Bab 5. Hari Pertama Gio

Kania mengobati luka di wajah anak kembarnya yang terkenal jahil dan menang sendiri. Tak ada sedikitpun sifat Kania yang menurun, kecuali kecerdasan Zayn yang diatas rata-rata. Berbanding terbalik dengan Gio. Segiat apapun belajar, nilainya pasti sangat jauh tertinggal dengan saudaranya.

Setelah membereskan kotak obat itu, Kania menanyai tentang luka itu. Apa yang baru saja menimpanya. Namun, Zayn tak berniat menceritakan kepada wanita cantik di hadapannya. Sesekali Zayn tertawa mengingat Ia melawan seorang gadis pemarah seperti dirinya.

“Kenapa Nak? Ada yang lucu?”

“Nggak Kok, oh ya Ma, bolehkah kalau Zayn menunda pergi ke sekolahnya?” Kania mengangguk.

Melihat luka di wajah Zayn cukup serius, Ibu dua anak itu akan memberi kelonggaran pergi ke sekolah hingga lukanya sembuh.

“Besok biar Papa dan Gio yang akan ke sekolah, tetapi pendaftaran atas namamu juga akan dilakukan besok Zayn, sekarang kamu istirahat!” Kania mengelus pipi bocah tampan itu yang tak ada bedanya dengan kelakuan suaminya.

Kania menghampiri Dion yang menunggunya. Menanyakan apa yang terjadi, tetapi Kania pun juga tak mendapatkan jawabannya. Melihat motor anaknya tidak ada goresan, bisa dipastikan jika Zayn melakukan perkelahian.

“Sayang, Tadi Mas sudah menghubungi Vicky jika Minggu depan kita akan mengunjungi rumahnya.”

“Benarkah? Lalu mereka bilang apa Mas?” Kania tampak antusias, sudah lama sekali dirinya tidak menghabiskan waktu berdua dengan Dista. Rencana yang apik sudah tersusun rapi di benak Kania.

“Mereka menunggu kedatangan kita, jadi jangan lupa beritahu Gio dan Zayn jauh-jauh hari supaya mereka tidak memiliki rencana lain.”

Kania setuju dengan usul Dion. Lantas keduanya pun pindah ke kamar, membicarakan kira-kira siapa diantara kedua anak laki-laki mereka yang akan menarik perhatian anak gadis Vicky. Mungkinkah Zayn yang begitu menyebalkan, atau Gio yang sangat manis. Meskipun keduanya sangat mirip dan susah diatur tetapi keduanya memiliki kekurangan dan kelebihan yang berbeda.

Kania menyampaikan tentang protes si kembar. Kenapa mereka berdua tidak bisa memilih sekolahnya sendiri. Dion tertawa, sesekali kedua putranya memang harus ditekan supaya tidak melanggar aturan seperti tadi.

“Oh ya Mas, besok hanya Gio yang akan ikut mendaftar ke sekolah.”

“Kenapa begitu?”

“Mas nggak lihat wajah Zayn penuh luka? Apa jadinya jika masuk sekolah dengan wajah berantakan begitu.”

“Oh, ya sudah.”

Pukul Tujuh Dion dan Gio berangkat menuju ke Sekolah swasta yang terkenal di Jakarta. Dion melakukan proses administrasi pendaftaran Gio dan Zayn. Semua kelengkapan dokumen sudah selesai diurus dan Gio pun sudah bisa mengikuti pelajaran.

“Nah, Gio nanti kamu bisa pulang dengan ojek online atau minta saudaramu menjemputmu. Papa akan langsung ke kantor,” pesan Dion. Sembari mengeluarkan uang saku untuk putranya yang manis.

“Sip!”

“Jangan bikin ulah Gio, ingat pesan Papa!”

Gio memberikan dua jempolnya, setelah Dion pergi senyum Gio terkembang sempurna. Ia berjalan mengikuti seorang wanita yang akan mengantarkannya ke kelasnya. Tatapan Gio tak lepas dari sebuah lapangan basket.

‘Lumayan, meskipun cuacanya sangat panas di Jakarta.’ keluh Gio. Sampai Ia berhenti di sebuah ruangan kelas yang sudah sangat hening.

“Nah Giovan, ini kelas kamu. Jam pertama adalah jam pelajaran Ibu, ayo masuk!”

Bocah manis dengan tinggi 177 senti itu mengikuti langkah gurunya. Seketika seisi kelas gaduh karena mereka kedatangan seorang siswa baru yang sangat tampan. terdengar dari kejauhan jika para siswi berteriak histeris meskipun mereka tahan.

“Wah, hoki banget kelas ini kedatangan murid baru ganteng nggak ngotak!” ucap seorang siswi yang duduk di belakang.

“Nah Gio, kamu bisa perkenalan singkat sebelum pelajaran di mulai,” perintah guru yang mengajar mata pelajaran Bahasa Indonesia.

“Gue Gio pindahan dari Aussie. Boleh saya duduk bu?”

“Sudah? Singkat sekali perkenalannya, sekarang kamu duduk di ...,” ucapan bu Guru berhenti karena melihat dua bangku kosong lagi saat pelajarannya berlangsung. Wanita tiga puluhan tahun itu hanya berdecak kesal menahan amarahnya.

“Nah Gio kamu bisa memilih duduk diantara dua bangku itu! yang depan, kamu akan bersebalahan dengan Ansara. Di belakang bangku Ansara, kamu bisa duduk dengan Deka.”

Gio pun memilih duduk dengan siswa laki-laki. Biar saja saat Zayn masuk dia akan duduk bersama seorang gadis. Saat pelajaran di mulai, Gio melihat sisinya. Kenapa teman sebangkunya tak muncul juga sampai jam pelajaran hampir berakhir.

“Bray, kenapa mereka berdua tidak ada di kelas?” tanya Gio penasaran.

“Oh, mereka berdua anti pelajaran bu Susi, jadi cabut ke tempat rahasia.”

“Dua-duanya? Tanya Gio lagi.

“Saran gue, jangan berurusan sama mereka berdua deh, panjang urusannya.”

Setelah mendapat anggukan dari temannya, Gio menjadi penasaran seperti apa dua temannya yang sepertinya istimewa. Bahkan terang-terangan tak mengikuti jam pelajaran tertentu pun, sepertinya gurunya tak masalah. Tiba-tiba munculah ide Gio untuk bergabung dengan mereka, sepertinya asyik cabut jam pelajaran yang tak disukainya.

Gio pun melanjutkan mengikuti pelajaran sampai jam istirahat pun tiba. Dengan mudah saudara kembar Zayn mendapatkan teman. Mereka bermain basket juga membagi informasi tentang denah sekolahan seperti letak kantin dan perpustakaan juga bangunan yang lain.

Gio mengunjungi sebuah perpustakaan, ada sebuah buku yang harus Ia baca. Namun, saat tengah serius mencari dirinya mendengar suara cekikian dari balik barisan rak buku yang tinggi. Karena penasaran, Gio pun mendekatinya.

“Heh, ngapain Lo dekat-dekat begitu!”

“Please Jel, malam minggu keluar dong sama Gue! ada yang mau gue omongin nih sama Lo!”

“Dek, Gue timpuk nih kalau muka Lo masih sedekat itu, minggir nggak Lo!”

Gio melihat sepasang siswa-siswi yang tengah berduaan di perpustakaan. Sejoli yang membuatnya iri tak lain adalah Angel dan Deka. Setelah melarikan diri dari jam pelajaran bahasa Indonsesia.

Mereka berdua tengah berbagi headset. Satu terpasang di telinga Deka dan satunya terpasang di telinga Angel. Mereka berdua mendengarkan musik bersama. Dengan Deka yang terus mengikis jarak menatap gadis yang telah mencuri hatinya.

“Jel, Lo nggak berniat punya cowok gitu?”

“Buat apa? Selama ada Lo di sisi Gue udah cukup Deka!”

“Tapi Gue suka sama Lo, Gu...”

Brukk!!

Ucapan Deka terpotong. Baru saja Ia hendak menyatakan cinta kepada sahabat cantiknya. Sayangnya, terpaksa gagal karena mereka berdua kejatuhan buku yang sengaja di lempar dari balik rak di belakangnya. Gio menahan tawa, dan segera meninggalkan perpustakaan.

“Makannya, kalau mau pacaran jangan di sekolahan! Kalau ada Zayn di sini pasti lebih seru,” oceh Gio.

Saat Gio kembali ke kelas, bangku keduanya telah terisi. Ia melihat sosok gadis cantik duduk di depannya dan berniat mengenalkan diri. Namun, tangannya segera di sambut oleh teman sebangkunya.

“Lo anak baru ya?”

“Hem,” balasnya singkat.

Obrolan itu membuat Angel menoleh ke belakang. Ia melihat Deka tengah bicara dengan seseorang. Tatapan Angel dan Gio pun bertemu membuat Deka merasa cemburu. Wajah yang sangat familier. Angel merasa pernah bertemu dengannya, tapi dimana?”

“Jadi Lo yang namanya Ansara? Kenalin Gue Gio!”

...

Episodes
1 Bab 1. Bandara
2 Bab 2. Bohong
3 Bab 3. Luka Di Arena Balap
4 Bab 4. Keputusan Papa
5 Bab 5. Hari Pertama Gio
6 Bab 6. Flirting
7 Bab 7. Pernyataan Cinta
8 Bab 8. Berita Mengejutkan
9 Bab 9. Bertemu Lagi
10 Bab 10. Curhat
11 Bab 11. Puncak Day 1
12 Bab 12. Angel Vs. Zayn
13 Bab 13. Ternyata Lo Jodoh Gue
14 Bab 14. Tantangan Pertama
15 Bab 15. Pendekatan
16 Bab 16. Zayn Sakit
17 Bab 17. Tertangkap BP
18 Bab 18. Merasa Bersalah
19 Bab 19. Kencan Dengan Siapa?
20 Bab 20. Perasaan Nyaman
21 Bab 21. Zayn dan Leon
22 Bab 22. Mengulang Kenangan
23 Bab 23. Hari Apes
24 Bab 24. Siapa Ara?
25 Bab 25. Kesalahan Besar
26 Bab 26. Bermalam
27 Bab 27. Day-1 Birthday Angel
28 Bab 28. Kegelisahan Zayn
29 Bab 29. Gue Cemburu, Zayn!
30 Bab 30. Angel Birthday Part. 1
31 Bab 31. Angel Birthday Part. 2
32 Bab 32. Mengejar Cinta Angel
33 Bab 33. Mengaku Hamil
34 Bab 34. Kenyataan Pahit
35 Bab 35. Kembalinya Angel
36 Bab 36. Goes To Bali 1(Kisah Sepatu)
37 Bab 37. Ketahuan Chat Mesra
38 Bab 38. Mode Bucin
39 Bab 39. Kehilangan Angel
40 Bab 40. Pesona Angel Mematikan
41 Bab 41. Backstreet
42 Bab 42. Diperkenalkan Sebagai Jodoh
43 Bab 43. Angel dan Ara
44 Bab 44. Mulai Takut Kehilangan
45 Bab 45. Leon Bertamu
46 Bab 46. PCOS
47 Bab 47. Bisakah Ditunda?
48 Bab 48. Bandung dan Segala Kenangannya
49 Bab 49. Menguji Kesabaran
50 Bab 50. Keputusan Angel
51 Bab 51. Persetujuan Vicky
52 Bab 52. Tak Sengaja Bertemu
53 Bab 53. Mulai Kesal
54 Bab 54. Tak Akan Tinggal Diam
55 Bab 55. Kabur Dari Rumah
56 Bab 56. Cewek Gatel
57 Bab 57. Pembalasan
58 Bab 58. Like A Demon
59 Bab 59. Harga Yang Harus Dibayar
60 Bab 60. Pikirkan Sebelum Menjawab
61 Bab 61. Dipercepat Saja
62 Bab 62. Tak Mau Kalah
63 Bab 63. Serupa Tapi Tak Sama
64 Bab 64. Hukuman Untuk Gio
65 Bab 65. Pernikahan Dadakan
66 Bab 66. Siasat Ara
67 Bab 67. Lo Sekarang Milik Gue!
68 Bab 68. Menjadi Keluarga
69 Bab 69. Canggung
70 Bab 70. Berawal dari Gigitan Serangga
71 Bab 71. Pengaman
72 Bab 72. Kecelakaan
73 Bab 73. Terbaring Lemah
74 Bab 74. Pilihan Yang Sulit
75 Bab 75. Keluhan Tentang Ara
76 Bab 76. Tolong, Jangan Pergi Angel!
77 Bab 77. Merayu Zayn
78 Bab 78. Ketahuan Deka
79 Bab 79. Malam Pertama
80 Bab 80. Bucin Tak Tertolong
81 Bab 81. Isi Hati Seorang Pria
82 Bab 82. Melepaskanmu
83 Bab 83. Overthinking
84 Bab 84. Obat?
85 Bab 85. Tanda-Tanda?
86 Bab 86. Ujian Akhir
87 Bab 87. Bocah Random
88 Bab 88. Glamping Istimewa
89 Bab 89. Cuma Mau Kamu
90 Bab 90. Godaan Sofia
91 Bab 91. Kado Terakhir
92 Bab 92. Perpisahan
93 Bab 93. Terhukum Rindu
94 Bab 94. Kegilaan
95 Bab 95. Awal Bencana
96 Bab 96. Kejutan Besar
97 Bab 97. Biar Gue Yang Pergi
98 Bab 98. Mengusir Sofia
99 Bab 99. Keguguran
100 Bab 100. Penyesalan Zayn
101 Bab 101. Mengalah
102 Bab 102. Tanda Kehamilan Makin Jelas
103 Bab 103. USG
104 Bab 104. Jodoh Itu Rahasia
105 Bab 105. Gadis Menyebalkan
106 Bab 106. Cemburu
107 Bab 107. Perjuangan Hidup Dan Mati
108 Bab 108. Koma
109 Bab 109. "Papa..."
110 Bab 110. Melepas Rindu
111 Bab 111. Hotel
112 Bab 112. Drama Alex dan Zayn
113 Bab 113. Honeymoon
114 Bab 114. Wisuda Part. 1
115 Bab 115. Perayaan
116 Bab 116. Berpasangan
117 Bab 117. Cinta dan Cemburu Zayn
118 Bab 118. Bekas Lebam
119 Bab 119. Ajak Ribut
120 Bab 120. Syarat Berat
121 Bab 121. Infertil
122 Bab 122. Tolong Dirahasiakan!
123 Bab 123. Wisuda Part. 2
124 Bab 124. Masih Hidup Lo?
125 Bab 126. Siapa Wanita Itu?
126 Bab 126. Bukan Penyakit
127 Bab 127. Aku Mau Juga!
128 Bab 128. Semakin Menjadi
129 Bab 129. Pelajaran Untuk Zayn
130 Bab 130. Modus Zayn Tak ada Lawan
131 Bab 131. Ngidam Yang Merepotkan
132 Bab 132. Momen Romantis
133 Bab 133. Keluhan
134 Bab 134. Berita Mengejutkan
135 Bab 135. Rujuk
136 Bab 136. Tepat Janji
137 Bab 137. Sensitif
138 Bab 138. Hal Nekat
139 Bab 139. Pengganggu
140 Bab 140. Batas Sabar
141 Bab 141. Dilaporkan Polisi
142 Bab 142. Pelajaran
143 Bab 143. Memohon
144 Bab 144. Rasa Tak Tega
145 Bab 145. Perempuan
146 Bab 146. Alasan Bertemu
147 Bab 147. Posesif
148 Bab 148. Menolak Mama
149 Bab 149. Masalah Dara
150 Bab 150. Kerja Sama
151 Bab 151. Aku Mau Suamimu
Episodes

Updated 151 Episodes

1
Bab 1. Bandara
2
Bab 2. Bohong
3
Bab 3. Luka Di Arena Balap
4
Bab 4. Keputusan Papa
5
Bab 5. Hari Pertama Gio
6
Bab 6. Flirting
7
Bab 7. Pernyataan Cinta
8
Bab 8. Berita Mengejutkan
9
Bab 9. Bertemu Lagi
10
Bab 10. Curhat
11
Bab 11. Puncak Day 1
12
Bab 12. Angel Vs. Zayn
13
Bab 13. Ternyata Lo Jodoh Gue
14
Bab 14. Tantangan Pertama
15
Bab 15. Pendekatan
16
Bab 16. Zayn Sakit
17
Bab 17. Tertangkap BP
18
Bab 18. Merasa Bersalah
19
Bab 19. Kencan Dengan Siapa?
20
Bab 20. Perasaan Nyaman
21
Bab 21. Zayn dan Leon
22
Bab 22. Mengulang Kenangan
23
Bab 23. Hari Apes
24
Bab 24. Siapa Ara?
25
Bab 25. Kesalahan Besar
26
Bab 26. Bermalam
27
Bab 27. Day-1 Birthday Angel
28
Bab 28. Kegelisahan Zayn
29
Bab 29. Gue Cemburu, Zayn!
30
Bab 30. Angel Birthday Part. 1
31
Bab 31. Angel Birthday Part. 2
32
Bab 32. Mengejar Cinta Angel
33
Bab 33. Mengaku Hamil
34
Bab 34. Kenyataan Pahit
35
Bab 35. Kembalinya Angel
36
Bab 36. Goes To Bali 1(Kisah Sepatu)
37
Bab 37. Ketahuan Chat Mesra
38
Bab 38. Mode Bucin
39
Bab 39. Kehilangan Angel
40
Bab 40. Pesona Angel Mematikan
41
Bab 41. Backstreet
42
Bab 42. Diperkenalkan Sebagai Jodoh
43
Bab 43. Angel dan Ara
44
Bab 44. Mulai Takut Kehilangan
45
Bab 45. Leon Bertamu
46
Bab 46. PCOS
47
Bab 47. Bisakah Ditunda?
48
Bab 48. Bandung dan Segala Kenangannya
49
Bab 49. Menguji Kesabaran
50
Bab 50. Keputusan Angel
51
Bab 51. Persetujuan Vicky
52
Bab 52. Tak Sengaja Bertemu
53
Bab 53. Mulai Kesal
54
Bab 54. Tak Akan Tinggal Diam
55
Bab 55. Kabur Dari Rumah
56
Bab 56. Cewek Gatel
57
Bab 57. Pembalasan
58
Bab 58. Like A Demon
59
Bab 59. Harga Yang Harus Dibayar
60
Bab 60. Pikirkan Sebelum Menjawab
61
Bab 61. Dipercepat Saja
62
Bab 62. Tak Mau Kalah
63
Bab 63. Serupa Tapi Tak Sama
64
Bab 64. Hukuman Untuk Gio
65
Bab 65. Pernikahan Dadakan
66
Bab 66. Siasat Ara
67
Bab 67. Lo Sekarang Milik Gue!
68
Bab 68. Menjadi Keluarga
69
Bab 69. Canggung
70
Bab 70. Berawal dari Gigitan Serangga
71
Bab 71. Pengaman
72
Bab 72. Kecelakaan
73
Bab 73. Terbaring Lemah
74
Bab 74. Pilihan Yang Sulit
75
Bab 75. Keluhan Tentang Ara
76
Bab 76. Tolong, Jangan Pergi Angel!
77
Bab 77. Merayu Zayn
78
Bab 78. Ketahuan Deka
79
Bab 79. Malam Pertama
80
Bab 80. Bucin Tak Tertolong
81
Bab 81. Isi Hati Seorang Pria
82
Bab 82. Melepaskanmu
83
Bab 83. Overthinking
84
Bab 84. Obat?
85
Bab 85. Tanda-Tanda?
86
Bab 86. Ujian Akhir
87
Bab 87. Bocah Random
88
Bab 88. Glamping Istimewa
89
Bab 89. Cuma Mau Kamu
90
Bab 90. Godaan Sofia
91
Bab 91. Kado Terakhir
92
Bab 92. Perpisahan
93
Bab 93. Terhukum Rindu
94
Bab 94. Kegilaan
95
Bab 95. Awal Bencana
96
Bab 96. Kejutan Besar
97
Bab 97. Biar Gue Yang Pergi
98
Bab 98. Mengusir Sofia
99
Bab 99. Keguguran
100
Bab 100. Penyesalan Zayn
101
Bab 101. Mengalah
102
Bab 102. Tanda Kehamilan Makin Jelas
103
Bab 103. USG
104
Bab 104. Jodoh Itu Rahasia
105
Bab 105. Gadis Menyebalkan
106
Bab 106. Cemburu
107
Bab 107. Perjuangan Hidup Dan Mati
108
Bab 108. Koma
109
Bab 109. "Papa..."
110
Bab 110. Melepas Rindu
111
Bab 111. Hotel
112
Bab 112. Drama Alex dan Zayn
113
Bab 113. Honeymoon
114
Bab 114. Wisuda Part. 1
115
Bab 115. Perayaan
116
Bab 116. Berpasangan
117
Bab 117. Cinta dan Cemburu Zayn
118
Bab 118. Bekas Lebam
119
Bab 119. Ajak Ribut
120
Bab 120. Syarat Berat
121
Bab 121. Infertil
122
Bab 122. Tolong Dirahasiakan!
123
Bab 123. Wisuda Part. 2
124
Bab 124. Masih Hidup Lo?
125
Bab 126. Siapa Wanita Itu?
126
Bab 126. Bukan Penyakit
127
Bab 127. Aku Mau Juga!
128
Bab 128. Semakin Menjadi
129
Bab 129. Pelajaran Untuk Zayn
130
Bab 130. Modus Zayn Tak ada Lawan
131
Bab 131. Ngidam Yang Merepotkan
132
Bab 132. Momen Romantis
133
Bab 133. Keluhan
134
Bab 134. Berita Mengejutkan
135
Bab 135. Rujuk
136
Bab 136. Tepat Janji
137
Bab 137. Sensitif
138
Bab 138. Hal Nekat
139
Bab 139. Pengganggu
140
Bab 140. Batas Sabar
141
Bab 141. Dilaporkan Polisi
142
Bab 142. Pelajaran
143
Bab 143. Memohon
144
Bab 144. Rasa Tak Tega
145
Bab 145. Perempuan
146
Bab 146. Alasan Bertemu
147
Bab 147. Posesif
148
Bab 148. Menolak Mama
149
Bab 149. Masalah Dara
150
Bab 150. Kerja Sama
151
Bab 151. Aku Mau Suamimu

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!