Oricon Tertembak

Oricon bergegas membawa Mia menjauh dari restoran, setelah merasa aman diapun mengajukan pertanyaan pada Mia.

"Siapa nama temanmu itu?"

"Namanya Abigail, tadi dia memintaku untuk membantunya pergi dari rumah kuning itu," jelas wanita itu pada Oricon.

"Maksudmu dia itu seorang ..."

Tanpa melanjutkan ucapannya Mia langsung menganggukkan kepala memahami maksud perkataan Oricon.

"Ini dia mengirimkan shareloc padaku," Mia memperlihatkan layar ponselnya pada Oricon.

"Ayo cepat kita harus menyelamatkannya sebelum mereka semakin menjauh," Oricon segera mengajak gadis itu ke mobilnya.

"Tapi tuan, bagaimana dengan acara pertunangan anda?" Mia terlihat bingung dan takut kalau Oricon pergi bersamanya pasti dia akan mendapat masalah besar.

"Sudahlah kau tidak perlu memikirkan itu, yang terpenting sekarang kita harus cepat menemukan Abigail."

Terang saja Oricon lebih mementingkan Abigail karena dia tidak ingin sesuatu yang biruk terjadi pada gadis itu. Entah kenapa setelah pertemuannya malam itu dengan Abigail dirinya tak bisa berhenti memikirkan gadis itu. Padahal mereka baru saja berkenalan, meskipun telah melewati malam panjang bersama.

Oricon langsung melajukan mobilnya membelah jalanan siang itu. Mia yang berada disampingnya juga terlihat begitu khawatir.

***

Mobil box itu telah sampai diperbatasan, para penculik telah turun dari mobil dan membukakan pintu mobil.

"Hei, ayo cepat turun!" titah lelaki bertato pada Abigail dan para wanita muda didalamnya.

"Kalian membawaku kemana?" Abigail berusaha memberontak.

"Ayo cepat ikut saja, jangan banyak tanya!" titahnya sambil mendorong tubuh mungil Abigail ke dalam gudang.

Sedang para wanita lainnya telah terlebih dahulu masuk ke dalam gudang tanpa perlawanan.

Sesampainya didalam gudang, para penculik itu mengunci pintu gudang.

"Bos, kami akan segera mengirimkan para gadis itu padamu malam ini juga." Lelaki bertato dan berwajah sangar itu menghubungi salah seorang bos besarnya.

Abigail masih berusaha untuk pergi dari tempat itu. Dirinya melihat para gadis yang bersamanya terlihat ketakutan dan menangis.

"Hei, kenapa kalian diam saja? Apa menangis bisa membuat kita terbebas dari sini?"

"Kita tidak akan bisa melawan mereka, mereka itu bukan penculik biasa mereka itu gengster berbahaya," salah satu diantara mereka menjelaskan pada Abigail.

"Ayo cepat bantu aku cari jalan keluar. Kita tidak boleh mendiamkan ini semua, sebagai wanita kita tidak boleh dianggap lemah. Ayo kita harus melawan mereka!!!"

Abigail memprovokasi para gadis. Merasa terpancing merekapun mengikuti ucapan Abigail.

Sementara itu Oricon dan Mia telah sampai ditempat yang ditunjukkan oleh Abigail.

"Kau tunggu disini dan jangan lupa telpon polisi. Biar aku yang ke gudang itu," ujar lelaki itu pada Mia.

"Tapi pak, bagaimana mungkin anda ke sana sendirian saja?" Mia mengkhawatirkannya, dia takut kalau para kawanan gengster itu mencelakai Oricon.

"Kau tidak perlu khawatir aku punya ini, " tandasnya sambil memperlihatkan sebuah pistol yang berada di dashboard mobilnya.

Oricon sengaja membawa benda itu untuk berjaga-jaga jika sesuatu terjadi padanya. Misalnya seperti saat ini.

Mia hanya memperhatikan punggung lelaki itu telah menghilang dari pandangannya. Kini Mia berjaga di mobil sambil berdoa agar Oricon bisa menemukan Abigail dan kembali dengan keadaan selamat.

"Kau tetaplah disini sampai aku kembali membawa temanmu. Jika ada sesuatu yang mencurigakan kau pukul saja mereka dengan tongkat baseball itu," timpalnya lagi sambil bergegas pergi.

Dengan sigap Oricon menuju gudang. Dia mencoba lewat pintu gudang tetapi pintunya terkunci. Sementara itu Abigail melihat jendela gudang yang tidak terkunci dan segera membuka jendela tersebut untuk menyelamatkan para gadis dan dirinya.

Namun saat jendela terbuka, dirinya terkejut mendapati seorang lelaki yang berada dihadapannya.

"Kau!!! Mengapa kau ada disinj?" Teriaknya menatap wajah Oricon yang sedang membuka pintu jendela.

"Aku sedang membantumu, ayo cepat keluar dari sini," titahnya pada Abigail.

Abigai yang bersama para gadis mempersilakan gadis-gadis itu untuk keluar terlebih dahulu hingga dirinya berada diurutan terakhir.

Sayangnya saat dirinya hendak menaiki jendela seorang anggota geng yang sedang mengawasi mereka mengetahui perbuatan mereka. Lelaki itu bergegas menarik tangan Abigail.

"Mau mencoba kabur ya, kalian cepat kesini para gadis ini mencoba kabur dari jendela," lelaki yang memegang senjata itu berteriak memanggil teman-temannya.

Dengan cepat Oricon menepis tangan lelaki yang mencengkram lengan Abigail, dirinya menghujamkan pukulan ke wajah lelali itu, hingga lelaki itu terhuyung ke belakang dan cengkraman lelaki itupun terlepas dari Abigail.

Oricon mencoba menarik tubuh Abigail agar bisa naik ke atas jendela tapi sayang komplotan gengster itu sangat banyak mereka segera mengepung dan mengarahkan senjata mereka ke arah Abigail, Oricon dan para gadis tawanan.

Merasa terkepung mereka menyerah agar tidak ada korban jiwa.

Para gengster itu telah menodongkan senjatanya kearah kepala mereka.

"Kau pikir bisa semudah itu pergi dari sini anak kecil?" seringai lelaki itu sambil menarik lengan Abigail.

Abigail hanya meringis kesakitan mencoba meronta.

"Hei, lepaskan dia. Jangan sakiti dia atau aku akan memukulmu!" teriak Oricon tak tega melihat Abigail kesakitan.

"Wah, lihatlah sang pahlawan berteriak, aku takut sekali." Seorang lelaki yang jaraknya berada didekat mereka mengejek Oricon.

"Kau berani mengancamku ya. Rasakan ini," lelaki itu berusaha memukulkan senjatanya ke kepala Oricon tapi pemuda itu tidak menerima begitu saja. Dirinya menyambut senjata yang akan dipukulkan ke kepalanya dan mendorong ke arah lelaki itu hingga dia terjatuh. Para anak buahnya merasa tidak terima dan berusaha menembak Oricon, dengan cekatan Oricon mengambil senjata yang dibawanya tadi dari punggungnya dan mengarahkan pistolnya ke wajah lelaki yang sedang terjatuh itu sambil menarik pelatuknya.

"Tetap diam disini dan biarkan kami pergi atau kalau tidak, aku akan memecahkan kepala lelaki ini," tentu saja Oricon tidak main-main dengan ucapannya.

Terlihat wajah lelaki yang masih dalam posisi terjatuh itu ketakutan dan dengan matanya dia memberi kode pada anak buahnya untuk membiarkan Oricon dan para gadis pergi.

Tidak membuang waktu, Oricon segera membawa Abigail besertw para gadis meninggalkan tempat itu.

Merasa mulai aman, para gengster itu mengejar mereka.

"CEPAT TANGKAP MEREKA SEMUA, JANGAN ADA YANG LOLOS!" titah lelaki itu pada anak buahnya.

Oricoj segera menyuruh Abigail dan para wanita itu masuk ke dalam mobilnya sambil terus berjaga. Mia yang telah menunggu kedatangan sahabatnya itu memeluk Abigail dan menyuruhnya masuk ke dalam mobil.

"Hei itu mereka," tukas salah satu anggota geng yang melihat keberadaan mereka.

Seorang anggota geng yang merasa tidak sabaran segera memberondongkan pelurunya ke arah Oricon dan para gadis di mobil itu. Para gadis yang ketakutan berteriak histeris, sementara Oricon membalas tembakan gengster dan mengenai salah satu dari mereka.

Melihat temannya yang tertembak anggota geng yang tak jauh dari mobil Oricon menembak lengan lelaki itu.

Lelaki itu meringis kesakitan namun dia tetap berusaha masuk ke dalam mobil dan melajukan mobilnya dengan cepat.

"Tuan!!! Kau tertembak, bagaimana kau bisa menyetir mobil?" Abigail yang berada di dekat Oricon panik melihat darah yang mengalir dari lengan Oricon.

"Aku tidak apa-apa, kau tidak perlu khawatir."

Lelaki itu menginjak pedal gasnya kemudian melajukan mobilnya dengan cepat, saat berada ditengah jalan para polosi menghentikan mereka.

"Berhenti kalian telah dikepung," salah satu anggota polisi dengan alat pengeras suaranya berada di depan mobil polisi memberi peringatan pada Oricon dan para anggota geng yang mengejar mereka.

Mereka menghentikan mobil mereka dan para polisi yang telah bersiaga disana langsung menangkap mereka.

"Ayo cepat panggilkan ambulance ada yang tertembak," titah seorang komandan polisi yang melihat Oricon terluka parah.

Segera anggota polisi yang disuruh memanggil ambulance dan membawa Oricon ke rumah sakit, sementara anggota lainnya membekuk para anggota geng lalu membawa mereka ke kantor polisi begitu juga dengan Abigail, Mia dan para gadis yang diselamatkan Oricon untuk diminta keterangan oleh pihak berwajib.

Episodes
1 Abigail Mahira
2 Menghangat
3 Rencana Pernikahan
4 Hampir Saja
5 Terjebak
6 Oricon Tertembak
7 Pencarian Abigail
8 Pertemuan di Rumah Sakit
9 Menghilang
10 Bertunangan
11 Mendapatkan Pekerjaan
12 Menemukan Abigail
13 Kamar 303
14 Penculik
15 Sebuah Permintaan Maaf
16 Mengincar Abigail
17 Menyelidiki
18 Mencari Tahu Pelaku Sebenarnya!
19 Menyingkap Rahasia
20 Menemukan Kebenaran
21 Kopi Hangat Pencair Suasana
22 Sketsa Wajah
23 Baby Angel
24 Kembali ke Mansion
25 Brady Sadar
26 Kemarahan Oricon
27 Kebenaran yang Terungkap
28 Misi Selesai
29 Niat tulus Oricon
30 Menemukan Sosok Ayah
31 Aldrick Cemburu
32 Persidangan Kasus Brady
33 Tes DNA
34 Sebuah Kesepakatan
35 Gelisah
36 Fakta Yang Terkuak
37 Mencari Jejak Ileana
38 Memulai Pencarian
39 Sebuah Aib
40 Menarik Perhatian Oricon
41 Pertemuan Ayah dan Anak
42 Berdamai dengan Diri Sendiri
43 Dia telah Tiada
44 Mengatur Siasat
45 Mengintai
46 Kehilangan Jejak
47 Sebuah Kesepakatan
48 Misi Penyelamatan Abigail
49 Hamil
50 BOM!!!
51 Kembali Pulang
52 Membongkar Kebusukan Emily
53 Menjaga Kehormatan
54 Kewaspadaan Aldrick
55 Menyimpan Bukti
56 Malam Henna
57 Membongkar Kebusukan Emily
58 Memberikan Penjelasan
59 Meminta Keadilan
60 Bulan Madu Kedua
61 Rusuh
62 Cemas
63 Membawa Emily Pulang
64 Tamu Baru dalam Kehidupan
65 Happy Ending
Episodes

Updated 65 Episodes

1
Abigail Mahira
2
Menghangat
3
Rencana Pernikahan
4
Hampir Saja
5
Terjebak
6
Oricon Tertembak
7
Pencarian Abigail
8
Pertemuan di Rumah Sakit
9
Menghilang
10
Bertunangan
11
Mendapatkan Pekerjaan
12
Menemukan Abigail
13
Kamar 303
14
Penculik
15
Sebuah Permintaan Maaf
16
Mengincar Abigail
17
Menyelidiki
18
Mencari Tahu Pelaku Sebenarnya!
19
Menyingkap Rahasia
20
Menemukan Kebenaran
21
Kopi Hangat Pencair Suasana
22
Sketsa Wajah
23
Baby Angel
24
Kembali ke Mansion
25
Brady Sadar
26
Kemarahan Oricon
27
Kebenaran yang Terungkap
28
Misi Selesai
29
Niat tulus Oricon
30
Menemukan Sosok Ayah
31
Aldrick Cemburu
32
Persidangan Kasus Brady
33
Tes DNA
34
Sebuah Kesepakatan
35
Gelisah
36
Fakta Yang Terkuak
37
Mencari Jejak Ileana
38
Memulai Pencarian
39
Sebuah Aib
40
Menarik Perhatian Oricon
41
Pertemuan Ayah dan Anak
42
Berdamai dengan Diri Sendiri
43
Dia telah Tiada
44
Mengatur Siasat
45
Mengintai
46
Kehilangan Jejak
47
Sebuah Kesepakatan
48
Misi Penyelamatan Abigail
49
Hamil
50
BOM!!!
51
Kembali Pulang
52
Membongkar Kebusukan Emily
53
Menjaga Kehormatan
54
Kewaspadaan Aldrick
55
Menyimpan Bukti
56
Malam Henna
57
Membongkar Kebusukan Emily
58
Memberikan Penjelasan
59
Meminta Keadilan
60
Bulan Madu Kedua
61
Rusuh
62
Cemas
63
Membawa Emily Pulang
64
Tamu Baru dalam Kehidupan
65
Happy Ending

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!