10

Esok harinya Riki menjelajah ke sekitar hutan untuk mencari petualangan atau sesuatu yang bisa ditemukan.

Sementara itu, anak-anak yang lain hanya berfoto ria daripada jalan-jalan menyusuri hutan sekitar.

"Baiklah anak-anak, silakan bermain tapi jangan jauh-jauh ya!" himbau Pak Han dan Ibu Lan Lan.

Dari awal, acara kemping ini hanya untuk liburan dan menikmati pemandangan.

"Eh? Buah apa itu?" tanya Ami, baru pertama kali melihatnya.

"Itu buah campoleh! Di tempatku sebelumnya sebelum pindah ada banyak," jawab Rani.

"Apa rasanya enak?" tanya Lia penasaran.

Kemudian mereka meminta siswa laki-laki untuk mengambilkannya.

Setelah mendapat beberapa buah, Rani memberi tahu mereka bagaimana cara memakannya.

"Ih! Kok kuning banget kaya itu," kata Ami sedikit jijik.

"Buahnya manis kok dan dagingnya empuk untuk digigit," ucap Rani.

Ketiga gadis itu kemudian memakannya bersamaan dan malah langsung tertawa melihat satu sama lain.

"Gigimu! Gigimu kaya gak disikat selama puluhan tahun!" ujar Lia tak bisa menahan tawa.

"Kamu juga sama!" sahut Ami.

Hanya Rani yang masih tenang saja karena dia sudah tahu apa yang akan terjadi ketika memakan buah ini.

Di tempat lain, Syahrul dan Gin penasaran ke mana perginya Riki.

Mereka mencoba mencarinya dan menanyakan pada beberapa siswa lainnya apakah ada yang melihatnya.

"Tadi dia menuju arah selatan," kata murid yang sempat melihatnya.

Syahrul dan Gin tampak membawa sesuatu, yaitu daun jelatang atau daun gatal untuk balas dendam kepada Riki.

Beralih ke tempat Riki, dia sedang asyik mengumpulkan banyak tanaman yang bisa dijadikan obat.

Selain itu, ada gadis kecil melayang-layang di sekitarnya seperti sosok peri.

"Jadi sistem akan upgrade setelah aku mendapatkan 1000 poin kemampuan?" kata Riki menyimpulkan.

"Benar, Lala senang akhirnya bisa bertemu dengan Tuan," kata gadis kecil bersayap tersebut.

"Terus apa ada hal lain lagi setelah sistem ditingkatkan?" tanya Riki.

"Yup! Mulai sekarang kamu bisa memiliki kemampuan-kemampuan itu secara permanen. Sebagai gantinya, poin yang kamu dapatkan akan digunakan untuk membeli 'kemampuan' atau 'item ajaib' dari Sistem!" jelas Lala antusias.

Tepat ketika Riki ingin mencabut sebuah tanaman, ada kera kecil berdiri polos di depannya.

"???"

Meski sempat kaget, Riki tetap melanjutkan untuk mencabut tanaman tersebut.

Namun, jumlah kera itu bertambah banyak ketika Riki kembali melihatnya.

"Lala, apa para kera itu marah karena aku memasuki wilayahnya?" tanya Riki sedikit waspada.

"Kelihatannya begitu," kata Lala. "Bagaimana kalau Tuan mencoba membeli salah satu kemampuan baru?"

"Apa yang kamu sarankan?" tanya Riki.

"Kemampuan menjadi Tarzan sepertinya cocok," sahut Lala.

"Tarzan? Kenapa makin aneh saja?" kata Riki heran.

"Tenang saja, Tuan Riki. Kemampuan ini membuatmu bisa menjinakkan binatang dan harganya sedang diskon 70% karena ini pembelian pertama Anda," jelas Lala.

Peningkatan sistem tidak mengambil poin dan poin milik Riki saat ini masih berjumlah 1000 poin.

[30 poin telah digunakan untuk membeli kemampuan Tarzan]

[Sisa poin kemampuan : 1970 poin]

Setelah berhasil membeli kemampuan, Riki segera mencobanya.

"Hei pria kecil, aku tidak bermaksud untuk mengganggu wilayah kalian," kata Riki seraya menyodorkan makanan atau kue ke salah satu kera itu.

Meskipun awalnya tampak ragu, kera itu kemudian mengambilnya dan mereka pun menerimanya.

Tak jauh dari situ, Gin dan Syahrul baru saja sampai dan mereka sempat mengintip Riki.

"Apa yang sedang bocah itu lakukan?" kata Gin heran.

"Dia pikir bisa menjinakkan monyet-monyet itu," ujar Gin.

Mereka tak sadar kalau daun di tangan mereka sudah direbut oleh kera kecil yang iseng.

Dengan jahilnya kera tersebut menggosokkan daun itu ke leher, telinga dan tangan mereka berdua.

"Apa sih?" ujar Syahrul mulai terganggu.

Kemudian, Syahrul melihat ke belakang dan akhirnya sadar ada kera menjahili mereka.

Mereka berdua pun marah dan ingin mengejar kera tersebut, tapi kera itu sangat cepat kaburnya dan mereka mulai merasakan gatal-gatalnya.

Tidak tahan dengan sensasi gatal yang terus menusuk-nusuknya, mereka pun berusaha untuk kembali saja ke perkemahan dan meminta pertolongan.

Sementara itu, salah satu kera sedang menarik-narik baju Riki seolah memintanya untuk mengikutinya.

"Ada apa, Gonzales?" kata Riki sudah memberinya nama.

Gonzales langsung pergi ke arah semak-semak dan Riki pun mengikutinya.

Setelah mengikutinya cukup jauh, Riki menemukan seorang gadis terbaring lemah dengan penuh banyak luka.

"Apa dia masih hidup?" kata Riki mencoba memeriksa denyut nadinya.

"Tuan, luka gadis itu terlalu parah dan membawanya hanya akan memperburuk kondisinya," kata Lala.

"Lalu apa yang harus aku lakukan?" tanya Riki bingung.

"Kita harus menjaganya dan merawatnya dahulu di sini," jawab Lala.

Akhirnya Riki pun hanya bisa mencoba untuk merawatnya sementara.

Dia menggunakan tanaman obat yang dikumpulkannya untuk meracik ramuan herbal dan mengobati luka luarnya.

Tidak hanya itu, dia juga membuat gubuk bambu darurat atau saung kecil untuk melindungi gadis tersebut.

"Kalian, terima kasih telah membantuku," kata Riki senang dengan bantuan para kera.

"Untung saja aku membawa ponsel, meskipun tidak ada sinyal, dengan bantuan sistem aku masih bisa menghubungi Pak Han," ujar Riki.

Riki telah menghubungi Pak Han agar mereka tidak khawatir dan tidak perlu mencarinya.

"Kami akan segera turun gunung! Kamu tidak lihat bahwa cuacanya tiba-tiba berubah buruk!" ujar Pak Han ketika dihubungi Riki.

"Ada seseorang terluka parah di sini, aku tidak bisa meninggalkannya!" jawab Riki.

Meskipun marah dan khawatir, Pak Han terpaksa mengajak semuanya untuk segera turun gunung tanpa Riki dan segera mencari bantuan.

"Riki!"

Lia, Ami, Tasya dan yang lainnya juga sangat khawatir ketika awan mendung mulai berkumpul dan melahirkan petir yang sangat menggelegar.

Malam hari, hujan deras terus-terusan mengguyur, untung saja Riki sempat membangun pondok bambu itu tepat waktu.

Namun, gadis misterius yang masih tak sadarkan diri itu tampak mulai menggigil.

"Tuan, gadis itu kedinginan!" ucap Lala.

"Ya, aku tahu," jawab Riki, tapi dia sedikit bingung harus melakukan apa.

"Sebaiknya kamu hangatkan saja tubuhnya dengan tubuhmu," saran Lala.

"Apa maksudmu itu?" tanya Riki sudah paham tapi ragu.

"Ya, peluk dia! Tidak ada pilihan lain!" tegur Lala.

Meskipun ragu-ragu dan canggung, Riki mulai berbaring di sampingnya dan menarik gadis itu ke dalam pelukannya.

Beberapa menit kemudian, tampak gadis itu sudah tidak menggigil lagi dan wajahnya sudah tidak terlalu pucat lagi.

Esok harinya, cuaca di gunung masih belum berubah, hujan serta angin dan petir terus melanda.

Riki mulai diberitakan oleh channel-chanel berita, sementara tim bantuan masih belum bisa berangkat karena terkendala cuaca.

Tiba-tiba Riki menghubungi Pak Han lagi, tapi dia cuma mengatakan kalau dirinya masih baik-baik saja.

Semua temannya sangat khawatir, tapi mereka sudah dipulangkan ke rumahnya masing-masing dan hanya bisa memantau keadaan lewat berita.

Kembali ke tempat Riki berada, dia sangat terkejut ketika gadis itu ternyata sudah bangun.

Namun, gadis itu masih belum bisa bergerak mungkin karena masih sakit.

"Ma-maaf! Aku tidak bermaksud untuk mencari kesempatan darimu," kata Riki seraya bangun dan melepas pelukannya.

Gadis itu ternyata tidak marah dan hanya tersenyum melihat Riki.

Melihat itu Riki pun bernapas lega, kemudian dia bertanya apakah gadis itu merasa lapar?

Gadis itu kembali tersenyum dan menganggukkan kepalanya.

Akhirnya Riki pamit untuk mencari makanan untuk mereka.

Namun, Riki baru sadar betapa cantiknya gadis tersebut setelah dia bangun.

Sementara itu, di tempat lain tim penyelamat sudah mulai berangkat untuk mencari Riki.

Bersambung

Terpopuler

Comments

Shopia Asmodeus

Shopia Asmodeus

di sistem itu apakah ada kemampuan membangkitkan orang mati?

2023-10-10

0

Shopia Asmodeus

Shopia Asmodeus

durian

2023-10-10

0

Taufik Hidayat

Taufik Hidayat

kalau gk salah disunda namanya Alkesah

2023-10-02

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!