8

"Ada apa, Riki?" tanya Kakeknya Zizi heran melihat Riki terus memperhatikan salah satu lukisan besar yang ada di dinding rumah mereka.

"Lukisan ini bagus, sayangnya palsu," kata Riki.

"Apa?" Seorang wanita yang merupakan ibunya Zizi merasa tak terima dengan ucapan Riki. "Lukisan ini adalah hadiah yang saya beli untuk mertua saya dan harganya sangat mahal, mana mungkin palsu!"

"Tenanglah, Hana. Biarkan Riki menjelaskannya terlebih dahulu tentang alasannya," kata Pak Rudi yang datang bersamanya.

"Baiklah, sebaiknya dia memberikan penjelasan yang masuk akal! Saya tidak peduli meskipun dia telah menyelamatkan putriku jika dia hanya membual," ujar Nyonya Hana menatap tajam ke arah Riki.

Riki hanya tersenyum dan segera mendekat ke lukisan itu untuk menjelaskan alasan dia menyebutnya palsu.

[Ding! Kemampuan pengamat seni rupa telah digunakan]

[-10 poin kemampuan telah dikurangi]

[Sisa poin kemampuan : 440 poin]

"Lukisan ini memiliki beberapa ciri-ciri yang mengindikasikan bahwa itu adalah lukisan palsu," kata Riki seraya mengamati dengan seksama lukisan tersebut.

"Pertama, jika Anda melihat dengan cermat, Anda akan melihat bahwa goresan-goresan kuasnya terlihat terlalu sempurna dan teratur. Biasanya, dalam lukisan asli, goresan kuasnya lebih kasar dan tidak sempurna karena seniman menggunakan keahlian dan teknik pribadinya yang unik."

"Selain itu," lanjut Riki, "jika Anda melihat detail gambar dan warnanya, Anda akan melihat bahwa mereka terlalu hidup dan terang. Lukisan asli biasanya memiliki pencahayaan, nuansa, dan gradasi warna yang lebih halus dan realistis."

Riki kemudian mengarahkan perhatiannya pada kerangka lukisan. "Lukisan asli biasanya memiliki kerangka yang dibuat dengan bahan yang lebih berkualitas dan dikerjakan dengan rapi. Namun, kerangka lukisan ini terlihat cukup murah dan dibuat dengan bahan yang tidak begitu bagus. Ini juga menjadi tanda bahwa lukisan ini mungkin palsu."

"Selain itu, saya juga melihat tanda keaslian di pojok kanan bawah lukisan ini," kata Riki seraya menunjuk tanda kecil yang terlihat di sana.

"Biasanya, lukisan asli memiliki tanda keaslian yang tercetak dengan jelas dan berbagai keamanan yang mencegah duplikasi. Namun, tanda keaslian di lukisan ini terlihat samar dan tidak sepenuhnya meyakinkan."

Riki menyudahi penjelasannya dan menatap pada Pak Rudi dan Nyonya Hana dengan penuh keyakinan. "Jadi, berdasarkan ciri-ciri ini, saya berani menyimpulkan bahwa lukisan ini adalah palsu."

Pak Rudi dan Nyonya Hana saling pandang dan terlihat terkejut.

Mereka berpikir sejenak dan akhirnya mengakui penjelasan Riki. "Kamu benar, Riki," kata Pak Rudi dengan senyuman mengerti. "Terima kasih sudah mengungkapkan kebenaran ini kepada kami. Kami akan segera menghubungi penjualnya dan mencari solusi yang tepat."

Nyonya Hana mengangguk dan tersenyum pada Riki. "Maafkan saya atas yang sebelumnya, Riki. Kami sangat menghargai kejujuran dan kecermatan dalam mengamati hal-hal seperti ini. Kamu ternyata memang seorang ahli."

[Ding! Selamat, Anda mendapatkan poin sebesar 100 poin kemampuan setelah membuktikan lukisan itu palsu]

[+100 poin kemampuan telah ditambahkan]

[Total poin : 540 poin kemampuan]

Setelah melihat-lihat koleksi seni lainnya, Riki dan keluarga Santoso akhirnya makan siang.

"Mumpung Kak Riki ada di sini, gimana kalau dia yang memasak makan siang hari ini," usul Zizi.

"Zizi, Kak Riki pasti lelah kalau kita memintanya memasak," kata ayahnya Zizi, Rudi Santoso.

"Aku tidak masalah sih," ucap Riki tidak keberatan.

"Aku suka memasak dan senang bisa membantu," tambah Riki.

"Baiklah, kalau begitu biarkan koki kami menemanimu di dapur," kata ibunya, Hana Santoso.

Tampak Riki dan koki pribadi keluarga Santoso itu masuk ke dapur sambil membawa beberapa bahan makanan.

[Ding! Kemampuan memasak telah digunakan]

[-5 poin kemampuan telah dikurangi]

[Sisa poin kemampuan : 535 poin]

Mereka berdua kemudian memulai proses memasak dengan penuh semangat.

Riki mengambil peran sebagai juru masak utama, sementara Koki bernama Seto itu membantu dengan memotong sayuran dan memberikan petunjuk.

"Hei bocah, dari mana kau belajar memasak?" tanya Chef Seto penasaran.

"Dari internet," jawab Riki singkat.

Chef Seto sedikit meragukan jawabannya tersebut karena melihat kemampuan Riki lebih baik daripada dirinya dalam memasak.

Namun, saat ini mereka harus fokus memasak dan tidak ada gunanya juga bertanya lebih banyak.

Beberapa saat kemudian, aroma harum makanan mulai tercium di seluruh rumah.

Bau tersebut mengundang keluarga Santoso yang lain untuk turut serta memeriksa proses memasak.

Mereka semua terlihat antusias dan tertarik dengan apa yang Riki dan Koki Seto lakukan.

Riki dengan hati-hati menyajikan hidangan yang telah ia masak di atas meja makan. Semua orang duduk dengan penuh harap, siap untuk menikmati hidangan yang mereka tunggu-tunggu.

"Sungguh luar biasa, Riki!" puji ayahnya Zizi, Pak Rudi Santoso, setelah mencicipi hidangannya. "Rasanya enak sekali!"

"Betul, Riki. Kau benar-benar memiliki bakat dalam memasak," kata ibunya Zizi, Nyonya Hana, sambil tersenyum bangga.

Semua anggota keluarga Santoso setuju dan menyatakan bahwa hidangan yang disajikan oleh Riki luar biasa lezat.

Mereka semua menyantap makanan dengan penuh nikmat.

[Ding! Selamat, Anda mendapatkan poin sebesar 100 poin kemampuan setelah memasak untuk keluarga Santoso]

[+100 poin kemampuan telah ditambahkan]

[Total poin : 640 poin kemampuan]

Setelah makan siang selesai, Riki dan keluarga Santoso berkumpul di ruang keluarga.

Mereka membicarakan makanan yang baru saja mereka nikmati dan mengapresiasi Riki atas kontribusinya.

"Terima kasih sudah memasak untuk kita, Kak Riki," ujar si gadis kecil Zizi. "Rasanya luar biasa. Sayang, nenek enggak bisa ikut menikmati hari ini."

"Apa nenek kamu sedang pergi keluar?" tanya Riki penasaran, tapi Zizi terlihat sedih.

"Nenek sakit, tapi anehnya,pihak rumah sakit mana pun mengatakan bahwa nenekku baik-baik saja," jelas Zizi.

Tidak tega melihat Zizi sedih, Riki memutuskan untuk menggunakan kekuatan sistem dan mencoba apakah bisa menolong neneknya.

"Silakan masuk," kata Tuan Aryo, Kakeknya Zizi, membawa Riki untuk melihat keadaan istrinya di kamar.

"Sudah berapa lama Nyonya tak sadarkan diri?" tanya Riki.

"Seminggu," jawab Tuan Aryo sangat khawatir.

Kemudian, Riki mencoba kekuatan sistem anehnya untuk memeriksa kondisi Nyonya Santi.

[Ding! Kemampuan spiritual telah digunakan]

[-5 poin kemampuan telah digunakan]

[Sisa poin kemampuan : 630 poin]

"Memang benar tidak ada penyakit medis apapun," kata Riki cukup heran.

Setelah mencoba memeriksanya kembali, Riki pun menemukan bahwa neneknya Zizi telah di guna-guna.

Hasil pemeriksaannya mengungkapkan bahwa ada energi negatif yang kuat yang mengelilingi tubuh Nyonya Santi.

Riki yakin bahwa inilah penyebabnya. "Aku harus menghilangkan energi negatifnya," pikir Riki.

Tanpa ragu, Riki mengaktifkan kekuatan sistemnya untuk mencoba dan menghilangkan energi negatif tersebut.

[Ding! Kemampuan menetralisir energi negatif telah digunakan]

[-5 poin kemampuan telah digunakan]

[Sisa poin kemampuan : 625 poin]

Dalam hitungan detik, Riki merasakan energi yang kuat mengalir melalui tubuhnya dan membantu mencabut energi negatif dari tubuh Nyonya Santi.

Tidak lama kemudian, Nyonya Santi terbangun dari tidurnya.

Ia terlihat bingung dan lemah, tetapi Tuan Aryo segera mendekatinya dan memegang tangannya.

[Ding! Selamat, Anda mendapatkan poin sebesar 100 poin kemampuan setelah menyembuhkan Nyonya Santoso]

[+100 poin kemampuan telah ditambahkan]

[Total poin : 725 poin kemampuan[

"Sayang, apa yang sebenarnya terjadi padamu?" tanya Tuan Aryo cukup penasaran.

Nyonya Santi masih merasa cemas menjawab, "Aku tidak tahu, semuanya tiba-tiba menjadi kabur dan aku merasa sangat lemah."

Riki tersenyum lembut, "Tenang, nenek. Aku ada di sini dan semuanya akan baik-baik saja sekarang."

"Nenek!" ucap Zizi senang neneknya telah bangun.

Kemudian,Riki mulai menjelaskan pada semua orang tentang energi negatif yang ia temukan dan bagaimana ia harus menggunakan kekuatannya untuk menghilangkannya.

Riki pun melihat ke sekeliling kamar untuk mencari apakah ada barang mencurigakan yang digunakan pelakunya sebagai media guna-guna

"Nyonya, dari mana Anda mendapatkan patung kayu ular itu!" kata Riki seraya menunjuk salah satu barang di kamar tersebut.

"Itu hadiah dari salah satu menantuku," jawab Nyonya Santi meski tidak tahu mengapa Riki menanyakan.

"Benda itulah yang membuat Anda sakit dan tidak sadarkan diri," ungkap Riki memberitahunya.

"Sayang, sampai kapan kamu akan percaya pada bocah itu? Sejak awal, aku saja merasa dia punya niat buruk pada keluarga kita," ujar Tuan Aryo sangat kesal.

Meski sudah hampir kehilangan nyawa oleh menantunya tersebut, Nyonya Santi masih terus membelanya.

"Kalau saya dapat membongkar niat buruknya, apakah Nyonya bisa berhenti membelanya?" kata Riki mencoba membantu Tuan Aryo.

Alasan Riki melakukan ini karena dia merasa pamannya Zizi yang bernama Adi itu adalah dalang utama dari penculikan waktu itu.

Bersambung.

Terpopuler

Comments

Taufik Hidayat

Taufik Hidayat

keren sih sistem secara otomatis memberikan ataupun menggunakan kemampuan

2023-10-02

0

✍️⃞⃟𝑹𝑨Pemecah Regulasi୧⍤⃝🍌

✍️⃞⃟𝑹𝑨Pemecah Regulasi୧⍤⃝🍌

ciee tipo 🤭

2023-09-22

0

✍️⃞⃟𝑹𝑨Pemecah Regulasi୧⍤⃝🍌

✍️⃞⃟𝑹𝑨Pemecah Regulasi୧⍤⃝🍌

yep, kayak nulis novel 🤭

2023-09-22

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!