Bab 6. Flirting

Suasana menjadi gaduh saat Gio dan Angel berkenalan. Suara siulan dan gebrakan meja turut menjadi saksi tatkala tatapan Gio dan Angel sangat lembut. Bahkan genggaman tangan mereka tak ada yang berniat melepaskan satu sama lain.

Banyak siswa yang memanas-manasi hati Deka, untuk tidak membiarkan Angel dekat-dekat dengan anak baru, bisa-bisa kesempatannya mendapatkan jagoan cantik itu akan pupus.

“Deka, cemburu tuh! Buruan nyatain, nanti ditikung anak baru tahu rasa Lo!” sorak teman-teman sekelasnya.

“Berisik Lo!” sahut Deka.

Angel pun bangkit, dan semua temannya pun terdiam. Membuat Gio semakin takjub. Setelah melepaskan jabat tangannya, Angel keluar kelas menuju ke kantin. Gadis dengan tinggi 167 sentimeter, rambut diikat ekor kuda, dengan tahi lalat kecil di bawah mata, semakin menambah pesona Angel di mata Gio. Saking menikmati hari pertamanya di sekolah, bel tanda jam pulang sekolah pun terdengar.

Gio mengirim pesan kepada saudaranya untuk menjemputnya di sekolah, dan Zayn tak keberatan. Zayn pun penasaran, bagaimana keadaan sekolah mereka? apakah sama ketatnya dengan sekolahnya dulu di luar negeri, atau justru sebaliknya.

Gio yang sedang asyik berbalas pesan dengan Zayn, tiba-tiba merasakan sebuah tepukan di pundaknya. Ia pun terkejut.

“Lo nggak balik?” tanya Deka.

“Duluan aja!” balas Gio. Ia melihat tas gadis itu masih berada di atas bangkunya dan Gio berencana untuk menjaganya sampai Angel kembali.

Setelah ruangan tampak sepi, seorang gadis tengah memasuki kelas. Membuat Gio terperangah. Memindai dari kaki sampai ujung rambut jika penglihatannya tidak salah.

“Gio, Lo nggak balik?” sapa gadis dengan seragam bela diri.

“Lagi nunggu tukang ojek. Lo ikut ekskul taekwondo?”

“Ehm, Gue cuma mau ambil tas, yuk keluar!”

Angel dan Gio berjalan bersama. Obrolan keduanya sangat nyambung dan sesekali Angel dibuat terpingkal-pingkal oleh kelakuan bocah SMA manis itu. sampai dari kejauhan sosok pria tampan di lapangan basket merasa cemburu.

“Sar, apa si Deka itu cowok Lo?”

“Sar?” tanya Angel heran, ketika Gio memanggil potongan namanya sembarangan. Bukannya menjawab pertanyaan dari Gio gadis itu justru tiba-tiba marah.

“Kenapa? Nama Lo Ansara kan?” keduanya berhenti hanya membahas masalah nama Angel saja.

“Panggil gue Angel aja, yuk bye!”

Gadis itu meninggalkan Gio yang masih mematung di belakangnya. ‘Hah, salah gue apa tiba-tiba dia marah dipanggil Sar doang, gadis yang aneh. Kecuali gue panggil sarimin, baru marah.

“Ck, dasar cewek nggak dimana-mana sama aja, ngambekan.”

Saat mereka berpisah ternyata Zayn sudah menunggu di depan gerbang sekolah Gio. Masih banyak siswa yang lalu lalang di bangunan sekolah itu. dengan mengenakan kaca mata hitam dan helm, Ia melihat Gio sedang mengejar seorang gadis.

Zayn mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi Gio. Namun, saat panggilan itu terhubung Zayn melihat seorang gadis yang mirip dengan yang menghajarnya kemarin malam. Tanpa basa-basi Zayn masuk ke sekolah dan mengikuti kemana perginya gadis itu.

“Kemana perginya?” Bocah dengan wajah banyak plester itu mengintip dari celah pintu yang terbuka. Banyak siswa dan siswi yang sedang berlatih bela diri, sampai dari belakang saudaranya menarik kerah bajunya.

“Woy, ketahuan Lo ya! lagi ngintip siapa Lo?”

“Gue kayak lihat orang yang mukulin Gue di sekitar sini!” jawab Zayn, dan Gio menanggapinya serius.

“Alah, Lo lagi sakit bisa saja Lo salah orang. Yuk balik, Gue ceritain nanti gimana serunya di kelas.”

Zayn dan Gio pun berboncengan mengendarai motor besarnya. Keluar dari sekolah elit yang mayoritas berisi anak orang berada. Sepanjang perjalanan Gio terus mengoceh panjang lebar dan Zayn pun hanya tertawa mendengar keisengan saudaranya.

Jarak sekolah mereka tak terlalu jauh. Namun, mamanya meminta mereka berdua untuk berangkat dan pulang bersama-sama. Tentu saja keduanya menolak dengan dalih jika ada keperluan masing-masing.

“Zayn, kapan Lo akan masuk sekolah?”

“Belum tahu, mungkin lusa. Kenapa? Nggak tahan Lo kalau nggak ada Gue?”

Gio hendak mengeluarkan buku catatan yang berisi jadwal ujian akhir semester. Bocah itu merasa pusing, baru juga masuk sudah harus mengikuti ujian saja. sampai Ia tak menyadari, dalam buku itu juga Gio menggambar sebuah sketsa seorang gadis.

Zayn mengambil buku itu, meski samar namun Zayn mampu mengenalinya. Seorang gadis yang tak asing, karena keahlian Gio menggambar tak dapat diragukan lagi.

“Lo ketemu cewek ini di mana?”

Gio yang menyadarinya segera merebut kembali buku itu. Bergantian menatapnya, lalu menyentil gambar sketsa itu tepat di keningnya.

“Di sekolah, besok kalau Lo masuk kita tukeran tempat duduk ya!” Zayn yang tak mengerti pun hanya mengiyakan.

“Serius cewek ini di kelas kita?”

“Yoi!”

...

Dua jam berlalu, Angel bergegas pulang. di halaman parkir deka telah menunggunya. Keduanya mengikuti kegiatan ekskul yang berbeda. Angel mengikuti taekwondo dan Deka mengikuti ekskul basket, terlebih bocah tampan itu adalah ketua tim basket.

“Jel, mau langsung balik? Kita nonton yuk!”

Angel menyentil kening bocah itu. Ia tak melihat peluh di tubuhnya belum juga kering. Aroma asam keduanya pasti akan membuatnya tidak nyaman. Deka dan Angel berbagi minum dalam satu botol.

“Lo nggak jijik bekas minum gue?” tanya Angel.

“Khusus punya Lo nggak jijik Gue, justru Gue ngarep!”

“Stres Lo! kalau mau kita balik dulu, Lo jemput Gue di rumah gimana?”

Karena rencana malam minggunya belum tentu berhasil, Deka berencana akan menyatakan cintanya kepada Angel sore ini setelah menonton bioskop. Kehadiran anak baru membuat ancaman baginya. Sepertinya juga bukan bocah lemah yang bisa Deka intimidasi. Nyatanya, Angel nyaman-nyaman saja bicara begitu dekat dengan bocah baru itu.

Sesampainya di rumah, Angel melihat banyak macam hampers di rumahnya. Juga beberapa karangan bunga yang sangat indah. Saking penasarannya gadis itu segera menghampiri Mamanya yang sedang di dapur.

“Wah, ada apa ini Ma? Ramai banget kayak mau ada acara di rumah.”

Gadis itu mencicipi masakan buatan mamanya yang sangat sedap, juga mulai mengintip hampers yang tertata rapi di ruang keluarga. semuanya bertuliskan untuk Ansara Jelita, yang berarti untuk dirinya bukan?

“Ma, ini buat Angel semua? Memangnya dari siapa?”

“Bukannya sebentar lagi kita akan kedatangan tamu, kamu lupa ya?”

Angel berpikir, sambil naik ke lantai dua menuju kamarnya. Seingat gadis itu , Papanya bilang untuk meluangkan waktu malam minggu ya? Angel pun berlalu, Ia tak mengindahkannya. Mungkin saja itu adalah acara kedua orang tuanya.

Namun, saat Ia hendak keluar rumah Ia melihat sebuah mobil memasuki halaman. Sebuah mobil mewah yang jarang sekali Ia lihat.

‘Oo, bisa pergi keluar nggak nih?’

Angel mencoba memundurkan langkahnya dan mencoba untuk melarikan diri melewati pintu samping samping gerbang. Namun saat gadis itu berbalik, seseorang memanggil namanya.

“Angel...”

Episodes
1 Bab 1. Bandara
2 Bab 2. Bohong
3 Bab 3. Luka Di Arena Balap
4 Bab 4. Keputusan Papa
5 Bab 5. Hari Pertama Gio
6 Bab 6. Flirting
7 Bab 7. Pernyataan Cinta
8 Bab 8. Berita Mengejutkan
9 Bab 9. Bertemu Lagi
10 Bab 10. Curhat
11 Bab 11. Puncak Day 1
12 Bab 12. Angel Vs. Zayn
13 Bab 13. Ternyata Lo Jodoh Gue
14 Bab 14. Tantangan Pertama
15 Bab 15. Pendekatan
16 Bab 16. Zayn Sakit
17 Bab 17. Tertangkap BP
18 Bab 18. Merasa Bersalah
19 Bab 19. Kencan Dengan Siapa?
20 Bab 20. Perasaan Nyaman
21 Bab 21. Zayn dan Leon
22 Bab 22. Mengulang Kenangan
23 Bab 23. Hari Apes
24 Bab 24. Siapa Ara?
25 Bab 25. Kesalahan Besar
26 Bab 26. Bermalam
27 Bab 27. Day-1 Birthday Angel
28 Bab 28. Kegelisahan Zayn
29 Bab 29. Gue Cemburu, Zayn!
30 Bab 30. Angel Birthday Part. 1
31 Bab 31. Angel Birthday Part. 2
32 Bab 32. Mengejar Cinta Angel
33 Bab 33. Mengaku Hamil
34 Bab 34. Kenyataan Pahit
35 Bab 35. Kembalinya Angel
36 Bab 36. Goes To Bali 1(Kisah Sepatu)
37 Bab 37. Ketahuan Chat Mesra
38 Bab 38. Mode Bucin
39 Bab 39. Kehilangan Angel
40 Bab 40. Pesona Angel Mematikan
41 Bab 41. Backstreet
42 Bab 42. Diperkenalkan Sebagai Jodoh
43 Bab 43. Angel dan Ara
44 Bab 44. Mulai Takut Kehilangan
45 Bab 45. Leon Bertamu
46 Bab 46. PCOS
47 Bab 47. Bisakah Ditunda?
48 Bab 48. Bandung dan Segala Kenangannya
49 Bab 49. Menguji Kesabaran
50 Bab 50. Keputusan Angel
51 Bab 51. Persetujuan Vicky
52 Bab 52. Tak Sengaja Bertemu
53 Bab 53. Mulai Kesal
54 Bab 54. Tak Akan Tinggal Diam
55 Bab 55. Kabur Dari Rumah
56 Bab 56. Cewek Gatel
57 Bab 57. Pembalasan
58 Bab 58. Like A Demon
59 Bab 59. Harga Yang Harus Dibayar
60 Bab 60. Pikirkan Sebelum Menjawab
61 Bab 61. Dipercepat Saja
62 Bab 62. Tak Mau Kalah
63 Bab 63. Serupa Tapi Tak Sama
64 Bab 64. Hukuman Untuk Gio
65 Bab 65. Pernikahan Dadakan
66 Bab 66. Siasat Ara
67 Bab 67. Lo Sekarang Milik Gue!
68 Bab 68. Menjadi Keluarga
69 Bab 69. Canggung
70 Bab 70. Berawal dari Gigitan Serangga
71 Bab 71. Pengaman
72 Bab 72. Kecelakaan
73 Bab 73. Terbaring Lemah
74 Bab 74. Pilihan Yang Sulit
75 Bab 75. Keluhan Tentang Ara
76 Bab 76. Tolong, Jangan Pergi Angel!
77 Bab 77. Merayu Zayn
78 Bab 78. Ketahuan Deka
79 Bab 79. Malam Pertama
80 Bab 80. Bucin Tak Tertolong
81 Bab 81. Isi Hati Seorang Pria
82 Bab 82. Melepaskanmu
83 Bab 83. Overthinking
84 Bab 84. Obat?
85 Bab 85. Tanda-Tanda?
86 Bab 86. Ujian Akhir
87 Bab 87. Bocah Random
88 Bab 88. Glamping Istimewa
89 Bab 89. Cuma Mau Kamu
90 Bab 90. Godaan Sofia
91 Bab 91. Kado Terakhir
92 Bab 92. Perpisahan
93 Bab 93. Terhukum Rindu
94 Bab 94. Kegilaan
95 Bab 95. Awal Bencana
96 Bab 96. Kejutan Besar
97 Bab 97. Biar Gue Yang Pergi
98 Bab 98. Mengusir Sofia
99 Bab 99. Keguguran
100 Bab 100. Penyesalan Zayn
101 Bab 101. Mengalah
102 Bab 102. Tanda Kehamilan Makin Jelas
103 Bab 103. USG
104 Bab 104. Jodoh Itu Rahasia
105 Bab 105. Gadis Menyebalkan
106 Bab 106. Cemburu
107 Bab 107. Perjuangan Hidup Dan Mati
108 Bab 108. Koma
109 Bab 109. "Papa..."
110 Bab 110. Melepas Rindu
111 Bab 111. Hotel
112 Bab 112. Drama Alex dan Zayn
113 Bab 113. Honeymoon
114 Bab 114. Wisuda Part. 1
115 Bab 115. Perayaan
116 Bab 116. Berpasangan
117 Bab 117. Cinta dan Cemburu Zayn
118 Bab 118. Bekas Lebam
119 Bab 119. Ajak Ribut
120 Bab 120. Syarat Berat
121 Bab 121. Infertil
122 Bab 122. Tolong Dirahasiakan!
123 Bab 123. Wisuda Part. 2
124 Bab 124. Masih Hidup Lo?
125 Bab 126. Siapa Wanita Itu?
126 Bab 126. Bukan Penyakit
127 Bab 127. Aku Mau Juga!
128 Bab 128. Semakin Menjadi
129 Bab 129. Pelajaran Untuk Zayn
130 Bab 130. Modus Zayn Tak ada Lawan
131 Bab 131. Ngidam Yang Merepotkan
132 Bab 132. Momen Romantis
133 Bab 133. Keluhan
134 Bab 134. Berita Mengejutkan
135 Bab 135. Rujuk
136 Bab 136. Tepat Janji
137 Bab 137. Sensitif
138 Bab 138. Hal Nekat
139 Bab 139. Pengganggu
140 Bab 140. Batas Sabar
141 Bab 141. Dilaporkan Polisi
142 Bab 142. Pelajaran
143 Bab 143. Memohon
144 Bab 144. Rasa Tak Tega
145 Bab 145. Perempuan
146 Bab 146. Alasan Bertemu
147 Bab 147. Posesif
148 Bab 148. Menolak Mama
149 Bab 149. Masalah Dara
150 Bab 150. Kerja Sama
151 Bab 151. Aku Mau Suamimu
Episodes

Updated 151 Episodes

1
Bab 1. Bandara
2
Bab 2. Bohong
3
Bab 3. Luka Di Arena Balap
4
Bab 4. Keputusan Papa
5
Bab 5. Hari Pertama Gio
6
Bab 6. Flirting
7
Bab 7. Pernyataan Cinta
8
Bab 8. Berita Mengejutkan
9
Bab 9. Bertemu Lagi
10
Bab 10. Curhat
11
Bab 11. Puncak Day 1
12
Bab 12. Angel Vs. Zayn
13
Bab 13. Ternyata Lo Jodoh Gue
14
Bab 14. Tantangan Pertama
15
Bab 15. Pendekatan
16
Bab 16. Zayn Sakit
17
Bab 17. Tertangkap BP
18
Bab 18. Merasa Bersalah
19
Bab 19. Kencan Dengan Siapa?
20
Bab 20. Perasaan Nyaman
21
Bab 21. Zayn dan Leon
22
Bab 22. Mengulang Kenangan
23
Bab 23. Hari Apes
24
Bab 24. Siapa Ara?
25
Bab 25. Kesalahan Besar
26
Bab 26. Bermalam
27
Bab 27. Day-1 Birthday Angel
28
Bab 28. Kegelisahan Zayn
29
Bab 29. Gue Cemburu, Zayn!
30
Bab 30. Angel Birthday Part. 1
31
Bab 31. Angel Birthday Part. 2
32
Bab 32. Mengejar Cinta Angel
33
Bab 33. Mengaku Hamil
34
Bab 34. Kenyataan Pahit
35
Bab 35. Kembalinya Angel
36
Bab 36. Goes To Bali 1(Kisah Sepatu)
37
Bab 37. Ketahuan Chat Mesra
38
Bab 38. Mode Bucin
39
Bab 39. Kehilangan Angel
40
Bab 40. Pesona Angel Mematikan
41
Bab 41. Backstreet
42
Bab 42. Diperkenalkan Sebagai Jodoh
43
Bab 43. Angel dan Ara
44
Bab 44. Mulai Takut Kehilangan
45
Bab 45. Leon Bertamu
46
Bab 46. PCOS
47
Bab 47. Bisakah Ditunda?
48
Bab 48. Bandung dan Segala Kenangannya
49
Bab 49. Menguji Kesabaran
50
Bab 50. Keputusan Angel
51
Bab 51. Persetujuan Vicky
52
Bab 52. Tak Sengaja Bertemu
53
Bab 53. Mulai Kesal
54
Bab 54. Tak Akan Tinggal Diam
55
Bab 55. Kabur Dari Rumah
56
Bab 56. Cewek Gatel
57
Bab 57. Pembalasan
58
Bab 58. Like A Demon
59
Bab 59. Harga Yang Harus Dibayar
60
Bab 60. Pikirkan Sebelum Menjawab
61
Bab 61. Dipercepat Saja
62
Bab 62. Tak Mau Kalah
63
Bab 63. Serupa Tapi Tak Sama
64
Bab 64. Hukuman Untuk Gio
65
Bab 65. Pernikahan Dadakan
66
Bab 66. Siasat Ara
67
Bab 67. Lo Sekarang Milik Gue!
68
Bab 68. Menjadi Keluarga
69
Bab 69. Canggung
70
Bab 70. Berawal dari Gigitan Serangga
71
Bab 71. Pengaman
72
Bab 72. Kecelakaan
73
Bab 73. Terbaring Lemah
74
Bab 74. Pilihan Yang Sulit
75
Bab 75. Keluhan Tentang Ara
76
Bab 76. Tolong, Jangan Pergi Angel!
77
Bab 77. Merayu Zayn
78
Bab 78. Ketahuan Deka
79
Bab 79. Malam Pertama
80
Bab 80. Bucin Tak Tertolong
81
Bab 81. Isi Hati Seorang Pria
82
Bab 82. Melepaskanmu
83
Bab 83. Overthinking
84
Bab 84. Obat?
85
Bab 85. Tanda-Tanda?
86
Bab 86. Ujian Akhir
87
Bab 87. Bocah Random
88
Bab 88. Glamping Istimewa
89
Bab 89. Cuma Mau Kamu
90
Bab 90. Godaan Sofia
91
Bab 91. Kado Terakhir
92
Bab 92. Perpisahan
93
Bab 93. Terhukum Rindu
94
Bab 94. Kegilaan
95
Bab 95. Awal Bencana
96
Bab 96. Kejutan Besar
97
Bab 97. Biar Gue Yang Pergi
98
Bab 98. Mengusir Sofia
99
Bab 99. Keguguran
100
Bab 100. Penyesalan Zayn
101
Bab 101. Mengalah
102
Bab 102. Tanda Kehamilan Makin Jelas
103
Bab 103. USG
104
Bab 104. Jodoh Itu Rahasia
105
Bab 105. Gadis Menyebalkan
106
Bab 106. Cemburu
107
Bab 107. Perjuangan Hidup Dan Mati
108
Bab 108. Koma
109
Bab 109. "Papa..."
110
Bab 110. Melepas Rindu
111
Bab 111. Hotel
112
Bab 112. Drama Alex dan Zayn
113
Bab 113. Honeymoon
114
Bab 114. Wisuda Part. 1
115
Bab 115. Perayaan
116
Bab 116. Berpasangan
117
Bab 117. Cinta dan Cemburu Zayn
118
Bab 118. Bekas Lebam
119
Bab 119. Ajak Ribut
120
Bab 120. Syarat Berat
121
Bab 121. Infertil
122
Bab 122. Tolong Dirahasiakan!
123
Bab 123. Wisuda Part. 2
124
Bab 124. Masih Hidup Lo?
125
Bab 126. Siapa Wanita Itu?
126
Bab 126. Bukan Penyakit
127
Bab 127. Aku Mau Juga!
128
Bab 128. Semakin Menjadi
129
Bab 129. Pelajaran Untuk Zayn
130
Bab 130. Modus Zayn Tak ada Lawan
131
Bab 131. Ngidam Yang Merepotkan
132
Bab 132. Momen Romantis
133
Bab 133. Keluhan
134
Bab 134. Berita Mengejutkan
135
Bab 135. Rujuk
136
Bab 136. Tepat Janji
137
Bab 137. Sensitif
138
Bab 138. Hal Nekat
139
Bab 139. Pengganggu
140
Bab 140. Batas Sabar
141
Bab 141. Dilaporkan Polisi
142
Bab 142. Pelajaran
143
Bab 143. Memohon
144
Bab 144. Rasa Tak Tega
145
Bab 145. Perempuan
146
Bab 146. Alasan Bertemu
147
Bab 147. Posesif
148
Bab 148. Menolak Mama
149
Bab 149. Masalah Dara
150
Bab 150. Kerja Sama
151
Bab 151. Aku Mau Suamimu

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!