"I know,i with you,rileks baby"ucap bara tetap memeluk naira,ia tahu naira telah menangis dalam pelukannya.
"aku tired"keluh naira.
"Semua bakal baik baik aja,aku gak bakal tinggalin kamu"Ucap bara.
"Bara aku takut"ucap naira tak henti menangis
"Sut,takut apa sayang?"tanya bara melepas pelukannya,dia menatap gadisnya dengan lembut.
Keadaan naira pasti sangat terpukul dengan keadaanya bukan?
"Takut apa hmmm?"tanya bara lagi
"Aku takut GILA"jawab naira sedikit berteriak,untung saja situasi di sana sepi hingga mereka tidak akan malu.
"Hey hey,gak akan ada yang gila sayang.semua bakal cepat selesai,i with you baby"tutur bara menenangkan naira.
"Kita pulang sekarang?"tanya bara dan senyum naira sebagai jawaban
"Kalo gitu jangan nangis lagi,nanti banyak yang tanya kenapa lho"peringat bara,karena naira bukan orang yang suka ditanya alasannya menangis.
****
"Sayang,kalo susah tidur telpon aku ya!"ucap bara sebelum naira keluar dari mobilnya.
"Aku tahu,kamu masih sering minum obat tidur beberapa waktu.okey"lanjut bara mengusap rambut hitam yang dibiarkan terurai itu.
Naira tersenyum "i okey"tuturnya lalu turun dari mobil bara,terlihat aldo tengah ada di teras rumah.
Mobil bara pun kembali melaju dan naira pun masuk kedalam rumah tanpa menoleh keberadaan aldo di sana.
"Kak,gw tungguin malah nyelonong aja lu kaya sapi"kesal aldo mengikuti langkah naira sampai ke kamarnya.
"Aldo gw mau mandi"ucap naira sibuk memilih baju di lemarinya,namun sepertinya dia menghindar dari aldo.
"Gw tau lu tadi bolos kelas kak"ucap aldo membuat naira mengalihkan netra nya,apa adiknya ini sasaeng?
"Dan gw tahu lu kemana"lanjut aldo menatap naira tajam,naira melangkahkan kakinya menutup pintu kamar yang dibiarkan terbuka sejak tadi.
"Gw udah bilang,gak usah sok tahu sama urusan gw"ucap naira menatap aldo dengan tajam,hati naira sangat gelisah takut aldo tahu apa yang terjadi.
"Lu nangis lagi!"ucap aldo tak mengindahkan apa yang naira katakan.
"Aldo gw bilang..."
"Lu berharga buat gw kak! Karena lu gw ngerasain rasanya disayang dan dimengerti! Karena lo gw tahu gw beruntung lahir di keluarga ini,padahal sebelumnya gw nyesel kak! Dan gw gak bisa diem aja liat lu kesusahan!"jelas aldo memotong ucapan naira,air matanya tak bisa membohongi bahwa apa yang barusan aldo ucapkan sangat tulus dari lubuk hatinya.
"Aldo,suatu hari nanti lu bakal tahu"ucap naira lalu masuk dengan cepat kedalam kamar mandi,ia tak bisa terus berhadapan dengan aldo di situasi ini.
Apa naira menangis lagi?tidak,jelas ia tidak bisa menahan tangisnya.
wanita ini adalah orang yang penuh dengan ketakutan yang tak jelas didalam pikirannya,dia terlalu banyak menyimpan rasa sakit yang dideritanya.
Sadarkah naira,bahwa ketakutan ini telah membuatnya melemah pada diri sendiri?
____________
Ditempat lain,seorang pria yang dikenal dengan nama Ardiansyah tengah menatap batu nisan yang tertutup bunga mawar segar.
"Gw gak peduli,gw bakal ngancurin semua orang yang berkaitan sama kejadian ini,gak ada satupun orang yang bakal gagal lin gw"ucapnya terus memandang batu nisan yang tertuliskan nama Diana di sana.
"Gw bakal bikin afif bayar semuanya!"tuturnya lagi,tatapan penuh dengan kemarahan
Drrrrt drrrt drrrt
"Kenapa?"tanya afif pada seseorang di sebrang telpon
"Anjing bara!"umpatnya dengan kesal sembari meninggalkan pemakaman itu.
"Gw ke sana!"ucapanya lalu mematikan sambungan itu dan melesat dengan mobilnya dengan kecepatan yang naudzubillah
_________
Keluarga itu tengah makan malam dengan hidmat ditemani beberapa kalimat yang ringan.
"Bang afif,boleh tanya gak?"tanya naira memainkan makanan di piringnya.
"Hmm"jawab afif sembari menganggukkan kepalanya yang sibuk dengan makanannya.
"Bang afif punya temen yang namanya diana gak?"tanya naira langsung pada intinya,sontak semua orang dimeja makan itu diam menatap naira.
Naira yang mendapat respon seperti itu sedikit aneh,namun ia kembali menatap afif.
"Kalo gak salah nama panjangnya itu diana argantara anaknya..."Sebelum naira menyelesaikan kalimatnya afif bangkit dari tempatnya dengan kasar membuat naira kaget bukan main,afif menatap naira dengan sangat tajam tangannya sudah mengepal merah di sana dengan wajah yang marah afif pergi ke kamarnya.
Naira masih bingung,memang nya apa yang salah dengan ucapannya?
Ayah dan aldo juga ikut pergi dari ruangan itu setelah afif,tersisa ibunya dan tante novi yang masih terdiam menatap naira dengan tatapan yang sulit dijelaskan
"Aku salah ya bu?"tanya naira tak mengerti keadaan apapun
"Sayang kalo makannya udah selesai kamu istirahat ya"ucap bu novi tak menjawab pertanyaan naira,naira menoleh pada tantenya namun hanya gelengan yang ia dapatkan,why?
"Semuanya aneh!"ucap naira lalu pergi dari sana,namun di tangga ia bertemu afif.
"Afif mau kemana?ini udah malem nak!"ucap bu novi menghentikan langkah afif yang hampir mendekati pintu keluar,afif menoleh menatap ibunya lalu kembali melangkahkan kakinya untuk keluar dan itu semua tak lepas dari penglihatan naira.
'Sebenernya apa yang gak gw tahu di keluarga ini?'batin naira terus bertanya tanya.
Naira pun kembali melangkah kan kakinya namun bukan ke kamarnya melainkan ke kamar aldo.
"Aldo gw masuk"ucap naira lalu masuk kedalam,penampakan yang ia lihat adalah aldo dengan komputernya.
Laki laki itu sudah jarang ikut balap liar karena naira,tapi kini tak jauh dari game.
Aldo menatap naira yang berada disisinya sekilas lalu kembali fokus pada layar didepan.
"Bang afif kenapa si do?"tanya naira dengan raut wajah bingung,masalahnya belum selesai malah ditambah bang afif yang marah karena dirinya.
"Padahal gw cuman tanya siapa diana"lanjutnya lagi.
Aldo mematikan komputer dengan kasar,menatap naira dengan tajam dan rahang yang mengeras.
"Jangan pernah sebut nama itu lagi di rumah ini"tutur aldo menekan setiap katanya.
"Why?siapa si diana,sampai gw gak berhak sebut nama dia di rumah ini?"tanya naira dengan menaiki satu oktaf.
"Gw udah bilang jangan sebut nama itu lagi"sentak aldo menatap naira marah,aldo tahu naira tak mengerti apapun tapi dia tidak bisa mendengar nama perempuan itu.
"Bukan salah gw kalo gw gak deket sama keluarga ini,tapi kalian emang gak terbuka sama gw"ucap naira lalu pergi ke kamarnya.
Pertahanannya sejak tadi untuk tidak menangis kini hancur,air matanya dengan sengaja terus mengalir.
"Bara"ucapnya lalu mencari ponselnya untuk menelpon bara.
Namun nihil,3 sampai 10 panggilan tal ada yang terjawab semakin membuatnya menangis tak jelas.
"Kamu kemana si"kesal naira masih dengan air matanya,biasanya bara akan menenangkannya kala kejadian seperti ini terjadi.
Drrrrt,drrrrt,drrrrrt
Ponselnya kini berdering,namun bukan bara yang menelpon melainkan andre kakaknya.
Naira pun segera menghapus air matanya dan berdeham agar suaranya bisa seperti biasa lalu mengangkat panggilan itu.
"Lama banget kayak artis lu sok sibuk" ucap andre dari jauh.
"Sorry,tadi abis dari kamar mandi" bohong naira,lihatlah air matanya tak bisa diajak kompromi saat seperti ini.
"Dek,masa tadi gw beli martabak kesukaan lu!tapi gw lupa terus martabaknya jadi ketinggalan di mang nya hahahaha" ucap andre dengan tawa renyah diakhirnya,bukannya ikut tertawa mendengar ke konyol an kakkanya ini dia malah tertawa dengan tangisan yang menyesakan dadanya
"Iam tired brotheeeer...."finally tangisan naira pecah,sontak membuat tawa andre di sebrang sana berhenti "dek,lu nangis?kenapa hey?"khawatir andre.
"No,i not fine.iam cry,but i don't know my reason" jelas naira tak bisa berhenti menangis.
"Oke oke,i know you tired princess." ujarnya
Andre tak bertanya apapun dan membiarkan naira menangis ditelpon,ia tahu adiknya pasti tengah lelah dengan dirinya sendiri saat ini.
Andre tahu naira sering kali menyalahkan dirinya sendiri,adiknya sering takut tanpa alasan yang jelas.
Setelah 10 menit menangis,naira mencoba berusaha mengkontrol dirinya agar lebih tenang.
"It's oke my bro,iam strong,i belive to happy ending" ucap naira menguatkan dirinya sendiri
"I know,you my princess and i know you strong" jawab andre menguatkan kalimat sang adik
"Dont forger,BTS kamu selalu bilang buat love your self,oke" lanjut andre membuat naira sedikit tertawa,andre tahu banyak tentang naira yang mengidolakan kpop.naira sendiri bahkan sejak berpacaran dengan bara tidak terlalu terobsesi lagi dengan boy bandnya itu.
"I know,i love min yoongi" tutur naira tersenyum
"Yel yelnya gimana,gw lupa" tanya andre juga tersenyum di sebrang sana.
"Kim namjoon,kim seokjin,min yoongi,jung hoseok,park jimin,kim taehyung,jeon jungkook,BTS" seru keduanya berbarengan dan tertawa melupakan kesedihan tadi
"Anjir,gw jadi hafal begituan"ucap andre setelah tawanya itu,naira menggeleng mendengar kelancaran kakaknya itu.
Andre bahkan dulu selalu cemburu karena naira yang selalu memposting boy band kesayangannya itu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 69 Episodes
Comments