Bab 2. Bohong

“Apa ini Pa?”

Sambil mengambil sebuah gelang yang terbuat dari sterling silver dari tangan papanya. Di tengah-tengah rantai gelang itu tersusun sebuah alfabet. Jika dibaca akan membentuk sebuah nama, ANGEL. Juga ada sebuah bentuk hati yang membuat tampilan benda itu semakin menarik perhatian salah satu bocah laki-laki.

“Kenapa Zayn? Kamu tertarik?”

“Haha, Nggak lah. buat apa beginian, apalagi ini kayak punya cewek.” ejek Zayn.

Sambil memasang kembali headphone ke telinganya dan memejamkan mata. Perjalanan yang sungguh membosankan baginya. Ia sudah merasa nyaman tinggal di Aussie bersama Sigit dan Gio. Kenapa Papanya tiba-tiba menjemput mereka berdua kembali ke Jakarta. padahal kelulusan sekolah juga tinggal setahun lagi.

“Memang ini punya cewek, tadi seorang gadis menabrak Papa dan tak sengaja menjatuhkan barang miliknya. Serius kamu nggak mau?” tanya papanya. Dan bocah tampan itu menggeleng.

Zayn lahir enam belas tahun lalu. Uniknya dia lahir tidak sendirian, karena berselang lima menit, saudara laki-lakinya pun turut lahir ke dunia, dia adalah Gio.

Ya, Zayn Marco Wijaya dan Giovan Nicholas Wijaya adalah putra kembar dari Dion Wijaya dan Kania Dinara. Mereka harus kembali ke Jakarta, karena Papanya telah berjanji akan menjodohkan salah satu dari mereka berdua untuk anak sahabatnya yang usianya beberapa bulan lebih dewasa.

Merasa hening, Zayn membuka matanya. Ternyata benda pemberian papanya yang ditolaknya, telah berpindah tangan kepada saudara kembarnya, Gio.

Tiba-tiba remaja manis yang duduk di jok depan merasa terkejut, karena Zayn tiba-tiba merampas gelang yang hendak dipakainya.

“Balikin Zy, enak aja itu punya Gue!” protesnya, hendak meraih benda itu, namun di genggam erat oleh Zayn.

“Zy... Zy... enak aja, panggil Gue Marco! jangan pernah pakai nama itu lagi, ingat ya Gue nggak suka!” protes Zayn yang sedikit pemarah.

“Tapi Balikin dulu!” pinta Gio, yang hendak melayangkan tinju kepada saudaranya dan terjadilah keributan di dalam mobil.

Dion merasa kewalahan, mengurus dua bocah kembar itu, apalagi saat memperebutkan sesuatu. terlebih sekarang ini, Ia harus menjemput si kembar sendirian. Karena Kania sedang mempersiapkan kamar dan acara penyambutan untuk kedatangan dua putranya. Kadang Dion merasa bersalah kepada Kania, yang setiap hari harus berurusan dengan mereka.

Kania terlampau sabar, bisa mengasuh si kembar yang badungnya berkali lipat dari kelakuannya semasa muda. Lantas, Dion mengurungkan niatnya untuk menambah anak, melihat kelakuan dua jagoannya suka sekali berbuat keributan. Kadang akur, kadang ribut. Sesekali saling mendukung, sesekali adu otot. Bahkan Sigit harus sering datang ke sekolahnya untuk menerima aduan dari kepala asrama Zayn dan Gio selama tinggal Aussie.

“Hentikan, Zayn, Gio!” suara bariton Dion menghentikan mereka berdua.

Namun, kedua bocah itu hanya menatap papanya dan tertawa kecil, tanpa mempedulikannya. Membuat sang sopir tertawa. Dalam hati pria tua itu pasti Tuan Dion merasakan perbuatannya dulu kepada orang tuanya.

“Eh, Zayn, bukannya tadi kamu menolaknya? Bilang apa kamu tadi? Kenapa sekarang berebut dengan Gio!” sindir Dion, yang tak mau kalah dengan anaknya.

Wajah Gio tersenyum mengejek saudara kembarnya kena marah papanya yang galak. Sedangkan Zayn tak peduli. Bocah tampan itu memasukan gelangnya ke dalam saku jaketnya.

“Pokoknya ini punya Gue titik! Karena Gue yang lihat lebih dulu.”

“Eh Zayn Satu lagi, kenapa mengatakan namamu itu jelek?”

Dion mengintimidasi Zayn dan melepas headphone nya untuk menjewer telinganya yang bebal. Zayn meringis meminta ampun. Sambil tertawa mengejek.

“Pokoknya Papa, Mama, Lo Gio kalau di sekolah kalian harus panggil Gue Marco titik!”

Sepanjang perjalanan ke rumah, telinga Dion merasa kebas dengan ocehan kedua anak laki-lakinya. Apakah iya, dulu dirinya seperti itu. sampai para sahabatnya mengatai dirinya adalah pria banyak bacot, dan sekarang terbukti menurun kepada dua bocah tampan itu.

“Astaga, gadis mana yang akan betah dengan kelakuan kalian berdua, terutama kamu Zayn! Papa baru sadar, ternyata Papamu ini dulu menyebalkan sekali, apalagi setelah melihatmu.”

Dion berbicara sambil mengelus dada. Gio tertawa cekikikan sambil memegangi perutnya, karena tingkah Zayn memang sangat menyebalkan, sangat.

...

“Ayo turun! Semua sudah menunggu kalian.”

Dion terus menggerutu, Ia jadi yakin kenapa dulu sahabatnya sangat ingin sekali anak perempuan, ternyata begini rasanya. Satu rumah isinya laki-laki semua.

Melihat sebuah mobil berhenti di depannya, seorang wanita cantik telah menyambutnya dengan perasaan gembira. sudah dua tahun lebih,mereka terpisah. Karena Dion sengaja menyekolahkan si kembar di luar supaya bisa hidup mandiri. Namun kenyataanya justru merepotkan saudaranya.

“Mama,” sapa Zayn dan Gio. Keduanya memeluk wanita cantik itu lalu mengajaknya masuk dan meninggalkan Dion sendirian mematung di depan pintu dengan barang bawaan mereka berdua.

“Ma, di sini tempat paling rame buat nongkrong di mana?” tanya Gio.

“Heh, baru juga sampai rumah, sudah mau main saja. Mama kalian itu kangen, temani dulu dong Zayn, Gio!”

Kania mengusap wajah Dion yang frustrasi. “Sabar Mas, namanya anak-anak juga begitu.”

“Anak-anak dari mana? Mereka sebentar lagi tujuh belas tahun Kania, kamu nggak lihat jakun mereka udah sebesar biji jambu monyet.”

Kania meminta Dion untuk istirahat, karena sejak kedatangan si kembar, suaminya menjadi uring-uringan. Lain dengan si kembar yang sudah merencanakan sesuatu setibanya di rumah.

“Nah Zayn, Gio, ini kamar kalian sudah Mama siapkan. Oh iya satu lagi...”

Gio yang hendak pergi mendadak menghentikan langkahnya begitu juga dengan Zayn yang sudah tak sabar merebahkan diri di ranjangnya yang empuk.

“Oma kalian baru saja memberikan hadiah sambutan kedatangan kalian, mungkin sebentar lagi akan sampai...” belum juga selesai ucapan Kania, suara berisik di halaman besar Wijaya membuat perhatian mereka teralihkan.

“Wah panjang umur... mereka sudah datang.”

...

Pukul Tujuh, Deka sudah menunggu di depan gerbang pintu rumah Angel. Gadis itu tak mengizinkannya masuk, karena pasti akan mendapat interogasi dari Mamanya. Apalagi sekarang Papanya berada di rumah, mungkin akan lebih sulit lagi mencari alasan untuk keluar.

Dengan kaos bahu terbuka dan jins skinny, Angel sudah siap untuk hang out. Tak lupa jaket denim dan sneakers putih favoritnya, membuat gadis dengan pipi pink merona alami itu tampak memukau. Saat sedang mengoleskan lip tint di bibirnya terdengar suara ketukan pintu.

“Jelly, dipanggil Mama!” ucap adiknya.

“Tunggu sebentar!” Angel membuka pintu. Sosok remaja puber di depannya tampak memandanginya dengan mata tak berkedip.

“Mau kemana Lo jel? Bilangin Mama nih!”

“Nggak perlu, terima kasih. Gue bisa bilang ke Mama sama Papa sendiri, dasar ember!”

Angel menuruni tangga, dan segera berpamitan kepada kedua orang tuanya. Gadis remaja itu menengadahkan tangan, seakan memberi kode.

“Mau kemana Angel?” Vicky melihat anak gadisnya sudah rapi. Bahkan aroma parfumnya menguar di meja makan.

“Angel mau keluar sebentar Pa, boleh minta uang jajan nggak? hehe...” rayunya.

“Jawab Papa dulu, kamu pergi sama siapa, kemana, dan akan pulang jam berapa? Papa baru sampai rumah Lho Nak, masa mau kamu tinggal pergi,hm?”

Angel terdiam. Lantas Ia menoleh kepada mamanya. Tatapannya memohon untuk dimudahkan mendapat surat izin keluar sembari mengatupkan kedua tangannya. ‘Mama please...’

Dista pun merayu suaminya untuk kali ini. mungkin Angel sudah membuat janji dengan temannya dan tidak bisa dibatalkan. Apalagi mengingat kejadian tadi pagi yang membuat perasaannya tak karuan, dengan sebuah anggukan lembut dari istrinya, suaminya pun tersenyum.

“Angel pergi dengan teman sekolah Pa, sebentar lagi dia datang. Cuma mau nonton bioskop kok Pa, jam sembilan sudah sampai rumah. ya, ya, boleh ya Ma, Pa... ”

Belum mendapat jawaban dari Papanya, ponsel Angel terus berdering. Notifikasi pesan juga panggilan tak terjawab cukup banyak untuknya. Setelah memikirkan masak-masak, akhirnya Vicky mengizinkan Angel keluar, dengan syarat ponselnya harus selalu aktif dan tepat waktu.

“Ya sudah, karena Mama kamu yang minta Papa kasih izin. Hati-hati, jangan pulang malam-malam, Sayang!”

“Ya!!”

‘Asli, Bokap gue di rumah udah ngalahin guru BP yang sadis banget.’ Gerutunya. Angel keluar gerbang, dan mendapati Deka sudah hampir mati kebosanan.

“Lama banget sih Lo?” protes Deka, saat Angel memasuki mobilnya.

“Haha, sorry... Bokap gue baru balik, gue diinterogasi dulu Deka, gila sih ngeri-ngeri sedap.”

“Jadi nih kita nonton balap liar?”

“Oh, jadi dong!”

...

Terpopuler

Comments

Acel𓅂

Acel𓅂

cosplay nya keren

2023-10-26

2

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Bandara
2 Bab 2. Bohong
3 Bab 3. Luka Di Arena Balap
4 Bab 4. Keputusan Papa
5 Bab 5. Hari Pertama Gio
6 Bab 6. Flirting
7 Bab 7. Pernyataan Cinta
8 Bab 8. Berita Mengejutkan
9 Bab 9. Bertemu Lagi
10 Bab 10. Curhat
11 Bab 11. Puncak Day 1
12 Bab 12. Angel Vs. Zayn
13 Bab 13. Ternyata Lo Jodoh Gue
14 Bab 14. Tantangan Pertama
15 Bab 15. Pendekatan
16 Bab 16. Zayn Sakit
17 Bab 17. Tertangkap BP
18 Bab 18. Merasa Bersalah
19 Bab 19. Kencan Dengan Siapa?
20 Bab 20. Perasaan Nyaman
21 Bab 21. Zayn dan Leon
22 Bab 22. Mengulang Kenangan
23 Bab 23. Hari Apes
24 Bab 24. Siapa Ara?
25 Bab 25. Kesalahan Besar
26 Bab 26. Bermalam
27 Bab 27. Day-1 Birthday Angel
28 Bab 28. Kegelisahan Zayn
29 Bab 29. Gue Cemburu, Zayn!
30 Bab 30. Angel Birthday Part. 1
31 Bab 31. Angel Birthday Part. 2
32 Bab 32. Mengejar Cinta Angel
33 Bab 33. Mengaku Hamil
34 Bab 34. Kenyataan Pahit
35 Bab 35. Kembalinya Angel
36 Bab 36. Goes To Bali 1(Kisah Sepatu)
37 Bab 37. Ketahuan Chat Mesra
38 Bab 38. Mode Bucin
39 Bab 39. Kehilangan Angel
40 Bab 40. Pesona Angel Mematikan
41 Bab 41. Backstreet
42 Bab 42. Diperkenalkan Sebagai Jodoh
43 Bab 43. Angel dan Ara
44 Bab 44. Mulai Takut Kehilangan
45 Bab 45. Leon Bertamu
46 Bab 46. PCOS
47 Bab 47. Bisakah Ditunda?
48 Bab 48. Bandung dan Segala Kenangannya
49 Bab 49. Menguji Kesabaran
50 Bab 50. Keputusan Angel
51 Bab 51. Persetujuan Vicky
52 Bab 52. Tak Sengaja Bertemu
53 Bab 53. Mulai Kesal
54 Bab 54. Tak Akan Tinggal Diam
55 Bab 55. Kabur Dari Rumah
56 Bab 56. Cewek Gatel
57 Bab 57. Pembalasan
58 Bab 58. Like A Demon
59 Bab 59. Harga Yang Harus Dibayar
60 Bab 60. Pikirkan Sebelum Menjawab
61 Bab 61. Dipercepat Saja
62 Bab 62. Tak Mau Kalah
63 Bab 63. Serupa Tapi Tak Sama
64 Bab 64. Hukuman Untuk Gio
65 Bab 65. Pernikahan Dadakan
66 Bab 66. Siasat Ara
67 Bab 67. Lo Sekarang Milik Gue!
68 Bab 68. Menjadi Keluarga
69 Bab 69. Canggung
70 Bab 70. Berawal dari Gigitan Serangga
71 Bab 71. Pengaman
72 Bab 72. Kecelakaan
73 Bab 73. Terbaring Lemah
74 Bab 74. Pilihan Yang Sulit
75 Bab 75. Keluhan Tentang Ara
76 Bab 76. Tolong, Jangan Pergi Angel!
77 Bab 77. Merayu Zayn
78 Bab 78. Ketahuan Deka
79 Bab 79. Malam Pertama
80 Bab 80. Bucin Tak Tertolong
81 Bab 81. Isi Hati Seorang Pria
82 Bab 82. Melepaskanmu
83 Bab 83. Overthinking
84 Bab 84. Obat?
85 Bab 85. Tanda-Tanda?
86 Bab 86. Ujian Akhir
87 Bab 87. Bocah Random
88 Bab 88. Glamping Istimewa
89 Bab 89. Cuma Mau Kamu
90 Bab 90. Godaan Sofia
91 Bab 91. Kado Terakhir
92 Bab 92. Perpisahan
93 Bab 93. Terhukum Rindu
94 Bab 94. Kegilaan
95 Bab 95. Awal Bencana
96 Bab 96. Kejutan Besar
97 Bab 97. Biar Gue Yang Pergi
98 Bab 98. Mengusir Sofia
99 Bab 99. Keguguran
100 Bab 100. Penyesalan Zayn
101 Bab 101. Mengalah
102 Bab 102. Tanda Kehamilan Makin Jelas
103 Bab 103. USG
104 Bab 104. Jodoh Itu Rahasia
105 Bab 105. Gadis Menyebalkan
106 Bab 106. Cemburu
107 Bab 107. Perjuangan Hidup Dan Mati
108 Bab 108. Koma
109 Bab 109. "Papa..."
110 Bab 110. Melepas Rindu
111 Bab 111. Hotel
112 Bab 112. Drama Alex dan Zayn
113 Bab 113. Honeymoon
114 Bab 114. Wisuda Part. 1
115 Bab 115. Perayaan
116 Bab 116. Berpasangan
117 Bab 117. Cinta dan Cemburu Zayn
118 Bab 118. Bekas Lebam
119 Bab 119. Ajak Ribut
120 Bab 120. Syarat Berat
121 Bab 121. Infertil
122 Bab 122. Tolong Dirahasiakan!
123 Bab 123. Wisuda Part. 2
124 Bab 124. Masih Hidup Lo?
125 Bab 126. Siapa Wanita Itu?
126 Bab 126. Bukan Penyakit
127 Bab 127. Aku Mau Juga!
128 Bab 128. Semakin Menjadi
129 Bab 129. Pelajaran Untuk Zayn
130 Bab 130. Modus Zayn Tak ada Lawan
131 Bab 131. Ngidam Yang Merepotkan
132 Bab 132. Momen Romantis
133 Bab 133. Keluhan
134 Bab 134. Berita Mengejutkan
135 Bab 135. Rujuk
136 Bab 136. Tepat Janji
137 Bab 137. Sensitif
138 Bab 138. Hal Nekat
139 Bab 139. Pengganggu
140 Bab 140. Batas Sabar
141 Bab 141. Dilaporkan Polisi
142 Bab 142. Pelajaran
143 Bab 143. Memohon
144 Bab 144. Rasa Tak Tega
145 Bab 145. Perempuan
146 Bab 146. Alasan Bertemu
147 Bab 147. Posesif
148 Bab 148. Menolak Mama
149 Bab 149. Masalah Dara
150 Bab 150. Kerja Sama
151 Bab 151. Aku Mau Suamimu
Episodes

Updated 151 Episodes

1
Bab 1. Bandara
2
Bab 2. Bohong
3
Bab 3. Luka Di Arena Balap
4
Bab 4. Keputusan Papa
5
Bab 5. Hari Pertama Gio
6
Bab 6. Flirting
7
Bab 7. Pernyataan Cinta
8
Bab 8. Berita Mengejutkan
9
Bab 9. Bertemu Lagi
10
Bab 10. Curhat
11
Bab 11. Puncak Day 1
12
Bab 12. Angel Vs. Zayn
13
Bab 13. Ternyata Lo Jodoh Gue
14
Bab 14. Tantangan Pertama
15
Bab 15. Pendekatan
16
Bab 16. Zayn Sakit
17
Bab 17. Tertangkap BP
18
Bab 18. Merasa Bersalah
19
Bab 19. Kencan Dengan Siapa?
20
Bab 20. Perasaan Nyaman
21
Bab 21. Zayn dan Leon
22
Bab 22. Mengulang Kenangan
23
Bab 23. Hari Apes
24
Bab 24. Siapa Ara?
25
Bab 25. Kesalahan Besar
26
Bab 26. Bermalam
27
Bab 27. Day-1 Birthday Angel
28
Bab 28. Kegelisahan Zayn
29
Bab 29. Gue Cemburu, Zayn!
30
Bab 30. Angel Birthday Part. 1
31
Bab 31. Angel Birthday Part. 2
32
Bab 32. Mengejar Cinta Angel
33
Bab 33. Mengaku Hamil
34
Bab 34. Kenyataan Pahit
35
Bab 35. Kembalinya Angel
36
Bab 36. Goes To Bali 1(Kisah Sepatu)
37
Bab 37. Ketahuan Chat Mesra
38
Bab 38. Mode Bucin
39
Bab 39. Kehilangan Angel
40
Bab 40. Pesona Angel Mematikan
41
Bab 41. Backstreet
42
Bab 42. Diperkenalkan Sebagai Jodoh
43
Bab 43. Angel dan Ara
44
Bab 44. Mulai Takut Kehilangan
45
Bab 45. Leon Bertamu
46
Bab 46. PCOS
47
Bab 47. Bisakah Ditunda?
48
Bab 48. Bandung dan Segala Kenangannya
49
Bab 49. Menguji Kesabaran
50
Bab 50. Keputusan Angel
51
Bab 51. Persetujuan Vicky
52
Bab 52. Tak Sengaja Bertemu
53
Bab 53. Mulai Kesal
54
Bab 54. Tak Akan Tinggal Diam
55
Bab 55. Kabur Dari Rumah
56
Bab 56. Cewek Gatel
57
Bab 57. Pembalasan
58
Bab 58. Like A Demon
59
Bab 59. Harga Yang Harus Dibayar
60
Bab 60. Pikirkan Sebelum Menjawab
61
Bab 61. Dipercepat Saja
62
Bab 62. Tak Mau Kalah
63
Bab 63. Serupa Tapi Tak Sama
64
Bab 64. Hukuman Untuk Gio
65
Bab 65. Pernikahan Dadakan
66
Bab 66. Siasat Ara
67
Bab 67. Lo Sekarang Milik Gue!
68
Bab 68. Menjadi Keluarga
69
Bab 69. Canggung
70
Bab 70. Berawal dari Gigitan Serangga
71
Bab 71. Pengaman
72
Bab 72. Kecelakaan
73
Bab 73. Terbaring Lemah
74
Bab 74. Pilihan Yang Sulit
75
Bab 75. Keluhan Tentang Ara
76
Bab 76. Tolong, Jangan Pergi Angel!
77
Bab 77. Merayu Zayn
78
Bab 78. Ketahuan Deka
79
Bab 79. Malam Pertama
80
Bab 80. Bucin Tak Tertolong
81
Bab 81. Isi Hati Seorang Pria
82
Bab 82. Melepaskanmu
83
Bab 83. Overthinking
84
Bab 84. Obat?
85
Bab 85. Tanda-Tanda?
86
Bab 86. Ujian Akhir
87
Bab 87. Bocah Random
88
Bab 88. Glamping Istimewa
89
Bab 89. Cuma Mau Kamu
90
Bab 90. Godaan Sofia
91
Bab 91. Kado Terakhir
92
Bab 92. Perpisahan
93
Bab 93. Terhukum Rindu
94
Bab 94. Kegilaan
95
Bab 95. Awal Bencana
96
Bab 96. Kejutan Besar
97
Bab 97. Biar Gue Yang Pergi
98
Bab 98. Mengusir Sofia
99
Bab 99. Keguguran
100
Bab 100. Penyesalan Zayn
101
Bab 101. Mengalah
102
Bab 102. Tanda Kehamilan Makin Jelas
103
Bab 103. USG
104
Bab 104. Jodoh Itu Rahasia
105
Bab 105. Gadis Menyebalkan
106
Bab 106. Cemburu
107
Bab 107. Perjuangan Hidup Dan Mati
108
Bab 108. Koma
109
Bab 109. "Papa..."
110
Bab 110. Melepas Rindu
111
Bab 111. Hotel
112
Bab 112. Drama Alex dan Zayn
113
Bab 113. Honeymoon
114
Bab 114. Wisuda Part. 1
115
Bab 115. Perayaan
116
Bab 116. Berpasangan
117
Bab 117. Cinta dan Cemburu Zayn
118
Bab 118. Bekas Lebam
119
Bab 119. Ajak Ribut
120
Bab 120. Syarat Berat
121
Bab 121. Infertil
122
Bab 122. Tolong Dirahasiakan!
123
Bab 123. Wisuda Part. 2
124
Bab 124. Masih Hidup Lo?
125
Bab 126. Siapa Wanita Itu?
126
Bab 126. Bukan Penyakit
127
Bab 127. Aku Mau Juga!
128
Bab 128. Semakin Menjadi
129
Bab 129. Pelajaran Untuk Zayn
130
Bab 130. Modus Zayn Tak ada Lawan
131
Bab 131. Ngidam Yang Merepotkan
132
Bab 132. Momen Romantis
133
Bab 133. Keluhan
134
Bab 134. Berita Mengejutkan
135
Bab 135. Rujuk
136
Bab 136. Tepat Janji
137
Bab 137. Sensitif
138
Bab 138. Hal Nekat
139
Bab 139. Pengganggu
140
Bab 140. Batas Sabar
141
Bab 141. Dilaporkan Polisi
142
Bab 142. Pelajaran
143
Bab 143. Memohon
144
Bab 144. Rasa Tak Tega
145
Bab 145. Perempuan
146
Bab 146. Alasan Bertemu
147
Bab 147. Posesif
148
Bab 148. Menolak Mama
149
Bab 149. Masalah Dara
150
Bab 150. Kerja Sama
151
Bab 151. Aku Mau Suamimu

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!