Dion dan Kania menunggu kedua anak laki-lakinya yang tak juga keluar. Setelah meletakan barang bawaan mamanya, Gio turun ke bawah karena tak menemukan Zayn di kamar. Kania mencoba memeriksanya, namun hanya mendapati pintu kamar mandi yang susah dibuka.
Suara Kania terus memanggil anak kembarnya yang usil. Namun sampai beberapa menit lamanya tak ada interaksi. Kania pun turun meninggalkan ruangan yang sempat akan dipilih Angel untuk bertukar kamar.
Setelah sepi, Angel menatap nyalang bocah laki-laki yang lebih tinggi darinya. Tak habis pikir, bagaimana mereka bisa bertemu lagi di tempat sejauh ini. Saat Ia dan keluarganya hendak menikmati liburan akhir pekannya. Menghancurkan moodnya saja.
“Apa Lo lihat-lihat? Cepetan keluar! Gue udah ditunggu,” pinta Angel
Mata bening Zayn seolah tersenyum kepadanya. Namun, Angel tetap tak bisa terima diperlakukan demikian oleh bocah tampan berkulit putih dan menyebalkan seperti Zayn. Apalagi Ia sudah berani mengambil paksa ciuman pertamanya.
“Apa Lo anak dari Om Vicky?” tanya Zayn menatap intens wajah ayu Angel dari jarak dekat.
“Bukan urusanmu! Sekarang Lo pergi, Gue udah nggak tahan terjebak di sini sama Lo!”
“Cih! Jangan terlalu benci begitu! Gue sumpahin jatuh cinta sama Gue tahu rasa Lo, dan...”
Zayn menggantung ucapannya membuat gadis dengan midi dress pink itu menunggu. “Dan apa? Lo sedang mengancam Gue?” bentak gadis itu.
“Sepertinya tebakan Gue benar, Lo menyembunyikan sesuatu dari orang tua Lo tentang luka di tanganmu, juga balap liar yang sering Lo lakukan, dan satu lagi... tentang goresan luka di wajah Gue! Gue mau minta pertanggung jawaban sama Om Vicky dan Tante Dista, bisa kan?”
“ehm, terserah! Coba saja kalau berani!”
Merasa terpojokkan Angel hanya diam saja. Ia tak berniat untuk melanjutkan perseteruannya dengan Zayn. Akhirnya dengan berat hati Zayn melepaskan Angel untuk keluar, meskipun Ia sangat senang bisa berlama-lama menatap teman sebangkunya yang cantik jelita, sepertinya namanya.
“Kena Lo sekarang! Lo nggak akan bisa jauh-jauh dari Gue.” Tak berselang lama Zayn mengikuti gadis itu untuk turun ke ruang keluarga. Ia menjadi semakin penasaran, apakah ini semua serba kebetulan? Sahabat Papa yang bernama Om Vicky adalah orang tua dari Angel.
Sesampainya di bawah, Angel yang sangat di tunggu kehadirannya pun terkejut. Saat melihat sepasang suami istri dan sosok manis yang tengah duduk bersama orang tuanya. Tak sadar, senyum Angel terukir.
“Gio...” pekik Angel, dengan tatapan antara heran dan senang. Semua perhatian tertuju kepada gadis yang berdiri di anak tangga.
“Angel, Lo ada di sini?” Gio menghampiri Angel yang masih mematung melihatnya. Wajah manis Gio sangat terbaca jelas oleh Dion juga Kania, keduanya saling melempar senyuman satu sama lain. Sepertinya mereka berdua saling mengenal baik satu sama lain.
“Wah, kalian sudah saling kenal Jel?” tanya Dista.
Dista meminta anak gadisnya untuk duduk di antara mereka. Menghabiskan waktu untuk mengobrol sebelum acara makan malam mereka dimulai. Gio menjadi bahan candaan kedua orang tuanya. karena tampak salah tingkah dengan anak gadis dari Vicky.
“Wah Keren kamu Gio, sudah curi start aja nih! Sejak kapan kalian berdua dekat?” tanya Dion.
“Dekat sih belum Om, Gio kan anak baru di kelas Angel. Dan kebetulan kita satu tim kerja kelompok untuk ujian akhir semester.” Jelas Angel panjang lebar.
Dion menyenggol lengan Gio yang malu-malu. Sepertinya Angel memang sangat terbuka dengan berteman kepada siapa saja. Lantas Dion pun ingin menggoda anak Vicky.
“Ya Kami sih berharap kalian berdua bisa semakin dekat mulai sekarang, Angel. Gio sepertinya harus punya partner belajar yang jago seperti kamu, kayak Papamu dulu...” imbuh Dion. membuat Angel pun salah tingkah.
Seperti ada yang kurang, Dista dan Kania tak melihat bocah tampan yang sedikit misterius itu. begitu juga Dion, merasa obrolan mereka santai-santai saja seperti ada yang kurang. Lantas pentolan geng tampan itu menanyai Gio.
“Gio, di mana saudaramu?” tanya Dion.
Angel terperanjat. Seketika menoleh saat mendengar pertanyaan pria tampan seumuran papanya. Angel tak salah dengar kan jika Om Dion menyebut saudara kepada Gio? Karena di lantai dua, Ia bertemu dengan Zayn.
“Saudara? Atau jangan-jangan...,” Angel khawatir. Mencoba mencari jawaban dari kedua orang tua Gio dan orang tuanya. Sampai suara langkah tak mereka sadari jika bocah tampan serupa Gio sudah duduk di hadapan mereka.
“Iya, Gue Zayn Marco Wijaya. saudara kembar Gio. Kenapa? Lo udah mulai naksir Gue ya?”
...
“Sembarangan Lo!” balas Angel.
Dion dan Kania menepuk jidatnya. Susah sekali mengatur Zayn untuk tidak berbuat onar sebentar saja. apalagi sekarang dia sedang berurusan dengan anaknya Vicky. Gadis yang akan di jodohkan dengannya. Melihat reaksi Vicky dan Dista hanya tertawa, Dion dan Kania menjadi tak enak hati.
Angel dan Zayn terus beradu mulut. Rasanya Ingin sekali Angel menghajarnya, karena kesabarannya sudah habis. jika tak ingat ada tamu dari sahabat orang tuanya.
“Awas ya Zayn, Gue nggak akan tinggal diam!” ucap Angel yang sudah berdiri di depan Zayn dan menarik kerah jaket denimnya. Zayn hanya tertawa melihat Angel dari tempat duduknya.
Sampai Dista dan Kania harus memisahkan keduanya. Meminta Angel dan Gio untuk keluar dan membantu persiapan barbekyu malam ini. sementara Zayn tak terima, bocah itu ditahan oleh Dion dan diceramahi panjang lebar.
“Zayn, Kamu ini nggak ada takut-takutnya. Ada Om Vicky juga di depan kamu! anaknya kamu gangguin!” Zayn mengulum senyum dan Dion melihatnya.
“Apa jangan-jangan di sekolah kamu juga sering mengganggunya ya?” imbuh Dion. Zayn tertawa, karena tebakannya benar.
“Habisnya dia lucu Pa! Kan Zayn gemas jadinya.”
Vicky geleng-geleng kepala. Bisa-bisanya anak Dion berterus terang seperti itu. Vicky sendiri tahu jika Angel memang mudah bergaul. Tapi sifat Angel yang tak mudah menyerah dan tak mau kalah kadang membuat Vicky khawatir.
Contohnya seperti tadi, kesabaran Angel menjadi setipis tisu yang dibagi tujuh saat menghadapi Zayn. berbeda saat Angel perhatian dengan bocah yang menyatakan cinta kepada anaknya waktu itu, si Deka alias Damar kesuma.
“Memangnya kamu sudah kenal sama anak Om? Dia galak Lho, Om saja takut! “ canda Vicky.
“Zayn sudah tahu Om, kalau anak Om itu galak. Itu sebabnya Zayn suka gangguin Angel.”
...
Angel yang berjalan menuju meja panjang, harus tersandung tali sepatunya yang terlepas. Gio yang menyadarinya segera menangkap pinggang ramping Angel.
“Eh!”
“Jel, Lo nggak apa-apa?”
Gio melihat wajah Angel sangat dekat. Aroma Vanila gadis itu membuat Gio tenang dan nyaman. rasanya tak ingin lagi jauh-jauh dari gadis itu. bibir pink cherry gadis itu membuat Gio menelan ludahnya. Bocah manis itu tak bisa menahan debaran jantungnya karena bisa sedekat ini dengan gadis populer di sekolahnya.
Namun saat sedang beradu pandang dengan Gio, Angel segera berdiri saat suara Zayn menginterupsi mereka berdua.
“Ehem, sepertinya kalian berdua semakin dekat nih!”
Tiba-tiba Zayn melihat Gio berlutut untuk mengikat tali sepatu milik Angel yang terurai. Angel pun merasa tak enak dan meminta Gio untuk berdiri. Dengan menyentuh lengan Gio tepat di hadapan saudara kembarnya yang terus memperhatikan mereka berdua.
“Thanks ya Gio, Lo nggak perlu sampai seperti itu.” Angel mendekatkan jaraknya. Melihat hal itu Zayn yang awalnya tersenyum, perlahan air mukanya berubah mendung. Tangannya mengepal saat merasakan hatinya panas.
“Mau kemana Zayn? acaranya kan mau dimulai!”
...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 151 Episodes
Comments