19

Buah-buahan yang tumbuh di rumah rahasia Riki benar-benar ajaib, itu dapat menyembuhkan segala penyakit.

Meski Riki memiliki beberapa rencana dengan buah itu, tapi saat ini dia harus fokus dengan kuliahnya.

Setelah mengunjungi orang tuanya, Riki segera bersiap untuk masuk kuliah hari pertamanya.

Dia mengambil jurusan kedokteran dan memilih kuliah di Universitas A.

Hari pertama kuliah, Riki tiba di kampus cukup awal. Dia bertemu dengan beberapa teman sekelas yang juga baru pertama kali masuk kuliah.

"Apa yang akan kita pelajari pada hari pertama?" tanya mahasiswi bernama Susan.

"Mungkin tentang Etika dan hukum dalam bidang kesehatan," jawab Riki. "Tapi, setiap Universitas biasanya memiliki kurikulum yang berbeda-beda."

"Tentu saja!" setuju Susan. "Semoga materi yang kita pelajari hari ini menarik dan berguna ya."

Saat mereka masuk ke dalam ruang kuliah, mereka disambut oleh seorang dosen yang tampak ramah.

Dosen tersebut memperkenalkan diri sebagai Dr. Indra, dan dia akan menjadi dosen pembimbing mereka di semester pertama.

"Selamat pagi, anak-anak. Nama saya Indra Suhartono. Saya akan mengenalkan yang akan kalian pelajari pada semester ini. Kita akan memulai dengan mempelajari dasar-dasar etika dan hukum dalam praktek kedokteran," tutur Dr. Indra.

"Apa ada yang ingin bertanya?" tanya Dr. Indra.

Seorang mahasiswa yang duduk di barisan depan mengangkat tangan.

"Ya, apa pertanyaan kamu?" tanya Dr. Indra.

"Selamat pagi, Pak Dr. Indra. Pertanyaan saya adalah apa hubungan antara etika dan hukum dalam praktek kedokteran? Apakah keduanya selalu berjalan sejalan atau ada situasi di mana keduanya bertentangan?" tanya mahasiswa tersebut.

Dr. Indra tersenyum dan menjawab, "Pertanyaan yang bagus. Etika dan hukum dalam praktek kedokteran memang memiliki hubungan yang erat, tetapi tidak selalu berjalan sejalan. Etika lebih menekankan pada nilai-nilai moral yang menjadi pedoman profesi kedokteran, seperti prinsip beneficence dan non-maleficence. Sementara itu, hukum dalam praktek kedokteran terkait dengan peraturan dan aturan hukum yang mengatur tindakan medis dan hubungan dokter dengan pasien. Terkadang, ada situasi di mana keputusan etis dan hukum saling bertentangan, dan di sinilah dokter dituntut untuk melakukan penilaian yang hati-hati dan bijaksana."

Mahasiswa tersebut mengangguk memahami, dan Dr. Indra melanjutkan pembicaraannya, menjelaskan lebih lanjut mengenai dasar-dasar etika dan hukum dalam praktek kedokteran yang akan dipelajari pada semester tersebut.

Riki dan teman-teman sekelasnya mendengarkan dengan antusias. Mereka menyadari betapa pentingnya pengetahuan ini untuk menjadi dokter yang baik.

Setelah menjelaskan definisi etika dan hukum, Dr. Indra mengajak mahasiswa untuk berdiskusi. Mereka diminta untuk berbagi pandangan mereka tentang beberapa kasus medis kontroversial yang melibatkan etika dan hukum.

"Jadi, bagaimana pendapatmu?" tanya Dr Indra menunjuk Riki.

Riki berpikir sejenak sebelum menjawab, "Saya percaya bahwa dalam kasus-kasus medis kontroversial, penting bagi kita sebagai dokter untuk mempertimbangkan nilai-nilai etika dalam mengambil keputusan. Namun, kita juga harus mengikuti hukum yang berlaku agar tidak melanggar peraturan dan memberikan perlindungan kepada pasien."

Dr. Indra mengangguk setuju, "Benar, Riki. Etika dan hukum dalam praktek kedokteran saling terkait dan harus dijadikan panduan dalam mengambil keputusan yang paling baik untuk pasien dan masyarakat secara umum. Diskusi seperti ini sangat penting agar kami sebagai calon dokter dapat memahami berbagai sudut pandang dan mempersiapkan diri untuk menghadapi tantangan yang mungkin terjadi di lapangan."

Riki dan teman-temannya melanjutkan diskusi dengan penuh semangat, saling bertukar pandangan dan pemikiran mereka mengenai kasus-kasus medis kontroversial yang dibahas.

Mereka menyadari bahwa bidang kedokteran tidak hanya melibatkan aspek ilmiah, tetapi juga mencakup nilai-nilai etika dan kepatuhan terhadap hukum.

Pada akhir kuliah, Dr. Indra memberikan tugas kepada mahasiswa untuk menganalisis lebih lanjut kasus medis yang berhubungan dengan etika dan hukum.

Tugas ini akan menjadi tantangan pertama mereka dalam menjalani kuliah kedokteran.

Selesai kuliah, Riki mendapat panggilan dari Aulia.

"Riki, cepat ke sini!" kata Aulia lewat telepon.

Terdengar beberapa temannya juga ada bersama Aulia.

"Baiklah," jawab Riki setuju.

Riki memang sudah lama tidak bertemu teman-temannya, seperti, Gin, Syahrul, Ami, Aulia, dan Tasya.

Riki pun segera bersiap-siap dan pergi ke tempat yang telah disebut oleh Aulia. Setelah beberapa waktu, Riki akhirnya tiba di rumah Aulia.

Ketika Riki memasuki rumah Aulia, ia segera disambut oleh kegembiraan teman-temannya yang telah lama tidak bertemu.

"Gimana kabarnya, Rik?" tanya Gin dengan senyum lebarnya.

"Alhamdulillah baik, Gimana dengan kalian semua?" jawab Riki sambil menyapa teman-temannya satu per satu.

"Masing-masing punya cerita seru, Rik!" sambung Syahrul dengan antusias.

Mereka pun duduk bersama di ruang keluarga, menikmati obrolan dan tawa bersama. Ada banyak cerita yang mereka bagikan satu sama lain.

Semuanya lumayan pangling dengan penampilan Riki yang benar-benar berubah dan terlihat lebih dewasa.

Riki pun bercerita tentang pengalamannya yang baru saja memulai kuliahnya.

Ia menceritakan betapa menantangnya belajar di kampus, tetapi juga mengasyikkan.

"Kuliah memang penuh tantangan ya, Rik. Tapi aku yakin kamu bisa melewatinya dengan baik," kata Ami, teman seperjuangan Riki sejak SMA.

Riki tersenyum. Ia merasa sangat terbantu mendapatkan dukungan dari teman-temannya.

Saat malam semakin larut, mereka semua merasa senang bisa berkumpul kembali. Mereka berjanji untuk selalu menjaga pertemanan ini meski jarak dan kesibukan mereka masing-masing.

"Terima kasih sudah datang, Rik. Senang banget bisa berkumpul lagi dengan teman-teman," ungkap Aulia dengan tulus.

Semua orang sudah pulang dan kini tinggal hanya mereka berdua.

"Baiklah, Lia, aku juga harus pulang," kata Riki pamit.

Namun, Lia tiba-tiba menarik tangannya Riki.

"Riki, aku butuh jawaban!" ujar Lia.

Riki tahu apa yang dimaksud Lia, itu adalah tentang kedekatan mereka sewaktu di sekolah.

"Jawaban seperti apa?" tanya Riki, pura-pura tidak mengerti.

Lia malah langsung memeluknya dan berbisik di telinganya, "Apakah kau masih mencintaiku?"

Riki terkejut dengan pertanyaan itu, tapi dalam hatinya ia telah lama merasa tak bisa hidup tanpa Lia. Ia membalas pelukan Lia dan berkata dengan tulus, "Tentu saja, Aku masih mencintaimu, Lia. Kamu selalu ada di hatiku sejak dulu."

Mendengar jawaban itu, Lia terharu dan tersenyum bahagia. Mereka berdua saling memandang dengan mata yang penuh cinta dan tangan mereka tak lepas satu sama lain.

"Aku juga masih mencintaimu, Rik. Aku merindukanmu setiap hari," ujar Lia dengan suara lembut.

Riki tersenyum dan mencium lembut kening Lia. "Tapi sekarang kita belum bisa membawa hubungan ini terlalu jauh. Ada banyak hal yang ingin aku raih dan belum bisa bersamamu."

Kedekatan mereka sempat terputus setelah lulus sekolah, tapi kini kembali terpupuk dengan lebih kuat.

Lia pun menarik dan mencium Riki dengan penuh kelembutan. "Aku mengerti, Riki. Aku pun memiliki impian dan ambisi sendiri. Kita berdua masih muda dan memiliki banyak waktu untuk mengejar apa yang kita inginkan dalam hidup ini."

Karena sudah larut malam, Riki memutuskan untuk menginap di tempat orang tuanya.

Setiba di sana, dia malah tak bisa melupakan Lia.

"Tuan, gadis itu benar-benar sudah menguasaimu," sindir Lala.

"Diamlah, Lala. Kamu tidak tahu kalau itu adalah ciuman pertamaku dengannya," ucap Riki dengan pipi memerah.

"Saya hanya terkejut karena Anda ternyata memiliki perasaan seperti itu," ungkap Lala.

"Heh? Aku ini masih normal loh!" kata Riki.

"Dulu banyak gadis di sekelilingmu, tapi kamu cuek," sindir Lala.

"Itu karena waktu itu aku masih polos!" jawab Riki.

"Polos tapi sudah menghabisi banyak musuh di dunia lain!" kata Lala sedikit heran.

[Ding! Pembaharuan sistem selesai]

Setelah mendapat pemberitahuan tersebut, Riki langsung kembali ke dunia Dewa.

"Lala, kamu harus mulai menjelaskan mengapa aku sekarang menjadi sering memasuki dunia lain?" tanya Riki mulai heran.

"Itu... sejak awal tujuan sistem memang untuk mengajakmu menjelajahi berbagai dunia," jelas Lala.

Bersambung.

Terpopuler

Comments

VirtualAjaYa

VirtualAjaYa

perasaan judul ceritany itu sistem murid bodoh deh..bkn sistem dunia lain di tambah genreny ga ada genre petualangan/dunia lain deh...

2023-09-27

2

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!