Sebuah Permintaan Maaf

Abigail beranjak dari ranjang Oricon, dirinya merapikan pakaian yang diberikan Oricon padanya.

"Maafkan aku, hal ini tidak akan terulang lagi," lelaki itu memeluk tubuh Abigail dari belakang sambil meletakkan kepalanya di ceruk leher wanitanya.

"Lepaskan aku tuan, biarkan aku pergi," lagi dan lagi wanita itu berontak darinya.

"Aku telah menemukanmu dengan susah payah dan mulai hari ini kau akan tinggal bersamaku," Oricon mengeratkan pelukannya pada tubuh gadis itu.

Dia tak ingin kehilangan gadisnya lagi. Setelah kehilangan kontaknya kini dia tidak ingin kehilangan gadisnya untuk kedua kalinya.

"Tuan, ini suatu kesalahan. Anda telah bertunangan sebaiknya biarkan aku pergi," pinta Abigail dengan tatapan memohon.

"Tidak Abigail, aku tidak mau. Aku mencintaimu, kita menikah saja dan aku akan membawamu pergi jauh dari tempat ini. Hanya ada kau dan aku," Oricon membalikkan tubuh gadis itu sambil merangkup wajah mungilnya dengan kedua tangannya. Mencoba meyakinkan gadisnya.

"Aku tidak bisa tuan, itu tidak mungkin terjadi,"

"Aku benci penolakan, jika kau menolak aku pastikan aku akan mengurungmu disini," Oricon menggertaknya.

Abigail tersurut mendengar ucapan Oricon, dia benar-benar takut Oricon benar-benar akan melakukan ucapannya. Lantas bagaimana dia bisa bekerja jika dirinya menjadi tawanan tuan muda?

"Kau diam? Artinya kau setuju untuk tinggal bersamaku?" Oricon memutuskan perdebatan mereka.

"Tuan, aku harus bekerja. Jika anda mengurungku disini aku tidak bisa bekerja dan atasanku bisa memecatku," jelas Abigail dengan wajah memelas. Berharap lelaki itu mau mengerti.

"Kau tidak perlu bekerja biar aku yang bekerja dan kau hanya perlu menjadi ratu dirumahku," titah lelaki itu padanya sambil menatap dengan penuh intimidasi pada Abigail.

Abigail hanya bisa terdiam tidak mampu menjawab lagi. Dia takut lelaki itu akan marah padanya.

Ditengah-tengah perdebatan mereka ponsel Abigail berbunyi, dirinya mencoba melinat siapa yang menelpon tapi Oricon mengambil ponsel wanita itu lalu membantingnya hingga ponsel itu pecah berserakan.

"Apa yang anda lakukan?" protes Abigail merasa kesal ponselnya dibuat hancur.

Abigail senang ponselnya berdering, artinya ada yang menghubunginya dan dia yakin itu adalah Mia, tapi Oricon dengan seenaknya membanting ponsel itu. Sirna sudah harapannya untuk meminta bantuan dari sahabatnya.

"Kau tidak butuh ponsel itu karena mulai hari ini ponselmu aku yang berikan dan nomornya juga dariku, tidak ada yang boleh menghubungimu selain aku!" titah Oricon padanya.

Abigail hanya mendengus kesal. Lelaki ini menyebalkan ini berani sekali mengatur hidupnya.

"Dengarkan aku Abigail, mulai hari ini kau akan terus bersamaku. Jangan coba-coba lari dari sini, karena orang-orangku akan selalu mengawasimu selama dua puluh empat jam. Pagi ini aku akan kembali ke mansion, kau tunggu aku kembali," dia memperingatkan sang gadis lalu mencium kening sang gadis dan pergi meninggalkannya.

Abigail hanya bisa pasrah mengikuti kemauan Oricon. Dirinya benar-benar bingung sebenarnya apa yang diinginkan lelaki itu darinya.

Setelah berpamitan dengan Abigail, Oricon kembali ke mansionnya. Oricon baru saja sampai dan langsung saja Emily menghampirinya.

"Sayang kamu kemana saja kamu beberapa hari ini, aku dengar dari mama dan papa bahwa kamu menghilang beberapa hari ini," cecar Emily padanya.

Mendapatkan pertanyaan yang begitu panjang saat baru pulang, membuatnya merasa bosan.

"Aku sibuk dengan pekerjaanku, Emily "

Oricon malas sekali rasanya berdebat dengan Emily. Dirinya segera kembali ke kamarnya.

"Sesibuk itukah kamu?" Emily memegang tangan Oricon dan menghadapkan tubuh lelaki itu kehadapannya.

"Sudah aku katakan aku sibuk!" tegasnya merasa bosan dengan sikap Emily padanya.

"Jangan bohong Oricon, katakan padaku apa yang sebenarnya sedang kau lakukan?" selidik Emily sambil menatap tajam pada Oricon

"Itu bukan urusanmu. Aku kembali hanya untuk mengambil pakaianku, aku akan kembali lagi," ucap Oricon dengan penuh penekanan. Kemudian dia berlalu dari hadapan wanita itu.

"Oricon! Kita telah bertunangan, jika kau berniat untuk menggagalkan pernikahan kita aku akan meminta papa membatalkan kerja sama antara perusahaan papamu dan papa!" ancam Emily dengan geram merasa diabaikan.

Oricon tersenyum meremehkan memperhatikan gadis itu, dirinya tidak memperdulikan ucapan Emily dan tetap menuju ke kamarnya untuk mengemasi pakaiannya.

Emily hanya menatapnya dengan wajah kesal. Gadis itu benar-benar marah dengan sikap Oricon padanya. Bisa-bisanya Oricon mengabaikannya, bahkan tidak meminta maaf padanya setelah pergi tanpa berpamitan dengannya.

Oricon telah mengemasi pakaiannya dirinya bergegas menuju keluar dari mansion untuk kembali ke apartemennya.

Emily yang masih di sana mencoba untuk menghalanginya.

"Sayang, kenapa kamu seperti ini? Tidak bisakah kamu tinggal disini saja? Aku tidak mau kehilanganmu," lirih wanita itu sambil menggenggam tangan Oricon.

Emily benar-benar tidak ingin Oricon pergi jauh darinya. Dirinya begitu takut jika Oricon benar-benar meninggalkannya.

Oricon menghembuskan nafas berat sambil menatap lekat pada gadis yang berada dihadapannya. Dirinya mengusap pelan pipi gadis itu.

"Dengarkan aku, aku harus pergi. Ada pekerjaan yang harus aku urus, aku janji aku pasti kembali lagi," pungkas Oricon dengan nada rendah.

Dia sangat paham dengan watak Emily. Jika dia tetap bersitegang dengan wanita itu, pasti wanita itu akan melakukan perbuatan nekat dan itu pasti akan menyulitkan dirinya nanti.

Emily memeluknya dengan erat, gadis itu benar-benar tidak mau Oricon jauh darinya. "Berjanjilah kau akan kembali untukku," pintanya dengan suara bergetar menahan tangisnya.

Oricon mengusap puncak kepala gadis itu lalu menganggukkan kepalanya, setuju dengan permintaannya.

***

Mengapa ponselnya tiba-tiba mati? Padahal tadi tersambung, monolog Mia dihatinya. Mia menatap layar ponselnya dengan heran. Dirinya baru saja menghubungi Abigail, ada nada menunjukkan panggilannya tersambung namun, tiba-tiba sambungan terputus begitu saja.

"Mia, mana temanmu yang waiters itu?kenapa aku belum melihatnya sama sekal, biasanya dia datang bersamamukan?" Kepala HRD menghampiri Mia yang sedang memikirkan Abigail.

Ŕmŕŕþþt4ŕř⁵⅚

"Hm ... A ... Abigail diculik pak," jelas Mia terbata.

"Apa? Bagaimana bisa?" Hary terjengkit mendengarkan ucapan Mia.

9

"Tadi malam saat akan pulang dia bilang ponselnya ketinggalan dan dia mencari ponselnya diloker tapi sejak saat itu diapun menghilang,"

"Hm, aneh sekali. Hotel ini adalah hotel bertaraf internasional, penjagaannya juga sangat ketat bagaimana mungkin ada orang yang akan diculik disini?" Hary menjadi penasaran.

"Kita harus mengecek CCTV," tukas lelaki itu pada Mia.

Mereka segera mencari petugas yang berjaga malam itu untuk mencari jejak pelaku di CCTV, tapi semua itu tidak membuahkan hasil karena CCTV saat itu sedang rusak.

"Bagaimana ini? Apa yang harus kita lakukan?" Mia mulai panik.

Dirinya begitu mencemaskan sahabatnya itu. Dia takut terjadi sesuatu yang buruk pada Abigail.

Sementara itu Abigail sendiri, merasa cemas dan gelisah. Meskipun kini dirinya telah berada di apartemen mewah milik Oricon, dirinya masih merasa tidak nyaman karena dia harus menghubungi sahabatnnya tapi dia lupa jika ponselnya sudan dirusak oleh lelaki yang sedang menawannya.

***

Ditempat lain, Hany sedang mengerahkan pasukannya untuk mencari Abigail. Dia mengerahkan seluruh anak buahnya untuk bertebaran untuk menemukab pionnya itu.

"Apa kau sudah mendapatkan informasi terbaru mengenai gadis itu?" selidi Hany pada anak buahnya.

"Informasi terakhir aku dengar dia bekerja di salah satu restoran ternama di kota ini," jelas salah satu anak buahnya yang bernama Brady.

"Kalau begitu kau cari tahu tentang keberadaannya," titah Hany padanya.

"Baik nyonya,aku akan segera mendapatkannya,"

Episodes
1 Abigail Mahira
2 Menghangat
3 Rencana Pernikahan
4 Hampir Saja
5 Terjebak
6 Oricon Tertembak
7 Pencarian Abigail
8 Pertemuan di Rumah Sakit
9 Menghilang
10 Bertunangan
11 Mendapatkan Pekerjaan
12 Menemukan Abigail
13 Kamar 303
14 Penculik
15 Sebuah Permintaan Maaf
16 Mengincar Abigail
17 Menyelidiki
18 Mencari Tahu Pelaku Sebenarnya!
19 Menyingkap Rahasia
20 Menemukan Kebenaran
21 Kopi Hangat Pencair Suasana
22 Sketsa Wajah
23 Baby Angel
24 Kembali ke Mansion
25 Brady Sadar
26 Kemarahan Oricon
27 Kebenaran yang Terungkap
28 Misi Selesai
29 Niat tulus Oricon
30 Menemukan Sosok Ayah
31 Aldrick Cemburu
32 Persidangan Kasus Brady
33 Tes DNA
34 Sebuah Kesepakatan
35 Gelisah
36 Fakta Yang Terkuak
37 Mencari Jejak Ileana
38 Memulai Pencarian
39 Sebuah Aib
40 Menarik Perhatian Oricon
41 Pertemuan Ayah dan Anak
42 Berdamai dengan Diri Sendiri
43 Dia telah Tiada
44 Mengatur Siasat
45 Mengintai
46 Kehilangan Jejak
47 Sebuah Kesepakatan
48 Misi Penyelamatan Abigail
49 Hamil
50 BOM!!!
51 Kembali Pulang
52 Membongkar Kebusukan Emily
53 Menjaga Kehormatan
54 Kewaspadaan Aldrick
55 Menyimpan Bukti
56 Malam Henna
57 Membongkar Kebusukan Emily
58 Memberikan Penjelasan
59 Meminta Keadilan
60 Bulan Madu Kedua
61 Rusuh
62 Cemas
63 Membawa Emily Pulang
64 Tamu Baru dalam Kehidupan
65 Happy Ending
Episodes

Updated 65 Episodes

1
Abigail Mahira
2
Menghangat
3
Rencana Pernikahan
4
Hampir Saja
5
Terjebak
6
Oricon Tertembak
7
Pencarian Abigail
8
Pertemuan di Rumah Sakit
9
Menghilang
10
Bertunangan
11
Mendapatkan Pekerjaan
12
Menemukan Abigail
13
Kamar 303
14
Penculik
15
Sebuah Permintaan Maaf
16
Mengincar Abigail
17
Menyelidiki
18
Mencari Tahu Pelaku Sebenarnya!
19
Menyingkap Rahasia
20
Menemukan Kebenaran
21
Kopi Hangat Pencair Suasana
22
Sketsa Wajah
23
Baby Angel
24
Kembali ke Mansion
25
Brady Sadar
26
Kemarahan Oricon
27
Kebenaran yang Terungkap
28
Misi Selesai
29
Niat tulus Oricon
30
Menemukan Sosok Ayah
31
Aldrick Cemburu
32
Persidangan Kasus Brady
33
Tes DNA
34
Sebuah Kesepakatan
35
Gelisah
36
Fakta Yang Terkuak
37
Mencari Jejak Ileana
38
Memulai Pencarian
39
Sebuah Aib
40
Menarik Perhatian Oricon
41
Pertemuan Ayah dan Anak
42
Berdamai dengan Diri Sendiri
43
Dia telah Tiada
44
Mengatur Siasat
45
Mengintai
46
Kehilangan Jejak
47
Sebuah Kesepakatan
48
Misi Penyelamatan Abigail
49
Hamil
50
BOM!!!
51
Kembali Pulang
52
Membongkar Kebusukan Emily
53
Menjaga Kehormatan
54
Kewaspadaan Aldrick
55
Menyimpan Bukti
56
Malam Henna
57
Membongkar Kebusukan Emily
58
Memberikan Penjelasan
59
Meminta Keadilan
60
Bulan Madu Kedua
61
Rusuh
62
Cemas
63
Membawa Emily Pulang
64
Tamu Baru dalam Kehidupan
65
Happy Ending

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!