"AAAAAAAAAAAAAARGH"
Teriak naira termakan bayangannya sendiri.
Aldo yang juga ikut terkejut heran kenapa dengan kakaknya ini?bahkan dia menjemputnya untuk pulang karena hari mulai petang.
"PERGI PERGI GW MOHON PERGI" teriak naira lagi tanpa membuka matanya
"GW ALDO" teriak aldo yang tak kalah dari teriakan naira dan langsung memeluk kakaknya itu.
Naira masih tetap memberontak didalam pelukan aldo,namun setelah beberapa lama naira pun tenang dalam pelukan adiknya.
"Udah ya!ayok kita pulang"ajak aldo setelah melihat kakaknya terlihat lebih tenang dari sebelumnya.
"Hmm" jawab naira mulai melangkahkan kakinya lebih dulu.
Diperjalanan pulang tak ada satupun kata yang keluar dari keduanya,namun sekian detik naira menghentikan langkahnya dan menghadap adiknya.
"Jangan bilang ke siapapun kalo tadi gw nangis!"tuturnya dingin
"Gak janji"jawab aldo meninggalkan kakaknya
"Ish nyebelin banget si lu!"ucap naira sedikit berteriak karena aldo yang sudah berjarak darinya,adli membalikan badannya lalu tersenyum dan melanjutkan langkahnya lagi lebih cepat.
*****
Mereka pun sampai di rumah,terlihat satu mobil yang sudah terparkir dihalaman rumah ibunya namun bukan mobil kakaknya.
Merekapun masuk dengan naira yang berusaha membujuk aldo sedari tadi agar mau diam.
"Kemana aja si kalian sampai baru pulang!"tanya ibu khawatir.
"Ini nih anak ibu bikin ribet aja"jawab aldo menatap sinis pada naira,namun perasaan naira lebih takut aldo akan mengatakan jika tadi ia menangis pada ibunya.
"Jangan ngomong kayak gitu dong al,kaka kamu kan baru aja datang"ucap ibu mendekatiku,aku hanya tersenyum pada ibu dengan apa yang telah aku dengar.
"Terserah,aku mau mandi"ucap aldo kemudian pergi,jelas sekali dia membantu naira untuk tidak membicarakan apapun yang terjadi.
"Ya udah bu,aku juga ke kamar ya"ucap naira lalu berlari kelantai atas,ia tak berniat langsung ke kamarnya namun ia melangkahkan kakinya ke kamar aldo.
Tok tok tok
"Aldo buka cepetan"ucapku sembari terus mengetuk pintu kamar itu
"Ah lelet amat si,cepetan"seru ku lagi.
Aldo yang jengah mendengar teriakanku dan ketukan pintu yang bising itu pun langsung membukanya,ekspresinya terlihat sekali seperti harimau yang tak mau diganggu.
"Apaan lagi si,berisik tau!"kesalnya menatapku,namun aku tak menghiraukannya dan langsung memeluknya.
"Makasih ya do,makasih banget"ucapku masih memeluknya.
Ada rasa hangat yang aldo rasakan,selama ini ia slalu dianggap anak yang keras kepala! Bahkan bang afif selalu menegurnya ini dan itu.
Baru aldo rasakan pelukan seorang kaka yang berterima kasih padanya,ia nyaman dengan keadaan ini.
"Ish apaan si lu peluk peluk"ucap aldo berusaha melepaskan pelukannya,namun naira enggan sekali untuk melepaskannya
"Kalo lu gak lepasin gw bocorin ke mamah kalo -"ancam aldo dan sebelum ia selesai menyelesaikan kalimatnya naira pun langsung melepaskannya.
Naira tak berhenti tersenyum pada aldo,damai yang aldo lihat pada senyuman kakaknya terasa jelas sebagai kebohongan dalam pikirannya.
"astaga,baru juga gw mau baik sama lu"tutur naira pada aldo yang tetap diam.
"Lu pikir itu gratis hah?bayarlah!"ketus aldo sembari
Masuk ke kamarnya,
"Ish apaan si lu sama kaka sendiri perhitungan?"jawab naira yang ikut masuk ke kamar aldo.
"Heh,siapa yang ngizinin lu masuk kamar gw si?"ucap aldo mengehentikan langkah naira.
"Ya suka suka gw lah!"jawab naira dan duduk di tepi kasur aldo.
Kamar yang di dominan dengan warna hitam ini menunjukan bahwa aldo pemilik kamar ini.
"Ini kamar atau gua si?"tanya naira heran,pasalnya kakaknya andre saja yang terbilang anak motor warna kamarnya tak sampai gelap begini.
"Bukan urusan lu!"sinis nya.
"Ya udah si!"jawab naira yang malah merebahkan badannya di kasur aldo.
Aldo yang melihat tingkah kakaknya pun gemas,bahkan disaat perasaannya kacau pun ia masih bisa tersenyum semanis itu,dia manusia macam apa?pikir aldo menatap kakaknya itu.
"Setelah ibu bela lu,lu mau ambil kamar gw juga?"tanya aldo ketus,
"Hehehe,sewot aja lu."
"Gw minta maaf dan makasih sama lu!"lanjut naira menatap adiknya itu.
"Kalo pun emang gak gratis,besok gw ajak lu main deh?"tawar naira pada adiknya itu.
Aldo nampak berpikir "gak minat,udah sana gw mau buka baju!mau liat lu?"jawab aldo yang membuat naira pun segera pergi dari kamarnya.
Kenapa aldo terkesan membencinya?padahal karena kejadian tadi naira berpikir untuk menerima adiknya itu.Tapi terserahlah.
*****
Ini makan malam pertama bagiku bersama keluarga ibu.
Ayah tiri,ibu,aldo,tante nova (adik dari ibuku) harusnya bang afif juga disini,namun dia masih sibuk dengan pekerjaannya diluar kota.
Aku makan tanpa banyak bicara,sebenarnya malas karena harus bertemu dan bertatap muka dengan ayahnya aldo ini,tapi aku harus membiasakan diri di rumah ini.
"nai,udah pilih mau kuliah dimana jadinya?"tanya tante nova padaku.
"Masi dipikirin si tan"jawabku tersenyum,sebenarnya
aku memang sudah memikirkan untuk masuk ke UIN,tapi aku akan membicarakannya dulu dengan ayah nanti sebelum mengatakan pada ibu.
"Aku udah selesai,aku ke kamar ya!"ucapku lalu beranjak pergi dari sana.
"Naira"panggil seseorang dengan suara yang tegas,sepertinya suara ayah tiri ku.
Aku memang tidak menyukainya tapi aku harus tetap menghargai ibuku di sana.
"Hmm"jawabku menoleh ke arahnya.
"Semoga kamu tinggal dengan nyaman disini"tuturnya yang membuatku bingung,ia bahkan tau aku tak menyukainya namun ia tak pernah terlihat membenci keadaanku.
"Iya"jawabku singkat dan langsung pergi dari sana.
Aku memandangi kamar ini dengan seksama,ruangan dengan warna biru kesukaanku bahkan dengan tataan boneka bt21 kesukaanku di atas kasur yang baru aku sadari,ternyata ibu mengetahui apa yang aku suka.
Ting,
Ting
Ting
Ting
Ting
Ting
Ting
Ting
Ting,,
notifikasi pesan masuk di handphone ku,ternyata kak andre pengirimnya.
•kaka gw
Dek?
Gimana di sana?amankan!
Adik manja gw gak ada di rumah
Gak ada yang gangguin gw disini
Hmm sepi banget!
Baru aja pindah udah sombong lu
Bales ngapa!!
Naira!!!!!!!!!!!!!
!!!!!!!!!!
"ih punya kaka narsis banget kerjaannya,ketauan lagi bosen lu!"ucapku tersenyum membaca isi pesannya itu,aku pun langsung menelponnya namun panggilan ditolak hingga panggilan ke lima kalinya barulah tersambung
"Heh narsis banget si lu" ucapku ketika sambungan terhubung
"Lu la lu lu,yang sopan lu"
"Hahahaha" tawa kami berbarengan
"Gimana betah di sana?"
"Baru juga sehari kak,mana berasa!"
"Hehe ya udah gw tutup dulu ya,"
"Dih aneh lu"
"Gw bosen tadi,suruh siapa si telat!"
"Nyebelin dasar"
"Udah ya,gw lagi pacaran sekarang jangan ganggu!"
"Dasar budak cinta,salam buat ceweknya"
"Hahaha iya ntar gw bilangin"
"Et tapi bentar dulu!cewe yang mana sekarang,hahaha"
"Berisik lu volume hp gw kenceng!" jawabnya dan langsung mengakhiri panggilan itu.
"Dasar tapi hobby banget punya cewek banyak."
Tok tok tok...
Ketukan pintu itu mengalihkan fokus naira ke arah pintu yang memang tidak tertutup,.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 69 Episodes
Comments
𝕐𝕆𝕊ℍ𝕦𝕒ˢ
ini kamar atau gua?
goa??? ishh...
/Gosh//Gosh//Gosh/
2023-11-12
2
🍌 ᷢ ͩ🤎ᴰᵉᵈᵉรωεεƭყˡᵉⁿ💋•§¢•
semoga betah ya nai...
2023-10-26
1
🔥⃞⃟ˢᶠᶻ𖤍ᴹᴿˢ᭄𝓐𝔂⃝❥AyJinda❀∂я
seperti ayah tiri mu baik tuh nai coba lebih mengenalnya lagi tapi kalo dah kenal bapak kandung mu jangan di lupain ya hehe
2023-10-25
0