Kania menahan Zayn untuk duduk di sisinya bersama Gio. Sedangkan Dion dan Vicky sedang membakar daging barbeque dan menghidangkan untuk mereka semua. Dista mengusap kepala Angel yang tak seceria biasanya. Meskipun banyak orang disekitarnya, Angel seperti sedang berada dalam dunianya sendiri.
Diam-diam Dista mengirim pesan kepada Deka, mencoba bertanya apa yang terjadi dengan anak gadisnya. Deka pun menjelaskan selama beberapa hari ini dirinya tak masuk sekolah. Bahkan Deka justru bertanya kepada Dista, apa yang terjadi dengan gadis kesayangannya itu.
Dion membuka acara dengan sambutan hangat. Perkenalan keluarga Vicky kepada kedua anaknya juga sebaliknya. Sampai Gio memberanikan diri untuk bertanya kepada Vicky mengenai masalah besar Angel yang pernah diceritakan kepadanya.
“Om, ada yang mau Gio tanyakan, apa benar Angel sudah di jodohkan?”
“Iya benar, kamu tahu dari mana?” balas Vicky menatap ke arah anak gadisnya.
Uhuk...uhukk... Zayn terbatuk.
Tiba-tiba saja Ia menelan potongan daging tanpa mengunyahnya. Kania segera menepuk punggungnya perlahan dan memberikan segelas air putih kepada salah satu putra kembarnya.
“Makannya pelan-pelan saja Zayn!”
“Nggak apa-apa Ma, Cuma kaget sedikit.” Bocah tampan itu menatap Angel yang tak bersemangat. Tak seperti pada saat malam pertama mereka bertemu. Begitu berapi-api dan menyenangkan. Apalagi saat berkelahi menghajarnya. Tiba-tiba saja Zayn merasa kasihan dengan gadis itu.
“Oh, jadi benar. Masa masih muda sudah di jodoh-jodohkan Om! Kan Gio jadi patah hati,” balasnya.
“Kalian mau tahu, siapa yang akan jadi pasangan Angel di masa depan?” tanya Dion.
Terdengar suara tarikan bangku. Gadis ayu berkulit putih itu menyudahi makan malamnya dan berpamitan ke kamarnya.
“Maaf semuanya, Angel mau balik ke kamar dulu.”
“Tapi sayang...”Ucapan Dista menggantung.
Angel berlalu meninggalkan halaman samping villa. Diikuti semua pasang mata yang ada di sana. Kania menjadi khawatir, Ia tahu bagaimana posisi gadis SMA yang cantik itu. Rasanya pasti sangat tidak nyaman, meskipun Kania tahu jika Angel akan mendapatkan salah satu dari anak kembarnya.
“Dis, Aku khawatir sama Angel.”
“Nggak apa-apa, dia hanya butuh waktu Kania. Nanti biar Aku yang coba bicara. Angel masih kesal setiap Vicky membahas perjodohan itu karena hubungannya dengan sahabatnya menjadi sedikit terganggu.”
Kania mengangguk. Lalu menatap wajah tampan Zayn juga Gio yang tampak bingung dan juga penasaran. Lantas Zayn mencoba bertanya siapa calon jodoh bagi Angel kepada Vicky. Pria dengan dua anak itu tersenyum kecil.
“Serius kalian mau tahu? Nanti kaget lagi!”
“Jodoh Angel adalah salah satu dari kalian. Papa sudah menjodohkan kalian sejak kalian belum lahir. supaya persahabatan Papa dan Om Vicky bisa berlanjut di masa depan sebagai keluarga. bahkan Oma dan Opa kalian juga sudah menyetujuinya, bagaimana? apa kalian suka?”
Gio menganga lebar. Kedua alat makannya terlepas dari tangan. Begitu juga dengan Zayn, tak percaya dengan ucapan papanya hingga berdeham untuk menetralkan tenggorokannya yang kering.
“Salah satu dari kita?” tanya Zayn lagi.
“Iya benar. Tapi sepertinya hubungan kalian berdua kurang baik Zayn, jadi kemungkinan peluang untuk Gio mendapatkan hati Angel menjadi lebih besar.” goda Dion. Kania dan Dista pun tertawa melihat raut wajah Zayn yang kesal.
Semuanya melanjutkan makan malam tanpa Angel. Sedangkan kedua anak kembar itu menghabiskan waktu lebih banyak bersama Vicky, mereka masih belum percaya dengan apa yang baru saja di dengarnya.
Dion dan Kania pun tak habis pikir dengan kelakuan mereka. sepertinya keputusan perjodohan sejak dini tak selamanya salah. Selama pendidikan mereka tetap berjalan lancar sampai usia mereka cukup untuk melanjutkan ke jenjang yang lebih serius.
“Om memangnya nggak bisa langsung memutuskan saja ya, pilih satu di antara kita?” tawar Gio.
“Rasanya nggak adil kalau seperti itu. melihat kamu yang dekat dengan Angel belum tentu Angel juga tak menaruh hati saudaramu, benar bukan.”
Ucapan Vicky membuat hati Zayn melambung. Sepertinya orang tua Angel sangat menyenangkan, untuk itu Zayn berusaha mengakrabkan diri dengannya.
“Ehm, bagaimana kalau tanding balap? Yang menang akan dapat poin lebih dari Om!”
“Hah, serius? Yakin nih! Nanti kalah balapan marah-marah lagi kayak Angel, eh?!” ucap Zayn keceplosan.
Lantas Vicky dan Dista mendekat ke arah Zayn. bocah berkulit putih itu mengusap wajahnya, Ia baru saja melakukan kesalahan besar. Bukan untuk dirinya saja, melainkan kepada Angel juga.
“Zayn, kami nggak salah dengar kan kalau kamu baru saja bilang, Angel ikut balap motor?”
“Ehm, jadi sebenarnya begini Om, Tante...”
Saat semua mata fokus pada penjelasan Zayn, tiba-tiba pergelangan bocah tampan itu ditarik paksa oleh Angel. Membuat Zayn urung melanjutkan ceritanya.
“Lo ikut Gue! dasar nggak bisa dipercaya.”
Zayn mengikuti ke mana Angel membawanya pergi. Jauh dari para orang tua dan Gio juga Fardan. Sepertinya Angel tak bisa bernapas lega setiap ada Zayn di sana. Untung saja gadis itu tak sengaja mendengar Zayn yang kelepasan bicara akibat taruhan balapan antara papanya dan si kembar, kalu tidak, hukuman untuk Angel sudah dipastikan akan tiba.
Gadis dengan tenaga cukup besar itu membawanya naik ke roof top yang tak sengaja Angel temukan. Mengenyahkan tangan Zayn dan mendorongnya. Namun, bocah SMA tampan itu tak melepaskan tangan Angel, hingga menyebabkan gadis itu menabrak dada bidangnya.
“Kenapa sayang? ah, Lo malu ya? kalau akhirnya kita akan berjodoh seperti apa yang Gue pikirkan selama ini.”
“Cih, bisa nggak sih Lo nggak membuat Gue kesal sebentar saja?”
“Ah jadi Lo kesal sama Gue? atau karena Deka?”
Angel mencoba melepaskan diri dari Zayn yang terus tersenyum melihatnya tak berdaya. Sampai akhirnya dering telepon di ponsel Angel terdengar. Zayn tak berniat melepaskan gadis itu yang berada dalam dekapannya. Sampai akhirnya terdengar erangan saat Angel menendang tulang kering bocah tinggi itu.
“Aduh! Sakit Jel!” Zayn akhirnya melepaskan gadis itu dan mengusap kakinya yang terasa ngilu.
“Jangan harap Gue memohon sama Lo!” Angel memberikan kiss bye pada Zayn.
Gadis dengan midi dress pink itu menjauh mengangkat panggilannya. Saat melihat nama yang tertera di layar, wajah Angel kembali ceria. Sekilas Ia menoleh ke arah Zayn yang terus memperhatikannya. Dengan mengerucutkan bibirnya mereka berdua beradu mulut tanpa suara.
Angel
[Deka! Kemana aja sih Lo, sumpah ya Lo harus gue beri pelajaran kalau ketemu!]
Deka tersenyum melihat wajah Angel yang terus mengumpat memarahinya. Gadis yang sudah lama Ia rindukan.
Deka
[Sudah marahnya? Gue sakit my Angel, kenapa Lo nggak jengukin Gue ke rumah! tega Lo]
Angel
[Mau banget emang Gue jengukin?]
Tiba-tiba saja Zayn menghampiri Angel yang sedang melakukan panggilan video dengan Deka. Melambaikan tangan di sana dan merangkul gadis cantik itu. dengan cepat Zayn mengecup singkat pipi putih milik Angel dan melarikan diri, saat gadis itu menyadarinya.
“Sini Lo dasar bocah kurang ajar!”
...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 151 Episodes
Comments