Aku melihat ibu membuka pintu kala mendengar deru mesin mobil berhenti di halamannya.
Dia masih terlihat sangat cantik dengan senyumnya,aku harap aku bisa beradaptasi dengan cepat dengannya walau memang sulit dipungkiri aku merasa takut.
"Akhirnya sampai juga dek"katanya saat aku mulai melangkahkan diri kedekatannya,ku cium tangan itu dengan terus berharap semoga tidak ada masalah apapun.
Ayah membawa koperku tanpa menyapa ibu sedikitpun,wajar saja mungkin ayah masih kesal dengan keputusanku.
"Ayah langsung pulang,ingat kalo ada apa apa kabari ayah!"titahnya tegas tak ingin terbantah,aku mengangguk mengiyakan nya.
Ayah Pun kembali melangkah menuju mobil namun aku ingat sekali saat berangkat ayah masi marah,aku ingin ayah pulang tanpa marah lagi
"Ayah tunggu dulu"ucapku dan berlari menghampirinya.
"Adik mau peluk dulu!"pintaku sedikit takut,biasanya aku takkan meminta karena aku takkan segan memeluk ayah sebagai rasa sayangku.
"Hmm"jawabannya dan aku langsung memeluknya,aku akan sangat merindukan ayah disini.
"Aku minta maaf ya,kalo kemarin buat ayah marah,aku juga minta maaf udah buat ayah sedih,tapi ayah gak perlu khawatir aku bakalan jaga diri kan ada ibu sama bang afif disini,ayah harus percaya sama naira"tutur ku
"Hmm,ingat terus pesan ayah pokoknya,apa?"ucap aya melepaskan pelukan dan menatapku
"Gak boleh nangis terus,jangan telat makan kalo ada apa apa ayah ada buat dengerin cerita naira"ucapku mengulang pesan yang selalu ayah katakan padaku.
"Good,ayah bakal urus kuliah kamu secepatnya,nanti kamu kabarin aja mau masuk kuliah mana oke,ayah bakal usahain yang terbaik buat tuan putri kesayangan ayah ini"tuturnya mengusap pucuk kepalaku
"Ayah juga minta maaf,karena kemarin tangan ayah jahat sama kamu,kamu boleh hukum ayah apapun"lanjutnya sendu,aku yakin ayah juga akan merasa salah untuk tindakannya
"Aku udah maafin ayah kok"jawabku dengan senyuman terbaik "ayah gak usah sedih lagi,ayah jagain nenek sama bunda ya,kalo ada apa kasih tau naira juga"lanjut ku
"Iya,,ya udah sana masuk,ayah pulang"tuturnya mengecup keningku.
Aku memandang sedih kepergian mobil ayah,rasanya aku juga takut kehilangan dia tapi ini pilihanku.
"Ayok sayang kita masuk"ajak ibu menepis lamunanku,
Aku mengikutinya dari belakang dan sedikit terpukau dengan disain rumahnya seperti rumah rumah barat.
"Kamar adik sengaja ibu siapin di atas deket sama bang afif juga aldo,gapapa kan?"tutur ibu lembut,aku hanya tersenyum menyatakan tak masalah.
Aldo Bramasta dia adik sambung ku dari ibu dan suaminya saat ini ia Hendra Bramasta,aku juga tidak begitu mengenal dia bahkan aku tak sedikitpun menyukai ayah sambung ku itu,jujur saja aku sedikit membencinya,karena selama ini yang aku yakini dialah sebab terjadinya perceraian kedua orang tuaku.
*****
Ku rehatkan badan yang lelah ini senyaman mungkin setelah membereskan barang ku.
Kantukku mulai datang dan tertidur dengan nyaman di sana.
Namun dering ponsel mengacau mimpiku yang sedang bertemu park jimin (syibal)
Aku mengambilnya dan mengangkatnya tanpa tahu siapa yang mengganggu istirahatku
"apa" ucapku malas persis suara khas bangun tidur
"You oke?"
"Hmmm,siapa?"
"What?i your boyfriend"
Aku membelalakkan mataku kaget,memang siapa pacarku?bukan kah aku hanya dekat dengan tujuh bujang anti badai?apa ini park jimin atau min yongi yang menelponku?tapi sejak kapan ?
"Hahahahahaha"
"Park jimin ya?"
"Anjir lu kalo nebak gak mikir dulu nai"
"Terus kalo bukan jimin,ini suga gitu?"
"Hahaha,nyeleneh lu,makin kesana makin kesini"
"Ish siapa si?" bahkan nomernya pun belum tersimpan diponselku
"Kenalin gue,,,jeon jungkook"
"What?kooki?jinja?seriuuus jungkook?"
"Hahahaha iya"
"Aaah mianhe oppa" logatku yang secara drastis berubah korea
"Its okey"
"Hmm"
"Whay?"
"Wait,,,sejak kapan gw bisa sekontak sama jungkook?wah lu mau nipu gw lu?siapa si lu?" tanyaku mulai sadar mana mungkin itu terjadi.
"Hahahahahah"
Geram karna mudah ditipu aku pun mematikan sambungannya,siapa dia?
Namun tak lama nomer itu menelponku kembali
"Hehehe maaf maaf,abisnya lu si aneh"
"gw gak ngomong sama orang yang gak jelas,buruan ini siapa ah?" jelas saja aku sedikit emosi
"okey okey,rileks.gw kenalin ulang dah,tapi sedih juga lu bisa lupa sama gw padahal dulu lu sesayang itu sama gw"
"Cepetan gak!"
"Iya,,ini gw reyhan,udah inget?apa blom juga?"
"Reyhan?reyhan?reyhan?OUUUUUH gw inget ekarang"
"Anjir biasa aja dong sakit nih kuping gw"
"Apa lu berani sama gw?sampe bilang anjir ke gw?"
"Yaelah nai,,spontan itu mah"
*******
Sore yang sunyi ditempat ini,apa ini memang sering terjadi.aku mulai menuruni setiap anak tangga dengan perasaan yang sulit diartikan.
Rumah ini besar namun sepertinya kehidupan disini lenyap ditelan pajangan,hufh
"Hai"sapa anak lelaki yang bisa kutebak pasti itu aldo dengan seragam SMPnya.
"Hmm"jawabku tak begitu ingin berintraksi dengannya,aku masih ingat terakhir kali bertemu denganya saat ibu datang ke acara kelulusanku kemarin,dia bahkan lebih menyebalkan dibandingkan dengan cacing nyebelin dirumah nenek.
Dia bahkan mengatakan aku tak pantas lulus dari SMA dengan nilai terbaik ke 5 dan parahnya lagi dia mengatakan secara terang terangan dihadapan ku bahwa dia sangat tidak ingin menjadi saudaraku,memang dia pikir aku ingin memiliki adik seperti dia?jelas saja tidak!
"Mau kemana lu?"tanyanya menatapku remeh,iya aku akui tinggi badannya hampir sama denganku,mungkin nanti jika dia tumbuh lagi aku akan terlihat seperti anak kecil.
"Bukan urusan lu"jawabku lalu pergi dari hadapannya,aku memutuskan untuk pergi jalan jalan keluar,mungkin akan membuatku mudah menghafal daerah sini.
Udara sore ditaman ini begitu ramai beda dengan dirumah ibu.
Hmmm banyak pasang keluarga yang menghabiskan bermain disini ternyata,apa aku boleh iri sedikit pada mereka?iam hope with my family.
Gak,naira gak boleh sedih,gw kuat karna gw naira.
Aku memilih duduk dikursi yang sedikit jauh dari keramaian itu,aku tidak akan membiarkan diriku iri pada kebahagian orang lain.
Tak ada yang aku kerjakan disini hanya memasang airphone dan memainkan musik BTS kesukaanku.
Setidaknya hariku tak kan semembosankan itu karna BANGTAN.
Ah,apa readers juga kpopers?ntahlah tapi aku yakin kalian orang yang gemar membaca (xixixi)
Matahari mulai tenggelam tapi aku masih enggan untuk pergi dari sini,entah apa yang sebenarnya aku rasakan?jikapun aku merindukan seseorang,siapa yang aku rindukan?namun ingatan ku kembali pada tempat yang menyakitkan disana,tempat yang hampir membuatku kehilangan diriku sendiri,tempat yang paling aku benci untuk ku datangi,tempat yang membuatku berpikir akan depresi dan gila yang aku takutkan,aku mulai menangis sendiri dalam sepi,aku takut.
Namun tiba tiba seseorang memegang pundakku hingga aku menjerit "aaaaaaaaargggghh" dan memeluk diriku sendiri.....
Ada apa sebenarnya dengan naira????
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 69 Episodes
Comments
Fidia K.R ✨
-V- /Proud/
2023-12-18
2
Fidia K.R ✨
Penyebab luka yg dalam tapi tidak memiliki alasan kuat buat pembenaran. Serba salah ujungnya...
2023-12-18
2
🍌 ᷢ ͩ🤎ᴰᵉᵈᵉรωεεƭყˡᵉⁿ💋•§¢•
ini aku baca sambil denger lagu2 bts thor... borahe 💜
2023-10-25
1