Pemeriksaan menyeluruh baby Zoe di lakukan pagi ini. Dokter Petter menyerahkan beberapa hasil scan organ dalam baby Zoe pada Zhen yang bahkan lebih fokus pada putrinya di banding kesehatannya sendiri.
"Nona mengalami kekerasan fisik. Bagian belakang kepalanya terbentur benda tumpul seperti pinggir ranjang atau dinding. Bekas cengkraman di paha itu juga dari tangan orang dewasa, tuan!"
Zhen terus mengepal meremas kertas-kertas itu. Tatapan tajam dengan amarah mendidih besar melahap kesabarannya.
"Aku ingin semua ini di proses hukum."
"Tuan tenang saja. Pihak rumah sakit akan memberi keterangan yang detail pada dapartemen kepolisian," Jawab dokter Petter sudah mengurus berkas medis baby Zoe.
Mereka yang ada di depan ruang rawat baby Zoe di alihkan oleh pintu ruangan yang terbuka. Nyonya Ming keluar menggendong baby Zoe tampak lebih baik dari semalam.
"Daddy!" Panggil Baby Zoe mengulur tangan ke arah Zhen yang segera mengambil alih si kecil itu.
"Benjolan di belakang kepala nona sudah berhenti meradang. Demamnya juga sudah turun. Kami akan selalu memantau kalian berdua."
"Terimakasih," Ucap nyonya Ming membiarkan dokter Petter pamit pergi.
Zhen memangku baby Zoe yang membenamkan wajahnya ke dada bidang sang ayah. Tempat ternyaman bagi baby Zoe yang memang sangat dekat dengan Zhen dari pada Cellien.
"Baby! Mana yang sakit?"
Baby Zoe mengerti sedikit-demi sedikit ucapan orang lain. Tangan mungilnya mengusap ke bagian paha bekas cengkraman yang masih ada di sana.
"D..daddy!"
"Sakit, hm?!" Zhen hanya bisa meredam amukannya. Ia memeluk erat tubuh mungil itu penuh penyesalan.
Nyonya Ming juga paham gejolak perasaan Zhen sekarang. Tangannya terulur mengusap bahu kokoh sang putra memberinya kekuatan.
"Sudahlah. Suruhan kita juga sudah meringkus wanita itu."
"Aku ingin menemuinya," Gumam Zhen dengan mata berkilat marah. Jika perselingkuhan Cellien hanya karena keadaannya sekarang, mungkin Zhen masih bisa menerima.
Tapi, wanita itu sudah sangat keterlaluan. Apa yang dia lakukan pada putrinya itu sangat menjijikan.
"Zhen! Sebaiknya kau.."
"Jaga putriku dulu, mom!" Sela Zhen menatap datar nyonya Ming.
Alhasil, nyonya Ming tak bisa lagi mencegah kemauan Zhen. Ia membiarkan pria tampan berjuta pesona itu untuk memeluk putrinya beberapa saat lalu mulai berpamitan.
"Baby!"
"D..daddy!" Netra keemasannya menatap mata hazel tajam Zhen yang mengusap kepalanya lembut.
"Daddy pergi dulu, hm?"
"Daddy!!" Baby Zoe menggeleng. Ia merasa sangat takut setiap tak melihat Zhen karena trauma itu masih menjalar di tubuhnya.
"Daddy, hiks! Daddy!!" Histeris tak mau di tinggal.
Zhen meremas tangannya kuat. Tubuh mungil baby Zoe gemetar tak bisa merasakan ketenagan ketika lepas darinya.
"Susst!! Disini ada nenek. Mereka tak akan bisa menyakitimu, daddy janji!"
Baby Zoe masih kekeh tak mau lepas atau turun dari pangkuan Zhen. Menurutnya, tempat paling aman hanya di dalam rengkuhan kokoh itu.
"Daddy!! Daddy!!"
"Iya, daddy tak pergi," Jawab Zhen menenagkan baby Zoe. Nyonya Ming hanya bisa diam melihat Zhen begitu telaten menghadapi trauma anaknya.
Dengan tubuh kekar tinggi yang duduk di kursi roda itu, Zhen masih tetap sama. Berkharisma, cerdas dan pria yang mempesona. Hanya saja, ia tampak lebih susah untuk di dekati bahkan semakin arogan.
"Zhen! Asisten Jio sudah datang semalam. Dia yang mengurus masalah Cellien ke dapartemen kepolisian."
"Suruh dia menemuiku," Ucap Zhen tegas. Ia menepuk-nepuk pelan punggung baby Zoe untuk menidurkannya.
Nyonya Ming memberikan ponsel Zhen yang menerima dengan cepat. Ia sudah gatal untuk melihat rupa binatang menjijikan itu.
"Zhen! Mommy tak bisa berlama-lama di negara ini. Perusahaan Group Ming harus segera di tangani. Apa kau.."
"Aku bisa mengurus putriku sendiri, mom!" Sela Zhen tak banyak bicara lagi.
Nyonya Ming menghela nafas. Bukan masalah baby Zoe yang ia khawatirkan tetapi Zhen sendiri. Pria ini terlalu keras pada diri sendiri.
"Jika mommy pergi, siapa yang mengurusmu? Nak! Mommy khawatir kau.."
"Aku bisa dan tak butuh orang lain," Tegas Zhen tampak sangat keras kepala. Kejadian ini jelas membuat pukulan besar bagi Zhen yang tak akan percaya lagi pada wanita-wanita di luar sana.
"Baiklah, mommy akan kembali saat baby Zoe sudah pulih sempurna. Kau bisa fokus pada pekerjaanmu."
"Hm, terimakasih," Gumam Zhen tak mengalihkan matanya dari layar ponsel.
Ia memberi pesan pada sekretarisnya yang ada di perusahaan agar jangan memperbolehkan tuan Hupent dan adik perempuannya ikut campur dulu.
Tak beberapa lama setelahnya, baby Zoe tertidur. Nyonya Ming dengan hati-hati mengambil alih si kecil cantik itu dari pangkuan Zhen yang juga sangat menjaga putrinya.
"Hati-hati. Tubuh-mu belum sehat betul."
"Aku mengerti," Jawab Zhen membiarkan nyonya Ming membawa baby Zoe kembali ke ruang rawat.
Seketika wajahnya berubah lebih datar. Zhen menatap tegas kedua kakinya lalu berpikir kedepan.
"Siapapun yang berani mengusik orangku, dia tak akan bisa bernafas tenang," Geram Zhen sangat memendam amarah pada Cellien.
Rasa cintanya yang begitu tulus di bakar habis oleh emosi dan dendam. Pengkhianatan ini akan ia ingat sampai titik darah terakhirnya.
........
Di tempat yang berbeda. Ada seorang wanita bertubuh tinggi memakai bikini di dalam bathtub yang diisi dengan susu dam kelopak bunga mawar putih.
Rambut coklat kehitaman itu menjuntai ke pinggir Bathtub dengan tetesan air menambah hawa sensual yang ekstra. Kulitnya yang putih mulus tanpa cacat menyatu dengan beningnya susu dan harumnya kelopak mawar.
"Apa aku sudah boleh masuk?" Suara seorang pria yang terdengar serak dan memburu di luar pintu kamar mandi.
Sudut bibir pink segar wanita itu terangkat misterius. Dagu runcing dan pipi tirusnya menggambarkan kesempurnaan dengan kelopak mata almond dan manik emerald yang indah berkedip teratur penuh rencana.
"Sayang!! Ayolah, jangan main-main lagi! Aku sudah tak tahan!!"
"Kenapa begitu terburu-buru, hm?" Suaranya lembut tapi tegas mengalun.
Ia punya pembawaan yang tenang tapi juga bergejolak. Jari lentik dengan kutek pink bermanik itu terulur meraih pisau yang ada di pinggir bathub.
"Ayolah!! Jangan membuatku menunggu!"
"Masuklah!" Titahan tegas sontak membuat pintu di dobrak kasar.
Pria paruh baya dengan perut buncit tanpa busana itu nyaris saja mau pingsan melihat indahnya pemandangan di dalam bathub.
"S..sempurna," Desisnya dengan liur menetes.
Sosok pemikat itu menaikan kedua kaki jenjangnya ke pinggir bathub dengan sensual. Separuh dada menyembul dari permukaan cairan putih itu dengan aroma khas yang mengundang.
"Ingin menikmati tubuhku?" Seraya memainkan pisau kecil ke bagian dadanya.
"Sangat!! Sangat ingin!!" Pria itu menggila dengan cepat ingin menerkam wanita itu namun..
Tanpa di duga ayunan tangan jenjang dan jari lentik itu menghunus ke lehernya. Gerakan tak terduga bahkan sulit di prediksi.
"K..kau.."
"Melihat tubuhku, itu akhir dari NYAWAMU," Desis wanita itu menggorok dengan sadis. Ia suka bermandikan darah seperti ini apalagi, pekerjaan yang ia tekuni sangat menyenangkan.
Bisa membunuh orang sekaligus mendapatkan uang. Kecantikan memang indah tapi juga senjata yang mematikan.
"Tugas selesai," Desisnya mengusap pisau itu dengan lembut tanpa menggores kulit lembutnya sama sekali.
....
Vote and like sayang
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 102 Episodes
Comments
Murniyati
wadadowww serem
2024-11-09
0
Sandisalbiah
hah.. sadis banget neng..
2024-10-28
0
Dina Marliana
waawww😱😱
2024-03-06
0