Drrrrt drrrt drrrt
"Kenapa?"tanya afif pada seseorang di sebrang telpon
"Anjing bara!"umpatnya dengan kesal sembari meninggalkan pemakaman itu.
"Gw ke sana!"ucapannya lalu mematikan sambungan itu dan melesat dengan mobilnya dengan kecepatan yang cepat.
Mobil itu sudah terparkir rapi di sana,ardi (ardiansyah) keluar dengan tergesa menyusuri jalanan yang gelap.
Satu bangunan telah terbakar hangus didepannya,wajahnya memerah tak bisa dipungkiri kemarahan tengah menguasainya.
"BARAAAAA"teriak ardi menatap bangunan didepan.
"ANJING"umpatnya tak berhenti di sana,ia mulai membanting barang didekatnya,menghancurkan tanaman yang ada.
"KENAPA KALIAN BISA KECOLONGAN BEGO!" umpat ardi pada anak buahnya,
"M ma maaf bos"jawab salah satu anak buahnya.
"PERGIIII KALIAN SEMUAAAA"usir nya menatap nya Lang pada semua orang dihadapannya,ia tak sadar ada orang yang tersenyum menatap penderitaannya.
"I'm so happy for you ardi"ucap seseorang itu lalu pergi dari tempatnya.
Bangunan itu,adalah rumah yang sengaja ardi bangun untuk adiknya diana sebagai hadiah pernikahan.
Hanya itu yang menjadi kenangannya dengan diana,karena diana sangat menyukainya namun sekarang tak tersisa lagi satupun kenangan yang ada.
Suara langkah kaki mendekat kearahnya dan tebak siapa yang datang?!
"Gw belum bertindak,tapi gw rasa banyak orang yang menderita karena lu!"ucap bara dingin menatap bangunan dengan kobaran api itu.
Andri tak bisa mengampuni siapapun saat ini,
BUGH
BUGH
BUGH
Pukulan itu terus diarahkan kepada bara,hingga keduanya berkelahi dengan banyak darah yang keluar.
"Anjing,lu bikin gw kehilangan kesabaran"teriak ardi kesetanan,bara tersenyum kecut menatap remeh ardi yang emosi.
BUGH
"Lo emang GILA"ucap bara menatap datar sang empu,
"Lo bikin naira hancur dan takut buat jalanin hidupnya,anjing"umpat bara,nafasnya memburu menunjukan ia telah sampai dititik sabar yang tak bisa ia tahan.
"Kenapa naira anjing?"tanya bara mengangkat kerah ardi dengan kasar,ardi tersenyum penuh arti di sana.
"Lu tahu,adik gw meninggal dan afif harus tanggung jawab"tutur ardi dengan tatapan kosong
"Dan NAIRA HARUS BAYAR ITU SEMUA"teriak ardi kembali menghantam bara,perkelahian ini sangat panjang hingga sampai ardi pingsan tak sadarkan diri di sana.
"Huh huh,,,afif?diana?"pikir bara menatap ardi dengan lelah
"Kenapa naira?"tanya bara pada dirinya sendiri.
Ucapan ardi sungguh mengganggunya.
*******
Beberapa hari berlalu setelah kejadian makan malam yang membingungkan itu,afif juga tidak pulang ke rumah selama itu,sebenarnya apa yang terjadi?
Pagi yang berat untuk sekedar membuka mata bagi naira saat ini,ia sungguh bimbang untuk bangun.
Namun akhirnya ia harus bangun dan bersiap untuk kelas pagi hari ini.
Naira melewati meja makan itu tanpa menoleh pada
Siapapun,sedangkan semua orang nampak bingung dengan situasi saat ini
"Wajar,naira gak tahu apa apa"ucap tante nova dan melanjutkan sarapannya.
"Gw harus ketemu bang afif.tapi gw harus ketempat bara dulu,dia gak ada kabar"ucap naira sembari memasuki mobilnya.
Naira sudah di ruangan bara sekitar 5 menitan,menunggu kekasih yang tengah meeting.
Ceklek
Naira menatap bara memasuki ruangannya dengan raut yang ditekuk.
"Lama ya,maaf ya sayang"seru bara mendekat ke arah naira,namun sorot mata naira berubah khawatir setelah melihat lebam di pelipis dan sudut bibir bara sangat jelas.
"Kamu berantem ya"tanya naira langsung menyeret bara untuk duduk di kursi kebesarannya itu,bara hanya tersenyum dan menyeret naira agar duduk di pangkuannya.
"Kenapa si,susah banget ya ngasih kabar ke aku?bilang nya aja bakal ada buat aku,giliran aku telpon malah-"
"Maaf ya,buat kamu marah"potong bara dengan manja,ia biarkan pundak naira menjadi senderan nya.
Tangan naira pun dengan spontan terangkat untuk mengusap rambut bara yang wangi itu.
"Kemaren kemaren hp aku ketinggalan di caffein tempat aku meeting,aku baru ingat terus minta ali buat ambil ini"jelas bara,berbohong.
Naira pun mengangguk mengerti,ia tak terlalu mempermasalahkan ini sebenarnya hanya ingin mendengar apa yang terjadi.
"Kamu udah tanya afif soal diana?" bara menatap kekasihnya itu,naira mengangguk namun tatapannya kembali kosong.
"Tapi,pas aku tanya bang afif malah marah sama aku"ucap naira lesu mengingat kejadian waktu itu
"Kok marah?"tanya bara keheranan
"Gak tau,orang rumah juga kayak yang kaget denger nama itu.Bahkan aldo sampai marah marah ke aku buat gak sebut nama diana lagi di rumah"lanjut naira menatap kekasihnya itu.
"it's oke,kita cari tahu sama sama ya"ujar bara memeluk naira lagi.
"Hmm,ya udah deh aku mau ke kampus sekarang"ucap naira berusaha bangkit dari pangkuan bara,namun sepertinya bara enggan melepas pelukan itu.
"Aku masih kangen peluk kamu"ucap bara manja
"Heh,mana ada CEO begini"ucap naira gemas dengan tingkah bara jika sudah manja seperti ini.
"Cium dulu biar semangat"pinta bara dengan mata eyes nya yang manja itu.
CUP
CUP
CUP
CUP
CUP
Naira mencium seluruh wajah bara dengan senang.
Lalu berlari saat bara melepaskan pelukannya.
"Bay,aku pergi dulu"ucapnya membuka pintu namun ia kembali menoleh ke arah bara yang tengah tersenyum
"Hari ini aku pakai lipstik yang kalo dibibir masi bisa ilang,tapi kalo dimuka aku gak tau bisa atau engga"ucap naira membuta mata bara terbelalak mendengarnya,bara masih ada meeting lagi saat ini bagaimana nasibnya?
__________
"Dimana bang afif?"tanya naira saat sampai di perusahaan ibunya itu,seseorang yang tahu naira adalah keluarga dari perusahaan ini pun dengan ramah mengantarkannya keruangan sang kaka.
Naira menatap pintu itu dengan bimbang,bagaimana pun hidupnya tengah dipermainkan orang lain tanpa alasan yang jelas,ia harus tahu sekecil apapun informasi itu.
Tok tok tok
Setelah mengetuk pintu naira masuk tanpa menunggu jawaban,afif menatapnya dengan sorot mata yang sulit difahami.
Naira duduk dihadapannya dengan ekspresi yang juga tidak bisa ditebak dengan mudah.
"Siapa diana?!"tanya naira menekan nama diana,rahang afif mengeras namun sorot matanya terlihat kesedihan didalamnya.
"Abang SIBUK"ucap afif dengan membentak tepat didepan naira,tak bisa dipungkiri naira sungguh takut saat ini
"AKU CUMAN PERLU TAHU SIAPA DIANA" sentak naira dengan bergetar,air matanya kembali jatuh ah dia sungguh tertekan
"Apa itu penting buat kamu?"tanya afif masih dengan emosi
"PENTING"jawab naira menatap afif dengan tak kalah emosi
"Hidup aku hancur,aku hampir gila,abang gak tau itu,ini semua tentang hidup akuuuu"teriak naira tak sanggup lagi
"Aku harus apa hah?apa aku harus bunuh diri setelah semua yang aku alami?kalian semua keluarga aku,tapu gak ada satupun yang tahu apa yang aku alami!aku gak berharga buat siapapun,cuman bara yang peduli aaaaargh"ucap naira telah melampaui perasaanya,afif terdiam melihat emosi naira saat ini.
Ia tak pernah melihat naira se kacau ini.
Naira berlari keluar dengan air mata yang tak bisa terkendali hanya takut dan cemas yang ada dalam pikirannya.
Naira terus berlari sampai ketengah jalan yang ramai,ia tumbang di sana dengan perasaan yang kacau.
Tiiiiiiiiiiiiiiiin
"Nairaaaaaa"
______________
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 69 Episodes
Comments