Pagi ini adalah hari pertama Zayn Marco Wijaya masuk ke sekolah. bocah tampan serupa dengan Gio itu diminta untuk mengenalkan diri. Semua siswa pun tampak heboh, sama seperti saat kehadiran Gio. Kini siswa perempuan semakin rajin ke sekolah. selain Deka, di kelas mereka kini bertambah penyemangat belajar dengan kehadiran si kembar.
“Nah Zayn, kamu duduk di sebelah Ansara ya!” perintah wali kelasnya.
Wanita berseragam coklat itu melihat dua bangku itu kosong lagi. “Ada yang tahu kemana Deka dan Ansara hari ini?” sembari memeriksa absensi para siswa.
“Deka sakit Bu! Kalau Angel nggak ada kabar,” jelas salah satu siswa. Bu Guru pun mengangguk dan meminta Zayn untuk duduk di sebelah bangku Angel. Si kembar duduk terpisah, lantas Zayn penasaran sama seperti Gio sebelumnya.
“Eh, Kok Lo nggak bilang kalau sebelah Gue cewek? siapa tadi namanya?”
“Ansara, tapi panggilannya Angel. kalau Lo nggak mau kita bisa bertukar tempat duduk.” Pinta Gio dengan menahan senyum. Melihat kelakuan saudaranya, Zayn curiga. Pasti ada yang di sembunyikan. Zayn mendengar nama Angel seperti tak asing di telinganya. Sampai saat Ia menatap ke tangan kanannya. Benda melingkar yang berwarna silver itu tertulis nama Angel.
“Angel, seperti sebuah kebetulan.” Gumamnya.
“Bu, izin ke toilet.” Zayn segera berdiri, padahal gurunya belum juga mengizinkan. Zayn berlari, padahal Ia belum mengenal betul sekolahnya. Sampai Ia berhenti di kantin untuk memesan semangkuk bakso. Lantas mengirim pesan kepada Gio untuk menyusulnya.
Uap panas bakso itu menggugah hidung Zayn, baru juga menikmati satu bulatan. Ia melihat seorang gadis hendak melompat dari balik tembok. Gadis kulit putih dengan rambut panjang mengenakan rok pendek sama seperti seragam siswa perempuan di kelasnya.
“Bu titip sebentar!” pinta Zayn kepada ibu kantin.
Saat gadis itu melompat ke bawah, sebuah tangan menangkapnya. Hingga mereka jatuh bertubrukan jatuh ke tanah. Pandangan mereka bertemu, dengan tangan merengkuh erat pinggang ramping itu. keduanya tak berkedip sampai gadis itu akhirnya sadar.
“Lo! Ngapain Lo di sini?” Angel mengenali wajah bocah sialan yang mengejeknya di arena balap. Saat menyadari posisinya tidak nyaman, Angel segera bangun. Namun ditahan oleh Zayn. Rambut gadis itu jatuh tepat di wajah Zayn, saudara kembar Gio.
“Kenapa? Lo kaget ketemu Gue di sini?” Zayn segera membalik posisinya. Membuat Angel berada dalam kungkungan nya. Tenaga Angel tak sekuat malam itu. membuat Zayn ingin menggodanya. Ia ingat bagaimana gadis yang saat itu berada diatas tubuhnya memukul wajahnya berulang kali hanya karena salah paham.
“Lepasin Gue nggak!”perintah Angel.
“Haha, nggak semudah itu sayang. Mata dibalas mata. Gigi dibalas gigi.” Balas Zayn. Angel yang sedang dalam mood buruk ingin melampiaskan kepada bocah tengil di depannya. Kaki panjang gadis itu menendang junior milik Zayn, seperti yang Ia lakukan kepada para pria yang mengganggunya. Karena meleset dan Zayn menyadari hal itu.
Akhirnya, hal yang tak pernah dibayangkan Angel pun terjadi. Zayn mencium bibir ranum milik Angel. Pemandangan di dalam bioskop itu terus menghantuinya. Saat Angel dan Deka hendak berciuman di depan matanya. Menikmati benda kenyal itu cukup lama sampai Angel harus menggigit bibir bocah nakal itu untuk melepaskannya.
“Brengsek Lo ya!” dengan mengusap bibirnya yang basah dan kebas. Angel berdiri membersihkan badannya dari daun-daun kering. Menarik kerah seragam Zayn yang lebih tinggi, Ia terpaksa mendongak. Matanya yang berair seakan melemparkan ancaman. Lalu meninggalkan Zayn sendirian di kebun belakang kantin. Zayn berdecih, menyadari bibirnya terluka.
Saat Angel hendak ke kamar mandi, Ia justru bertemu dengan Gio. Melihat gadis itu menangis Gio menghentikannya dan memberikan sapu tangan miliknya.
“Lo kenapa? Siapa yang gangguin Lo Jel?” tanya Gio.
Namun gadis itu terdiam. Angel melihat Gio seperti melihat bocah menyebalkan yang baru saja mengganggunya. Lantas Angel segera meninggalkan bocah manis itu. Akan tetapi Angel tetap mengunakan sapu tangan biru laut milik Gio. “Gadis aneh.”
Gio keluar kelas setelah jam pelajaran itu berakhir. Tak habis pikir dengan saudara kembarnya, baru masuk kelas sudah tak mengikuti pelajaran. Namun herannya, nilai Zayn selalu bagus. Jauh berbeda dengan Gio. Meskipun belajar giat nilainya tak ada peningkatan.
“Ah Lo nggak asyik! Masa cabut nggak ajakin Gue!” Gio menyendok bakso Zayn yang sudah berlemak, karena ditinggal cukup lama. Gio juga melihat bibir saudaranya berdarah dan sedikit membengkak. Zayn hanya tertawa, karena Ia berhasil menemukan gadis itu.
Kantin hari ini menjadi tempat paling ramai dikunjungi. Pasalnya ada dua siswa baru yang sangat menarik perhatian. Uniknya mereka berdua memiliki fisik serupa juga wajah yang sempurna. Namun tak ada satupun dari siswa perempuan di sekolah itu yang membuat si kembar itu tertarik, kecuali Ansara Jelita.
“Yuk balik, di mana-mana semua cewek sama. Suka caper!” oceh Zayn yang dibenarkan oleh Gio.
Angel kembali ke kelas setelah memperbaiki moodnya. Hari ini adalah hari terburuk jagoan sekolah itu. Melihat bangku Deka kosong, Angel merasa buruk. Ponsel bocah itu juga masih belum aktif.
“Lo nggak lihat Deka?” tanya Angel.
“Lah, Lo gimana sih? Kan Lo ceweknya, masak pacarnya sakit Lo nggak tahu?” goda temannya.
“Lo tahu dari mana Si Deka sakit?” Angel menghampiri teman satu klub basket Deka, dan bocah itu menunjukan isi pesan Deka kepadanya jika dirinya sakit akibat kehujanan semalam. Angel berbalik, hatinya semakin jengkel saat tahu kontaknya di blokir oleh bocah itu.
Angel melihat sebuah tas punggung di sisi bangkunya. Lantas saat Ia hendak memindahkannya ke belakang, pemilik tas itu masuk dan menegurnya.
“Eh, Mau ngapain Lo sama barang milik Gue?”
Zayn baru sadar jika teman sebangkunya adalah gadis yang baru saja Ia kecup bibirnya di belakang kebun sekolah. Angel tampak canggung, begitu juga Zayn. Ia tanpa sadar menyentuh bibirnya membuat gadis itu berpaling.
“Pindah Lo! Gue nggak mau sebangku sama Lo!” perintah Angel. Zayn pun segera duduk untuk mempertahankan tempatnya.
“Nggak ada, di belakang bangku orang. Mulai sekarang suka nggak suka, Lo akan melihat Gue setiap hari, Angel...” ancam Zayn. Mendekatkan wajahnya menatap gadis dengan tahi lalat di bawah mata itu.
“Brengsek!” umpat Angel.
Di belakang Gio terus melihat interaksi Zayn dengan Angel. Sepertinya memang ada sesuatu diantara mereka berdua. mulai saat Zayn menjemputnya ke sekolah, pergi ke bioskop dan hari ini.
‘Apa yang sudah Gue lewatkan?’
...
Saat Zayn sedang menulis, Angel tak sengaja melihat sesuatu yang menarik perhatiannya. Ia melihat benda kesayangannya ada di tangan teman barunya yang sok jagoan. Namun, sekali lagi Angel berpikir apakah benar itu gelang miliknya yang terjatuh di bandara. Bisa saja itu hanya mirip.
Saat Angel terus menatap tangan Zayn, bocah tampan itu melipat tangannya di dada dan menatapnya balik.
“Kenapa Lo? jangan benci-benci sama Gue! awas nanti jatuh cinta!” haha... ejek Zayn.
Saking kesalnya Angel menutup mulut bocah itu dengan tangannya dan mengancam. Jika masih banyak bicara, Ia akan menghajarnya setelah sepulang sekolah. dan saat tatapan mereka bertemu suara debar jantung seseorang terdengar jelas.
“Sial!”
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 151 Episodes
Comments