3

Sehabis pertandingan futsal dengan Otto, Riki berencana untuk langsung pulang dan rebahan di rumahnya.

Namun, dia malah mendapati antrian panjang di depan kios mie ayam depan rumahnya ketika dia pulang dari sekolahnya.

"Ada apa ini ramai-ramai?" tanya Riki heran.

"Mereka semua adalah pelanggan yang ingin mencoba mie ayam buatan kamu," jawab ayahnya.

"Aku lelah hari ini, tutup saja kiosnya!" kata Riki malas melayani pelanggan yang datang.

"Hei bocah kecil, kau boleh mengabaikan orang-orang di luar, tapi tidak dengan saya," ujar seorang wanita memakai setelan pekerja kantoran.

Wanita tersebut menatap dengan tegas ke arah Riki yang ada di depannya, matanya dipenuhi dengan sikap determinasi.

Rambutnya diikat rapi dan dia terlihat sangat profesional dengan setelan pekerja kantoran yang dipakainya.

Namun, perhatian Riki lebih teralihkan kepada dua orang pria yang berada di dekatnya.

"Trisha, Lutfi, apa kalian mengenal wanita tua ini?" tanya Riki mengabaikannya.

"Siapa yang kau sebut wanita tua? Aku Quin, atau semua orang sering memanggilku Miss Queen," ujar wanita itu memperkenalkan diri.

"Aku turut berduka. Aku kira pekerjaanmu itu mampu memberimu sedikit uang, tapi siapa yang tahu kamu malah tetap miskin," kata Riki malah prihatin.

"Miss Queen bukan miskin!" tegas wanita tersebut sangat kesal.

"Wanita miskin ini berisik sekali! Bolehkan aku menendangnya keluar?" kata Riki sambil mengorek kupingnya.

Trisha dan Lutfi langsung berusaha melindungi wanita tersebut dan memohon agar Riki memakluminya.

"Di-dia adalah bos kami, Bang Riki. Tolong jangan marah padanya," kata Trisha membujuk Riki.

"Hei, aku adalah bos kalian di sini," kata Nona Quin kesal melihat bawahannya lebih takut kepada Riki.

"Bang sudah bang! Tolong jangan marah!" Trisha dan Lutfi panik ketika melihat tangan Riki meraih kursi.

"Apaan sih? Aku hanya mau suruh dia duduk di sini karena mau buatin mie ayamnya," kata Riki menjelaskan.

Trisha dan Lutfi akhirnya bernapas lega ketika mendengar Riki sudah setuju membuatkan mie ayam untuk bosnya tersebut.

[Ding! Kemampuan memasak telah digunakan]

[-5 poin kemampuan telah dikurangi]

[Sisa poin kemampuan : 115 poin]

"Silakan dinikmati," kata Riki setelah menyajikan semangkuk mie ayam di meja Quin.

Nona Quin tersenyum saat melihat semangkuk mie ayam yang lezat dihadapannya.

Ketika Nona Quin sedang asyik menyantap makanannya, Riki bertanya pada Trisha soal siapa identitas wanita tersebut.

"Dia adalah bos pemilik restoran nomor satu di kota ini," jawab Trisha.

Riki terkejut mendengar jawaban tersebut. "Serius? Bos restoran nomor satu? Tapi kenapa dia datang ke sini?"

Trisha mengangguk dan menjawab, "Sebenarnya, waktu itu kami berempat melamar kerja ke restorannya, tapi salah seorang dari kami ditolak."

Mendengar ceritanya tersebut Riki sudah tahu siapa yang ditolak tersebut.

"Terus, kenapa dia datang ke sini?" tanya Riki masih belum mendapat jawaban pertanyaan tersebut.

"Ketika kamu membuatkan kami mie ayam untuk dibawa pulang, aku mampir sebentar ke restorannya karena ada yang ketinggalan. Tapi, Nona Quin masih belum pulang dan dia penasaran ingin mencicipi mie ayam yang kubawa karena mencium aromanya yang harum," jelas Trisha merasa bersalah.

"Tolong satu mangkuk mie ayam lagi!" pesan Nona Quin masih belum puas.

Setelah menghabiskan beberapa mangkuk mie ayam, barulah dia terlihat kenyang dan membayar Riki dengan cukup banyak uang.

"Ke mana perginya semua mie itu!" kata Riki heran melihat Nona Quin mampu menghabiskan sepuluh mangkuk mie dengan badannya yang kecil itu.

"Bocah, apa kamu tidak ingin bekerja di tempat saya? Uang yang kamu dapat akan lebih banyak daripada hasil jualan di tempat ini," kata Nona Quin menawarkan Riki untuk menjadi koki di restoran miliknya.

"Sayangnya aku masih seorang siswa dan tidak bisa bekerja di tempatmu," tolak Riki mengingatkan tentang statusnya sebagai pelajar.

Karena suasana hatinya sudah lebih baik setelah menikmati mie buatan Riki barusan, Nona Quin tidak marah dengan penolakan tersebut.

"Baiklah, tapi saya akan selalu datang ke tempat ini di jam yang sama setiap hari. Kau harus ada dan siap membuatkan mie ayam untukku," kata Nona Quin tersenyum senang.

[Ding! Selamat, Anda mendapatkan 50 poin setelah memuaskan bos cantik kaya raya]

[+50 poin kemampuan telah ditambahkan]

[Sisa poin kemampuan : 165 poin]

Brak!!!

Riz yang berjaga di luar tidak mampu lagi menahan para pelanggan yang memaksa masuk ke dalam.

Trisha dan Lutfi berusaha membantunya untuk menenangkan para pelanggan tersebut, tapi mereka sudah tak terkendali lagi dan sebagian mengancam akan merusak barang di kios.

"Tenanglah kalian! Jika kalian ingin mie ayam, mengantri dengan sabar!" ujar Riki membuat semuanya menjadi diam.

[Ding! Kemampuan menenangkan pelanggan marah telah digunakan]

[-5 poin kemampuan telah dikurangi]

[Sisa poin kemampuan : 160 poin]

Kemudian, Riki mulai sibuk membuat mie ayam untuk mereka semua.

"Ibu, Ayah, aku pergi ke pasar dulu," kata Riki pamit melihat semua bahan untuk membuat mie sudah habis.

Namun, sepulang dari pasar, Riki bertemu dua orang pria yang terlihat ingin melakukan hal buruk pada seorang gadis ketika dia mengambil jalan pintas.

"Gadis manis, mending temani kami sebentar," kata salah satu dari mereka.

Keduanya menyeringai karena mengira tidak akan ada orang lewat melalui gang sepi itu.

Matahari memang mulai terbenam dan jalanan daerah itu sudah sepi pada jam sekitaran ini.

Entah apa yang terjadi sehingga gadis malang itu bisa berada di gang sepi tersebut dan bertemu dua pria itu.

"Lepaskan gadis itu!" ujar Riki ketika kedua pria itu mulai menarik paksa gadis tersebut.

Meskipun Riki muncul untuk menolong, tapi gadis tersebut tampak meragukannya.

Itu wajar saja, dua pria itu bertubuh tinggi besar dan Riki terlihat sebagai remaja kurus cungkring.

"Nak, apa kamu ingin bermain menjadi pahlawan untuk menyelamatkan seorang putri cantik? Tapi saat ini kamu sedang bukan berada di dalam sebuah cerita novel atau film," kata salah satu pria tersebut meremehkan Riki.

Namun, Riki tidak gentar dan masih berdiri teguh di tempatnya.

"Bisakah kalian melepaskan gadis itu tanpa harus terjadi keributan?" kata Riki mencoba bicara baik-baik saja.

Gadis itu terlihat benar-benar putus asa melihat Riki yang malah berusaha membujuk kedua pria bejatt itu.

"Hahaha. Nak, sudah waktunya kamu tahu seperti apa kejamnya dunia ini berjalan!" kata mereka bersiap-siap untuk menghajar Riki.

Kedua pria itu kemudian menghampiri Riki dan berusaha memukulnya.

[Ding! Kemampuan menghindari serangan telah digunakan]

[-2 poin kemampuan telah dikurangi]

[Sisa poin kemampuan : 158 poin]

[Ding! Kemampuan memperkuat pukulan telah digunakan]

[-3 poin kemampuan telah dikurangi]

[Sisa poin kemampuan : 155]

[Ding! Selamat, 30 poin kemampuan telah ditambahkan setelah menyelamat gadis malang]

[+30 poin kemampuan telah ditambahkan]

[Poin saat ini : 185 poin]

Kedua pria itu dengan mudah dikalahkan oleh Riki dalam sekejap saja. Tampak saat ini Riki sedang memegang kartu identitas milik mereka.

"Sekarang aku sudah menyita kartu identitas kalian. Jika kalian berdua ketahuan berbuat sesuatu seperti ini lagi, aku akan segera melaporkannya ke kantor polisi!" ancam Riki membuat kedua pria itu ketakutan.

Setelah kedua pria itu pergi, Riki juga langsung pergi tanpa berkata apapun pada gadis yang diselamatkannya.

Gadis itu terlalu kaget melihat apa yang baru saja terjadi dan hanya terdiam untuk beberapa saat.

"Siapa laki-laki itu? Kenapa dia langsung pergi begitu saja?" kata gadis tersebut heran.

Namun, gadis tersebut sebenarnya berasal dari satu sekolah yang sama dengan Riki.

Dia ingat pernah melihat Riki di sekolah dan berniat menemuinya di sekolah nanti untuk berterima kasih.

Bersambung.

Terpopuler

Comments

Abbie Jard

Abbie Jard

ini temporary apa permanen sih skill nya.aku bingung setiap apa apa pasti di potong point terus.

2024-08-12

0

Shion Xia

Shion Xia

Luffy ka????????🤣🤣

2024-06-18

0

IაႸ

IაႸ

bejir perut karet 🤣🤣

2024-02-12

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!