20

[Sistem telah berhasil diperbaharui]

Riki terkejut, dia mendapatkan tugas atau misi dari sistem kali ini.

Lala akhirnya menjelaskan bahwa pergi ke masa lalu dan ke dunia dewa itu adalah tutorial sebelum pembaruan.

"Kamu sudah siap untuk menjalankan tujuan utama dari sistem ini," kata Lala.

"Apa itu?" tanya Riki penasaran.

"Setelah tutorial di dunia dewa ini selesai, kamu akan menjalankan misi lainnya, seperti, membantu murid-murid di dunia lain agar keluar dari situasi terpuruknya," jelas Lala.

Sederhananya, sistem akan mengirim jiwa Riki untuk membantu murid-murid yang teraniaya, dihina, atau situasi tidak adil lainnya.

Kembali pada situasi saat ini, Riki sudah berhasil melewati tantangan pertama di pulau iblis.

[Ding! Berhasil keluar dari Pulau Iblis]

[+100 Poin Kemampuan telah ditambahkan]

[Total : 10.200 Poin Kemampuan]

Namun, musuhnya, dari Sekte Langit, mereka juga berhasil keluar sehingga turnamen harus dilanjutkan ke arena duel.

"Ini kesempatan bagus untuk mengevaluasi kemampuanku sebelum menjalankan misi nanti," kata Riki.

Duel antara Riki dan perwakilan Sekte Langit pun dimulai.

Riki tidak menahan diri lagi, ia melepaskan segala kekuatannya dan menggunakan semua kemampuan tempurnya untuk melawan perwakilan Sekte Langit.

Gerakan-gerakan lincah dan pukulan cepatnya membuat perwakilan Sekte Langit kesulitan mengikuti kecepatannya.

Riki menggunakan jurus-jurus spesial yang telah ia pelajari selama ini. Serangan-serangan dari segala arah dilancarkan untuk mengacaukan lawannya.

Ia melompat tinggi dan mendarat dengan sempurna, menghasilkan getaran kuat yang membuat lawan terpental.

Perwakilan Sekte Langit berkali-kali mencoba melawan, tetapi tak satupun gerakan-gerakannya berhasil mengenai Riki.

Kecepatan dan refleksnya yang luar biasa membuatnya menjadi musuh yang sulit dikalahkan.

Sesaat kemudian, Riki merasa perwakilan Sekte Langit mulai kewalahan. Ia melihat celah dan langsung melancarkan serangan mematikannya.

Pukulan terakhir Riki mengenai perwakilan Sekte Langit dan memaksa lawannya jatuh ke tanah.

[Ding! Berhasil mengalahkan perwakilan Sekte Langit dan memenangkan turnamen]

[+200 Poin Kemampuan telah ditambahkan]

[Total : 10.400 Poin]

Setelah wakil mereka kalah, mereka benar-benar mengingkari janjinya dan menyerang Riki.

"Sudah kuduga ini akan terjadi," kata Harimau Api.

Pertempuran antara Sekte Pohon Kehidupan Riki dengan sekte lainnya tidak terhindarkan.

Riki berjuang dengan segenap kemampuannya untuk melawan sekte lain yang menyerangnya. Ia bergerak dengan lincah dan memanfaatkan setiap celah untuk melancarkan serangan mematikan.

Setiap pukulan dan tendangan Riki memiliki kekuatan yang luar biasa.

Harimau Api juga turut berperan dalam pertempuran ini. Dengan api yang menyala-nyala di tubuhnya, ia mampu menghancurkan lawan-lawan yang mendekati Riki.

Kekuatan dan kecepatannya membuat ia sulit dikalahkan.

Pertempuran berkecamuk dengan cepat, memenuhi arena dengan suara benturan, teriakan, dan jeritan.

 Para anggota sekte lain berusaha melindungi pemimpin mereka, sementara Riki dan Harimau Api tidak kenal lelah dalam menghadapi serangan mereka.

Namun, meskipun Riki dan Harimau Api memiliki kekuatan yang hebat, jumlah lawan yang mereka hadapi terlalu banyak.

Meski berhasil mengalahkan beberapa orang, mereka tetap terus diserang dari berbagai arah.

Tubuh Riki ditabrak oleh serentetan serangan keras dari belakang. Ia terjatuh ke tanah dengan terengah-engah, merasakan sakit yang menusuk.

Harimau Api juga mengalami hal serupa, terpojok oleh serangan-serangan bertubi-tubi.

"Lala, apa kau akan membiarkan aku mati di sini?" ujar Riki kewalahan.

"Tuan, Anda bisa mendapatkan bantuan dari sistem, tapi harganya sangat mahal!" jawab Lala.

"Berapa?" tanya Riki penasaran.

"5.000 Poin Kemampuan!" jawab Lala.

"Aku tidak masalah asal bisa keluar situasi ini," kata Riki tidak punya pilihan.

Riki sadar dirinya telah meremehkan mereka dan tidak memperhitungkan situasi ini akan terjadi.

Pengikutnya memang sanggup melawan mereka, tapi bukan dengan cara menghadapi mereka secara sekaligus.

"Tapi," kata Lala terlihat khawatir.

"Apalagi?" tanya Riki heran.

"Ketika kamu mendapat bantuan dari sistem, poin milikmu juga akan terus terpakai. Kamu harus segera mengalahkan mereka sebelum sisa poin milikmu habis!" jelas Lala.

"Apa yang terjadi jika poinku habis?" tanya Riki.

"Kemungkinan buruknya kamu kehilangan nyawamu!" jawab Lala semakin gelisah dan khawatir.

"Tidak apa! Aku akan bertaruh untuk itu!" kata Riki sudah mantap dengan keputusannya.

Sebenarnya, pengikut-pengikut Riki dan dirinya bukannya tidak mampu menang melawan musuh.

Hanya saja, terlalu banyak korban jika pertarungan ini diteruskan.

Riki bisa saja kehilangan Harimau Api dan pengikutnya yang lain dalam pertarungan ini.

Riki merasa bertanggung jawab karena dia yang telah melibatkan mereka dalam situasi ini.

Akhirnya, Poin Kemampuan telah dibayarkan dan pada saat itu juga Riki langsung mendapatkan kekuatan yang meluap-luap menyelimuti tubuhnya.

Kemudian, sayap dari energi tumbuh di punggungnya dan matanya bersinar seperti laser

"Akan aku akhiri pertarungan ini!" ujar Riki penuh kekuatan.

Ia mengangkat tinjunya dan berlari menuju medan perang yang sedang berkecamuk. Setiap langkahnya dipenuhi dengan aura keberanian dan determinasi.

Setibanya di tengah-tengah pertempuran, ia mulai melibas musuh-musuhnya dengan serangan-serangan yang mematikan.

[-5 Poin Kemampuan telah digunakan]

Tiap pukulan yang ia lepaskan terasa seperti gempuran dari seribu tentara. Tidak ada yang dapat menandingi kekuatannya yang baru diperoleh.

[-5 Poin Kemampuan telah digunakan]

Penggunaan kekuatan barunya menjadi begitu lincah dan presisi. Riki mengalahkan musuh-musuhnya dengan mudah, seperti tanpa henti.

Energi dari sayap di punggungnya terus mengalir, memberinya tenaga yang tak terbatas.

Sayapnya kemudian digunakan untuk melayang di udara, meningkatkan mobilitas dan kecepatannya dalam pertempuran.

[-10 Poin Kemampuan telah digunakan]

Melihat keberhasilan yang diraih Riki, para sekte lain yang terlibat dalam perang terheran-heran, terutama Shin Yu’er dan Tetua Sekte Langit.

Mereka melihat sosok Riki yang dulu lemah dan tak berarti, kini menjadi pemimpin yang tangguh dan tak terkalahkan.

Keberaniannya yang memancar dan aura kekuatannya membuat musuh-musuhnya gemetar dengan ketakutan.

[-5 Poin Kemampuan telah digunakan]

[-50 Poin Kemampuan telah digunakan]

[-25 Poin Kemampuan telah digunakan]

Di atas medan perang, Riki melihat pemimpin setiap sekte yang terlibat dalam perang. Ia ingin membawa perdamaian dan menyatukan semua sekte di bawah satu naungan.

"Ini adalah kesempatan terakhir kalian untuk menyerah!" ujar Riki pada semua pemimpin sekte yang belum dia serang.

Semua pemimpin sekte terkejut mendengar kata-kata Riki. Mereka juga mengenali bahwa kekuatan yang dimilikinya bukanlah kekuatan biasa.

[Sisa Poin : 500 Poin Kemampuan]

Riki mulai bimbang ketika sisa poinnya semakin sedikit.

Dia memutuskan untuk menggunakan sisa poinnya untuk menghabisi para tetua itu jika mereka tidak menyerah.

Namun, para tetua itu sudah busuk sampai ke akar-akarnya dan memilih untuk melawan Riki.

"Jadi kalian memutuskan untuk melawanku?" kata Riki bertanya sekali lagi.

"Kami tahu kekuatanmu akan segera mencapai batasnya!" ujar Tetua Sekte Langit.

"Itu benar, tapi itu cukup untuk menghabisi kalian!" jawab Riki.

Riki mengangkat tangan kanannya, siap untuk mengeluarkan serangan pamungkasnya. Tiba-tiba, energi hitam misterius mulai mengalir keluar dari tubuhnya, membentuk gelombang kegelapan yang mengejutkan para tetua.

"Kalian tidak akan bisa menghadapinya!" seru Riki dengan penuh keyakinan.

Tetapi, para tetua itu tampaknya tidak terganggu dengan ancaman Riki. Mereka mengaktifkan perlindungan terakhir mereka yang terdiri dari medali kuno dan mantra kuat.

"Bukankah kalian bisa melihat kekuatan yang kami miliki? Pertarungan ini belum berakhir," kata Tetua Sekte Langit sambil tersenyum sinis.

Dalam sekejap mata, Riki merasakan kekuatannya terhambat oleh medali dan mantra tersebut. Serangannya tidak mempan dan tidak berdaya melawan serangan balasan para tetua.

Meskipun Riki berjuang dengan segala kekuatannya, tetua-tetua itu terlalu kuat dan bertekad untuk melindungi diri mereka sendiri. Riki segera menyadari bahwa dia tidak bisa menghabisi mereka dengan sisa poin yang dimilikinya.

Dengan kepala tegak tinggi, Riki mengubah strateginya. Dia memutuskan untuk mundur sejenak, membiarkan tetua-tetua itu percaya bahwa mereka telah menang. Namun, Riki memiliki rencana lain yang lebih licik di dalam pikirannya.

Dia tahu bahwa waktunya akan segera tiba untuk menggunakan kekuatan terakhir yang dia miliki. Poin yang tersisa dalam dirinya menyediakan penggunaan terakhirnya yang dahsyat.

Sementara itu, para tetua tetap pada jaga-jaga, menyadari bahwa Riki mungkin dapat mengembangkan strategi baru. Mereka harus tetap waspada.

Beberapa saat kemudian, Riki melancarkan serangan terakhirnya. Kekuatan penuh yang tertahan selama ini meledak keluar dari tubuhnya, menciptakan ledakan luar biasa yang menghancurkan segalanya di sekitarnya.

Para tetua terhantam oleh kekuatan ledakan yang tak terduga itu. Medali dan mantra mereka hancur berkeping-keping, menyisakan mereka dengan kekuatan yang sangat terbatas.

Dengan kekuatan terakhirnya, Riki melancarkan serangan balasan yang tak terhindarkan. Para tetua itu tidak bisa melawan lagi. Kekuatan Riki terlalu besar bagi mereka untuk ditahan.

Dalam sekejap mata, para tetua itu ditumbangkan dan terkapar di tanah. Mereka terkejut dan terpaku oleh kekuatan luar biasa yang Riki tunjukkan.

"Ini adalah akhir dari perlawanan kalian. Kalian tidak akan pernah melukai atau mengancam orang-orang lagi," kata Riki dengan tegas sambil menatap para tetua yang terjatuh.

Namun, Riki juga ikut tumbang setelah kekuatan dari sistem habis.

"Tuan!" teriak Lala.

Untuk pertama kalinya, Lala benar-benar menangis melihat Riki jatuh.

[Sisa poin bonus : 5 Poin Kemampuan]

"Eh?" Lala terkejut, dia baru ingat bahwa Riki masih punya sisa poin bonus yang sebelumnya belum pernah dia gunakan.

"Kita menang!" teriak Harimau Api dan semua pengikutnya Riki.

Singkat cerita, Riki kembali ke pulaunya diikuti oleh pengikut-pengikutnya.

Kemudian, Riki memberikan posisi kepemimpinan kepada Harimau Api.

"Kenapa Anda menjadikan saya pemimpin?" tanya Harimau Api enggan menerimanya karena merasa tidak layak.

Akhirnya Riki menceritakan bahwa dirinya hanya penyeberang dan harus kembali ke dunia asalnya.

Sebelum kembali, roh Ri chu dan pamannya datang menemui Riki.

Mereka menyampaikan rasa terima kasihnya karena sudah membalaskan dendam mereka dan mengakhiri dominasi sekte-sekte jajaran atas yang semena-mena.

Namun, gadis bernama Shin Yu'er ternyata masih hidup.

"Riki, mulai sekarang serahkan pada kami untuk mengurus dunia ini," kata Shin Yu'er.

Selama ini Shin Yu'er adalah pemimpin Sekte Naga Kuno yang sedang menyamar.

Ini sungguh menjadi plot twist yang tidak bisa siapapun menebaknya.

[Tutorial telah selesai]

Riki akhirnya kembali ke dunianya, tapi dia malah bengong.

"Kenapa Tuan?" tanya Lala.

"Entah kenapa aku sangat penasaran dengan identitas Shin Yu'er," kata Riki.

"Haha. Tuan, mungkin kamu bisa bertemu dengannya lagi nanti," kata Lala.

"Benarkah? Kapan!" tanya Riki makin penasaran.

"Astaga, sabarlah! Aku tidak tahu pastinya!" jawab Lala.

"Omong-omong, tadi kamu nangis ya?" tanya Riki lagi.

Plak!

"Tuan, kamu mulai menyebalkan!" ujar Lala kesal, tapi diam-diam dia tersenyum lega karena Riki baik-baik saja.

Bersambung.

Terpopuler

Comments

𝐀⃝🥀୧⍣⃝sᷤʙᷛSu Luxiaᴳ᯳ཽᷢB⃟LS⃟M

𝐀⃝🥀୧⍣⃝sᷤʙᷛSu Luxiaᴳ᯳ཽᷢB⃟LS⃟M

hemmm kmna penduduk🤔🤔🤔

2023-10-23

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!