Bab 8. Berita Mengejutkan

Kedua bocah kembar itu harus menyaksikan drama percintaan anak remaja. Gio menyadari jika itu adalah teman sekolahnya, Angel dan Deka. Akan tetapi Gio belum tahu jika gadis itulah yang telah membuat wajah tampan Zayn berantakan.

Entah kenapa ada rasa kecewa melihat pemandangan di depannya. Baru juga Gio mulai tertarik dengan gadis itu, tetapi dugaannya ternyata benar jika dua siswa itu pasti memiliki hubungan istimewa.

‘semoga saja Gue masih punya kesempatan.’ Batin Gio. Saat bocah manis itu hendak mengajak Zayn pulang, Ia justru melihat saudaranya yang menyebalkan membuka maskernya dan mendekatkan diri ke arah pasangan itu.

Hatsyi...!!

Zayn bersin sebanyak dua kali ke arah Angel. Entah ada dendam apa antara Zayn dengan gadis cantik itu. seketika semua perhatian penonton tertuju ke arah mereka berdua, begitu juga dengan Deka dan Angel.

Akibat ruangan dalam gedung bioskop gelap, Angel tak dapat melihat dengan jelas siapa orang iseng yang mengerjainya. Ingin sekali mengajaknya ribut, tetapi Angel masih sadar, jika ini adalah tempat umum.

“Sial, dari tadi dua orang di belakang cari gara-gara sama gue!” omel Angel. Seketika gadis itu berdiri dan meninggalkan ruangan minim cahaya dengan film yang tengah berlangsung. Deka pun mengejar Angel yang merasa kesal. Takut terkena virus, Angel segera mencari toilet.

“Jel tunggu dong!”

“Gue mau ke toilet dulu Dek!”

Angel masuk ke dalam kamar mandi, membersihkan badannya dengan tisu dan air. Juga merapikan rambutnya yang lengket. Belum lagi, Angel menahan perasaannya sejak dalam bioskop tadi.

‘Perasaan apa ini? kenapa jantungnya berdebar, apa karena si konyol Deka?’ Angel mencuci wajahnya supaya Ia lekas sadar. Setelah keluar, Ia tak menemukan Deka di manapun. Menunggu selama setengah jam di depan pintu masuk, namun sahabatnya juga tak kunjung datang.

Angel berlalu meninggalkan mal itu, di saat Deka tengah memanggil namanya namun mulutnya telah dibungkam oleh seseorang. Hingga tampak gadis itu menaiki taksi, pelaku melepaskan sanderanya. Tak ingin membuang waktu, Deka segera mengejar gadis itu.

“Sial! Pakai hujan lagi.”

...

Setibanya di rumah, Angel sudah di sambut oleh kedua orang tuanya. Kali ini sambutan mereka berdua tak sehangat biasanya. membuat Angel semakin dalam suasana hati yang buruk.

“Angel, kemari!” Vicky memanggil anak gadisnya yang murung.

“Ada apa Pa?”

“Mulai besok dan seterusnya, kamu hanya akan keluar rumah untuk keperluan sekolahmu ya! Papa lihat kamu mulai susah diatur, satu lagi. Kamu pergi dengan siapa sore tadi?”

Angel tak melihat mamanya di sana. Tak mungkin mamanya mengadu ke papanya. Kali ini Ia tidak akan selamat dari teguran Papanya. Selama satu jam Vicky menasehati Angel, hingga hidung gadis itu mulai merah. Matanya berkaca-kaca, jari-jarinya meremas jaket denimnya.

“Hanya teman Pa,” jelas Angel.

Hah... Ingin menahan berita itu sampai ujian Angel selesai. Supaya tidak mengganggu konsentrasi belajarnya. Akan tetapi dilihat beberapa hari ini, Angel sering keluar rumah, bahkan pulang malam meskipun tak lebih dari pukul sembilan. Terlebih Ia sering pulang dengan teman laki-lakinya.

Vicky menyadari, jika dulu awalnya Ia bisa menjaga diri dari pergaulan anak jaman sekarang. Namun, lambat laun hawa nafsu dan rasa penasaran tentu ada. Ia tak ingin anaknya juga mengalami hal serupa. Oleh karena itu Vicky sangat protektif dengan anak gadisnya.

“Angel, boleh Papa meminta sesuatu?”

“Katakan saja Pa, Angel akan menurutinya.”

Saat mengatakan demikian, wajah gadis belia itu masih ada secercah senyum untuk Vicky. Ia pun mulai melupakan rasa bete nya terhadap Deka yang meninggalkannya sendirian di mal. Meskipun pernyataan cinta dari sahabatnya masih terngiang-ngiang di telinganya.

“Besok Sabtu Om Dion dan keluarganya akan datang kemari, untuk itu kamu persiapkan diri ya!”

“Hah, persiapan diri untuk apa Pa? Bukannya Om sama tante itu sudah datang kemari?”

Dista mendengar obrolan Papa dan anak, lantas Ia bergabung setelah menyajikan teh hangat untuk keduanya karena hujan di luar sangat lebat. Melihat reaksi Angel, Dista sudah yakin jika anaknya pasti akan menolak.

“Iya mereka sengaja datang untuk bertemu denganmu, tapi malah kamu tinggal pergi.” Angel mengerucutkan bibirnya, karena memang semua terjadi tanpa disengaja. “Lalu? apa hubungannya dengan Angel Pa?”

Vicky menggenggam tangan Angel yang penuh plester, lalu mengusapnya perlahan. Berkata lemah lembut, supaya gadis itu bisa mencerna baik-baik ucapannya.

“Angel seperti yang Papa katakan sebelumnya kalau nggak akan ada yang naksir kamu. karena kamu sudah Papa jodohkan sama anak sahabat Papa, Nak!”

Angel berdiri, menatap kedua orang tuanya. Ia berusaha meyakinkan jika dirinya tak salah mendengar meskipun suara air hujan sangat deras di luar.

Tanpa mengatakan sepatah kata pun, gadis itu berlalu meninggalkan kedua orang tuanya. Sampai saat Angel akan menaiki anak tangga, dari pintu terlihat seorang bocah laki-laki dengan basah kuyup menatapnya.

“Deka!”

Melihat temannya datang dengan wujud seperti anak kucing yang hanyut, Angel memintanya untuk masuk. Dista dan Vicky pun melihat bocah tampan itu.

“Astaga Damar, kenapa hujan-hujanan?”ucap Dista yang terkejut sekaligus khawatir. Dista mengambil handuk dan memberikan kepada teman sekolah anaknya. Angel pun turut memberikan teh hangat buatan mamanya yang tak sempat Ia minum, karena terlanjur kesal dengan permintaan papanya.

“Siapa Yang?” tanya Vicky.

“Teman sekelas Angel Pa, tadi pamit pergi sama Mama.”

Melihat keakraban kedua bocah itu Vicky bertanya, sejauh apa hubungan mereka. Bahkan sampai rela basah kuyup datang ke rumahnya. Vicky pun tersenyum kecil. Nyalinya cukup besar untuk seorang pelajar SMA. Mengingatkannya pada dirinya dulu.

Akhirnya impian Deka bertemu dengan orang tua Angel terkabul juga. Melihat raut garang Vicky nyali Deka ciut. Bahkan untuk sekedar mengatakan jika dirinya dan Angel memiliki hubungan spesial. Padahal Angel belum menjawab pertanyaan Deka sewaktu di bioskop.

“Deka, Lo bego ya! hujan-hujan ngapain kemari? terus Lo tadi kemana ninggalin Gue di mal sendirian?” oceh Angel.

Papanya melihat kelakuan anaknya diluar dugaan. Apakah Angel juga seperti itu di sekolah? hal itu lah yang menjadi pertanyaan kedua orang tuanya sekarang.

“Gue di belakang Lo Jel, tadi ada yang ngerjain Gue di bioskop!” aku Deka. Seperti bocah kecil keduanya saling marah dan mengadu. Vicky dan Dista mendengarkan obrolan itu sampai akhirnya Vicky menanyai bocah manis yang bernama Damar Kesuma Bruggman.

“Kamu temannya Angel?”

“Iya Om,”

“Cuma teman?” tambah Vicky.

Deka menggaruk kepalanya. Angel memberi kode untuk tidak mengatakan yang bukan-bukan. Dengan membelalakkan matanya yang bulat, Deka menelan ludahnya.

“Saya suka Om sama Angel, tapi belum diterima jadi pacarnya.” aku Deka. Membuat sebuah bantal sofa melayang mengenai bocah itu.

“Ish!” Angel menghampiri Deka dan menutup mulutnya yang banyak bicara. Meminta Papanya untuk tidak mendengarkan ucapan sahabatnya itu, namun justru keduanya terkejut dengan jawaban Vicky. melihat anaknya sepertinya juga tak jadi marah karena pembicaraan seriusnya tadi.

Vicky memberitahu kepada Deka, jika Angel sudah dijodohkan dengan seseorang. Meskipun hal itu terlalu dini jika dibicarakan sekarang, Vicky meminta mereka berdua hanya berteman saja. daripada hubungan mereka akan menyakitkan untuk ke depannya.

“Di Jodohkan? Benar Jel?” Deka tampak kecewa.

“Dek, Gue juga baru tahu barusan, Lo pikir Gue akan terima? ketemu orangnya juga belum pernah.” Angel melihat raut bocah laki-laki itu berubah. Diam, tanpa kata. Menatap Angel dengan perasaan hancur. Hatinya yang sempat berbunga beberapa saat lalu harus layu sebelum berkembang. Bahkan berita itu langsung Papa Angel sendiri yang menyampaikan. Hancur, ya hancur berkeping-keping.

“Deka!” Angel menggoyang-goyangkan tangan temannya itu yang hanya menatapnya sendu. Bahkan Angel berpindah tempat duduk untuk menenangkan bocah tampan itu yang selalu ada untuknya.

“Deka, kalaupun itu benar, itu juga nggak akan terjadi besok. Gue juga nggak akan langsung menikah, Nggak begitu Deka! please,” mohon Angel.

“Baiklah Om, Tante ini sudah malam. Damar izin pulang dulu.” Bocah itu menyalami kedua orang tua Angel yang juga melihat sorot kesedihan di matanya. Angel pun menitikkan air mata melihat sahabatnya pergi.

“Deka!!” teriak Angel.

“Selamat ya My Angel, Gue pamit dulu.”

...

Episodes
1 Bab 1. Bandara
2 Bab 2. Bohong
3 Bab 3. Luka Di Arena Balap
4 Bab 4. Keputusan Papa
5 Bab 5. Hari Pertama Gio
6 Bab 6. Flirting
7 Bab 7. Pernyataan Cinta
8 Bab 8. Berita Mengejutkan
9 Bab 9. Bertemu Lagi
10 Bab 10. Curhat
11 Bab 11. Puncak Day 1
12 Bab 12. Angel Vs. Zayn
13 Bab 13. Ternyata Lo Jodoh Gue
14 Bab 14. Tantangan Pertama
15 Bab 15. Pendekatan
16 Bab 16. Zayn Sakit
17 Bab 17. Tertangkap BP
18 Bab 18. Merasa Bersalah
19 Bab 19. Kencan Dengan Siapa?
20 Bab 20. Perasaan Nyaman
21 Bab 21. Zayn dan Leon
22 Bab 22. Mengulang Kenangan
23 Bab 23. Hari Apes
24 Bab 24. Siapa Ara?
25 Bab 25. Kesalahan Besar
26 Bab 26. Bermalam
27 Bab 27. Day-1 Birthday Angel
28 Bab 28. Kegelisahan Zayn
29 Bab 29. Gue Cemburu, Zayn!
30 Bab 30. Angel Birthday Part. 1
31 Bab 31. Angel Birthday Part. 2
32 Bab 32. Mengejar Cinta Angel
33 Bab 33. Mengaku Hamil
34 Bab 34. Kenyataan Pahit
35 Bab 35. Kembalinya Angel
36 Bab 36. Goes To Bali 1(Kisah Sepatu)
37 Bab 37. Ketahuan Chat Mesra
38 Bab 38. Mode Bucin
39 Bab 39. Kehilangan Angel
40 Bab 40. Pesona Angel Mematikan
41 Bab 41. Backstreet
42 Bab 42. Diperkenalkan Sebagai Jodoh
43 Bab 43. Angel dan Ara
44 Bab 44. Mulai Takut Kehilangan
45 Bab 45. Leon Bertamu
46 Bab 46. PCOS
47 Bab 47. Bisakah Ditunda?
48 Bab 48. Bandung dan Segala Kenangannya
49 Bab 49. Menguji Kesabaran
50 Bab 50. Keputusan Angel
51 Bab 51. Persetujuan Vicky
52 Bab 52. Tak Sengaja Bertemu
53 Bab 53. Mulai Kesal
54 Bab 54. Tak Akan Tinggal Diam
55 Bab 55. Kabur Dari Rumah
56 Bab 56. Cewek Gatel
57 Bab 57. Pembalasan
58 Bab 58. Like A Demon
59 Bab 59. Harga Yang Harus Dibayar
60 Bab 60. Pikirkan Sebelum Menjawab
61 Bab 61. Dipercepat Saja
62 Bab 62. Tak Mau Kalah
63 Bab 63. Serupa Tapi Tak Sama
64 Bab 64. Hukuman Untuk Gio
65 Bab 65. Pernikahan Dadakan
66 Bab 66. Siasat Ara
67 Bab 67. Lo Sekarang Milik Gue!
68 Bab 68. Menjadi Keluarga
69 Bab 69. Canggung
70 Bab 70. Berawal dari Gigitan Serangga
71 Bab 71. Pengaman
72 Bab 72. Kecelakaan
73 Bab 73. Terbaring Lemah
74 Bab 74. Pilihan Yang Sulit
75 Bab 75. Keluhan Tentang Ara
76 Bab 76. Tolong, Jangan Pergi Angel!
77 Bab 77. Merayu Zayn
78 Bab 78. Ketahuan Deka
79 Bab 79. Malam Pertama
80 Bab 80. Bucin Tak Tertolong
81 Bab 81. Isi Hati Seorang Pria
82 Bab 82. Melepaskanmu
83 Bab 83. Overthinking
84 Bab 84. Obat?
85 Bab 85. Tanda-Tanda?
86 Bab 86. Ujian Akhir
87 Bab 87. Bocah Random
88 Bab 88. Glamping Istimewa
89 Bab 89. Cuma Mau Kamu
90 Bab 90. Godaan Sofia
91 Bab 91. Kado Terakhir
92 Bab 92. Perpisahan
93 Bab 93. Terhukum Rindu
94 Bab 94. Kegilaan
95 Bab 95. Awal Bencana
96 Bab 96. Kejutan Besar
97 Bab 97. Biar Gue Yang Pergi
98 Bab 98. Mengusir Sofia
99 Bab 99. Keguguran
100 Bab 100. Penyesalan Zayn
101 Bab 101. Mengalah
102 Bab 102. Tanda Kehamilan Makin Jelas
103 Bab 103. USG
104 Bab 104. Jodoh Itu Rahasia
105 Bab 105. Gadis Menyebalkan
106 Bab 106. Cemburu
107 Bab 107. Perjuangan Hidup Dan Mati
108 Bab 108. Koma
109 Bab 109. "Papa..."
110 Bab 110. Melepas Rindu
111 Bab 111. Hotel
112 Bab 112. Drama Alex dan Zayn
113 Bab 113. Honeymoon
114 Bab 114. Wisuda Part. 1
115 Bab 115. Perayaan
116 Bab 116. Berpasangan
117 Bab 117. Cinta dan Cemburu Zayn
118 Bab 118. Bekas Lebam
119 Bab 119. Ajak Ribut
120 Bab 120. Syarat Berat
121 Bab 121. Infertil
122 Bab 122. Tolong Dirahasiakan!
123 Bab 123. Wisuda Part. 2
124 Bab 124. Masih Hidup Lo?
125 Bab 126. Siapa Wanita Itu?
126 Bab 126. Bukan Penyakit
127 Bab 127. Aku Mau Juga!
128 Bab 128. Semakin Menjadi
129 Bab 129. Pelajaran Untuk Zayn
130 Bab 130. Modus Zayn Tak ada Lawan
131 Bab 131. Ngidam Yang Merepotkan
132 Bab 132. Momen Romantis
133 Bab 133. Keluhan
134 Bab 134. Berita Mengejutkan
135 Bab 135. Rujuk
136 Bab 136. Tepat Janji
137 Bab 137. Sensitif
138 Bab 138. Hal Nekat
139 Bab 139. Pengganggu
140 Bab 140. Batas Sabar
141 Bab 141. Dilaporkan Polisi
142 Bab 142. Pelajaran
143 Bab 143. Memohon
144 Bab 144. Rasa Tak Tega
145 Bab 145. Perempuan
146 Bab 146. Alasan Bertemu
147 Bab 147. Posesif
148 Bab 148. Menolak Mama
149 Bab 149. Masalah Dara
150 Bab 150. Kerja Sama
151 Bab 151. Aku Mau Suamimu
Episodes

Updated 151 Episodes

1
Bab 1. Bandara
2
Bab 2. Bohong
3
Bab 3. Luka Di Arena Balap
4
Bab 4. Keputusan Papa
5
Bab 5. Hari Pertama Gio
6
Bab 6. Flirting
7
Bab 7. Pernyataan Cinta
8
Bab 8. Berita Mengejutkan
9
Bab 9. Bertemu Lagi
10
Bab 10. Curhat
11
Bab 11. Puncak Day 1
12
Bab 12. Angel Vs. Zayn
13
Bab 13. Ternyata Lo Jodoh Gue
14
Bab 14. Tantangan Pertama
15
Bab 15. Pendekatan
16
Bab 16. Zayn Sakit
17
Bab 17. Tertangkap BP
18
Bab 18. Merasa Bersalah
19
Bab 19. Kencan Dengan Siapa?
20
Bab 20. Perasaan Nyaman
21
Bab 21. Zayn dan Leon
22
Bab 22. Mengulang Kenangan
23
Bab 23. Hari Apes
24
Bab 24. Siapa Ara?
25
Bab 25. Kesalahan Besar
26
Bab 26. Bermalam
27
Bab 27. Day-1 Birthday Angel
28
Bab 28. Kegelisahan Zayn
29
Bab 29. Gue Cemburu, Zayn!
30
Bab 30. Angel Birthday Part. 1
31
Bab 31. Angel Birthday Part. 2
32
Bab 32. Mengejar Cinta Angel
33
Bab 33. Mengaku Hamil
34
Bab 34. Kenyataan Pahit
35
Bab 35. Kembalinya Angel
36
Bab 36. Goes To Bali 1(Kisah Sepatu)
37
Bab 37. Ketahuan Chat Mesra
38
Bab 38. Mode Bucin
39
Bab 39. Kehilangan Angel
40
Bab 40. Pesona Angel Mematikan
41
Bab 41. Backstreet
42
Bab 42. Diperkenalkan Sebagai Jodoh
43
Bab 43. Angel dan Ara
44
Bab 44. Mulai Takut Kehilangan
45
Bab 45. Leon Bertamu
46
Bab 46. PCOS
47
Bab 47. Bisakah Ditunda?
48
Bab 48. Bandung dan Segala Kenangannya
49
Bab 49. Menguji Kesabaran
50
Bab 50. Keputusan Angel
51
Bab 51. Persetujuan Vicky
52
Bab 52. Tak Sengaja Bertemu
53
Bab 53. Mulai Kesal
54
Bab 54. Tak Akan Tinggal Diam
55
Bab 55. Kabur Dari Rumah
56
Bab 56. Cewek Gatel
57
Bab 57. Pembalasan
58
Bab 58. Like A Demon
59
Bab 59. Harga Yang Harus Dibayar
60
Bab 60. Pikirkan Sebelum Menjawab
61
Bab 61. Dipercepat Saja
62
Bab 62. Tak Mau Kalah
63
Bab 63. Serupa Tapi Tak Sama
64
Bab 64. Hukuman Untuk Gio
65
Bab 65. Pernikahan Dadakan
66
Bab 66. Siasat Ara
67
Bab 67. Lo Sekarang Milik Gue!
68
Bab 68. Menjadi Keluarga
69
Bab 69. Canggung
70
Bab 70. Berawal dari Gigitan Serangga
71
Bab 71. Pengaman
72
Bab 72. Kecelakaan
73
Bab 73. Terbaring Lemah
74
Bab 74. Pilihan Yang Sulit
75
Bab 75. Keluhan Tentang Ara
76
Bab 76. Tolong, Jangan Pergi Angel!
77
Bab 77. Merayu Zayn
78
Bab 78. Ketahuan Deka
79
Bab 79. Malam Pertama
80
Bab 80. Bucin Tak Tertolong
81
Bab 81. Isi Hati Seorang Pria
82
Bab 82. Melepaskanmu
83
Bab 83. Overthinking
84
Bab 84. Obat?
85
Bab 85. Tanda-Tanda?
86
Bab 86. Ujian Akhir
87
Bab 87. Bocah Random
88
Bab 88. Glamping Istimewa
89
Bab 89. Cuma Mau Kamu
90
Bab 90. Godaan Sofia
91
Bab 91. Kado Terakhir
92
Bab 92. Perpisahan
93
Bab 93. Terhukum Rindu
94
Bab 94. Kegilaan
95
Bab 95. Awal Bencana
96
Bab 96. Kejutan Besar
97
Bab 97. Biar Gue Yang Pergi
98
Bab 98. Mengusir Sofia
99
Bab 99. Keguguran
100
Bab 100. Penyesalan Zayn
101
Bab 101. Mengalah
102
Bab 102. Tanda Kehamilan Makin Jelas
103
Bab 103. USG
104
Bab 104. Jodoh Itu Rahasia
105
Bab 105. Gadis Menyebalkan
106
Bab 106. Cemburu
107
Bab 107. Perjuangan Hidup Dan Mati
108
Bab 108. Koma
109
Bab 109. "Papa..."
110
Bab 110. Melepas Rindu
111
Bab 111. Hotel
112
Bab 112. Drama Alex dan Zayn
113
Bab 113. Honeymoon
114
Bab 114. Wisuda Part. 1
115
Bab 115. Perayaan
116
Bab 116. Berpasangan
117
Bab 117. Cinta dan Cemburu Zayn
118
Bab 118. Bekas Lebam
119
Bab 119. Ajak Ribut
120
Bab 120. Syarat Berat
121
Bab 121. Infertil
122
Bab 122. Tolong Dirahasiakan!
123
Bab 123. Wisuda Part. 2
124
Bab 124. Masih Hidup Lo?
125
Bab 126. Siapa Wanita Itu?
126
Bab 126. Bukan Penyakit
127
Bab 127. Aku Mau Juga!
128
Bab 128. Semakin Menjadi
129
Bab 129. Pelajaran Untuk Zayn
130
Bab 130. Modus Zayn Tak ada Lawan
131
Bab 131. Ngidam Yang Merepotkan
132
Bab 132. Momen Romantis
133
Bab 133. Keluhan
134
Bab 134. Berita Mengejutkan
135
Bab 135. Rujuk
136
Bab 136. Tepat Janji
137
Bab 137. Sensitif
138
Bab 138. Hal Nekat
139
Bab 139. Pengganggu
140
Bab 140. Batas Sabar
141
Bab 141. Dilaporkan Polisi
142
Bab 142. Pelajaran
143
Bab 143. Memohon
144
Bab 144. Rasa Tak Tega
145
Bab 145. Perempuan
146
Bab 146. Alasan Bertemu
147
Bab 147. Posesif
148
Bab 148. Menolak Mama
149
Bab 149. Masalah Dara
150
Bab 150. Kerja Sama
151
Bab 151. Aku Mau Suamimu

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!