19

"Dan untuk pertama kalinya gw ketemu ardiansyah kakaknya diana di pemakaman"ujar afif pada bara,

"Saat itu dia marah dan mikir gw yang ngelakuin itu semua ke diana"lanjutnya

"Kenapa dia nyalahin lu?"tanya bara ambigu

"Gw udah jelasin semuanya dan bilang kalo arga pelakunya,tapi lu tau siapa arga?"tanya afif pada bara,bara menggelengkan kepalanya

"Dia,orang yang paling deket sama keluarga mereka dan orang yang dipercaya ardi buat selalu jagain diana"

Jelas afif sendu

"Berarti ardi tahu dong kalo dia punya hubungan sama adik nya!"pikir bara,namun gelengan yang ia dapat dari afif.

"Ardi cuman tahu,gw satu satunya pacar diana"tutur afif,sesak rasanya di dada harus kembali mengingat masa lalu yang kelam bagi afif.

"Ardi juga ngelaporin gw ke polisi,cuman gak ada bukti yang kuat polisi buat nahan gw"ucap afif

"Sekarang gw tahu alasan nya"ucap bara menatap ke depan sembari mengangguk kan kepala

"Apa?"tanya afif heran

"Ardi bales dendam ke lu lewat naira"ucap bara menatap afif datar

"Naira?apa yang udah terjadi sama naira?"tanya afif tanpa jeda,kenapa ia bisa tidak mengetahui hal ini?

"Gw yakin kecelakaan naira kali ini juga ada hubungannya sama ardi"ucap bara yakin dengan firasatnya.

"Gw bakal suruh orang buat cari tahu ini"lanjut bara.

"Apa yang sebenernya terjadi sama adik gw bara?"tanya afif kebingungan,balas dendam ardi?naira?kenapa?itu menghantui pikirannya.

"Gw gak bisa ngasih tahu lebih dari itu fi,cuman naira yang berhak buat itu"ucap bara,afif mengerti dan akan langsung menanyakannya pada naira nanti jika sudah sadar.

"Tapi lu harus tahu kalo naira hampir gila karena traumanya"jelas bara semakin membuat afif kebingungan,derita seperti apa yang adiknya alami

"Gila?"tanya afif yang mendapat anggukan dari bara

"Iya,tapi untungnya amora bergerak cepat bawa naira ke psikolog dan untungnya naira juga mau buat konsultasi dan akhirnya amora juga tahu semua ketakutan naira "jelas bara

"Amora juga tahu?"ucap afif heran

"Iya,apa yang di alami naira tepat dibandung"ucap bara membuat afif terkejut

"Jadi..."

"Karena itu naira membenci bandung"ucap bara.

Afif tak percaya,adiknya yang selalu tersenyum ceria telah menderita selama ini tanpa sepengetahuannya.

******

Dua hari sudah naira berada di kondisi yang kritis,keadaanya yang semakin melemah membuat semua orang terus dalam ke khawatirannya masing masing.

setiap orang tua akan terluka melihat putra/putrinya terbaring tak berdaya.

Orang tua mana yang tega melihat buah hatinya menelan luka?

saudara mana yang bisa melihat saudara yang lainnya sekarat?

Hidup dan mati terus berjalan pada jalurnya,semua orang yang hidup akan mati pada akhirnya.

"Jangan tinggalin ayah nai"ucap rama memegang tangan putrinya yang dingin dan lemah.

"Adik tahu?semenjak adik pindah,ayah kangen banget sama adik yang selalu minta dibeliin es krim sepulang dari kantor"

Air matanya lolos membasahi pipi dan bibir yang terus berusaha tersenyum

"Ayah tahu adik kuat,tapi ayah juga tahu adik selalu pura pura kuat"

"Tolong cepat bangun ya,nanti kepalanya sakit kalo tidur terus" air mata rama benar benar mengalir deras,hatinya begitu terluka melihat putrinya dalam kondisi ini.

Ceklek

Pintu ruangan itu terbuka pelan dan menunjukan bu novi,pak rama pun dengan buru buru mengusap air matanya namun sembab diwajahnya tak bisa ia tutupi.

"Semaleman kamu belum makan,jadi ibu minta kamu buat makan dulu"ucap bu novi memberikan tempat makan pada rama.

"Saya akan makan diluar"ucap rama menolak makanan itu dan langsung keluar dari ruangan itu.

Bu novi tahu,sangat tahu rama sosok yang keras kepala dan bergengsi tinggi.

Ia sudah terbiasa dengan sikap dan sifat mantan suaminya itu,ia tahu pasti rama telah menangis seharian menangisi putri kecilnya ini.

"Selamat pagi princess"sapa bu novi mengusap lembut surai hitam dengan wajah yang pucat itu.

"Cepat bangun ya,ibu ayah semuanya kangen adik"ucap bu novi menahan tangisnya,ia tetap berusaha tegar dihadapan putrinya yang terbaring lemah.

__________

Bunga yang indah mekar dengan rapi di taman yang entah dimana sebenarnya.

"Kenapa aku disini?"tanya naira sedikit bingung,nuansanya penuh dengan warna putih

"Apa aku telah tiada?"tanya nya pada diri sendiri.

Seseorang berjalan mendekatinya dengan silau cahaya

"Kakek!?"

"Kakek kan udah meninggal!hah,berarti naira juga udah meninggal?"ucap naira menangis tapi air matanya sama sekali tak keluar,sang kakek tertawa melihat cucunya yang masi saja cengeng.

"Naira gak meninggal"seru kakek membuat naira berhenti menangis.

"Makanya harus cepat pulang ya"lanjutnya.naira mengangguk dan kakeknya mulai membelakanginya.

"Jadilah wanita kuat naira,tuhan tidak pernah tidur"ucap sang kakek kemudian menghilang dengan butiran cahaya yang terbang

"Kakek"

"Kakek"

"Kakek"

______________

Hari ketiga naira masi dengan kondisi yang kritis,belum sadarkan diri dari tidurnya yang panjang.

Suara monitor begitu jelas terdengar di ruangan itu,bu novi dan tante nova tengah menunggunya bangun di sana sejak pagi dini hari.

"Adik tahu,ibu selalu tanya kaka soal adek.semua kesukaan adik ibu tahu,maaf ya selama ini ibu belum bisa jadi ibu yang baik buat adik"tutur bu novi menggenggam tangan putrinya

Namun se perkian detik tangan itu bergerak dengan lemah

"Nova"panggil bu novi terkejut dengan apa yang ia lihat,naira merespon sentuhannya.

"Nova naira,naira sadar NOV,panggil dokter"ucap bu novi senang,tante nova yang ikut senang pun segera memanggil dokter .

"Eugh"lenguh naira merasakan sakit di kepalanya,pandangannya masih buram namun ia bisa merasakan seseorang tangan tersenyum dengan air mata yang mengalir.

"Sayang,jangan banyak gerak dulu ya"ucap bu novi mengeluh lembut surai itu,kini naira tahu seseorang yang didekatnya adalah ibunya.

Setelah cukup waktu menunggu dokter pun datang dan memeriksa kondisi naira.

"Syukurlah,pasien telah melewati masa kritisnya,namun pasien masi butuh banyak istirahat karena akibat benturan yang keras itu akan membuat kepalanya merasakan pusing yang berat"ucap dokter

Itu setelah memeriksa naira.

"Apa pusing yang dirasakannya berjangka panjang dok?"tanya bu novi khawatir

"Tidak buk,pasien kemungkinan hanya akan merasakan pusing itu dalam beberapa hari setelah sadar karena efek dari obat yang ia konsumsi semasa kritisnya saja,jadi ibu tidak perlu khawatir"jelas dokter itu,bu novi pun bisa bernafas lega mendengarnya.

Afif dan aldo telah datang setelah mendapat kabar naira sadar,mereka kini tengah tersenyum melihat naira kembali membaik.

"Kalian kenapa kesini"tanya naira masi sedikit lemah.

"Kita seneng denger kaka udah siuman"jawab aldo menatap naira teduh

"Kalian absen!"ucap naira sedikit tertawa karena jawaban aldo,ia bersyukur karena tidak sendiri saat kondisi seperti ini.

"Kamu istirahat aja dulu ya"ucap afif mengelus lembut surai naira dengan rasa bersalahnya,batinnya ingin sekali menanyakan semua yang terjadi pada naira namun kondisinya tak memungkinkan.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!