"Maaf ya dek,bara tuh orang SIBUK"ucap resep sonis itu menekan akhir katanya.
"Heh,yang sopan sama atasan"sergah naira.
Lalu ia membuka ponselnya dan mengirim voice not
"Sayang aku dibawah!ga boleh ganggu kamu katanya!cepetan kesini atau gw bunuh lu"klik. wanita itu menatap naira heran dengan ucapannya,namun tak lama bara datang dengan tergesa-gesa.
Bara pun menetralkan deru nafasnya yang tercekik tadi saat mendengar suara naira ponselnya.
"Kok gak langsung masuk si sayang"tutur bara membuat resepsionis itu mengoleskan lipstik cetar nya ke sebelah pipinya.
Semua pegawai kantor tahu sifat bara yang selalu tegas,cool itu super idaman semua pegawai terdiam seketika saat mendengar bara begitu lembut.
"Tuh,gak dibolehin sama kakaknya"tunjuk naira dengan bibirnya,bara pun mengikuti arah bibir itu yang menunjuk resepsionisnya yang kaget.
"Dia pacar saya,jadi gak butuh izin dulu NGERTI!"ucap bara sangat tegas,pegawai yang bernama desi di nametag nya itu pun langsung tersenyum kikuk dan sedikit membungkuk meminta maaf.
"maaf pak saya salah"tuturnya.
"Saya gak kan mentolerir lagi jika ini terulang"lanjut bara
"Lihat wajahnya dengan teliti,kalo perlu kamu cuci fotonya terus tempel di sana diar kamu ingat"omel bara masi kesal,tapi salahnya juga membiarkan naira datang sendirian saat orang lain tak tahu bahwa dia kekasihnya bara si CEO PALING TEGAS
"Udah yuk keruangan kamu aja"ajak naira menyentuh lengan bara yang tertutup jaz kantornya itu,bara pun menoleh dengan senyumannya lalu mengangguk dan menuntun naira untuk keruangan nya.
Flashback off.
"cepetan mora"ajak naira sedikit berlari
"maaf mbak naira"ucap desi mencegah langkah naira,sebenarnya ia enggan menghalangi langkah kekasih bosnya itu,tapi ini perintah bosnya.
"Kenapa?"tanya naira saat melihat desi yang tengah sibuk berpikir itu."anu bak,pak bara lagi gak bisa diganggu banget"ucap demi menyatukan kedua tangannya memohon agar naira mengerti.
"Kamu lupa siapa saya ya"tanya naira masi keheranan.
"Bu-bukan gitu mbak,aduh gimana jelasinnya ya?"ucap desi menggaruk tengkuknya yang tak gatal.
"Ah lama"ucap amora menarik tangan naira untuk segera pergi,desi yang kebingungan pun ketar ketir sendiri bagaimana nasibnya nanti?!
Ting
Mereka keluar dari lift dan langsung melangkah ke tujuan yang sama.
"Wait!"cegah amora saat tangan naira mau meraih pegangan pintu itu,naira menaikan satu alisnya bertanya kenapa?
"Kayaknya yang dikatain itu orang bener deh!"ujar amora
"Kata siapa?yang mana?"tanya naira lagi.
" lemotnya pakai kambuh segala"geram amora melihat ekspresi polos naira itu "kata resepsionis tadi ! Kalo kak bara lagi sibuk!tuh lu liat aja,kayaknya emang banyak orang di dalem"lanjut amora menunjuk arah kaca yang blur itu.
Naira pun mengikuti arah yang ditunjukan amora,namun perasaannya tetap mengganjal.
Ia menerobos masuk kedalam dan BUM
"Naira"ucap 3 orang secara bersamaan dengan pintu yang terbuka,naira juga sedikit tersentak dengan keadaan itu namun nasi sudah menjadi bubur.
"Kok bisa bisanya meeting di ruangan bos"gerutu naira didalam hati,ia pun tersenyum dan sedikit membungkukkan badannya merasa bersalah lalu segera keluar dan menutup kembali pintu itu.
Suasana begitu canggung di sana,tak dapat dipungkiri
Bara juga kesal dengan tingkah naira yang diluar dugaan itu.
Sedangkan amora tengah menatap ali dan sely bergantian karena sedang sibuk saling curi pandang,ah ia baru sadar dia sedang menjadi obat nyamuk batangan saat ini.
"Bisa to the poin aja gak si,diem-dieman gak jelas mana kebaca!"ucapan itu lolos dari mulut bara dengan ketus,naira yang tadinya takut malah menjadi terbakar emosi yang tadi ia lupakan.
"YA UDAH LO JELASIN"sentak naira tak bisa lagi menahan kekesalannya,sebenarnya apa masalahnya?siapa yang salah ya ?
"Apanya yang harus dijelasin si"tanya bara tak bersahabat.
Amora yang melihat kedua manusia itu malah bertatapan seperti musuh pun berusaha menenangkan naira,tapi ia juga mengerti bukan kah yang saat ini yang sedang dipermasalahkan tentang naira.
"Udah udah,selesain nya harus tenang"ucap amora berusaha melerai kedua makhluk itu 'argh kalo lagi bucin aja suka gak kenal waktu gak kenal orang gak kenal tempat,giliran ada problem malah kayak musuh bubu yutan gak yakin gw mereka beneran pacaran.'batin amora bergejolak.
Setelah saling meredam emosi masing masing,mereka pun mulai membicarakan apa yang ingin dibicarakan.
"Kok aneh ya,aku perasaan gak kenal sama sekali loh"tutur naira setelah mendengar ucapan bara
"Aku juga lagi nyari tahu,tapi ini ada kaitan sama adiknya!"jelas bara lagi
"Diana!"kali ini ali yang bicara.
"Itu yang harus kita cari tahu saat ini,mungkin kaka kamu kenal salah satunya!"lanjut ali menatap naira
Sang empu nampak berpikir "kayaknya kalo kak andre setahu aku ya,gak punya temen cewe yang namanya diana" tutur naira yakin
"Kamu yakin?"tanya amora menatap naira dengan wajah polosnya "iyalah,semua temennya aku tahu kok,semua tentang kak andre aku tahu sampai warna kolor kesukaannya aku juga tahu"jawab naira tak sadar dengan apa yang telah ia sebutkan hingga membuat beberapa orang di sana menahan tawanya,jika saja bara tak menatap mereka dengan tajam mungkin tawa itu akan pecah.
"Kalo bang afif?"tanya amora lagi
Naira nampak berpikir,membuat ke empat orang itu menatapnya serius
"aku gak tau"jawabnya enteng,bukan kah terdengar menyebalkan?
"Nanti aku tanya bang afif deh"ucap naira lagi.
*****
"Sayang,jangan terlalu dipikirin oke.
Aku gak mau kesehatan kamu terganggu gara gara ini!"ucap bara setia dengan setirnya
"Takut punya pacar gila kali kamu"ucap naira tersenyum kecut,ah jelas saja naira juga merasa tersinggung karena kondisinya saat ini.
"udah ya,maaf aku salah ngomong"ucap bara menoleh pada sang kekasih.
"Hmm"jawab naira memalingkan pandangannya ke arah kaca.
'Sebenarnya apa yang terjadi dalam hidup ku?aku hampir dilecehkan orang lain dan naasnya keluarga ku sendiri tak tahu apa yang telah aku alami !keluarga broken home!hampir gila karena trauma! Sebenarnya aku berharga atau tidak tuhan'batin naira terus bertanya dimana letak kesalahan dalam hidupnya hingga ia merasa penderitaan ini tak ada habisnya.
"Aku minta maaf,aku salah gak seharusnya ngomong ke gitu"ucap bara sudah menepikan mobilnya.
"Hey,liat aku"pinta bara karena naira tak menjawabnya.
Bara turun dan berputar menyusuri mobilnya membukakan pintu naira lalu menarik naira dengan lembut untuk keluar dari mobilnya.
"Bara"ucap naira sangat pelan namun masi bisa terdengar bara,sontak bara langsung memeluk gadisnya itu.
"I know,i with you rileks baby"ucap bara tetap memeluk
Naira,ia tahu naira telah menangis dalam pelukannya.
Bukan kah setiap orang akan menangis jika merasa tersiksa dengan keadaannya?itu hal yang lumrah.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 69 Episodes
Comments
◌ᷟ⑅⃝ͩ● Marlina Bachtiar ●⑅⃝ᷟ◌ͩ
🤣🤣🤣
2024-04-29
0