"Gw juga udah punya pacar,tapi kenapa ngerasa NGONTRAK DI BUMI SI"geram amora.
"Hahahaha"semua orang pun tertawa dengan tingkahnya.
Akhirnya makan malam berakhir saling membahagiakan.kini bara sudah mengantarkan naira kerumahnya tepat pukul 9.45.
"Ya udah sana masuk,udah malem"tutur bara lembut,ia sangat bahagian untuk malam ini.
"Iya,om juga pulang istirahat cuci kaki cuci muka gosok gigi jangan lupa minum yang banyak!"jelas naira panjang kali lebar dengan senyuman andalannya.
"Kok om si sayang?"tutur bara manja,wait ini serangan dadakan untuk naira.
"Apaan si bara,alay"tutur naira berusaha menutupi salah tingkahnya,padahal sudah sangat ketara dimata bara.
"Kamu duluan yang alay tau,orang saya ngikutin alur aja"tutur bara tapi setelah mengucapkan kalimatnya naira menatapnya sinis.
"Kenapa si?"tanya bara lagi lembut (ah si bara mah di lembut lembut wae?author yang iri )
"Pakai AKU KAMU ish,saya saya mulu,mending sayang"kesal naira
"Hehehe,,,saya-aku belum biasa,janji aku usahain"jawab bara walau terdengar kaku dengan ucapannya sendiri.
"Terserah,aku mau masuk"ucap naira acuh
*****
Sedangkan didalam rumah seseorang tengah memperhatikan mereka diluar.
Naira pun masuk ke rumah dan begitu kaget ketika berbalik setelah menutup pintu sang kaka telah berdiri di sana,ingat ya naira sekarang tinggal di rumah ibunya berarti kakaknya yang bareng dia sekarang adalan bang afif.
keheningan itu,afif hanya menatapnya dingin.
Naira adalah adik perempuannya dan ini sudah malam,harusnya naira tak ceroboh itu bukan?
"Ini jam berapa?"tanya afif datar,naira sontak melirik jam di tangannya "jam 10 lebih 5 menit"jawab naira tanpa beban.
"Gak ada kamu keluar keluar malem lagi mulai sekarang"putus afif tegas,bagaimana pun ia tidak ingin terjadi hal buruk pada adiknya ini.
"Adik"seru seseorang terdengar seperti suara ibunya menghampiri mereka,naira masih setia berdiri ditempat pun menoleh ke sumber suara.
"Kok baru pulang sayang,ini udah lewat jam 9 loh"tutur bu novi,ah syibal naira lupa dengan janjinya untuk sampai di rumah jam 9,pantas saja bang afif seolah mengintimidasinya mungkin karena ibu memberi tahu bang afif kali ya.
"Maaf bu,naira lupa waktu kelamaan ngobrol sama amora"jujur naira sedikit menyesal juga,ia tahu ia salah tapi ya sudah terjadi.
"Kamu keluar sama amora atau sama bara"ini bukan suara ibunya melainkan afif.
Naira merasa nada suara abangnya itu sedikit berbeda,memang kalo dengan amora kenapa? Kalo dengan bara kenapa?toh mereka juga tahu kalo selama ini dia dekat dengan bara.
"Sama amora sama devan sama bara juga,gak sengaja ketemu"jawab naira seadanya,namun terdengar helaan nafas yang panjang dari sang kaka membuat naira berpikir keras,mungkin ia akan kena marah nanti.
"Ya udah,sana bersih bersih terus istirahat ya,udah malem"tutur bu novi menghempas ketegangan di sana,naira pun mengangguk dan pergi melewati afif dengan sedikit perasaan takut,ingat naira emang manja sama kakaknya tapi cuman ke andre,kalo ke afif agak gengsi tapi lebih ke takut kayaknya...
Naira pun segera merebahkan tubuhnya,ah malam ini rasanya akan terasa panjang pikirnya.
Ia pun membuka laptop dan langsung menonton drakor kesayangannya itu untuk segera mengundang kantuknya.
Namun nihil,pukul sudah menunjukan 23.58 ia masih dalam keadaan segar.
"Aah kenapa harus insomnia hari ini si!gw kan cape!"keluh naira pada dirinya sendiri.
Naira pun bangkit dari posisinya dan turun ke dapur,ntah lapar atau haus atau bahkan keduanya tapi yang jelas ia tidak bisa tidur.
Namun begitu terkejutnya ia dengan pemandangan yang ia lihat,arrrgh rasanya udara diruangan ini sangat minim.
Naira enggan melanjutkan langkahnya dan kembali kekamarnya dengan perasaan was was,whay?
"****!kenapa gw harus liat si"kesal naira,air matanya menetes begitu saja tanpa komando dari siapapu.
"AaArghh bego bego bego banget gw"maki naira memukuli kelapanya sendiri
"Gw harus tidur sekarang!"imbuhnya lagi lalu berjalan mendekati laci,ia mengeluarkan beberapa butir obat lalu meminumnya dengan cepat,air matanya tak berhenti mengalir bahkan saat ia sudah memejamkan matanya.
*****
"baru hari pertama,masa gw udah kangen berat si sama naira"ucap setia memeluk gulingnya
"Ya iyalah kangen,gimana engga coba kalo naira bersikap kayak gitu terus tiap hari!"monolognya lagi seperti orang gila yang tersenyum sendirian diruangan yang lega itu.
Flasback on:
"Pake AKU KAMU ish,saya saya mulu,mending sayang"kesal naira
"Hehehe,,,saya-aku belum biasa,janji aku usahain"jawab bara walau terdengar kaku dengan ucapannya sendiri.
"Terserah,aku mau masuk"ucap naira acuh,bara langsung dengan sigap mencekal tangan naira,apa naira kesakitan?ouh tentu tidak,itu memang rencananya dan jika bisa dilihat maka akan nampak jantunya tengan berdisko.
"Jangan marah dong,ini baru hari pertama loh nai"tutur bara memegang kedua pipi kekasihnya itu,sedangkan pelakunya tengah menggulum senyum tak kuasa.
"Sayang"ucap naira lembut selembut baja!
"Kenapa naira manggil sayang si,gak tau apa gw pingin jungkir balik sekarang"bara membatin sendirian,sedangkan naira yang sudah melihat bara salah tingkahpun semakin menjadi jadi.
"Udah,sana masuk saya mau pulang"tutur bara gugup sendiri,naira terkekem kecil namun jelas terdengar ditelinga bara,wong mereka deketan
"Coba dulu panggil aku,sayang"ucap naira tak henti menggoda bara dengan kalimat itu,
"Gak asik kamu mah,kayaknya yang jatuh cinta cuman aku doang"tutur naira memanyunkan bibirnya sedikit tapi siapapun tolong bara,ia tak sanggup menghadapi naira yang ini.
"Udah malem sayang,besok kamu harus berangkat kuliah"tutur bara setenang mungkin,ia harus menjaga imagenya sebagai CEO bukan?
"Gitu dong kan seneng,yaudah peluk dulu"jawab naira semangat dan langsung merentangkan tangannya,memberi akses untuk bara memeluknya.
Grep
Ah,pasangan itu tak tahu waktu.
Naira melepas pelukan itu dan tersenyum ke arah bara membuat bara terhipnotis dengan tatapannya,buktinya bara malah terus memandang gadisnya itu.
CUP!
Naira pun lari dengan gembira setelah mencium singkat pipi bara,wajahnya sangat gembira dengan ekspresi yang bara tunjukan.
Bara menyentuh pipinya perlahan "apa apaan naira,maen tembak aja"gumamnya kecil.bara menoleh ke arah naira sang pelaku namun naira malah menjulurkan lidahnya seperti sedang mengejek bara disana,bara hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya.
"Aku pulang ya"ucap bara sedikit keras karna mereka yang berjarak,naira hanya mengangguk dan melambaikan tangannya naira sangat gembira malam itu.
Mobil bara pun melaju dan sudah tak nampak lagi disana,naira pun masuk kerumahnya dengan senyum yang sama.
Flasback off.
TOK TOK TOK
Aldo tengah menggedor satu pintu dengan sangat kesal,tepat sekali itu adalah kamar naira.
"Lu mau keluar sendiri atau gw dobrak si"kesal aldo masi setia mengetuk pintu itu.
Eyt jangan pikir aldo mau melakukan ini,jika bukan ibunya yang meminta mungkin ia bisa menolaknya.
Namun setengah jam berdiri didepan pintu itu dan tak ada sautan apapun membuatnya semakin dibuat kezal oleh naira.
"Lu tidur apa mati si"teriak aldo frustasi.
"EKHEM"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 69 Episodes
Comments