12

Membawa Harimau besar ke sekolah itu bukan ide yang baik.

Itu membuat semua orang ketakutan dan panik ketika melihatnya.

Saat ini, Riki sudah pulang dan memikirkan solusi tentang peliharaan barunya.

"Saya harus mencarikan tempat tinggal untuk Mochi," kata Riki mulai memikirkan tempat yang cocok.

"Tuan, bagaimana kalau membeli sebuah villa pribadi untuk tinggal?" saran Lala.

Riki pun memutuskan untuk menghubungi salah satu bawahan keluarga Santoso yang bernama Arman untuk meminta bantuannya.

Namun, hapenya berdering duluan karena mendapat panggilan dari Pak Gunawan.

"Halo Riki, apa uang yang saya kirim sudah masuk?" tanya Pak Gunawan.

"Untuk apa Anda mengirim uang? Saya ikhlas menolong Alya," kata Riki merasa tidak enak.

Pak Gunawan pun menceritakan bahwa Alya sudah diperiksa oleh dokter pribadinya dan hasilnya mengejutkan.

Dokter itu menemukan fakta bahwa Alya seharusnya tidak akan bisa sembuh, bahkan mustahil selamat dari cedera separah itu.

Namun, dokter itu sangat terkejut ketika Alya menceritakan bahwa dirinya diobati oleh Riki.

Dokter itu pun mengatakan bahwa di dunia ini memang ada orang-orang tertentu yang dapat menyembuhkan segala penyakit.

Itu adalah keajaiban yang tidak dijelaskan secara medis.

Ketika Riki memeriksa saldo rekening yang dibuatkan khusus untuknya, itu sudah mencapai 1,5 miliar rupiah.

Dengan uang sebanyak itu seharusnya dia sudah bisa hidup enak bersama keluarganya, tapi uang sebanyak apapun bisa sirna begitu saja.

Setelah selesai menerima telepon dari Pak Gunawan, Riki kembali meneruskan niatnya untuk menghubungi Pak Edi.

"Siap, Tuan Riki. Saya akan mencarikan beberapa tempat yang bagus dan Anda bisa memilihnya nanti," kata Pak Edi menerima tugas dari Riki.

"Baiklah, saya yakin Pak Edi dapat mengurusnya dengan cepat," kata Riki mempercayainya.

"Tenang saja, Tuan Riki. Apa ada hal lainnya lagi yang Anda butuhkan?" tanya Pak Edi.

"Tidak ada," jawab Riki dan segera menutup panggilannya.

Riki membiarkan Mochi tetap tinggal di kamarnya. Kemudian, dia mengeluarkan sebuah serpihan kayu dari sakunya dan itu adalah sisa dari patung kayu ular yang sudah dihancurkan dan dibakar.

"Kau bisa melacak dari mana sumber kekuatan dari kayu ini?" tanya Riki pada Gon, kera kecilnya.

Gon mengangguk dan segera memandu Riki mencari sumber dari energi yang ada dalam serpihan kayu tersebut.

"Kita bisa menangkap orang yang disewa oleh si Adi," kata Riki.

Kera itu berhasil menuntun Riki sampai pada suatu rumah yang di tempati seorang pria.

Pria itu terlihat gelisah saat Riki dan Gon mendekat ke rumahnya.

Riki memperhatikan bahwa rumah pria itu tampak kumuh dan tertutupi debu.

Tidak ada tanda kehidupan di sekitarnya.

Dengan hati-hati, Riki dan Gon mendekati pintu rumah. Mereka cukup yakin bahwa inilah tempat sumber kekuatan kayu itu berada.

Riki mengetuk pintu dengan lembut.

"Pak, apakah Anda yang disewa seseorang bernama Adi untuk menyakiti salah satu anggota keluarga Santoso?" tanya Riki.

Pria itu terkejut dan cemas. Dia tampak seperti orang yang terpojok.

Setelah beberapa saat terdiam, dia menganggukkan kepala dengan penyesalan.

"Ya, saya yang menyusun patung kayu ular itu dan memberikan kekuatannya padanya," kata pria itu dengan suara gemetar.

"Kalai begitu, bisakah kamu ikut saya untuk menjelaskannya pada keluarga Santoso?" tanya Riki.

Pria ini tidak melawan karena tahu betapa besar kekuatan yang dimiliki Riki.

Kemudian, dia bersedia ikut dengan Riki asal keselamatannya terjamin.

Setiba di rumah Santoso, Riki segera meminta pria itu agar segera menceritakan semuanya.

Pak Rudi dan anggota keluarga lainnya sangat terkejut setelah mendengar semua keseluruhan ceritanya.

"Pantas saja keluarga kami mengalami banyak kejadian buruk belakangan ini," ucap Pak Rudi.

Riki juga telah menggunakan kemampuan barunya menjadi hacker untuk mengumpulkan bukti-bukti yang lain.

Dia berhasil meretas beberapa kamera CCTV di mana itu mendapat rekaman Adi yang sedang bicara dengan kedua penculik itu.

Dari situ, neneknya Zizi sudah tidak mau membela lagi meskipun menantunya itu adalah cucu dari sahabatnya.

Adi pun dipanggil untuk membahas hal ini oleh Pak Rudi.

"Ada apa ini?" tanya Adi belum tahu apa-apa.

Riki pun mencoba menjelaskan semuanya kepada Adi dengan hati-hati.

Adi langsung marah dan menuduh Riki memfitnahnya.

"Tuan Rudi, apa Anda percaya dengan omong kosong bocah ingusan ini?" kata Adi tak terima.

"Adi, sudah cukup!" tegur Nyonya Santi.

"Bocah, kau cuma mengedit video itu bukan?" tuduh Adi masih tidak menyerah.

Namun, dia tidak tahu bahwa kedua pelaku yang dipenjara juga sekarang sudah mengaku.

"Sudahlah, Adi. Sebaiknya kau segera mengakui segala perbuatanmu," kata Pak Santoso sudah sangat menyayangkan.

"Padahal tinggal sedikit lagi," kata Adi mulai mengaku. "Tapi semua itu gagal gara-gara bocah yang entah datang dari mana ini!"

Tiba-tiba Adi mengeluarkan pisau yang selalu disembunyikannya dan ingin menyerang Riki.

"Setidaknya kau harus mendapat balasannya setelah menggagalkan rencanaku menguasai harta keluarga Santoso!" teriaknya sambil menyerang.

Riki tampak santai saja ketika Adi mau menyerangnya.

Plak! Bruk!

Adi langsung terbaring di lantai, padahal barusan dia hanya ditendang oleh monyetnya Riki.

"Sungguh memalukan!" kata Pak Rudi tidak tahan lagi.

Akhirnya petugas kepolisian tiba dan segera membawanya.

"Untung saja Zizi tidak melihat semua ini," kata kakek Aryo.

Selesai urusan di rumah Santoso, Riki memutuskan untuk mengunjungi villa barunya.

"Ini kuncinya," kata Pak Arman memberikan kuncinya sebelum Riki berangkat.

Dalam perjalanan Villa, Riki tak sengaja bertemu dengan Ami, Tasya, dan Lia.

"Haduh, kenapa tiba-tiba turun hujan sih?" keluh Lia.

"Iya, aneh banget!" sahut Tasya.

"Memangnya kalian habis dari mana?" tanya Riki.

"Kami habis dari rumah Rani," jawab Ami.

Riki pun menatap ke langit dan melihat bahwa hujannya pasti akan lama.

"Bagaimana kalau kalian mampir saja ke tempatku?" tawar Riki.

"Hah? Bukannya rumah kamu juga masih jauh dari sini?" tanya Lia.

"Tempat baruku," jelas Riki.

"Oh, kamu punya tempat baru," kata Lia paham.

"Iya, tak jauh kok dari sini," jawab Riki.

Mereka berlima pun segera berangkat ke tempat barunya Riki. Namun, ketiga gadis itu terkejut dengan tempat itu.

"Apa kamu tidak salah alamat?" tanya Lia.

Riki pun mengeluarkan kuncinya dan membuka pintu villa tersebut.

Dalamnya sangat luas dan megah. Terlihat sebuah ruang tamu yang dihiasi dengan perabotan mewah dan mahal, lengkap dengan karpet berwarna merah yang lembut di bawah meja kopi yang indah.

Dinding-dindingnya dihiasi dengan lukisan-lukisan seni yang elegan dan beberapa rak penuh dengan buku-buku berkulit mewah.

Di sebelah kanan ruang tamu, terdapat sebuah ruang makan yang dilengkapi dengan meja makan besar dan kursi-kursi empuk.

Patung-patung marmer yang indah menghiasi sudut-sudut ruangan, menciptakan kesan kemewahan yang tak terhingga.

Ruang keluarga yang terletak di sebelah kiri ruang tamu menawarkan suasana yang nyaman dengan sofa besar yang dilengkapi dengan bantal-bantal empuk.

Televisi layar datar yang besar menghiasi dinding, sementara berbagai hiburan seperti stereo dan permainan video tersedia di meja hiburan.

Melalui lorong yang terhubung dengan ruang tamu, terdapat sebuah tangga yang mewah dengan pegangan kayu yang elegan.

Tangga itu mengarah ke lantai atas, tempat dormitorium berderet dengan kamar tidur yang luas, masing-masing dilengkapi dengan kamar mandi pribadi yang terbuat dari marmer dan perlengkapan berkualitas tinggi.

Ketiga gadis itu merasa takjub saat melihat keindahan dan kemewahan dari setiap sudut villa ini.

"Membawa gadis ke tempat seperti ini, bukankah itu artinya?" Tasya lagi-lagi bicara ambigu dan membuat pipi dua gadis lainnya memerah.

"Riki! Aku tidak tahu kamu seperti ini!" ujar Lia.

"Hah??" Riki tidak paham.

"Riki, kamu serakah!" ujar Ami.

"Kalau kalian berdua tidak mau, biar aku saja yang main sama Riki," goda Tasya langsung duduk di sebelah Riki.

Bersambung.

Terpopuler

Comments

✍️⃞⃟𝑹𝑨Pemecah Regulasi୧⍤⃝🍌

✍️⃞⃟𝑹𝑨Pemecah Regulasi୧⍤⃝🍌

Edi

2023-09-27

1

𝐀⃝🥀୧⍣⃝sᷤʙᷛSu Luxiaᴳ᯳ཽᷢB⃟LS⃟M

𝐀⃝🥀୧⍣⃝sᷤʙᷛSu Luxiaᴳ᯳ཽᷢB⃟LS⃟M

hemmmm kenpa bnyak selir nya

2023-09-25

1

Richie

Richie

sepi sih ttp 👀

2023-09-25

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!