Sesampainya di mansion, Oricon dikejutkan dengan suasana mansion yang sangat beda dari biasanya. Pada saat memasuki mansion Oricon mendapati rangkaian bunga dan daun yang berbentuk gapura di kanan kiri pintu, terdapat pula aisle yang dihias dengan menggunakan karpet khusus, taburan bunga dan potongan kayu yang sudah dibentuk menjadi jalanan setapak yang apik. Cukup menarik saat dilihat.
"Ada apa ini? Mengapa mansion dihias seindah ini?" Oricon begitu takjub hingga memperhatikan seluruh sisi mansion.
"Bersiaplah sayang, kita akan segera melanjutkan pertunangan kita yang tertunda," jelas Emily tersenyum dengan sangat lebar.
Dirinya begitu bahagia karena sebentar lagi hari yang dinantikannya akan menjadi kenyataan.
Oricon tertegun oleh ucapan Emily, sekarang dirinya sudah tidak bisa menghindari rencana pertunangannya. Meskipun dalam keadaan terluka, sepertinya dua keluarga itu sangat ingin sekali mewujudkan keinginan mereka untuk menikahkan anak-anak mereka secepatnya.
"Ayo nak, momy akan mengantarkanmu ke kamarmu. Kau bersiaplah untuk merapikan dirimu, karena sebentar lagi acara pertunanganmu akan segera dimulai," Adriana mengantarkan Oricon menuju kamarnya.
Ketika sampai didalam kamarnya, Oricon mendapati pakaian setelan jas hitam dan kemeja putih lengkap dengan celana panjang dan assesoris dasi yang terletak di atas closet. Pertanda dirinya harus bersiap-siap untuk mengenakan pakaian itu agar segera melangsungkan acara pertunangannya.
Sementara itu, Emily sedang mengenakan gaun putih dengan model Chiffon wrap dress bagian atasnya berbentuk V neck dan double layer, berhiaskan payet-payet indah. Di bagian perut, ada aksen kerutan yang makin membuat lekuk tubuhnya lebih menonjol dengan belahan dibagian punggung yang menampakkan kulit putih bersih dirinya sehingga tiap mata yang memandang akan mengaguminya. Ditambah dengan riasan make up minimalis dengan rambut digelung dan menyisakan lembaran rambut dikedua sisi depan wajahnya, tak lupa heels berukuran lima belas sentimeter yang membuat kaki jenjangnya semakin terlihat indah.
Saat ini kedua pasangan itu berada di sebuah tempat duduk yang menyatukan keduanya bagaikan ratu dan raja. Seluruh mata memandangi mereka penuh dengan rasa kagum, hingga acara puncak berlangsung.
Saat ini Oricon sudah tidak bisa berkelit lagi untuk menghndari acara pertunangannya dan tidak butuh waktu lama Oricon dan Emily telah resmi bertunangan saat itu juga.
***
Ditempat berbeda Abigail dan Mia sedang menyibukkan diri menatap layar ponsel mereka untuk mencari lowongan pekerjaan. Kedua gadis muda itu mencari info lowongan kerja yang sesuai dengan basic pendidikan mereka.
Lama mencari akhirnya mereka menemukan lowongan pekerjaan yang cocok untuk mereka saat ini.
"Mia, lihat ini sepertinya ada sebuah restoran yang membutuhkan karyawan. Bagaimana kalau kita mencoba melamar disana? Siapa tahu keberuntungan kita ada disana," ucap Abigail sambil memperlihatkan layar ponselnya pada Mia.
Mia memperhatikan info lowongan kerja yang ditunjukkan Abigail padanya.
"Hm, sepertinya bagus. Lowongan pekerjaan waiters dan chef untuk didapur dengan gaji $250 untuk stary hotels. Kita harus mencoba untuk melamar pekerjaan disana," sambut Mia dengan penuh semangat.
Mengingat dirinya cukup berpengalaman sebagai chef ketika bekerja dengan nyonya Gracia sebelumnya, Mia yakin bisa mendapatkan pekerjaan itu.
"Hm, aku rasa itu usul yang bagus, tapi disini dijelaskan mereka membutuhkan karyawa berpengalaman, sedangkan aku tidak mempunyai pengalaman apapun," keluh Abigail merasa ragu.
"Kaukan pandai berbahasa Imggris, aku rasa untuk seorang waiters kau pasti akan diterima,"pungkas Mia menyemangati Abigail.
Dia yakin sekali temannya ini pasti bisa mendapatkan pekerjaan.
"Ayo kita coba untuk melamar pekerjaan disana," ajak Mia lagi padanya.
Abigsil mengangguk penuh antusias mendengarkan support dari sahabat baiknya itu.
Stary Hotel's merupakan sebuah hotel bintang lima yang dimiliki seorang pengusaha ternama, yang cukup terkenal.
Hotel yang merupakan salah satu terbaik dan sangat mewah se Asia tapi pemiliknya merupakan keturunan jerman yang telah menetap di Indonesia.
Dengan penuh semangat Abigail dan Mia bergegas merapikan diri mereka, dengan mengenakan pakaian rapi dan formal. Kedua gadis itu segera memesan taxi online untuk mengantarkan mereka ke tempat tujuan mereka.
Setelah menempuh waktu tiga puluh menit mereka sampai di hotel yang mereka tuju. Kedua gadis itu bergegas menuju hotel besar itu dan menuju pada kaeyawan yang berada dibagian depan pintu masuk hotel.
"Maaf nona, apakah benar hotel ini memerlukan karyawan tambahan?" tanya Mia pada salah satu resepsionis disana.
"Benar sekali, apa anda berdua ingin mengajukan lamaran?" Resepsionis itu mencoba menebak kedatangan mereka.
Melihat penampilan Abigail dan Mia yang formal dengan sebuah amplop lamaran ditangan mereka, resepsionis itu langsung tanggap dengan niat mereka.
"Benar nona,kami betniat melamar kerja ditempat ini," tukas Abigail.dengan mata berbinar.
"Baiklah, kalau begitu anda silakan nik lift dan menuju lantai sepuluh, disana ada ruang HRD. Kalian bisa menemui kepala HRD untuk memberikan lamaran kalian," jelas gadis itu.
Keduanya segera mengikuti perkataan gadis itu. Mereka masuk ke dalam lift dan menuju ke ruang HRD.
Ting!!!
Tidak sampai sepuluh menit mereka telah sampai dilantai sepuluh dan saat pintu lift terbuka mereka telah sampai diruang HRD.
Kedua gadis itu segera menuju ke ruangan HRD seperti yang dijelaskan oleh resepsionis tadi, tapi sesampainya disana telah banyak antrian yang menunggu supaya lamaran mereka dipanggil.
Abigail dan Mia saling menatap satu sama lain, seketika nyali mereka menjadi sedikit menciut, karena melihat persaingan yang begitu ketat. Ditambah lagi, mereka melihat tampilan elegan dari para kompetitor mereka membuat Mia dan Abigail merasa minder untuk memasukkan lamaran mereka.
"Bagaumana ini? Apa kita bisa diterima?," Abigail mulai merasakan keraguan dalam dirinya.
Mia mengeucutkan bibirnya sambil menaikkan bahu, merasa sedikit pesimis.
Merasa bimbang keduanya memutuskan untuk kembali pulang. Akhirnya mereka balik kanan untuk menuju lift.
Baru saja mereka menuju lift, mereka berpapasan dengan seorang lelaki dan tidak sengaja menabarak tubuh lelaki itu sehingga membuat berkas yan mereka bawa dan juga tumpukan dokumen ditangan laki-laki itu berhamburan ke lantai.
"Hei, apa yang kalian lakukan? Gara-gara kalian dokumenku jadi berserakan," lelaki itu terlihat kesal karena merasa terganggu.
"Maaf pak, kami tidak sengaja," Abigail dan Mia meminta maaf bersamaan dan memunguti dokumen yang berserakan dilantai kemudian memberikannya pada lelaki itu.
Dengan sikap sedikit jengkel dirinya mengambil dokumennya yang telah dirapikan oleh Mia dan Abigail. Sambil melirik ke arah keduanya, dia bertanya.
"Kalian ini siapa? Sepertinya aku belum pernah melihat kalian disini," lelaki itu memperhatikan mereka sambil mengernyitkan dahinya.
" Mmm ... ka ... kami datang kesini ingin melamar pekerjaan," ujar Abigail terbata menatap lelaki itu.
Orang itu hanya memperhatikan dengan saksama, namun karena merasa kasihan melihat kedua remaja itu ketakutan dihadapannya dirinya segera merubah ekspresinya menjadi lebih santai.
"Oh kalian mau mengantarkan lamaran? Kalau begitu berikan padaku, aku HRD disini. Biar aku periksa dulu lamarannya, kalian silakan menunggu bersama mereka," tukas lelaki itu dengan suara rendah daripada sebelumnya.
Abigail dan Mia tersenyum bahagia mendengar ucapan lelaki itu dan memberikan lamaran mereka kemudian menunggu panggilan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 65 Episodes
Comments