Naira telah pulang setelah dirawat satu minggu di rumah sakit,namun ia memilih pulang ke rumah ayahnya.
Naira diantar afif untuk kembali,diperjalanan hanya ada hening yang menyelimuti kecanggungan mereka,bagaimana tidak bukan kah mereka bertengkar saat terakhir kali.
Mobil itu berhenti,tapi bukan dipekarangan rumah melainkan disebuah taman yang sepi.
"Kenapa?"tanya naira pasalnya mereka tak ada janji untuk berhenti disini.
"Kita perlu bicara"ucap afif lalu keluar dari mobil dan naira mengikutinya untuk duduk di kursi taman itu.
"Naira,abang minta maaf.."
"Aku udah tahu kok,aku yang harus minta maaf karena bersikap kayak kemarin"sela naira menghadap afif.
"Iam oke"lanjutnya tersenyum,afif tahu adiknya ini sedang berusaha menutupi lukanya.
"Bara udah kasih tahu aku semua cerita bang afif,aku juga bisa ngerti posisi bang ardi yang kehilangan adiknya,mulai sekarang aku bakal belajar buat maafin diri aku sendiri"tutur naira dengan mata yang sudah penuh dengan air mata.
"No,kamu gak salah"ucap afif membawa adiknya kedalam pelukan.
Afif merasa begitu gagal menjadi kaka pertama untuk naira,ia membiarkannya terluka dan dengan sadar membentak peri kecilnya.
'Maafin abang nai,gara gara abang kamu menderita ini'ucap afif dalam hatinya,air matanya juga ikut mengalir mendengar tangisan sang adik yang sesak.
Naira menunjukan pesan terakhir yang dikirim seseorang ke ponselnya,begitu terkejut afif melihat gambar itu.
Pantas saja selama ini naira begitu menderita,foto yang hampir telanjang badan dengan banyak luka lebam namun begitu jelas bahwa itu wajah adiknya.
"Kenapa gak kamu hapus?"tanya afif sendu.
"Percuma aku hapus,kalo orang yang ngirim foto ini masih nyimpen bang"
"Aku,gak mau terus ngerasain takut bang"ucap naira bergetar namun ia berusaha untuk tidak kembali menangis.
"Ardi harus bayar ini naira,abang gak mau kamu hidup dengan terus merasa takut"ucap afif ,naira begitu terhanyut dalam kondisi ini.
Begitu bersyukur dengan apa yang ia miliki saat ini,pikirnya jika salah satu keluarganya mengetahui kejadian ini mereka akan membenci naira namun itu sangkaan yang salah.
"Kita pulang"ucap afif sembari bangkit dari duduknya,naira dengan cepat bangkit dan memeluk afif lagi.
"Makasih,udah mau nerima adik"ucap naira memeluk afif erat,afif dengan senang hati membalas pelukannya.
"You my princess,oke"ujar afif semakin membuat hati naira kembali merasa tenang dan senang secara bersamaan.
________________
"GILA LO YA"sentak bara pada ardi yang tengah tersenyum.
"Gw lebih seneng dari apa yang lu liat kali ini"jawab ardi tenang.
"Yang lu mainin tuh nyawa bego"bara semakin dibuat kesal olehnya
Flashback on:
"Oke bagus"ucap ardi pada kedua bawahannya.
"Ini belum seberapa afif,gw pastiin naira bertanggung jawab atas kematian diana"ucapnya tersenyum penuh arti.
"Bos"ucap seseorang datang dengan tergesa-gesa,membuat ardi menoleh mengangkat satu hasilnya mengisyaratkan 'ada apa'
"Bara disini"lanjut anak buahnya,huh ardi rasanya muak mendengar nama bara yang selalu muncul akhir akhir ini.
"Biarin dia masuk"ucapnya di angguki anak buahnya
Kini bara dan ardi sudah berada dalam ruangan yang sama,hawa di sana sungguh panas.
"Kenapa lagi lu nemuin gw"tanya ardi menatap bara datar,sungguh ia membenci bara saat ini karena luka diwajahnya pun belum begitu pulih karena ulahnya.
"Gw udah kasih tahu lu,harusnya lu gak main main lagi sama naira!"ucap bara langsung pada intinya.
"Hahahaha"ardi dengan senangnya tertawa mendengar ucapan bara,bukannya takut ia merasa sedang bermain dengan bara.
"Gw gak takut bara"sentak ardi tersenyum penuh gairah
"Gw bakal berhenti kalo naira mati"lanjutnya
Flashback off.
____________
Akhirnya naira dan afif pun sampai,begitu senangnya naira karena mendapat sambutan dari keluarganya bahkan amora dan devan juga di sana.
"WELCOME TO HOME Sayang"teriak amora begitu antusiasnya saat naira turun dari mobil tak lupa ia juga berlari kearahnya.
"Stop"ucap naira saat amora tinggal 2 langkah lagi untuk memeluknya.
"What?"tanya amora keheranan
Tapi sekian detik kemudian naira dengan cepat memeluk sahabatnya itu dengan erat.
"I miss you so mach BESTie"ucap naira mendramatisir memeluknya
"Alay lu bangun dari koma"ujar amora tertawa membuat semua orang juga ikut merasa senang dengan tingkah dua anak itik ini,up maksudnya dua BESTie ini.
"Ekh gw kira kak bara ikut jemput lu"ucap amora menggiring naira untuk masuk
"Gak tau kemana,sibuk kali kan CEO"jawab naira kemudian keduanya tertawa karena kata ceo,receh memang mereka ini.
"Hai princess"sapa andre yang baru saja sampai diruang tamu,masi dengan rambutnya yang basah selesai mandi membuat amora tak henti henti menatap ketampanannya
"Biasa aja dong,masi ada aku loh yang"ucap devan menyenggol amora yang sudah bertingkah jomblo
"Mata lu jelalatan banget si mora,liat tuh devan ampe manyun lima senti"ucap naira tak heran lagi dengan sahabatnya ini
"Dih,suruh siapa kak andre gantengnya gak ngotak"ucap mora membela diri,sedangkan andre semakin tebar pesona dengan mengibaskan rambutnya kebelakang.
"What the ****"kesal devan menatap sinis andre
"Gw tuh idolnya amora sejak lama van,jadi gak usah bad mood lu kayak cewek datang bulan"ucap andre santai.
******
Hari demi hari naira lewati dengan bosan karena mengambil cuti kuliah,rasanya seperti pengangguran yang hakiki.
"Ayaaaaah,adik mau kerja ah"ucapnya manja pada sang ayah,ayahnya hanya bisa geleng kepala dengan sikap anaknya yang kembali terlihat hidup.
"Kerja keja kerjaaa"ucap andre yang tiba tiba datang.
"Kuy dek ikut"ucap andre duduk disebelah naira,ia telah siap dengan konsum anak jalanannya.
"Kemana?"tanya naira malas sekali meladeni tingkah kakanya
"Maen ketongkrongan ayok,biar gak bosen"Ajak andre,naira langsung bersemangat dengan ajakan itu,terakhir kali ia diajak ketongkrongan saat masih duduk dikelas 3 SMP,itupun dengan cara memaksa pada kakanya.
"Ayok,aku siap siap dulu"ucap naira segera bangkit dari duduknya dengan semangat
"10 menit kalo gak tinggal"ucap andre sembali memakan cemilan dimeja,naira bukannya melangkahkan kaki dia malah menatap andre dengan datar
"Okey,15 menit"ucap andre yang peka dengan adiknya yang lelet itu,naira pun segera berlari untuk bersiap siap.
20 menit sudah andre menunggu adiknya dengan sangat bosan,tak lama naira pun datang dengan modelan anak motornya.
"Gw kira bakal berubah jadi syahrini lu"ucap andre bangkit dari duduknya sedangkan naira cengengesan sembari mengekor dibelakangnya.
"Inget disana jangan centil lu dek"peringat andre saat menaiki motornya,
"Heh lagian aku udah punya bara kali "jawan naira bangga dengan jawabannya
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 69 Episodes
Comments