Satu tahun kemudian, Riki sudah lulus dari sekolahnya dan mendapatkan beasiswa untuk masuk ke universitas terbaik.
"Poin dan uang milikku sudah sangat banyak!" kata Riki memeriksanya.
"Apa yang ingin kamu lakukan dengan itu?" tanya Lala.
"Aku ingin membuka sebuah usaha!" kata Riki seraya memikirkan banyak hal lainnya.
Riki sekarang sudah pindah ke tempat baru juga, rumahnya dekat hutan pegunungan.
Dia ingin hidup lebih tenang dan membiarkan peliharaannya bisa jalan-jalan ke hutan.
"Aku telah melihat-lihat daerah sini dan ingin membuka perkebunan!" ucap Riki serius.
Dia memiliki banyak uang yang masih tersisa cukup banyak untuk modal usaha.
"Ini saatnya kamu membeli kemampuan untuk menjadi petani!" kata Lala menyarankan.
"Aku ingin membeli buku kemampuan saja, biar lebih irit poin," kata Riki.
"Baiklah, tapi mungkin hal sebelumnya akan terulang kembali," singgung Lala soal perjalanan menjadi Raka.
"Tidak masalah! Ini hanya menjadi petani! Apa yang perlu ditakutkan jika aku menjadi petani?" jawab Riki meremehkan.
[Ding! Satu buka tentang tanaman telah dibeli]
[Harga : 500 Poin Kemampuan]
[Sisa poin : 600 Poin Kemampuan]
Setelah membuka buku tersebut, sebuah kekuatan misterius kembali menarik jiwa Riki keluar.
Blur putih!
"Di mana aku sekarang?" ucap Riki bingung.
"Ri Chu, kenapa diam saja? Cepat panen buah spiritual itu!" tegur seorang gadis bertelinga hewan.
Riki yang penasaran malah langsung menyentuh telinga gadis tersebut.
"A-apa yang kamu lakukan?" ujar gadis tersebut seraya menendang Riki.
"Ya ampun! Galak sekali kamu!" keluh Riki kesakitan.
"Kamu hanya penjaga Kebun Dewa ini, kenapa berani kurang ajar kepada murid Sekte Langit sepertiku!" kata gadis tersebut marah.
Akhirnya Riki terpaksa menuruti perintah gadis tersebut untuk memanen buah-buahan aneh yang belum pernah dilihatnya.
"Tuan, kita berada di dunia dewa dan gadis itu bernama Shin Yu’er!" jelas Lala.
Tiba-tiba Riki menemukan buah berbentuk aneh dan menggunakannya untuk menggoda Shin Yu’er.
"Nona Shin, lihat, buah ini terlihat seperti bokongmu!" ujar Riki.
"Kau! Belum kapok ya?" tanya Shin Yu’er kembali menendang perut Riki.
"Sakit sekali!" keluh Riki mulai kapok.
"Tuan, dia adalah gadis pemarah, berhenti memprovokasinya!" tegur Lala.
Riki mengangguk dan gadis itu kembali menegur Riki agar segera memanennya.
"Lihat, ada begitu banyak tanaman yang layu dan mati. Kita harus segera memanennya sebelum bangsa siluman kembali menyusup dan mencuri buah yang ada!" kata Shin Yu’er.
Akhirnya Riki tidak berbuat aneh-aneh lagi dan segera memanen buah spiritual yang ada.
Setelah selesai, gadis itu memberi kantung berisi benih buah spritual lagi untuk ditanam.
"Tugasmu adalah menanam, merawat, dan menjaga semua tanaman di sini. Tak masalah meskipun hanya tumbuh sebagian karena memang sulit untuk menanam buah spritual!" kata gadis tersebut sebelum pergi.
"Tempat ini sangat aneh! Sudah jelas sangat jauh berbeda dengan Bumi!" kata Riki mengamati sekitar.
Riki berdiri di atas tanah yang sepertinya adalah pulau mengapung atau mengambang di udara.
Dia menyimpulkan hal tersebut karena sekelilingnya terdapat pulau-pulau mengambang lainnya.
Dari masing-masing pulau itu, terdapat pohon raksasa yang tumbuh tepat di tengah-tengahnya.
Sistem menjelaskan melalui Lala, setiap pulau dihuni oleh klan atau sekte tertentu.
Semakin tinggi pulau itu mengapung di udara, semakin kuat dan tinggi level penghuninya.
Selain itu, setiap pulau memiliki masing-masing penjaga dan terdapat sebuah perisai pelindung yang melindunginya.
Sementara itu, Riki berada di pulau-pulau terbawah dan biasanya menjadi sasaran penjarahan kelompok lain atau siluman.
"Baiklah, sekarang waktunya menanam benihnya!" kata Riki bersiap untuk membajak tanahnya.
Riki membuka buku panduan bertani miliknya, tapi isinya cuma tata cara bertani yang biasa saja.
"Astaga, tidak ada yang spesial dari panduan ini!" ujar Riki sedikit kesal.
Tanahnya pun kering, dia butuh air agar tanahnya lebih baik.
"Tuan, pulau di seberang kita memiliki pohon yang akarnya menghasilkan air," kata Lala.
"Terus aku harus gimana? Apakah harus meminta air ke sana?" tanya Riki bingung.
"Pulau itu tidak berpenghuni," kata Lala. "Hanya saja-"
"Apa?" tanya Riki heran kenapa Lala tidak melanjutkan ucapannya.
"Di pulau itu dihuni oleh banyak binatang buas!" jawab Lala khawatir.
"Hanya binatang buas, itu bukan masalah!" ucap Riki percaya diri.
Kemudian, Riki dan Lala menyeberang ke pulau sebelah dengan menerobos paksa pelindungnya.
Beberapa pulau mengambang memang tidak semuanya berpenghuni. Sebagian kosong, tandus, dan ada yang dihuni oleh makhluk-makhluk aneh berbahaya.
Setiba di pulau tersebut, Riki langsung disambut oleh Harimau ekor api.
"Dia mengingatkan aku pada Mochi," kata Riki terlihat santai.
"Hati-hati Tuan!" tegur Lala.
Harimau Api itu langsung menyerang, tapi Riki telah belajar beberapa ilmu bela diri.
"Kamu cukup besar, tapi aku pasti bisa mengalahkanmu!" kata Riki sangat yakin.
Harimau Api mendengus dan membuka mulutnya, siap untuk meluncurkan serangannya.
Namun, Riki tidak gentar. Dia mengambil posisi pertahanan, dengan telapak tangannya siap untuk memblokir serangan itu.
Dengan pergerakan yang cepat, Harimau Api meluncur ke arah Riki dengan kelincahan yang menakjubkan.
Namun, Riki dengan cepat mendongak dan mengelak dari serangan itu. Dia memanfaatkan kecepatan dan kekuatannya dalam ilmu bela diri untuk menghindari pendekatan dari serangan tersebut.
Riki segera melakukan serangan balasan. Dengan pukulan yang cepat dan presisi, dia melancarkan serangan tersebut ke tubuh Harimau Api.
Namun, Harimau Api juga tidak bisa dianggap remeh. Dia dengan cepat terus menghindari pukulan-pukulan Riki dan melancarkan serangan balasan dengan kuku-kukunya yang tajam.
"Kamu cukup tangguh!" kata Riki terlihat bersenang-senang.
Pertarungan berlangsung sengit. Pukulan dan serangan dari kedua belah pihak terus berlangsung.
Meskipun Riki telah belajar ilmu bela diri, dia harus berjuang keras untuk mengalahkan Harimau Api yang kuat.
Setelah beberapa saat, Riki melihat celah dalam pertahanan Harimau Api.
Dia dengan cepat memanfaatkannya, meluncurkan serangan akhir yang melumpuhkan Harimau Api.
Harimau itu terjatuh dengan nafas yang terengah-engah, tak mampu melanjutkan perlawanan.
Riki menghampiri dan meletakkan tangannya di atas kepala Harimau Api yang terluka. "Kamu berjuang dengan baik," kata Riki dengan penuh penghormatan. "Tapi aku tidak akan mundur begitu saja."
Harimau Api mengangguk lemah sebagai tanggapan. Meskipun dikalahkan, dia mengakui kemampuan Riki dan tidak membencinya.
"Tenang saja, mari kita berteman," kata Riki seraya mengelus Harimau Api tersebut.
Riki cukup senang karena sudah lama tidak bisa mengeluarkan ilmu bela diri yang dipelajarinya.
Dia tidak bisa menggunakannya selama di sekolah atau tempat lainnya selama di dunianya.
Setelah Harimau Api tunduk, hewan buas lainnya tidak berani melawan dan ikut tunduk kepada Riki.
"Eh? Apa yang terjadi?" kata Riki bingung ketika pulaunya tiba-tiba berguncang dan bergerak.
"Tuan, Harimau Api ini adalah penjaga pulau ini. Dia telah tunduk padamu dan pulau miliknya menjadi milikmu!" jelas Lala.
Rupanya pulau mengapung itu mulai menyatu dengan pulau mengapung milik Riki.
"Wah! Di sini banyak tanaman yang akarnya adalah air dan tanahnya begitu bagus!" ujar Riki senang.
"Ya, Anda dapat menanam benih buah spritual itu di sini," kata Harimau Emas tiba-tiba bicara.
"Tidak usah heran, Tuan. Dia telah mengakuimu sebagai tuannya dan sekarang Anda dapat menjalin komunikasi dengannya!" jelas Lala.
[Ding! Berhasil menaklukan Raja Harimau Api]
[+100 Poin Kemampuan telah ditambahkan]
[Total Poin : 700 Poin Kemampuan]
Riki pun mulai menanam benih spritual itu, dibantu oleh para hewan buas yang menjadi bawahan barunya.
"Dengan begini pekerjaan selesai lebih cepat!" kata Riki senang.
"Anda harus tetap waspada, Tuan. Siluman-siluman berbahaya suka mengintai dan menjarah pulau-pulau di jajaran bawah," tegur Harimau Api.
"Terima kasih sudah mengingatkan, tapi aku merasa lebih tenang karena ada kalian!" ucap Riki.
Raja Harimau Api bersama rakyat merasa senang dan dihargai oleh tuan barunya.
Mereka pun berjanji untuk membantu Riki menjaga kebun ini dengan mempertaruhkan nyawa mereka.
Bersambung.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 47 Episodes
Comments
Maridja Aja
Ra onok iklan
2023-11-16
0
𝐀⃝🥀୧⍣⃝sᷤʙᷛSu Luxiaᴳ᯳ཽᷢB⃟LS⃟M
iklan berlpis buat ngntuk tunggu nya 😅😆😑😂
2023-10-08
0