukkan barang bawaan anak-anaknya ke dalam kamar yang sudah mereka tentukan. Begitu juga dengan barang pribadinya dengan suaminya.

Melihat Angel ke arah yang berbeda, Dista segera memanggilnya. Wanita cantik itu memberi tahu jika Villa ini tak hanya untuk keluarga mereka saja. Angel berpikir rasanya sayang juga bangunan sebesar ini hanya mereka berempat saja, tetapi Angel tidak tahu siapa keluarga yang dimaksud.

Angel pun segera mengikuti mamanya. Akan tetapi rasa penasarannya cukup tinggi, sampai Ia kembali lagi ke kamar yang hendak Ia buka pintunya.

“Wah... kamar ini luas sekali. Ranjangnya besar lagi.” Angel merasa takjub. Melihat kamar yang lebih besar dari miliknya. Melihat tirai cantik berwarna rose gold dan membukanya. Ternyata sebuah pintu kaca yang menghubungkannya ke balkon, dengan pagar besi setinggi enam puluh sentimeter.

Angel hendak kembali memberi tahu mamanya jika Ia akan pindah ke kamar besar itu. saat ia hendak keluar terdengar suara langkah kaki yang akan menaiki anak tangga dan mendekati pintu itu.

“Sial, suara siapa itu? sepertinya bukan suara Fardan atau Papa.”

...

Rupanya saat Dista dan Angel memasukan barang-barang, sebuah mobil hitam datang memasuki halaman Villa. Menurunkan kaca jendela diiringi suara klakson membuat pria tampan dua anak itu menoleh dan saling melemparkan senyum.

“Wih, makin segar aja! sehat Bro?” sapa Vicky.

“Yoi, kalian juga sehat kan? Nah Boys, kenalin ini sahabat baik Papa, namanya Om Vicky dan di dalam nanti ada Tante Dista, jangan lupa beri salam ya!” perintah Dion.

Vicky menerima uluran tangan dari dua remaja manis yang bagai pinang dibelah dua. Keduanya mencium tangan Vicky sambil menyebutkan namanya.

“Gio—Om.”

“Zayn—Om.”

Vicky mengacak rambut keduanya dan memintanya untuk segera ke kamar. Meletakkan barang bawaannya. Sedangkan Vicky dan kedua orang tua bocah kembar itu akan menyiapkan makan malam.

“Om Vicky, kamar nya sebelah mana ya?” tanya Gio.

“Naik saja ke lantai dua, kamar kalian ada di sisi kanan tangga ya! kalau tidak kalian bisa tanya sama Tante Dista di dapur sama Mama kalian.”

“Thanks Om.” Keduanya berlalu. rasanya akhir pekan ini akan menjadi malam yang panjang untuk Zayn dan juga Gio. Melihat banyak kamar Zayn langsung tertuju pada sebuah pintu tepat sesuai instruksi dari Vicky. Gio pun mengikutinya.

“Kayaknya yang ini deh, yang sebelah lagi buat Papa sama Mama.” Zayn meminta saudaranya untuk meletakan barang bawaan mamanya ke kamarnya. Begitu juga sebaliknya.

Zayn membuka pintu. Berjalan ke sisi ranjang dan meletakan tas jinjing itu di sana. Berjalan ke arah pintu balkon yang terbuka dan menutupnya karena udara di luar sangat dingin. Tiba-tiba saja Ia ingin ke kamar mandi. Namun pintunya tak bisa dibuka.

Melihat handle pintu terus bergerak, Angel menahan napas. keringat dinginnya mulai keluar. Apalagi Ia cukup lama bersembunyi di dalam. Tak menyangka akan ketahuan, kira-kira siapa ya pemilik kamar ini? batin Angel.

‘Duh, mampus Gue! Mana kepengen bersin lagi.’

Saat gerakan handle pintu itu berhenti bergerak, Angel merasa lega. Ia pun bisa bernapas dengan tenang. Sampai suatu ketika...

Brakk!!

Zayn menendang pintu itu dan tatapan mereka berdua bertemu. keduanya sama-sama membulatkan matanya tak percaya.

“Lo?” pekik bocah manis itu. Zayn memasuki kamar mandi dan melihat seorang gadis dengan midi dress tengah terkejut di sudut ruangan sambil menutup mulutnya. Lantas Zayn mengangkat sudut bibirnya. Menutup pintu itu, dan menguncinya.

“Mau ngapain Lo?”tanya Angel yang mulai panik. Gadis itu masih ingat saat ciuman pertamanya telah dicuri oleh remaja seusianya.

Zayn berdiri tepat di depan Angel. Menopang salah satu tangannya ke dinding. Tak akan membiarkan gadis itu lolos untuk kedua kali.

“Minggir, Gue mau keluar!”

“Lewatin dulu Gue!”

Merasa kesal, Angel mendorong dada bidang Zayn. namun kedua tangannya justru di cekal oleh saudara kembar Gio. Sampai Angel melihat gelang di sisi tangan bocah nakal itu lagi.

“Lo dapat dari mana gelang itu?” tanya Angel terbata-bata. Zayn melirik tangannya dan melihat gelang tu. Melihat nama yang tertulis di sana sama dengan nama gadis yang berdiri di hadapannya. Sebuah kesempatan untuk Angel untuk menyingkirkan Zayn. Sayangnya pintunya sudah terkunci.

“Sepertinya kita berjodoh...”

“Zayn kamu di dalam?” panggil seorang wanita dari arah luar. Angel ingin berteriak minta tolong, tetapi tangan Zayn lebih cepat untuk menutup mulut gadis itu, dan berbisik,“Kalau Lo teriak, Gue cium lagi Lo di sini!

...

Episodes
1 Bab 1. Bandara
2 Bab 2. Bohong
3 Bab 3. Luka Di Arena Balap
4 Bab 4. Keputusan Papa
5 Bab 5. Hari Pertama Gio
6 Bab 6. Flirting
7 Bab 7. Pernyataan Cinta
8 Bab 8. Berita Mengejutkan
9 Bab 9. Bertemu Lagi
10 Bab 10. Curhat
11 Bab 11. Puncak Day 1
12 Bab 12. Angel Vs. Zayn
13 Bab 13. Ternyata Lo Jodoh Gue
14 Bab 14. Tantangan Pertama
15 Bab 15. Pendekatan
16 Bab 16. Zayn Sakit
17 Bab 17. Tertangkap BP
18 Bab 18. Merasa Bersalah
19 Bab 19. Kencan Dengan Siapa?
20 Bab 20. Perasaan Nyaman
21 Bab 21. Zayn dan Leon
22 Bab 22. Mengulang Kenangan
23 Bab 23. Hari Apes
24 Bab 24. Siapa Ara?
25 Bab 25. Kesalahan Besar
26 Bab 26. Bermalam
27 Bab 27. Day-1 Birthday Angel
28 Bab 28. Kegelisahan Zayn
29 Bab 29. Gue Cemburu, Zayn!
30 Bab 30. Angel Birthday Part. 1
31 Bab 31. Angel Birthday Part. 2
32 Bab 32. Mengejar Cinta Angel
33 Bab 33. Mengaku Hamil
34 Bab 34. Kenyataan Pahit
35 Bab 35. Kembalinya Angel
36 Bab 36. Goes To Bali 1(Kisah Sepatu)
37 Bab 37. Ketahuan Chat Mesra
38 Bab 38. Mode Bucin
39 Bab 39. Kehilangan Angel
40 Bab 40. Pesona Angel Mematikan
41 Bab 41. Backstreet
42 Bab 42. Diperkenalkan Sebagai Jodoh
43 Bab 43. Angel dan Ara
44 Bab 44. Mulai Takut Kehilangan
45 Bab 45. Leon Bertamu
46 Bab 46. PCOS
47 Bab 47. Bisakah Ditunda?
48 Bab 48. Bandung dan Segala Kenangannya
49 Bab 49. Menguji Kesabaran
50 Bab 50. Keputusan Angel
51 Bab 51. Persetujuan Vicky
52 Bab 52. Tak Sengaja Bertemu
53 Bab 53. Mulai Kesal
54 Bab 54. Tak Akan Tinggal Diam
55 Bab 55. Kabur Dari Rumah
56 Bab 56. Cewek Gatel
57 Bab 57. Pembalasan
58 Bab 58. Like A Demon
59 Bab 59. Harga Yang Harus Dibayar
60 Bab 60. Pikirkan Sebelum Menjawab
61 Bab 61. Dipercepat Saja
62 Bab 62. Tak Mau Kalah
63 Bab 63. Serupa Tapi Tak Sama
64 Bab 64. Hukuman Untuk Gio
65 Bab 65. Pernikahan Dadakan
66 Bab 66. Siasat Ara
67 Bab 67. Lo Sekarang Milik Gue!
68 Bab 68. Menjadi Keluarga
69 Bab 69. Canggung
70 Bab 70. Berawal dari Gigitan Serangga
71 Bab 71. Pengaman
72 Bab 72. Kecelakaan
73 Bab 73. Terbaring Lemah
74 Bab 74. Pilihan Yang Sulit
75 Bab 75. Keluhan Tentang Ara
76 Bab 76. Tolong, Jangan Pergi Angel!
77 Bab 77. Merayu Zayn
78 Bab 78. Ketahuan Deka
79 Bab 79. Malam Pertama
80 Bab 80. Bucin Tak Tertolong
81 Bab 81. Isi Hati Seorang Pria
82 Bab 82. Melepaskanmu
83 Bab 83. Overthinking
84 Bab 84. Obat?
85 Bab 85. Tanda-Tanda?
86 Bab 86. Ujian Akhir
87 Bab 87. Bocah Random
88 Bab 88. Glamping Istimewa
89 Bab 89. Cuma Mau Kamu
90 Bab 90. Godaan Sofia
91 Bab 91. Kado Terakhir
92 Bab 92. Perpisahan
93 Bab 93. Terhukum Rindu
94 Bab 94. Kegilaan
95 Bab 95. Awal Bencana
96 Bab 96. Kejutan Besar
97 Bab 97. Biar Gue Yang Pergi
98 Bab 98. Mengusir Sofia
99 Bab 99. Keguguran
100 Bab 100. Penyesalan Zayn
101 Bab 101. Mengalah
102 Bab 102. Tanda Kehamilan Makin Jelas
103 Bab 103. USG
104 Bab 104. Jodoh Itu Rahasia
105 Bab 105. Gadis Menyebalkan
106 Bab 106. Cemburu
107 Bab 107. Perjuangan Hidup Dan Mati
108 Bab 108. Koma
109 Bab 109. "Papa..."
110 Bab 110. Melepas Rindu
111 Bab 111. Hotel
112 Bab 112. Drama Alex dan Zayn
113 Bab 113. Honeymoon
114 Bab 114. Wisuda Part. 1
115 Bab 115. Perayaan
116 Bab 116. Berpasangan
117 Bab 117. Cinta dan Cemburu Zayn
118 Bab 118. Bekas Lebam
119 Bab 119. Ajak Ribut
120 Bab 120. Syarat Berat
121 Bab 121. Infertil
122 Bab 122. Tolong Dirahasiakan!
123 Bab 123. Wisuda Part. 2
124 Bab 124. Masih Hidup Lo?
125 Bab 126. Siapa Wanita Itu?
126 Bab 126. Bukan Penyakit
127 Bab 127. Aku Mau Juga!
128 Bab 128. Semakin Menjadi
129 Bab 129. Pelajaran Untuk Zayn
130 Bab 130. Modus Zayn Tak ada Lawan
131 Bab 131. Ngidam Yang Merepotkan
132 Bab 132. Momen Romantis
133 Bab 133. Keluhan
134 Bab 134. Berita Mengejutkan
135 Bab 135. Rujuk
136 Bab 136. Tepat Janji
137 Bab 137. Sensitif
138 Bab 138. Hal Nekat
139 Bab 139. Pengganggu
140 Bab 140. Batas Sabar
141 Bab 141. Dilaporkan Polisi
142 Bab 142. Pelajaran
143 Bab 143. Memohon
144 Bab 144. Rasa Tak Tega
145 Bab 145. Perempuan
146 Bab 146. Alasan Bertemu
147 Bab 147. Posesif
148 Bab 148. Menolak Mama
149 Bab 149. Masalah Dara
150 Bab 150. Kerja Sama
151 Bab 151. Aku Mau Suamimu
Episodes

Updated 151 Episodes

1
Bab 1. Bandara
2
Bab 2. Bohong
3
Bab 3. Luka Di Arena Balap
4
Bab 4. Keputusan Papa
5
Bab 5. Hari Pertama Gio
6
Bab 6. Flirting
7
Bab 7. Pernyataan Cinta
8
Bab 8. Berita Mengejutkan
9
Bab 9. Bertemu Lagi
10
Bab 10. Curhat
11
Bab 11. Puncak Day 1
12
Bab 12. Angel Vs. Zayn
13
Bab 13. Ternyata Lo Jodoh Gue
14
Bab 14. Tantangan Pertama
15
Bab 15. Pendekatan
16
Bab 16. Zayn Sakit
17
Bab 17. Tertangkap BP
18
Bab 18. Merasa Bersalah
19
Bab 19. Kencan Dengan Siapa?
20
Bab 20. Perasaan Nyaman
21
Bab 21. Zayn dan Leon
22
Bab 22. Mengulang Kenangan
23
Bab 23. Hari Apes
24
Bab 24. Siapa Ara?
25
Bab 25. Kesalahan Besar
26
Bab 26. Bermalam
27
Bab 27. Day-1 Birthday Angel
28
Bab 28. Kegelisahan Zayn
29
Bab 29. Gue Cemburu, Zayn!
30
Bab 30. Angel Birthday Part. 1
31
Bab 31. Angel Birthday Part. 2
32
Bab 32. Mengejar Cinta Angel
33
Bab 33. Mengaku Hamil
34
Bab 34. Kenyataan Pahit
35
Bab 35. Kembalinya Angel
36
Bab 36. Goes To Bali 1(Kisah Sepatu)
37
Bab 37. Ketahuan Chat Mesra
38
Bab 38. Mode Bucin
39
Bab 39. Kehilangan Angel
40
Bab 40. Pesona Angel Mematikan
41
Bab 41. Backstreet
42
Bab 42. Diperkenalkan Sebagai Jodoh
43
Bab 43. Angel dan Ara
44
Bab 44. Mulai Takut Kehilangan
45
Bab 45. Leon Bertamu
46
Bab 46. PCOS
47
Bab 47. Bisakah Ditunda?
48
Bab 48. Bandung dan Segala Kenangannya
49
Bab 49. Menguji Kesabaran
50
Bab 50. Keputusan Angel
51
Bab 51. Persetujuan Vicky
52
Bab 52. Tak Sengaja Bertemu
53
Bab 53. Mulai Kesal
54
Bab 54. Tak Akan Tinggal Diam
55
Bab 55. Kabur Dari Rumah
56
Bab 56. Cewek Gatel
57
Bab 57. Pembalasan
58
Bab 58. Like A Demon
59
Bab 59. Harga Yang Harus Dibayar
60
Bab 60. Pikirkan Sebelum Menjawab
61
Bab 61. Dipercepat Saja
62
Bab 62. Tak Mau Kalah
63
Bab 63. Serupa Tapi Tak Sama
64
Bab 64. Hukuman Untuk Gio
65
Bab 65. Pernikahan Dadakan
66
Bab 66. Siasat Ara
67
Bab 67. Lo Sekarang Milik Gue!
68
Bab 68. Menjadi Keluarga
69
Bab 69. Canggung
70
Bab 70. Berawal dari Gigitan Serangga
71
Bab 71. Pengaman
72
Bab 72. Kecelakaan
73
Bab 73. Terbaring Lemah
74
Bab 74. Pilihan Yang Sulit
75
Bab 75. Keluhan Tentang Ara
76
Bab 76. Tolong, Jangan Pergi Angel!
77
Bab 77. Merayu Zayn
78
Bab 78. Ketahuan Deka
79
Bab 79. Malam Pertama
80
Bab 80. Bucin Tak Tertolong
81
Bab 81. Isi Hati Seorang Pria
82
Bab 82. Melepaskanmu
83
Bab 83. Overthinking
84
Bab 84. Obat?
85
Bab 85. Tanda-Tanda?
86
Bab 86. Ujian Akhir
87
Bab 87. Bocah Random
88
Bab 88. Glamping Istimewa
89
Bab 89. Cuma Mau Kamu
90
Bab 90. Godaan Sofia
91
Bab 91. Kado Terakhir
92
Bab 92. Perpisahan
93
Bab 93. Terhukum Rindu
94
Bab 94. Kegilaan
95
Bab 95. Awal Bencana
96
Bab 96. Kejutan Besar
97
Bab 97. Biar Gue Yang Pergi
98
Bab 98. Mengusir Sofia
99
Bab 99. Keguguran
100
Bab 100. Penyesalan Zayn
101
Bab 101. Mengalah
102
Bab 102. Tanda Kehamilan Makin Jelas
103
Bab 103. USG
104
Bab 104. Jodoh Itu Rahasia
105
Bab 105. Gadis Menyebalkan
106
Bab 106. Cemburu
107
Bab 107. Perjuangan Hidup Dan Mati
108
Bab 108. Koma
109
Bab 109. "Papa..."
110
Bab 110. Melepas Rindu
111
Bab 111. Hotel
112
Bab 112. Drama Alex dan Zayn
113
Bab 113. Honeymoon
114
Bab 114. Wisuda Part. 1
115
Bab 115. Perayaan
116
Bab 116. Berpasangan
117
Bab 117. Cinta dan Cemburu Zayn
118
Bab 118. Bekas Lebam
119
Bab 119. Ajak Ribut
120
Bab 120. Syarat Berat
121
Bab 121. Infertil
122
Bab 122. Tolong Dirahasiakan!
123
Bab 123. Wisuda Part. 2
124
Bab 124. Masih Hidup Lo?
125
Bab 126. Siapa Wanita Itu?
126
Bab 126. Bukan Penyakit
127
Bab 127. Aku Mau Juga!
128
Bab 128. Semakin Menjadi
129
Bab 129. Pelajaran Untuk Zayn
130
Bab 130. Modus Zayn Tak ada Lawan
131
Bab 131. Ngidam Yang Merepotkan
132
Bab 132. Momen Romantis
133
Bab 133. Keluhan
134
Bab 134. Berita Mengejutkan
135
Bab 135. Rujuk
136
Bab 136. Tepat Janji
137
Bab 137. Sensitif
138
Bab 138. Hal Nekat
139
Bab 139. Pengganggu
140
Bab 140. Batas Sabar
141
Bab 141. Dilaporkan Polisi
142
Bab 142. Pelajaran
143
Bab 143. Memohon
144
Bab 144. Rasa Tak Tega
145
Bab 145. Perempuan
146
Bab 146. Alasan Bertemu
147
Bab 147. Posesif
148
Bab 148. Menolak Mama
149
Bab 149. Masalah Dara
150
Bab 150. Kerja Sama
151
Bab 151. Aku Mau Suamimu

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!