Kedua bocah kembar itu harus menyaksikan drama percintaan anak remaja. Gio menyadari jika itu adalah teman sekolahnya, Angel dan Deka. Akan tetapi Gio belum tahu jika gadis itulah yang telah membuat wajah tampan Zayn berantakan.
Entah kenapa ada rasa kecewa melihat pemandangan di depannya. Baru juga Gio mulai tertarik dengan gadis itu, tetapi dugaannya ternyata benar jika dua siswa itu pasti memiliki hubungan istimewa.
‘semoga saja Gue masih punya kesempatan.’ Batin Gio. Saat bocah manis itu hendak mengajak Zayn pulang, Ia justru melihat saudaranya yang menyebalkan membuka maskernya dan mendekatkan diri ke arah pasangan itu.
Hatsyi...!!
Zayn bersin sebanyak dua kali ke arah Angel. Entah ada dendam apa antara Zayn dengan gadis cantik itu. seketika semua perhatian penonton tertuju ke arah mereka berdua, begitu juga dengan Deka dan Angel.
Akibat ruangan dalam gedung bioskop gelap, Angel tak dapat melihat dengan jelas siapa orang iseng yang mengerjainya. Ingin sekali mengajaknya ribut, tetapi Angel masih sadar, jika ini adalah tempat umum.
“Sial, dari tadi dua orang di belakang cari gara-gara sama gue!” omel Angel. Seketika gadis itu berdiri dan meninggalkan ruangan minim cahaya dengan film yang tengah berlangsung. Deka pun mengejar Angel yang merasa kesal. Takut terkena virus, Angel segera mencari toilet.
“Jel tunggu dong!”
“Gue mau ke toilet dulu Dek!”
Angel masuk ke dalam kamar mandi, membersihkan badannya dengan tisu dan air. Juga merapikan rambutnya yang lengket. Belum lagi, Angel menahan perasaannya sejak dalam bioskop tadi.
‘Perasaan apa ini? kenapa jantungnya berdebar, apa karena si konyol Deka?’ Angel mencuci wajahnya supaya Ia lekas sadar. Setelah keluar, Ia tak menemukan Deka di manapun. Menunggu selama setengah jam di depan pintu masuk, namun sahabatnya juga tak kunjung datang.
Angel berlalu meninggalkan mal itu, di saat Deka tengah memanggil namanya namun mulutnya telah dibungkam oleh seseorang. Hingga tampak gadis itu menaiki taksi, pelaku melepaskan sanderanya. Tak ingin membuang waktu, Deka segera mengejar gadis itu.
“Sial! Pakai hujan lagi.”
...
Setibanya di rumah, Angel sudah di sambut oleh kedua orang tuanya. Kali ini sambutan mereka berdua tak sehangat biasanya. membuat Angel semakin dalam suasana hati yang buruk.
“Angel, kemari!” Vicky memanggil anak gadisnya yang murung.
“Ada apa Pa?”
“Mulai besok dan seterusnya, kamu hanya akan keluar rumah untuk keperluan sekolahmu ya! Papa lihat kamu mulai susah diatur, satu lagi. Kamu pergi dengan siapa sore tadi?”
Angel tak melihat mamanya di sana. Tak mungkin mamanya mengadu ke papanya. Kali ini Ia tidak akan selamat dari teguran Papanya. Selama satu jam Vicky menasehati Angel, hingga hidung gadis itu mulai merah. Matanya berkaca-kaca, jari-jarinya meremas jaket denimnya.
“Hanya teman Pa,” jelas Angel.
Hah... Ingin menahan berita itu sampai ujian Angel selesai. Supaya tidak mengganggu konsentrasi belajarnya. Akan tetapi dilihat beberapa hari ini, Angel sering keluar rumah, bahkan pulang malam meskipun tak lebih dari pukul sembilan. Terlebih Ia sering pulang dengan teman laki-lakinya.
Vicky menyadari, jika dulu awalnya Ia bisa menjaga diri dari pergaulan anak jaman sekarang. Namun, lambat laun hawa nafsu dan rasa penasaran tentu ada. Ia tak ingin anaknya juga mengalami hal serupa. Oleh karena itu Vicky sangat protektif dengan anak gadisnya.
“Angel, boleh Papa meminta sesuatu?”
“Katakan saja Pa, Angel akan menurutinya.”
Saat mengatakan demikian, wajah gadis belia itu masih ada secercah senyum untuk Vicky. Ia pun mulai melupakan rasa bete nya terhadap Deka yang meninggalkannya sendirian di mal. Meskipun pernyataan cinta dari sahabatnya masih terngiang-ngiang di telinganya.
“Besok Sabtu Om Dion dan keluarganya akan datang kemari, untuk itu kamu persiapkan diri ya!”
“Hah, persiapan diri untuk apa Pa? Bukannya Om sama tante itu sudah datang kemari?”
Dista mendengar obrolan Papa dan anak, lantas Ia bergabung setelah menyajikan teh hangat untuk keduanya karena hujan di luar sangat lebat. Melihat reaksi Angel, Dista sudah yakin jika anaknya pasti akan menolak.
“Iya mereka sengaja datang untuk bertemu denganmu, tapi malah kamu tinggal pergi.” Angel mengerucutkan bibirnya, karena memang semua terjadi tanpa disengaja. “Lalu? apa hubungannya dengan Angel Pa?”
Vicky menggenggam tangan Angel yang penuh plester, lalu mengusapnya perlahan. Berkata lemah lembut, supaya gadis itu bisa mencerna baik-baik ucapannya.
“Angel seperti yang Papa katakan sebelumnya kalau nggak akan ada yang naksir kamu. karena kamu sudah Papa jodohkan sama anak sahabat Papa, Nak!”
Angel berdiri, menatap kedua orang tuanya. Ia berusaha meyakinkan jika dirinya tak salah mendengar meskipun suara air hujan sangat deras di luar.
Tanpa mengatakan sepatah kata pun, gadis itu berlalu meninggalkan kedua orang tuanya. Sampai saat Angel akan menaiki anak tangga, dari pintu terlihat seorang bocah laki-laki dengan basah kuyup menatapnya.
“Deka!”
Melihat temannya datang dengan wujud seperti anak kucing yang hanyut, Angel memintanya untuk masuk. Dista dan Vicky pun melihat bocah tampan itu.
“Astaga Damar, kenapa hujan-hujanan?”ucap Dista yang terkejut sekaligus khawatir. Dista mengambil handuk dan memberikan kepada teman sekolah anaknya. Angel pun turut memberikan teh hangat buatan mamanya yang tak sempat Ia minum, karena terlanjur kesal dengan permintaan papanya.
“Siapa Yang?” tanya Vicky.
“Teman sekelas Angel Pa, tadi pamit pergi sama Mama.”
Melihat keakraban kedua bocah itu Vicky bertanya, sejauh apa hubungan mereka. Bahkan sampai rela basah kuyup datang ke rumahnya. Vicky pun tersenyum kecil. Nyalinya cukup besar untuk seorang pelajar SMA. Mengingatkannya pada dirinya dulu.
Akhirnya impian Deka bertemu dengan orang tua Angel terkabul juga. Melihat raut garang Vicky nyali Deka ciut. Bahkan untuk sekedar mengatakan jika dirinya dan Angel memiliki hubungan spesial. Padahal Angel belum menjawab pertanyaan Deka sewaktu di bioskop.
“Deka, Lo bego ya! hujan-hujan ngapain kemari? terus Lo tadi kemana ninggalin Gue di mal sendirian?” oceh Angel.
Papanya melihat kelakuan anaknya diluar dugaan. Apakah Angel juga seperti itu di sekolah? hal itu lah yang menjadi pertanyaan kedua orang tuanya sekarang.
“Gue di belakang Lo Jel, tadi ada yang ngerjain Gue di bioskop!” aku Deka. Seperti bocah kecil keduanya saling marah dan mengadu. Vicky dan Dista mendengarkan obrolan itu sampai akhirnya Vicky menanyai bocah manis yang bernama Damar Kesuma Bruggman.
“Kamu temannya Angel?”
“Iya Om,”
“Cuma teman?” tambah Vicky.
Deka menggaruk kepalanya. Angel memberi kode untuk tidak mengatakan yang bukan-bukan. Dengan membelalakkan matanya yang bulat, Deka menelan ludahnya.
“Saya suka Om sama Angel, tapi belum diterima jadi pacarnya.” aku Deka. Membuat sebuah bantal sofa melayang mengenai bocah itu.
“Ish!” Angel menghampiri Deka dan menutup mulutnya yang banyak bicara. Meminta Papanya untuk tidak mendengarkan ucapan sahabatnya itu, namun justru keduanya terkejut dengan jawaban Vicky. melihat anaknya sepertinya juga tak jadi marah karena pembicaraan seriusnya tadi.
Vicky memberitahu kepada Deka, jika Angel sudah dijodohkan dengan seseorang. Meskipun hal itu terlalu dini jika dibicarakan sekarang, Vicky meminta mereka berdua hanya berteman saja. daripada hubungan mereka akan menyakitkan untuk ke depannya.
“Di Jodohkan? Benar Jel?” Deka tampak kecewa.
“Dek, Gue juga baru tahu barusan, Lo pikir Gue akan terima? ketemu orangnya juga belum pernah.” Angel melihat raut bocah laki-laki itu berubah. Diam, tanpa kata. Menatap Angel dengan perasaan hancur. Hatinya yang sempat berbunga beberapa saat lalu harus layu sebelum berkembang. Bahkan berita itu langsung Papa Angel sendiri yang menyampaikan. Hancur, ya hancur berkeping-keping.
“Deka!” Angel menggoyang-goyangkan tangan temannya itu yang hanya menatapnya sendu. Bahkan Angel berpindah tempat duduk untuk menenangkan bocah tampan itu yang selalu ada untuknya.
“Deka, kalaupun itu benar, itu juga nggak akan terjadi besok. Gue juga nggak akan langsung menikah, Nggak begitu Deka! please,” mohon Angel.
“Baiklah Om, Tante ini sudah malam. Damar izin pulang dulu.” Bocah itu menyalami kedua orang tua Angel yang juga melihat sorot kesedihan di matanya. Angel pun menitikkan air mata melihat sahabatnya pergi.
“Deka!!” teriak Angel.
“Selamat ya My Angel, Gue pamit dulu.”
...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 151 Episodes
Comments