"Ekhem"
Sontak aldo menoleh ke arah sumber suara,yang tadinya gagah ia terlihat ciut sekarang.
Pasalnya sang kaka tengah memandangnya dengan tatapan mematikan,tentu saja aldo takut pada kakaknya ini.
"Disuruh bangunin malah ngatain orang"ucap afif datar.
"Hehehe,ya abisnya gak keluar keluar dianya,aneh kan"jawab aldo gugup,afif menoleh ke arah pintu ia juga sedikit heran,pasalnya setahu afif naira bukan orang yang suka bangun siang.
tok tok tok
"Dek,,"seru afif namun sama dengan aldo tak mendapat jawaban
*****
Sedangkan didalam,naira tengah terbaring tak bergeming dengan gangguan apapun.
Alarm yang yang ia aktifkan pun bahkan terus berbunyi namun tak mengganggu tidurnya.
Afif sedikit khawatir takut naira sakit didalam pun mencoba membuka pintu.
Ceklek
Aldo menatap afif bingung,afif juga kaget namun tetap cool.
"Kayak orang bego,kalau gak dikunci dari tadi kita masuk aja kali"tutur aldo tak habis pikir.
"Siapa yang bego?"ketus afif menatap sinis adiknya itu
"A aldo kok aldo yang bego, iya aldo"jawab aldo kelimpungan takut diamuk macan.
Mereka pun membuka pintu itu lebar lebar dan sang putri masih saja tak bergeming.
"Astagaaaaa"teriak aldo tak kalah nyaring dari jeritan ibu ibu komplek,hingga mengundang ibu dan ayahnya yang sedari tadi menunggu dibawah.
"Naira,naira bangun"ucap afif menggoyangkan lengan naira,namun naira tak bangun sama sekali hanya menggeliat sedikit.
"Kok tumben adik susah bangun ya bang?"seru bu novi pada afif,afif hanya menaikan pundaknya tanda tak tahu.
_________,
Sedangkan ditempat lain bara tengah frustasi karena panggilannya tak kunjung tersambung hingga 14 panggilan.
"Naira,bikin khawatir aja"ucap bara kesal diruang kerjanya.
"Coba sekali lagi aja deh,abis itu kalo masi gak diangkat gw samperin"monolognya,namun saat akan menekan panggilan,panggilan lain malah masuk lalu tanpa semangat bara pun mengangkatnya
"Halo bos!" seru seseorang dengan suara nyaring
"Kenapa" jawab bara malas
"Kita punya informasi penting bos!"
"Iya apa?" jawab bara masi dengan malas sekali meladeni anak buahnya yang bertele-tele ini.
"Apa ya bos,nanti saya tanya bos ali dulu" tuhan kenapa baru baru tahu dia punya anak buah model begini.
"Kalian buang waktu!" ucap bara mematikan sambungan dari anak buahnya itu.
Namun setelah beberapa detik itu,sambungan lain masuk dari ALI.
"Heran gw sama bawahan,kek hobi banget nakutin gw terus"monolognya lalu mengangkat panggilan itu.
"Bar,cepetan ke bandung hari ini!" suara ali terdengar tak sabaran
"Heh gw bosnya,kenapa lu yang nyuruh nyuruh!" ucap bara tak terima
"Ah lelet lu!katanya mau tau dalangnya bego!" percayalah hanya ali yang seberani itu pada bara,wong dia BESTie nya.
"Hahahaha kebayang muka lu merahnya" tawa bara menggelegar terdengar sangat menjengkelkan
"Anjing,jijik gw yang ada dibayangin lu"
"Tinggal sebut siapa orangnya!" ucap bara kembali ke mode serius,punya 2 jiwa kali ya bisa berubah cepat gitu
"Gak bisa bar,lu harus kesini biar jelas"
"Oke gw ke sana 1 jam lagi!" jawab bara enteng.
____________.
Suasana nya begitu dingin,mungkin suhu AC terlalu tinggi.naira tertunduk lesu tak berani menatap semua orang dihadapannya yang meminta penjelasan.
"Sering kamu minum obat itu?"tanya afif tegas,aldo saja merinding mendengar kakaknya seperti itu padahal kali ini bukan dia yang diajak bicara.
Naira menoleh menatap afif dengan sendu,hanya cara itu yang bisa menepis kegelisahannya.
"Aku cuman susah tidur"jelas naira kembali menundukkan pandangannya.
"Kamu sadar gak si dek?"tanya afif lebih seram,bu novi mengusap lengan afif untuk menenangkannya.
Keduanya adalah anaknya,bagaimanapun ia tidak ingin melihat anak anaknya bertengkar.
"Udah udah,gak perlu dibahas lagi"tutur tante nova yang mendapat tatapan tajam dari afif,tante nova memang satu tahun lebih tua dari afif pantas saja mereka merasa seperti sebaya.
"Kamu mandi terus makan ya "tutur tante nova lagi,naira pun mengangguk kecil.
Ah iya naira juga sadar,sepertinya ia sudah berlebihan menggantungkan tidurnya pada obat tidur.
Tapi dia juga tidak punya cara lain untuk menenangkan dirinya.
Naira pun kembali ke kamarnya,ia memandang obat tidur yang dilempar afif divsana.
"Neneeeeeeek"rengek naira merindukan neneknya,namun rengekan itu berhenti ketika seseorang menelponnya,siapa lagi kalo bukan pacarnya yang sedari tadi merindukan naira.
"Ngapain si bara telpon telpon,gak tau apa aku lagi gak mood"gerutunya tapi tetap mengangkat telpon itu.
"Hai,kok lama si angkatnya" suara bara terdengar berat,mungkin dia gugup
"hmm baru bangun!"
"Tumbenan banget putri sofia the first bangunnya siang?!" ucap bara dengan terkekeh kecil di akhir nya
"Minum obat tidur 3 biji"
"HAH" sentak bara kaget mendengar jawaban kekasihnya itu,yang benar saja?
"Kamu kalo mau marahin aku jangan ditelpon,jemput aku 15 menit lagi,aku mau mandi dulu tadi abis dimarahin bang afif" tutur naira seadanya,sebenarnya ia juga kesal tapi bukankah wajar jika seorang kaka memarahi adiknya.
"Hey,siapa yang mau marahin kamu si,ya udah nanti aku jemput ya"
"Hmm,aku matiin telponnya"
"oke"
Tut tut tut
*******
Naira selesai menceritakan semuanya termasuk saat afif marah dan melempar obat tidur itu dengan keras.
"Pantes aja bang afif marah.kan emang gak baik minum obat tidur kebanyakan"tutur bara mencoba mengerti kedua sisi,ia juga khawatir jika naira akan sakit nantinya.
"Aku belom makan,tadi langsung pamit sama ibu"jujur naira karena perutnya sudah tak tahan ingin diisi.
"Ya udah,mau makan apa?"tanya bara menyelipkan anak rambut naira dibelakang telinganya.
"Mie ayam yuk"ajak naira antusias
"Kamu belom makan nasi dari pagi kan,nggak ah nanti mie ayamnya pedes"tolak bara seperti anak kecil.
"Kok gemes banget pacar gw"ceplos naira dengan tawa melihat ekspresi bara seperti itu,dimata naira bara bukan lagi CEO.
"Ya udah,bubur ayam aja yang penting sama ada ayamnya"lanjut naira tak henti tertawa hingga bara juga tertular dengan tingkahnya.
"Kok bisa kamu punya obat tidur gitu,coba ceritain ke aku.gak pernah tuh kamu ngomong ke aku"tutur bara penasaran juga
"..."naira malah menahan tawa geli
"Kok ketawa,aku nanya loh"tanya bara lagi
"Hahahaha"tak kuat naira menahan tawanya,sampai geleng geleng kepala.
"Abisnya aneh dengernya aku kamu"tutur naira disela sela tawanya,bara yang merasa jadi bahan tawan nya pun menekuk wajahnya tak senang.
"Aneh kamu mah"ucap bara kembali meminum kopinya.
"Uuu bayi gede nya Pundungan"seru naira tak habis pikir bara bisa bersikap seperti ini,setahunya bara cool dan pengertian penyayang ah baik pokoknya.
"Aku CEO loh loh"jelas bara masi menekuk mukanya semakin membuat naira tertawa
"Iya iya CEO deh"ucap naira berusaha menghentikan gelak tawanya.
"Oke,aku cerita"ucap naira membenarkan posisinya.
"Dulu semenjak kejadian itu kan aku sering gelisah setiap malem,susah tidur kamu juga tahu.cuman pas banget satu malem aku ketahuan sama nenek terus ditegur lah karena katanya kebiasaan banget kamu gadang dek" ucap naira meniru gaya bahasa neneknya,bara terus memperhatikan dengan seksama
"Terus aku bilang sambil nangis,pengen tidur tapi gak bisa.nah nenek kasi aku obat tidur malem itu!"lanjut naira lagi
"Jadi nenek yang nyaranin kamu minum obat-"ucap bara terpotong "bukanlah,ya kali nenek yang nyuruh!"ucap naira mencegah ke salah fahaman
"Nah dari situ aku bisa tidur,terus aku inisiatif deh buat beli obat itu dan nenek juga gak tau apa apa"jelasnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 69 Episodes
Comments