11

"Bara"panggil naira lantang,sontak bara juga sedikit kaget "hmm"jawab bara sedikit menoleh ke arah naira,jarak wajah keduanya sangatlah minim jika bara tak buru buru mengalihkan wajahnya lagi hampir saja tabrakan.

"Kayaknya udah lama banget kenal amora?mantannya ya?"ucap naira terdengar sendu.

"Orang tua saya sama dia sepupu"jawab bara santai,ia bahkan sama sekali tidak terlihat keberatan menggendong naira.

"Oh"jawab naira singkat,padahal dia telah banyak berpikir.

"Tapi sodara nya jauuuuuuh banget,cuman satu komplek jadinya deket"tutur bara lagi.

"Hmm"suara naira masi terdengar ambigu.

"Aku mau turun"ucap naira lagi,ia tak enak membebani bara rasanya,namun bara tidak menggubrisnya sama sekali.

"Kak bara"panggil naira lagi,tapi ada yang beda "kak bara"? Bara sontak menghentikan langkahnya,dia terlalu bersemangat mendengar panggilan naira saat ini,ah rasanya bara ingin sekali memutar tubuh naira ke depan untuk dipeluknya.

"Masi suka sama aku gak si?"pertanyaan ambigu itu keluar dari naira tanpa aba-aba,bara tersenyum mendengarnya.

"Perasaan saya masi sama sama kamu dan susah buat puter arah naira"jawab bara,naira mengisyaratkan untuk turun dan bara pun menurunkannya.

Kini mereka saling berhadapan,entah apa yang akan di bicaran namun keduanya sama sama merasakan detak jantung yang hebat.

"Kok ngomongnya pakai saya terus si"ucap naira memanyunkan bibirnya,ah author tolong ini terlalu gemas untuk bara.

"Pakai SAYANG dong"lanjut naira menekan kata sayang,bara sontak menatap naira dengan tatapan aneh,maksud naira apa?

"Maksud kamu apa "tanya bara sembari menggaruk tengkuknya yang tak gatal.

"Kak bara kapan si mau nembak aku lagi?lama banget perasaan!"jelas naira tak tahu malu,apa dia sedang menodong perasaan?

"Wait wait.kamu nunggu saya nembak kamu?terus kamu pengen saya panggil kamu sayang?kamu nembak saya duluan?"ucap bara heran dengan tingkah naira yang diluar nurul ini.

"Aku gak mau nembak duluan!gengsi banget"tutur naira membalikan badannya,naira jelas saja malu.tapi ia tak bisa terus menepis perasaanya yang sudah jatuh terlalu dalam pada bara selama ini,ditambah dengan pernyataan bara tadi yang semakin membuatnya tidak ingin menunggu lagi.

Bara tersenyum menatap punggung itu,dengan gerakan sigap bara memeluknya dari belakang.

Ah tuhan akhirnya cintanya bisa ia dapatkan

"Akhirnya penantian lima tahun saya,bisa saya gapai malam ini"tutur bara menjadikan pundak naira sebagai tempat ternyaman nya saat ini.

Bagaimana naira?ah hatinya sungguh dibuat kacau oleh bara jika seperti ini,naira melepas pelukan sepihak bara itu ia membalikan badannya menghadap bara dengan senyuman yang sempurna,jatuh cinta seindah ini ternyata.

*****

"Kalian kenapa si senyum senyum berdua"selidik amora menatap dua insan yang baru saja dimabuk perasaanya.

"Mau makan apa?"tanya bara pada naira,mereka sama sama menghiraukan pertanyaan amora.

Devan yang melihat kejadian itupun dibuat kebingungan ditambah uringannya amora karena tak mendapat respon.

Naira bukan orang yang pemalu didepan devan,bara juga bukan orang yang manis setau mereka tapi mengapa keduanya terlihat bertolak belakang?

"Kayaknya kita gak keliatan deh yang,pindah aja yuk!"ajak devan pada amora

"Gak mau!"tolak amora masih penasaran apa yang

Sedang terjadi.

Flashback on:

"Akhirnya penantian lima tahun saya,bisa saya gapai malam ini"tutur bara,naira melepas pelukan sepihak bara itu ia membalikan badannya menghadap bara dengan senyuman yang sempurna.

"Ayok dong bar,cepetan tembak aku!"ucap naira polos,bara yang mendengarnya terkekeh geli.pasalnya bara baru melihat sifat naira yang seperti ini.

Bara menyelipkan rambut naira,menatap manik itu dengan lekat "maksa banget harus sekarang ya nembak nya?"tanya bara ditambah tawa kecil diakhir kalimatnya,naira juga ikut tersenyum.

"Takutnya nanti aku gengsi lagi!"jawab naira dengan ekspresi yang sangat menggemaskan untuk bara.

"Mau jadi pacar saya gak?"ucap bara serius menatap naira,naira menghela nafas kesal mendengar penuturan,bara yang menatapnya pun sedikit heran karena perubahan ekspresi naira yang sebentar lagi akan menjadi kekasihnya.

"Why?"tanya bara sedikit khawatir

"Mau nembak aku atau mau dapetin tendher si bar!?"ucap naira memanyunkan bibirnya sedikit.

"Emang saya salah ngomong ya?"tanya bara masi belum sadar dengan apa yang terjadi.

"Kelamaan nunggu kamu sadar sama apa yang salah mah ah"seru naira membenarkan posisinya.

"Kok ah si?"tanya bara ambigu.

"Belom apa apa mesumnya udah keliatan banget"tutur naira menunjuk bara,sedangkan sang empu hanya tersenyum kikuk.

"Aku aja yang nembak!"seru naira lagi,bara terlihat senang karena naira akan lebih awal mengajaknya berpacaran.

"Kamu mau gak,jadi pacar aku?"tanya naira serius,tuhan apa yang terjadi?naira nembak bara duluan!?

"Mau"jawab bara cepat,ia tak ingin kehilangan kesempatan ini.

"Nah,nembak itu gitu bara!pakai aku kamu ,kamu tuh malah baku banget kaya ngomong sama klien!"tutur naira menekan kalimat aku kamu,bara pun sadar letak kesalahannya di sana,yang benar saja.

"Ya udah ulang!"ucap naira lagi,bara ter tohok!bukan kah tadi..

"Hmm,naira cantik mau jadi pacarnya bara gak mulai sekarang?"tutur bara menatap naira lembut,naira tersenyum tapi hatinya bersorak gembira puas mendengar kalimat bara,ia pun mengangguk kan kepalanya tanda setuju (tapikan tadi mereka juga udah jadian thor)

"Kamu alay bar"ucap naira menghambur ke pelukan sang kekasihnya,tapi namanya juga orang jatuh cinta gak ada jijik jijik nya kan?!.

"Mulai sekarang aku gak mau denger kata saya lagi ya"ucap naira melihat bara sambil memeluknya,bara mengangguk tapi kita lihat saja kedepannya para reader saya yang akan menjadi saksi jika bara mengucapkan kata itu (hihihi)

"Ya udah yuk,mereka pasti udah nungguin kita"ajak bara dan mereka pun melangkahkan lagi ketujuan didepan sembari berpegangan tangan,kayak yang mau nyebrang ya?!

Flashback off.

"Jadiiii,kalian udah pacaran"suara amora terbilang keras,naira hanya mengedarkan pandangannya ke lain arah.

"Iya.kurang lebih 25 menit 10 detik resminya"tutur bara merasa bangga.

"Anjir sama detik detiknya lu hafalin kak" devan terkagum kagum,bara memang lelaki yang cekatan dalam menghafal.

Tak lama makanan yang sudah dipesan sejak awal pun datang,mereka semua makan seperti biasanya tapi beda dengan dua orang yang baru saja jatuh cinta pada orang yang sama,mereka tengah bertukar isi piring mereka tapi ya namanya juga jatuh cinta ,tai kucing juga rasa coklat kan katanya.

"Gw juga udah punya pacar,tapi kenapa ngerasa NGONTRAK DI BUMI SI" geram amora melihat naira dengan bara seperti pengantin baru.

*****

Terpopuler

Comments

◌ᷟ⑅⃝ͩ● Marlina Bachtiar ●⑅⃝ᷟ◌ͩ

◌ᷟ⑅⃝ͩ● Marlina Bachtiar ●⑅⃝ᷟ◌ͩ

Akhirnya resmi pacaran nih Bara dan Naira 🤗💕

2023-10-30

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!