Waktu untuk pertandingan antarsekte dimulai dan arenanya berada di pulau mengapung yang khusus.
Para peserta bukan bertanding duel satu lawan satu melainkan harus melewati serangkaian ujian terlebih dahulu di Pulau Iblis.
Masalahnya, para tetua sekte sudah menginstruksi utusan sektenya untuk mengincar Ri Chu.
Pulau Iblis Mengapung bukanlah pulau sembarangan, di sana terdapat monster-monster iblis yang menakutkan.
Tingkatan monster iblis lebih tinggi dari monster buas dan para siluman yang Riki taklukan.
"Tetua Sekte Langit, jangan ingkari janjimu untuk membagi buah spiritual itu ketika kamu berhasil membantumu menyingkirkan Ri Chu," tegur para tetua sekte lainnya.
"Haha. Kalian tenang saja, buah spiritual di pulau itu sangat melimpah!" jawab Tetua Sekte Langit.
"Ini masih misteri bagaimana dia bisa menumbuhkan pohonnya," ucap Tetua Sekte Petir.
"Saya rasa itu adalah berkat tanahnya pulau tersebut," kata Tetua Sekte Awan.
"Jika itu benar, kita tidak hanya akan untung dengan buahnya, tapi bisa membagi wilayah di pulau tersebut untuk masing-masing sekte," ujar Tetua Sekte Langit.
Dari jauh, Riki sudah dapat menebak apa yang dipikirkan oleh para tetua busuk itu.
"Mereka pikir akan mudah menyingkirkan aku," kata Riki sudah siap dengan segala rencananya.
Pintu ke Pulau Mengapung Iblis sudah terbuka dan setiap perwakilan mulai masuk satu per satu.
Mereka akan bersaing untuk bertahan hidup selama satu minggu di dalam sana.
Siapapun yang dapat berakhir sampai akhir, maka dialah yang akan menjadi juara.
Kemudian, jika yang berhasil bertahan hidup lebih dari satu peserta, maka akan dilakukan duel hidup mati untuk menentukan pemenangnya.
Riki tahu bahwa ini adalah kesempatan baginya untuk membuktikan kekuatannya dan menghancurkan kesan negatif yang dimiliki oleh para tetua busuk.
Dia siap untuk menghadapi apapun yang ada di Pulau Mengapung Iblis demi meraih gelar juara.
Setelah semua perwakilan masuk, Riki melihat peserta-peserta lain yang akan menjadi lawannya selama satu minggu ke depan.
Ada yang terlihat kuat dan penuh percaya diri, sementara ada yang tampak gelisah dan takut. Riki merasa semakin bersemangat melihat penampilan mereka.
Selama masa tinggal di Pulau Mengapung Iblis, para peserta akan dihadapkan pada berbagai tantangan dan bahaya.
Lingkungan yang mematikan, kekurangan makanan dan air, serta pertarungan melawan iblis-iblis liar menjadi penghalang bagi para peserta untuk bertahan hidup.
Tetapi Riki tidak takut, dia telah mempersiapkan diri baik secara fisik maupun mental untuk menaklukkan semua itu.
Pertarungan demi pertarungan terjadi di Pulau Mengapung Iblis.
Beberapa peserta berhasil mengatasi tantangan dan terus bertahan, sedangkan yang lain gagal dan terpaksa meninggalkan perlombaan.
Riki terus berusaha keras, menggunakan rencananya dengan bijak untuk mengalahkan peserta lain.
"Lala, monster iblis benar-benar kuat ya?" kata Riki sedikit kewalahan.
Satu monster iblis serigala tengah menghadangnya di pulau iblis tersebut.
Riki mencoba untuk menguatkan dirinya sendiri. Dia tahu bahwa dia tidak boleh menunjukkan ketakutannya di hadapan monster iblis tersebut.
Dia mengambil napas dalam-dalam sebelum menghadapi serigala iblis tersebut.
Serigala iblis tersebut melolong dan menunjukkan taringnya yang tajam. Riki melihat sekelilingnya, mencari peluang untuk melawan.
Dia menyadari bahwa monster tersebut memiliki kecepatan dan kekuatan yang luar biasa. Dia tahu bahwa akan sulit untuk mengalahkannya sendirian.
"Apa kau punya solusi?" tanya Riki kepada Lala.
Lala merenung sejenak sebelum memberikan jawaban. "Kau harus mengalihkan perhatiannya dan menemukan kelemahan monster ini."
"Kamu benar," kata Riki mengangguk setuju.
Kebetulan, Riki merasakan ada peserta lainnya tak jauh dari lokasinya.
Kemudian, Riki sengaja mengarahkan Serigala iblis itu agar bertemu dengan kelompok musuhnya itu.
"Hah? Dari mana serigala ini muncul?" kata kelompok tersebut panik.
Lalu, serangan-serangan silih berganti terjadi antara Serigala iblis dengan kelompok musuhnya tersebut. Riki melihat dengan seksama setiap gerakan dan kelemahan monster tersebut.
Kemudian, tiba-tiba terdengar suara serak dari salah satu anggota kelompok musuh yang berteriak, "Ada lubang di tubuh serigala itu! Seranglah lubang itu, teman-teman!"
Semua anggota kelompok musuh langsung menyerang dengan senjata mereka ke arah lubang yang ditemukan tersebut.
Serangan tersebut membuat Serigala iblis merasakan sakit yang luar biasa dan melemah.
Melihat kelemahan monster itu, Riki mengambil kesempatan untuk menyerang dengan maksimal.
Dengan lincah dan cekatan, ia mengarahkan serangan- serangan kuat ke tubuh serigala itu, menggunakan senjata pilihannya.
Tak lama kemudian, Serigala iblis tersebut tak mampu bertahan lagi. Ia akhirnya jatuh ke tanah dengan keadaan yang sangat lemah.
Kelompok itu memang berhasil mengalahkan serigala iblis, tapi bayarannya terlalu mahal.
Hampir semua anggota dari kelompok berjumlah sepuluh orang itu terluka cukup parah.
Riki melihat ada kesempatan dalam situasi itu dan kemudian memancing monster iblis lainnya untuk datang.
Ini kejam, tapi mereka adalah murid seseorang yang sudah menjebak dan menghabisi pamannya Ri Chu.
Riki mengetahui hal ini dari ingatan pemilik tubuh dan merasakan amarah si pemilik tubuh bergejolak ketika melihat kelompok tersebut barusan.
Akhirnya, kelompok peserta dari Sekte Petir itu habis tak tersisa oleh beruang iblis yang Riki pancing.
[Ding! Berhasil membalaskan dendam pertama Ri Chu]
[+100 poin kemampuan telah ditambahkan]
[Total : 100.000 Poin Kemampuan]
[Sistem akan mulai diperbaharui]
Riki baru sadar kalau dirinya sudah mengumpulkan banyak poin selama di dunia dewa ini.
"Sepertinya sistem akan butuh waktu lama seharian untuk menyelesaikan pembaruannya. Lala, apa kamu punya tempat yang bagus untuk bersembunyi?" tanya Riki.
Namun, Riki malah ditarik paksa dan akhirnya kembali ke Bumi.
"Lala, apa yang terjadi?" tanya Riki sangat heran.
"Mungkin karena sistem sedang diperbarui," jawab Lala.
"Tapi kenapa aku harus pulang ke Bumi? Sayang sekali, aku belum selesai mengumpulkan poin!" protes Riki.
Lala terlihat bingung. "Aku tidak yakin, Tuan Riki. Mungkin pembaruan sistem ini memiliki efek samping yang tidak terduga. Kita harus mencari tahu lebih lanjut."
"Lupakan saja! Rasanya aku kangen masakan Bumi," kata Riki merasa lapar.
Kemudian, Riki memutuskan untuk makan di restoran orang tuanya yang sekarang sudah menjadi restoran besar.
Namun, seluruh halaman rumahnya malah ditumbuhi banyak pohon buah-buahan.
"A-apa yang terjadi?" ujar Riki terkejut.
Tidak hanya itu, terasa energi spiritual yang sangat kuat di area rumahnya tersebut.
Untung saja rumah Riki saat ini jauh dari mana-mana dan orang-orang terdekatnya belum tahu rumah ini.
"Gila! Biji dari jeruk yang kemarin aku makan juga tumbuh subur!" ujar Riki sangat takjub.
Riki yang penasaran akhirnya mencoba satu per satu buah yang tumbuh di halamannya.
"Enaknya!" kata Riki begitu menyukainya.
"Tuan Riki, sepertinya buah-buahan ini juga memiliki khasiat yang bagus untuk pemulihan atau penyakit," kata Lala selesai menganalisa.
Riki pun mencoba menyayat tangannya sampai mengeluarkan darah untuk mengujinya.
Setelah itu, dia mencoba memakan buah dari halamannya tersebut.
"Luka di tanganku benar-benar langsung sembuh dong!" kata Riki tercengang.
Riki pun menyadari bahwa semua buah yang tumbuh di halamannya bukanlah buah biasa.
"Ini mirip buah spiritual, mungkin dapat membuat seseorang mendapat kemampuan juga jika memakannya!" simpul Riki.
Agar bisa memastikannya lebih pasti, Riki ingin mencoba memberikan buah tersebut pada ayahnya nanti.
Bersambung.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 47 Episodes
Comments
jingga
novel apa ini gak sesuai 👎👎👎👎👎👎👎👎
2023-09-28
1