6

Setelah latihan mereka selesai, Kiran tidak mengantar Riki pulang. Itu membuat Riki sedikit kesal dan merasa ditelantarkan.

"Aku harus belanja dulu karena bahan untuk membuat mie sudah habis," kata Riki.

Riki segera belok ke pasar tradisional untuk belanja.

"Tolong! Tolong cucu saya diculik!" teriak seorang kakek-kakek di pasar.

"Astaga, penjahat sekarang makin berani terang-terangan!" kata Riki heran.

Baru saja dia selesai belanja, malah ada penculikan tak jauh dari posisinya.

Riki pun menaruh barang belanjaannya dan menitipkannya pada si kakek.

"Kakek, tolong jagain barangku dulu, aku akan menyelamatkan cucumu!" kata Riki bergegas.

Riki segera menghentikan Syahrul yang kebetulan lewat mengendarai motor bebeknya.

"Mau apa kau, Rik?" tanya Syahrul bingung.

"Pinjam dulu motormu! Kamu turun saja!" kata Riki langsung duduk mengambil kendali motor.

"Aku ikut!" kata Syahrul tidak mau turun.

Riki langsung tancap gas untuk mengejar penculik itu menggunakan motor Syahrul.

[Ding! Kemampuan mengemudi telah digunakan]

[-5 poin kemampuan telah dikurangi]

[Sisa poin kemampuan : 145 poin]

"Pelan-pelan, Rik!" ujar Syahrul ketakutan.

"Entar kagak terkejar!" jawab Riki terus fokus ke depan.

"Mereka pakai motor ninja dan kita pakai motor grand, memangnya bakal tersusul?" ucap Syahrul pesimis.

"Jangan nilai dari motornya, tapi dari pilotnya!" jawab Riki mulai mendekati motor penculik di depan.

Bruk!

Prang!

"Astaga, Knalpot motorku!" ujar Syahrul sedih melihat knalpot motornya copot setelah mereka melindas polisi tidur.

Sementara itu, pihak penculik sudah sadar mereka dikejar oleh Riki dan Syahrul.

"Bos, kita dikejar!" kata penculik yang duduk di belakang.

"Tenang saja, gue dulu mantan pembalap jalanan!" jawab bosnya yang mengemudi motor.

"Mereka sudah semakin dekat, bos!" kata penculik di belakang panik.

Mereka mulai memasuki jalanan yang berliku-liku atau penuh belokan tajam.

Riki memiringkan motornya dalam tikungan sampai terlihat seperti MotoGP.

"Seru! Berasa kaya balap di sirkuit!" ungkap Riki malah menikmatinya.

"Sera seru sera seru, itu penculiknya sudah kelewat dodol!" ujar Syahrul.

"Eh, benarkah?" kata Riki baru sadar.

Dia pun loncat dari motornya dan mengarahkan kakinya untuk menendang penculik itu.

"Vangke!" ujar Syahrul nyungsep bersama motornya karena Riki malah loncat meninggalkannya.

Kaki Riki berhasil mengenai dada penculik itu sehingga motor mereka oleng.

Beruntung cucu si kakek baik-baik saja karena terlempar sebelum motor itu kecelakaan dan Riki berhasil menangkapnya.

"Kamu baik-baik saja, dek?" tanya Riki.

Gadis kecil berusia enam tahunan itu mengangguk.

"Sial! Apa kau ingin mati?" kata penculik itu marah.

"Bos, ayo kita hajar saja anak kecil itu!" kata penculik satunya.

Bosnya berkumis tebal dengan rambut pendek dan anak buahnya bertubuh besar dengan kepala botak.

Panggil saja mereka si kumis dan si botak.

"Tenang saja, aku bisa mengatasinya!" kata Riki kepada gadis kecil yang tampak ketakutan melihat dua penculik tersebut.

Si kumis dan si botak segera bersiap untuk menyerang Riki. Si kumis mengeluarkan senjata pisau dari pinggangnya, untung bukan pistol.

[Ding! Kemampuan bertarung telah digunakan]

[-5 poin kemampuan telah dikurangi]

[Sisa poin : 140 poin kemampuan]

"Jangan menghindar terus kau!" ujar si kumis.

"Bos, aku akan menyerangnya dari belakang," kata si botak.

"Haha. Kalian tidak akan bisa mengalahkan aku," kata Riki tidak gentar.

Si kumis kembali menyerang Riki dengan mengayunkan pisaunya, sementara si botak mencari celah dari belakang.

Namun, Riki berhasil menghindari semua serangan dan mengatasi strategi mereka dengan mudah.

Dengan memanfaatkan sedikit kelengahan mereka, Riki berhasil membuat keduanya tumbang.

"Kakak hebat!" puji gadis yang diselamatkannya.

"Ayo hubungi polisi dan biarkan mereka mengurus sisanya," kata Riki setelah mengikat kedua penculik tersebut.

"Tapi bagaimana cara kita kembali? Pasar sangat jauh dari sini," kata gadis kecil tersebut, melihat sudah berada di daerah perhutanan.

Untungnya Riki melihat kendaraan motor yang dipakai penculik tadi masih baik-baik saja.

"Kita pinjam saja motor ini," kata Riki mengambil motor penculik tersebut.

"Baiklah," jawab gadis itu setuju.

[Ding! Selamat, Anda mendapat 100 poin setelah menyelamatkan gadis kecil]

[+100 poin kemampuan telah ditambahkan]

[Total poin : 240 poin kemampuan]

Sepanjang jalan kembali ke pasar, Riki sudah mengobrol dan mengetahui bahwa gadis kecil itu bernama Zizi.

"Rasanya aku sudah melupakan sesuatu," kata Riki mencoba mengingat-ingat.

"Ada apa, Kak Riki?" tanya Zizi ketika melihat Riki sedikit melamun.

"Tak ada. Aku hanya merasa sudah melupakan sesuatu, tapi itu bukan hal penting kayaknya," kata Riki memilih tak memikirkannya lagi.

Riki dan Zizi pun tiba di pasar dan terlihat kakeknya masih menunggu di tempat itu bersama beberapa orang.

"Zizi!" panggil kakeknya.

"Kakek!" balas Zizi, berlari ke dalam pelukannya.

"Anak muda, terima kasih sudah menyelamatkan Zizi," ucap kakek tersebut sangat lega cucunya kembali.

Kakek Zizi bernama Aryo Santoso dan dia segera melaporkan kejadian ini ke pihak polisi.

Setelah polisi datang dan mengurus penjahat-penjahat itu, Zizi dan kakeknya diajak mampir ke rumah Riki.

Riki pun segera menyajikan suguhan pisang goreng dan bakwan yang baru dibuatnya kepada Zizi dan kakeknya.

"Maaf ya, kami hanya bisa menyuguhi ini," kata Riki.

"Tidak apa-apa. Lagian, saya mampir hanya untuk bersilaturahmi dengan keluargamu," jawab Kakek Aryo.

"Enaknya!" kata Zizi ketika dia mencicipi pisang gorengnya.

"Benarkah? Kakek juga mau coba," kata Kakek Aryo penasaran.

Begitu memakannya, Kakek Aryo terlihat penuh energi.

"Gorengan macam apa ini? Tubuh saya terasa segar kembali dan sakit pinggang saya tidak terasa lagi," ungkap Kakek Aryo heran.

Tiba-tiba, terdengar seseorang memanggil Riki dari luar dan ternyata itu adalah Syahrul.

"Woy, Vangke! Tanggung jawab lo! Knalpot motor gue copot, kabel gas sama remnya juga putus!" keluh Syahrul.

Riki pun keluar untuk melihat apa yang terjadi.

"Hey anak muda, saya akan mengganti rugi motor kamu segera," kata Kakek Aryo Santoso yang ikut keluar.

Kakek Aryo langsung menghubungi seseorang dan tak lama kemudian, datanglah satu unit motor Ducati yang akhirnya diberikan pada Syahrul.

Syahrul sangat terkejut, tapi tak bisa menyembunyikan wajah senangnya mendapatkan motor tersebut.

"Menjijikan!" kata Zizi melihat Syahrul menciumi motor barunya tersebut.

"Apa dia temanmu?" tanya Kakek Aryo Santoso.

"Tidak kenal," jawab Riki singkat.

Kemudian, terlihat seorang pria dengan setelan jas dan dikawal beberapa penjaga menghampiri Riki.

"Halo, saya Rudi Santoso, ayahnya Zizi," ucap pria tersebut memperkenalkan diri.

Rudi lantas menjelaskan bahwa kedua penjahat itu telah sering mengincar keluarganya dan sangat sulit ditangkap.

Jadi, kejadian ini bisa terjadi karena hari ini Zizi dan kakeknya pergi diam-diam tanpa memberitahu Pak Rudi.

"Ya, saya mengaku salah atas hal ini," ucap Kakek Aryo Santoso mengakui kesalahannya.

"Tidak apa, Ayah. Ini salahku juga karena tidak memberitahukan masalah ini kepadamu," kata Rudi Santoso memakluminya.

Kemudian, keluarga Santoso akhirnya pamit untuk pulang.

Namun, Pak Rudi berkata dirinya akan selalu siap membantu apapun jika Riki membutuhkan bantuannya di masa mendatang.

Bersambung.

Terpopuler

Comments

Abbie Jard

Abbie Jard

dari 240 kok tinggal 140 point nya.kmn🤔🤔

2024-08-12

0

Abbie Jard

Abbie Jard

punya temen ga ada ahlak🤣🤣🤣

2024-08-12

0

Zafrullah Effendy

Zafrullah Effendy

up... up... up...

2023-12-06

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!