Pulau demi pulau mulai berhasil taklukan sehingga pulau miliknya dan pengikut baru bertambah semakin banyak.
Benih buah spritual juga tumbuh dengan baik dan cepat sehingga Riki dapat memanfaatkan buahnya.
Latar belakang dari Ri Chu, pemilik tubuh asli, ternyata adalah remaja yang dibuang oleh sekte.
Sistem mengatakan bahwa buah spiritual itu dapat membuat seseorang memiliki kemampuan unik ketika memakannya, tapi tidak boleh memakannya lebih dari satu.
Jika seseorang tetap nekad memakannya lebih dari satu, biasanya itu malah menjadi racun yang sangat mematikan.
Namun, Riki memanfaatkan buah ini untuk memperkuat bawahan-bawahannya agar bisa membangun sekte atau klan baru.
"Hei lihat itu! Apakah ada yang membuat sekte baru di sana?" kata siluman yang lewat.
"Apa kau ingin berkunjung ke sana? Sekte baru biasanya masih lemah dan kita bisa menjarah mereka," kata temannya.
Siluman kerbau dan siluman leher panjang itu kemudian menerobos masuk ke pulau Riki.
Mereka berdua langsung terlihat senang melihat betapa banyaknya buah spiritual di pulau tersebut.
"Apa klan-klan besar di pulau jajaran atas belum tahu akan hal ini?" ucap Siluman leher panjang.
"Hahaha. Ini adalah keberuntungan kita!" ujar Siluman Kerbau.
Namun, Riki sudah menyadari kedatangan mereka dan segera mendatangi mereka.
"Hei bangsa siluman! Semua buah spiritual ini adalah milikku!" tegas Riki.
Kedua siluman malah tertawa dan meremehkan Riki. "Kamu lebih baik memberikannya secara baik-baik. Mungkin, kami akan berusaha agar mayatmu tetap utuh!"
Riki merasa kedua siluman ini tidak bisa diajak bicara baik-baik dan sulit untuk mengusirnya.
"Seharusnya kalian berdua lah yang segera pergi sebelum saya habis kesabaran!" ancam Riki.
Kedua siluman itu tidak mengindahkan peringatan Riki dan malah berinisiatif untuk menyerang.
Riki dengan cepat menghindar serangan kedua siluman itu dan dengan sigap ia mencoba melawan balik.
Ia mengeluarkan energi spiritualnya dan menerjang kedua siluman dengan kekuatan penuh.
Pertarungan sengit pun terjadi antara Riki dengan kedua siluman tersebut.
"Bocah ini lumayan juga!" kata Siluman Kerbau.
"Ayo serang bersama!" ujar Siluman Leher Panjang.
Kekuatan kedua siluman itu ternyata tidak bisa diremehkan. Mereka memiliki keahlian bertarung yang tinggi dan berhasil menghindari serangan-serangan Riki.
Riki mulai merasa kesulitan dan melihat bahwa ia harus mencari cara lain untuk mengusir kedua siluman tersebut.
"Ini kesempatan terakhir kalian!" ujar Riki memperingatkan sekali lagi.
"Kami tidak takut melawanmu!" jawab siluman-siluman itu.
Tanpa pikir lagi, Riki mengeluarkan mantra kuno yang baru ia pelajari ketika tiba di dunia ini.
Dengan suara lantang dan fokus yang tinggi, ia mengucapkan mantra tersebut.
Kedua siluman itu terkejut dan terdiam sejenak saat melihat kuasa mantra tersebut.
Mantra itu menyelubungi Riki dengan aura spiritual yang kuat. Ia merasakan energi dalam dirinya meningkat pesat dan perlahan-lahan menguasai tubuhnya.
Riki meraih kekuatan tak terduga dan dengan satu gerakan tangan, ia melemparkan energi spiritualnya ke arah kedua siluman itu.
Ledakan energi terjadi dan kedua siluman itu terpental jauh. Mereka terlihat terluka parah dan tidak mampu melanjutkan pertarungan.
Riki memanfaatkan kesempatan ini untuk memberikan peringatan terakhir.
"Pergilah dan jangan pernah kembali mengganggu atau mengklaim milik spiritual ini. Kekuatanku akan selalu melindunginya," kata Riki tegas.
Kedua siluman itu merasa takut dan menyadari bahwa Riki bukanlah lawan yang bisa mereka lawannya.
Selain itu, Harimau Api dan pengikutnya yang lain sudah datang untuk membantu.
"Kita tidak akan selamat jika terus melanjutkannya!" ucap Siluman Leher Panjang.
"Benar," jawab Siluman Kerbau mengangguk setuju.
Dengan malu dan rasa sakit yang melanda, mereka pergi meninggalkan pulau dan buah spiritual tersebut.
"Tuan, lain kali biarkan kami yang turun tangan!" kata Harimau Api.
"Baiklah. Tadi saya hanya ingin mencoba kekuatan baruku!" jawab Riki.
Kemenangan dan perkembangan pulau Riki mulai tersebar beritanya ke pulau-pulau mengambang lainnya.
Hal ini membuat banyak pihak yang memutuskan untuk bergabung dengannya.
Orang buangan, monster, siluman, mereka bisa hidup rukun dan berdampingan di pulau mengapung Riki.
"Lala, percobaannya berhasil!" ujar Riki senang.
"Selamat, Tuan Riki!" kata Lala memberi selamat.
Riki telah membudidayakan buahnya agar semakin banyak, kemudian mencari cara agar dapat memakannya lebih dari sekali.
"Siapa yang mengira kalau solusinya itu hanya perlu memasak buahnya hingga matang," kata Lala sedikit terkejut.
Harimau Api sempat khawatir melihat tuannya mencobanya sendiri, tapi dia turut senang dan tidak mengira bahwa tuannya benar-benar akan berhasil.
Akhirnya, Riki memasak buah spiritual itu setiap hari dan menyajikannya untuk pengikutnya.
Beberapa pengikutnya juga diajari cara memasak sehingga dapat membantunya.
Hari demi hari kekuatan pengikut Riki semakin berkembang dan pulaunya mulai naik ke jajaran atas.
Sontak beberapa sekte atau klan jajaran atas sangat terkejut dengan hal ini.
Sekte Langit, Sekte Hujan, Sekte Awan, Sekte Petir, dan banyak sekte lainnya mulai merasa terancam dengan munculnya Riki.
Riki sendiri mulai memberi nama sektenya dengan nama Sekte Pohon Kehidupan.
Kemudian, Shin Yu’er dan teman-temannya datang berkunjung setelah diutus oleh tetua mereka.
"Yu’er, bukankah dia adalah Ri Chu?" tanya temannya terkejut.
"Ya, aku sudah menelantarkannya di pulau tandus yang akan segera runtuh. Aku tidak menyangka dia masih bisa bertahan hidup dan malah membangun sektenya sendiri," ungkap Shin Yu’er.
Riki sudah tahu maksud kedatangan gadis tersebut dan segera menolaknya.
"Katakan pada tetua sektemu, saya tidak ingin bekerja sama dengan Sekte Langit yang sudah membuangku!" tegas Riki.
"Hei, Ri Chu! Apa kau ingin membuang kesempatanmu untuk kembali ke Sekte Langit?" tanya Shin Yu’er sedikit kesal dengan penolakan Riki.
"Tempatku di sini. Untuk apa kembali ke sana yang jelas-jelas tidak mau menerimaku," jawab Riki.
Pemilik tubuh yang asli bernama Ri Chu, dia berasal dari dunia bawah dan dibawa oleh pamannya ke Sekte Langit.
Namun, Ri Chu tidak memiliki bakat sebaik pamannya dan dia selalu dianggap sebagai sampah.
Kemudian, kehidupan Ri Chu semakin menyedihkan ketika pamannya tewas dalam kompetisi bela diri antarsekte.
Puncaknya, Ri Chu ditelantarkan di pulau bekas kebun buah spiritual oleh Shin Yu’er atas perintah para tetua.
Sudah jelas bahwa niat mereka mengajak Ri Chu kembali adalah ingin menguasai kebun buah spiritual yang berhasil tumbuh subur di pulau mengapung ini.
Shin Yu’er dan teman-temannya kembali ke sektenya untuk melaporkan penolakan Riki.
Sudah pasti mereka akan sangat marah dan mencari cara agar bisa menguasai pulau mengapung milik Riki.
Benar saja, esok harinya, tetua Sekte Langit mengajak sekte lainnya untuk mendesak Riki.
Riki ditantang untuk ikut kompetisi bela diri dengan mempertaruhkan pulaunya.
Jika Riki memenangkannya, dia akan diterima di jajaran atas dan tidak akan ada lagi yang akan mengganggunya.
Jika kalah, Riki harus menyerahkan pulau beserta isinya kepada mereka.
"Baiklah, saya terima tantangan dari kalian!" kata Riki tidak takut.
Mereka semua tampak senang karena meremehkan Riki.
"Tuan, bagaimana jika mereka tidak menepati janjinya ketika Anda berhasil memenangkan kompetisinya?" tanya Harimau Api khawatir.
"Itu sudah jelas, bukan? Hajar mereka!" jawab Riki.
Semua pengikut Riki, termasuk Harimau Api, sangat mampu untuk menghancurkan semua sekte di jajaran atas.
Riki hanya ingin memberi mereka sedikit kesempatan saja dan membalaskan dendam pemilik tubuh ini terlebih dahulu melalui kompetisi itu.
Bersambung.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 47 Episodes
Comments
𝐀⃝🥀୧⍣⃝sᷤʙᷛSu Luxiaᴳ᯳ཽᷢB⃟LS⃟M
msihh lum selesai crta🤔🤔🤔
2023-10-08
1