Bab 16. Zayn Sakit

“Kak, Lo nggak apa-apa?” tanya Fardan.

Saat merasa kayuhan sepedanya melambat. Zayn pun menoleh dan meminta adik laki-laki Angel untuk tak perlu khawatir. Namun, tak berselang lama Zayn menghentikan sepedanya dan segera berlari menjauh dari Fardan.

Huekk...

Perut bocah tampan itu bergejolak dan terpaksa memuntahkan isinya. Fardan segera menyandarkan sepedanya dan mengusap punggung bocah SMA yang lebih tinggi darinya.

“Kak Zayn mau istirahat dulu atau biar Aku aja yang boncengin kakak sampai ke atas.”

“Emangnya Lo kuat?” suara Zayn yang terdengar terengah-engah karena lemas.

“Hii... ngeledek, kuat lah! Jelly aja kuat masa Aku nggak.”

Sesekali menoleh ke arah belakang, namun masih tak tampak juga rombongan Gio dan Angel. Sampai Fardan membonceng Zayn yang dalam keadaan lemas. Bocah empat belas tahun itu meminta Zayn untuk berpegangan padanya, supaya tidak jatuh.

Saat melintasi tanjakan terjal, Fardan berusaha untuk mengayuh sepedanya. Sayangnya, tenaganya tak cukup kuat. Sampai terdengar suara teriakan dari arah belakang, namun sayang semuanya terlambat.

Brukk!!

Kedua bocah laki-laki itu jatuh terguling bersama sepedanya. Bukannya meringis kesakitan, Zayn dan Fardan justru tertawa. Menertawakan penderitaannya.

Haha...

“Lo gimana sih? katanya kuat, malah Gue ikut Lo jatuhin di tanjakan!” goda Zayn.

“Sorry Kak, mana yang sakit?” sesal Fardan. Bocah itu berdiri dan mengusap telapak tangan dan lututnya. Ia takut akan kena marah kedua orang tuanya. Sampai sebuah tangan membangunkan Zayn yang masih terbaring di semak-semak perkebunan teh.

“Astaga kalian berdua!” Tangan Angel menyentuh pergelangan tangan Zayn. ‘Panas banget!’ gumamnya.

“Lo demam, kenapa nggak bilang kalau Lo sakit!” Angel merasa khawatir, “Ayo bangun! Senang banget Lo rebahan di tanah.”

Angel memapah Zayn yang hanya diam saja menatap gadis ayu dengan tahi lalat di bawah mata. Aroma Vanila milik Angel membuat perut Zayn yang semula mual kini merasa nyaman.

Fardan memberi tahu Angel, jika Zayn sempat mual dan muntah, makannya Ia berinisiatif untuk membonceng calon kakaknya itu. Angel pun memeriksa luka pada tubuh Zayn, ternyata punggungnya mengalami cidera.

“Mana yang sakit?” tanya Angel.

“Lo wangi, Gue suka!” jawab Zayn.

“Diam Lo! Gue tanya mana yang sakit?”

Zayn membawa tangan Angel perlahan. Gadis itu tak menyangka jika Zayn mengarahkannya ke dada bidangnya, dan merasakan degupan jantung yang terus berdebar cepat.

“Ini yang sakit!”

“Sialan Lo! ngerjain Gue.”

Angel memapah Zayn untuk membonceng saudara kembarnya. Sedangkan dirinya akan membonceng adiknya yang sepertinya masih takut dengan medan yang tak Ia kuasai.

“Gio, bawa saudara Lo hati-hati! Jangan sampai jungkir balik lagi kayak topeng monyet!” ucap Angel sambil mengepalkan tinju ke arah Zayn. Betapa kesalnya gadis itu, saat Ia benar-benar khawatir, Zayn justru mempermainkannya.

Padahal tanpa Angel ketahui, ada rasa nyeri di dada Zayn akibat benturan keras dari sepedanya. Namun, akibat tingkah konyolnya Angel menjadi sulit percaya lagi dengannya.

“Puaskan Lo lihat Gue susah?” Zayn menebak raut wajah Gio yang menahan tawa sejak tadi.

“Salah Lo sendiri sok-sokan pakai bawa sepeda. Sudah tahu meriang, Gue sih terima kasih sama Lo, sudah kasih Gue kesempatan buat berduaan sama Angel.”

“Brengsek Lo! jalan, pasti sudah ditunggu Mama sama Papa di atas.”

...

Melihat para anak-anak datang terlambat juga dengan pakaian Fardan dan Zayn kotor membuat para orang tua khawatir. Terlebih Kania yang sangat khawatir dengan Zayn.

“Tante, Zayn demam. Tadi juga sempat jatuh sama Fardan di tanjakan, jangan dimarahin ya Tante nanti Zayn sedih,” papar Angel kepada Kania.

“Wah, Terima kasih sayang, kamu sudah perhatian sama anak tante. sekarang kamu mau bantu Tante nggak buat obatin Zayn? sepertinya kalau kamu yang obatin lukanya cepat sembuh deh.” Dista dan Kania saling bersenggolan lengan.

‘Hah?’ Angel membelalakkan matanya. Maksud hati, Angel ingin meledek bocah random itu. justru Ia terkena masalah dengan perbuatannya sendiri.

“O—oke! nggak masalah, Fardan ayo kakak obatin sekalian!” Angel gugup, karena adiknya tak bisa diajak bekerja sama. Malah meninggalkannya berdua dengan Zayn yang menunggu Angel untuk mengoleskan obat luka.

“Gue kan sudah bilang, dada Gue sakit sayang!” bisiknya.

Sembari membuka kaosnya di depan Angel. Terlihat bekas biru di sana. Angel panik, tak mungkin Ia menyentuhnya. Gadis itu berniat memanggil Kania, namun orang tua mereka justru asik menikmati kopi panas tanpa dirinya.

Begitu juga dengan Gio, sibuk dengan ponselnya. Bocah manis itu mulai mengaktifkan kembali smartphone di tangannya setelah ditegur Dion, karena beberapa kali mencoba menghubunginya tetapi nomornya tidak terhubung.

“Kan Lo yang diminta buat obatin Gue, sini!” Zayn menepuk bangku yang terbuat dari kayu jati. Meminta Angel untuk duduk di sana dan membaluri nya dengan cream pereda nyeri. Terus mengerucutkan bibirnya Angel membuang muka saat berusaha membaluri dada bidang itu.

Zayn tak tega, mengerjai Angel terus-terusan. Diambil nya tube cream itu dari tangannya. Sesekali mencuri sentuhan dari tangan lembut Angel yang sempat membuat bibirnya berdarah.

“Lo masih ingat waktu mukulin wajah Gue waktu itu?”

“Pufftt, kenapa? Enak kan?”

“Harusnya Lo juga yang obatin luka Gue, karena Lo pelakunya. Tapi, Gue nggak dendam. Gue cowok baik kok Jel, buktinya Lo nyakitin Gue, justru Gue balas pakai kasih sayang, ya kan?” godanya.

Wajah Angel berubah semerah tomat. Mengingat bagaimana Zayn mencium bibirnya waktu itu, juga tatapannya semalam, begitu dekat dan hangat. Jantung Angel kembali berdegup, tak sanggup Ia berada terlalu lama di sisi biang rusuh seperti Zayn.

Saat Angel hendak pergi meninggalkan Zayn, sebuah ponsel berdering. Dan terdengar obrolan antara bocah dengan rahang tegas itu dengan seseorang di seberang.

“Jangan pergi, Lo harus tanggung jawab Jel, Gue sakit gara-gara siapa memangnya?”

Zayn

[Iya Beb, apa Lo di Jakarta? kita sekeluarga lagi di puncak, besok kita ketemu, oke! bye sayang!]

Zayn sengaja mengeraskan suaranya sebelum mengakhiri panggilannya. Membuat Angel berdecak sebal. Namun Zayn justru tersenyum lebar. Sepertinya masalah besar akan datang untuk saudaranya.

“Cih! Dasar buaya!”

...

Saat perjalanan kembali pulang, Zayn dan Gio tampak kasak-kusuk. Keduanya seperti sedang menyembunyikan sesuatu. Mereka memperlihatkan isi pesan di ponsel mereka. lalu bertatapan, membuat Angel mengagumi sesuatu yang indah.

Sembari menikmati buah strawberry favoritnya yang Ia petik ketika di perkebunan di belakang rumah pondok. Angel menatap dua calon jodohnya yang bisa Ia katakan sempurna. Sesekali membandingkan, mana yang lebih manis mana yang yang membuatnya nyaman.

Bagaimana mungkin Tuhan bisa menciptakan dua pria serupa dengan karakter yang jauh berbeda. Tak sadar, gadis itu tertawa lepas. Gio dan Zayn mendengar tawa Angel mendadak gugup, darah muda mereka berdesir hebat juga wajah keduanya memerah bersamaan.

“Sial, pelet gadis itu kuat banget!”

“Yes, Gue setuju! Gimana ini Zy?”

“Apanya? Angel? Ya buat Gue lah, Lo urusin dulu tuh kesayangan Lo!”

...

Terpopuler

Comments

miyura

miyura

lanjut othor jangan kasih kendor😘😘

2023-10-18

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Bandara
2 Bab 2. Bohong
3 Bab 3. Luka Di Arena Balap
4 Bab 4. Keputusan Papa
5 Bab 5. Hari Pertama Gio
6 Bab 6. Flirting
7 Bab 7. Pernyataan Cinta
8 Bab 8. Berita Mengejutkan
9 Bab 9. Bertemu Lagi
10 Bab 10. Curhat
11 Bab 11. Puncak Day 1
12 Bab 12. Angel Vs. Zayn
13 Bab 13. Ternyata Lo Jodoh Gue
14 Bab 14. Tantangan Pertama
15 Bab 15. Pendekatan
16 Bab 16. Zayn Sakit
17 Bab 17. Tertangkap BP
18 Bab 18. Merasa Bersalah
19 Bab 19. Kencan Dengan Siapa?
20 Bab 20. Perasaan Nyaman
21 Bab 21. Zayn dan Leon
22 Bab 22. Mengulang Kenangan
23 Bab 23. Hari Apes
24 Bab 24. Siapa Ara?
25 Bab 25. Kesalahan Besar
26 Bab 26. Bermalam
27 Bab 27. Day-1 Birthday Angel
28 Bab 28. Kegelisahan Zayn
29 Bab 29. Gue Cemburu, Zayn!
30 Bab 30. Angel Birthday Part. 1
31 Bab 31. Angel Birthday Part. 2
32 Bab 32. Mengejar Cinta Angel
33 Bab 33. Mengaku Hamil
34 Bab 34. Kenyataan Pahit
35 Bab 35. Kembalinya Angel
36 Bab 36. Goes To Bali 1(Kisah Sepatu)
37 Bab 37. Ketahuan Chat Mesra
38 Bab 38. Mode Bucin
39 Bab 39. Kehilangan Angel
40 Bab 40. Pesona Angel Mematikan
41 Bab 41. Backstreet
42 Bab 42. Diperkenalkan Sebagai Jodoh
43 Bab 43. Angel dan Ara
44 Bab 44. Mulai Takut Kehilangan
45 Bab 45. Leon Bertamu
46 Bab 46. PCOS
47 Bab 47. Bisakah Ditunda?
48 Bab 48. Bandung dan Segala Kenangannya
49 Bab 49. Menguji Kesabaran
50 Bab 50. Keputusan Angel
51 Bab 51. Persetujuan Vicky
52 Bab 52. Tak Sengaja Bertemu
53 Bab 53. Mulai Kesal
54 Bab 54. Tak Akan Tinggal Diam
55 Bab 55. Kabur Dari Rumah
56 Bab 56. Cewek Gatel
57 Bab 57. Pembalasan
58 Bab 58. Like A Demon
59 Bab 59. Harga Yang Harus Dibayar
60 Bab 60. Pikirkan Sebelum Menjawab
61 Bab 61. Dipercepat Saja
62 Bab 62. Tak Mau Kalah
63 Bab 63. Serupa Tapi Tak Sama
64 Bab 64. Hukuman Untuk Gio
65 Bab 65. Pernikahan Dadakan
66 Bab 66. Siasat Ara
67 Bab 67. Lo Sekarang Milik Gue!
68 Bab 68. Menjadi Keluarga
69 Bab 69. Canggung
70 Bab 70. Berawal dari Gigitan Serangga
71 Bab 71. Pengaman
72 Bab 72. Kecelakaan
73 Bab 73. Terbaring Lemah
74 Bab 74. Pilihan Yang Sulit
75 Bab 75. Keluhan Tentang Ara
76 Bab 76. Tolong, Jangan Pergi Angel!
77 Bab 77. Merayu Zayn
78 Bab 78. Ketahuan Deka
79 Bab 79. Malam Pertama
80 Bab 80. Bucin Tak Tertolong
81 Bab 81. Isi Hati Seorang Pria
82 Bab 82. Melepaskanmu
83 Bab 83. Overthinking
84 Bab 84. Obat?
85 Bab 85. Tanda-Tanda?
86 Bab 86. Ujian Akhir
87 Bab 87. Bocah Random
88 Bab 88. Glamping Istimewa
89 Bab 89. Cuma Mau Kamu
90 Bab 90. Godaan Sofia
91 Bab 91. Kado Terakhir
92 Bab 92. Perpisahan
93 Bab 93. Terhukum Rindu
94 Bab 94. Kegilaan
95 Bab 95. Awal Bencana
96 Bab 96. Kejutan Besar
97 Bab 97. Biar Gue Yang Pergi
98 Bab 98. Mengusir Sofia
99 Bab 99. Keguguran
100 Bab 100. Penyesalan Zayn
101 Bab 101. Mengalah
102 Bab 102. Tanda Kehamilan Makin Jelas
103 Bab 103. USG
104 Bab 104. Jodoh Itu Rahasia
105 Bab 105. Gadis Menyebalkan
106 Bab 106. Cemburu
107 Bab 107. Perjuangan Hidup Dan Mati
108 Bab 108. Koma
109 Bab 109. "Papa..."
110 Bab 110. Melepas Rindu
111 Bab 111. Hotel
112 Bab 112. Drama Alex dan Zayn
113 Bab 113. Honeymoon
114 Bab 114. Wisuda Part. 1
115 Bab 115. Perayaan
116 Bab 116. Berpasangan
117 Bab 117. Cinta dan Cemburu Zayn
118 Bab 118. Bekas Lebam
119 Bab 119. Ajak Ribut
120 Bab 120. Syarat Berat
121 Bab 121. Infertil
122 Bab 122. Tolong Dirahasiakan!
123 Bab 123. Wisuda Part. 2
124 Bab 124. Masih Hidup Lo?
125 Bab 126. Siapa Wanita Itu?
126 Bab 126. Bukan Penyakit
127 Bab 127. Aku Mau Juga!
128 Bab 128. Semakin Menjadi
129 Bab 129. Pelajaran Untuk Zayn
130 Bab 130. Modus Zayn Tak ada Lawan
131 Bab 131. Ngidam Yang Merepotkan
132 Bab 132. Momen Romantis
133 Bab 133. Keluhan
134 Bab 134. Berita Mengejutkan
135 Bab 135. Rujuk
136 Bab 136. Tepat Janji
137 Bab 137. Sensitif
138 Bab 138. Hal Nekat
139 Bab 139. Pengganggu
140 Bab 140. Batas Sabar
141 Bab 141. Dilaporkan Polisi
142 Bab 142. Pelajaran
143 Bab 143. Memohon
144 Bab 144. Rasa Tak Tega
145 Bab 145. Perempuan
146 Bab 146. Alasan Bertemu
147 Bab 147. Posesif
148 Bab 148. Menolak Mama
149 Bab 149. Masalah Dara
150 Bab 150. Kerja Sama
151 Bab 151. Aku Mau Suamimu
Episodes

Updated 151 Episodes

1
Bab 1. Bandara
2
Bab 2. Bohong
3
Bab 3. Luka Di Arena Balap
4
Bab 4. Keputusan Papa
5
Bab 5. Hari Pertama Gio
6
Bab 6. Flirting
7
Bab 7. Pernyataan Cinta
8
Bab 8. Berita Mengejutkan
9
Bab 9. Bertemu Lagi
10
Bab 10. Curhat
11
Bab 11. Puncak Day 1
12
Bab 12. Angel Vs. Zayn
13
Bab 13. Ternyata Lo Jodoh Gue
14
Bab 14. Tantangan Pertama
15
Bab 15. Pendekatan
16
Bab 16. Zayn Sakit
17
Bab 17. Tertangkap BP
18
Bab 18. Merasa Bersalah
19
Bab 19. Kencan Dengan Siapa?
20
Bab 20. Perasaan Nyaman
21
Bab 21. Zayn dan Leon
22
Bab 22. Mengulang Kenangan
23
Bab 23. Hari Apes
24
Bab 24. Siapa Ara?
25
Bab 25. Kesalahan Besar
26
Bab 26. Bermalam
27
Bab 27. Day-1 Birthday Angel
28
Bab 28. Kegelisahan Zayn
29
Bab 29. Gue Cemburu, Zayn!
30
Bab 30. Angel Birthday Part. 1
31
Bab 31. Angel Birthday Part. 2
32
Bab 32. Mengejar Cinta Angel
33
Bab 33. Mengaku Hamil
34
Bab 34. Kenyataan Pahit
35
Bab 35. Kembalinya Angel
36
Bab 36. Goes To Bali 1(Kisah Sepatu)
37
Bab 37. Ketahuan Chat Mesra
38
Bab 38. Mode Bucin
39
Bab 39. Kehilangan Angel
40
Bab 40. Pesona Angel Mematikan
41
Bab 41. Backstreet
42
Bab 42. Diperkenalkan Sebagai Jodoh
43
Bab 43. Angel dan Ara
44
Bab 44. Mulai Takut Kehilangan
45
Bab 45. Leon Bertamu
46
Bab 46. PCOS
47
Bab 47. Bisakah Ditunda?
48
Bab 48. Bandung dan Segala Kenangannya
49
Bab 49. Menguji Kesabaran
50
Bab 50. Keputusan Angel
51
Bab 51. Persetujuan Vicky
52
Bab 52. Tak Sengaja Bertemu
53
Bab 53. Mulai Kesal
54
Bab 54. Tak Akan Tinggal Diam
55
Bab 55. Kabur Dari Rumah
56
Bab 56. Cewek Gatel
57
Bab 57. Pembalasan
58
Bab 58. Like A Demon
59
Bab 59. Harga Yang Harus Dibayar
60
Bab 60. Pikirkan Sebelum Menjawab
61
Bab 61. Dipercepat Saja
62
Bab 62. Tak Mau Kalah
63
Bab 63. Serupa Tapi Tak Sama
64
Bab 64. Hukuman Untuk Gio
65
Bab 65. Pernikahan Dadakan
66
Bab 66. Siasat Ara
67
Bab 67. Lo Sekarang Milik Gue!
68
Bab 68. Menjadi Keluarga
69
Bab 69. Canggung
70
Bab 70. Berawal dari Gigitan Serangga
71
Bab 71. Pengaman
72
Bab 72. Kecelakaan
73
Bab 73. Terbaring Lemah
74
Bab 74. Pilihan Yang Sulit
75
Bab 75. Keluhan Tentang Ara
76
Bab 76. Tolong, Jangan Pergi Angel!
77
Bab 77. Merayu Zayn
78
Bab 78. Ketahuan Deka
79
Bab 79. Malam Pertama
80
Bab 80. Bucin Tak Tertolong
81
Bab 81. Isi Hati Seorang Pria
82
Bab 82. Melepaskanmu
83
Bab 83. Overthinking
84
Bab 84. Obat?
85
Bab 85. Tanda-Tanda?
86
Bab 86. Ujian Akhir
87
Bab 87. Bocah Random
88
Bab 88. Glamping Istimewa
89
Bab 89. Cuma Mau Kamu
90
Bab 90. Godaan Sofia
91
Bab 91. Kado Terakhir
92
Bab 92. Perpisahan
93
Bab 93. Terhukum Rindu
94
Bab 94. Kegilaan
95
Bab 95. Awal Bencana
96
Bab 96. Kejutan Besar
97
Bab 97. Biar Gue Yang Pergi
98
Bab 98. Mengusir Sofia
99
Bab 99. Keguguran
100
Bab 100. Penyesalan Zayn
101
Bab 101. Mengalah
102
Bab 102. Tanda Kehamilan Makin Jelas
103
Bab 103. USG
104
Bab 104. Jodoh Itu Rahasia
105
Bab 105. Gadis Menyebalkan
106
Bab 106. Cemburu
107
Bab 107. Perjuangan Hidup Dan Mati
108
Bab 108. Koma
109
Bab 109. "Papa..."
110
Bab 110. Melepas Rindu
111
Bab 111. Hotel
112
Bab 112. Drama Alex dan Zayn
113
Bab 113. Honeymoon
114
Bab 114. Wisuda Part. 1
115
Bab 115. Perayaan
116
Bab 116. Berpasangan
117
Bab 117. Cinta dan Cemburu Zayn
118
Bab 118. Bekas Lebam
119
Bab 119. Ajak Ribut
120
Bab 120. Syarat Berat
121
Bab 121. Infertil
122
Bab 122. Tolong Dirahasiakan!
123
Bab 123. Wisuda Part. 2
124
Bab 124. Masih Hidup Lo?
125
Bab 126. Siapa Wanita Itu?
126
Bab 126. Bukan Penyakit
127
Bab 127. Aku Mau Juga!
128
Bab 128. Semakin Menjadi
129
Bab 129. Pelajaran Untuk Zayn
130
Bab 130. Modus Zayn Tak ada Lawan
131
Bab 131. Ngidam Yang Merepotkan
132
Bab 132. Momen Romantis
133
Bab 133. Keluhan
134
Bab 134. Berita Mengejutkan
135
Bab 135. Rujuk
136
Bab 136. Tepat Janji
137
Bab 137. Sensitif
138
Bab 138. Hal Nekat
139
Bab 139. Pengganggu
140
Bab 140. Batas Sabar
141
Bab 141. Dilaporkan Polisi
142
Bab 142. Pelajaran
143
Bab 143. Memohon
144
Bab 144. Rasa Tak Tega
145
Bab 145. Perempuan
146
Bab 146. Alasan Bertemu
147
Bab 147. Posesif
148
Bab 148. Menolak Mama
149
Bab 149. Masalah Dara
150
Bab 150. Kerja Sama
151
Bab 151. Aku Mau Suamimu

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!